Gadis Cuek & Ustad Tampan

Gadis Cuek & Ustad Tampan
BAB 39


__ADS_3

tidak ada yg berbicara satu pun,setelah mendengar nada dingin Clista itu,


sunyi untuk beberapa saat.begitu juga dengn orng2 yang sedang melihat melalui hpnya yang tidak jauh dari ruangan Lila.


karna hari sudah tengah malam membuat suasana sangat mencekam.


" aku sudah memberi mu waktu untuk berderma..."ucapan berhenti Clista sambil memperhatikan semua orng.


" jadi kini giliran ku " lanjutnya dingin.


" masuk " ucap Clista sambil menuju sudut ruangan.


mereka hanya bisa bertanya2 dalam hati,siapa yg di suruh masuk?...dan mau kemana dia?.


saat melihat Clista mengambil sebuah kamera kecil di sudut ruangan membuat tubuh Lila menegang seketika.


" apa yang...."


BRAKKKK


sekali lgi pintu di dobrak dengn keras ,dan membuat mereka yg di dalam terperanjat kaget dan langsung membalikan tubuh nya.


" Bima " panggil surya saat melihat sahabat nya itu ada di sini.


" jangan percaya dengn wanita ini " Tampa memperdulikan panggilan dari Surya.


" apa maksud mu?..,bukan kah dia ustazah yang kiyai bima kirim kesini ?.." jelas Rifqi yg bener2 bingung dengn keadaan ini.


" iya..saya memang ada mengirim ustazah datang kesini,tapi bukan dia orng nya " sambil menunjuk ke arah ke arah Lila yg sudah menegang karna ketakutan.


" apa maksud mu?...Bim" tanya Surya


" maksudnya dia hanyalah menyamar sebagai saya,dan ketua dari mereka telah menyekap saya " bukan Bima yg menjawab melainkan Virna asli yg baru saja masuk.


semua mata pun tertuju kepada Virna yg


baru masuk dengn anggunnya.

__ADS_1


" dia adalah suruhan seorng wanita untuk membunuh mereka berdua" sambil menunjuk kerah Clista dan dhinda.


" dan mengurung saya di gudang yg kotor untuk beberapa hari yg lalu " jelas Virna lgi.


keluarga Jonathan terkejut dengan pernyataan itu,berarti yg di katakan dhinda benar klau dia lah menuduh mereka.kini semua mata memperhatikan Lila dengn tatapan marah.


" berani2 nya masuk ke pesantren ini untuk membunuh santriwati kami" Rifqi sangat marah pada Lila dan juga lega ternyata itu hanya tuduhan semata.


" siapa namamu?.." tanya Aisah sambil menatap tajam Lila,jarang umi Aisah menatap seseorng dengn tajam,karna dia selalu menunjukkan dengn tatapan sayangnya.


Lila tidak menjawab dia hanya menundukkan kepalanya dengn ketakutan tapi tidak dengn isi otak nya yg lagi berkerja agar bisa bebas dari mereka.


" siapa nama mu!!!..." tanya Aisah yg mulai terbawa emosi karna Lila diam saja,dan merasa marah Karena berani2 nya seseorng ingin mencelakai santriwati nya apalagi dia adalah calon idaman nya.


" umi "tegur Surya agar umi tidak terbawa emosi.


" astrafillahallazim 3x " mendengar teguran dari suaminya membuat nya istigfar sambil mengeluarkan dadanya untuk menenangkan diri.


" mana dia adalah Lila " jelas salah satu berseragam hitam itu.


kini pandangan mereka mengarah pada orng yg baru saja bicara.


belum sempat Rifqi menyelesaikan ucapannya sudah mendapatkan tendangan dari Virna.


BRUKKKK


" RIFQI !!!.." Teriak Meraka menghampiri Rifqi yg terpelanting lumayan jauh karna dia yg paling Deket dengn Lila.


melihat apa yg di lakukan Lila membuat dua orng berseragam hitam itu ikut menyerang virna bersamaan,tapi tidak untuk bos mereka yg kini lgi menghampiri Clista dan dhinda yg dari tdi hanya melihat saja.


Lila dengan cepat menghindar dan menyerang mereka balik.walaupun tenaga nya sudah terkuras akibat pertarungan nya dengn Clista tdi,tapi tidak membuatnya menyerah begitu saja.


" apakah nona tidak apa2 ?.." tanya bos dari Meraka sopan.


" tidak apa2" jawab clista datar


sedangkan dhinda menyatukan kedua alisnya mendengar itu.

__ADS_1


" Kaka kenal ?.." tanya dhinda sambil memperhatikan orng itu.


" hemm"


dhinda hanya mengangguk tanda mengerti Tampa bertanya lebih lanjut, walaupun dia ingin bertanya lgi.


tak berapa lama Virna berhasil di lumpuhkan dan mengikat kedua tangan nya dengn borgol.


sedangkan Rifqi yg di tendang sudah lumayan tidak sakit,walaupun masih nyeri di dada nya akibat tendangan kuat dari Lila.


" kita sudah berhasil bos " ujar salah satu dari mereka.


" baiklah mari kita pergi " ujar nya tapi sebelum mereka sepenuhnya keluar ada yg mencegah nya.


" berhenti " Segah Surya


" ada apa?.." jawabnya dingin berbeda saat dia berbicara dengn Clista tadi.


" mau kalian bawa kemana dia "


"ke kantor polisi "


" biar saya saja " ucap Bima


" tidak..."


" udah biar saja " perintah Clista datar


mereka hanya menuruti perintah nona mereka, nona mereka pasti tau apa yg akan di lakukan mereka.


sedangkan yg lain terheran2 melihat orng berseragam itu patuh pada Clista tapi berbeda dengn Meraka.


" kenapa kalian sangat patuh pada Kaka?.." kali ini dhinda engk bisa lagi klau engk bertanya karna mulutnya sudah gatal dari tadi.


mereka bertiga diam tidak ada yg berani menjawab pertanyaan dhinda.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


"


__ADS_2