
"benarkah.....?? kamu tidak berbohong Zahra.....?? " pekik kaget Kyara tak percaya..
"Hm.....!! " jawab Zahra seadanya.
"tuan Dafa.. nggak ku sangka akan senekat itu...!! " gumam Kyara pelan..
"Kamu aja nggak percaya apalagi aku, dia dengan entengnya menunjukkan bukti surat pernikahan kami entah sejak kapan aku menandatanganinya... dia benar-benar gila......!! " gerutu Zahra.
Kyara mengerjab-ngerjab tak percaya.
"stop..... Kyara... jangan pingsan lagi.!! " memelas Zahra.
Kyara memegang kepalanya sendiri.
"kepalaku berat sekali... seperti menampung globe di kepalaku....!! " keluh Kyara.
"berat dong... apa banyak ikannya di sana!! " ejek Zahra tersenyum tipis.
"berat sekali Zahra, kamu nggak tau beratnya... Aah... sepertinya aku mau pingsan.. jangan tinggalkan Aku Zahra.....!! " oceh Kyara melemah.
Zahra hanya bisa menepuk jidatnya sendiri, saat Kyara mulai memejamkan mata dan jatuh pingsan sekali lagi.
"sudah 3 kali dia pingsan, apa segitu hebatnya tuan Dafa Itu hingga bisa membuat para wanita baik muda dan tua tergila-gila padanya...? tapi Kenapa dia hanya gila padaku....?? Ck... dia emang tulus tapi tetap saja aku nggak terima menikah tanpa sepengetahuanku!! aku tidak suka itu dan menurutku itu tidak sah. " gumam-gumam Kesal Zahra..
Zahra mengusap hidung Kyara dengan minyak kayu putih, mereka Kini ada di mes Kampus. Zahra dan Kyara tinggal berdua di tempat itu demi dekat dengan tempat Kuliah karna mereka tidak bawa kendaraan..
baik Zahra dan Kyara tidak terlalu tertarik memamerkan Kekayaan seperti yang dilakukan Mahasiswi kampus lainnya. .
"apa aku harus menghubunginya dengan bilang kalau nikahin aku dengan cara baik-baik didepan Umi dan Abi....?? " gumam Zahra lagi.
Zahra juga tidak mau berdosa lagi mungkin dosanya sudah banyak baik disengaja maupun tidak apalagi Dafa sudah melihat wajahnya, dan juga Zahra merasa nyaman bersama Dafa jadi ia akan bilang pada Dafa menikahinya ulang didepan orangtuanya.
"Kyara.... udah dong pingsannya..!! aku sendirian nih! "
rengek Zahra mengusap kepala Kyara yang terbalut Jilbab.
Zahra mendengus kesal saat Kyara tak juga terbangun.
"Aku menyesel udah menceritakan segalanya padamu...!! kalau aku tau kamu bakal pingsan kayak gini bakal aku rahasiakan aja ! " celoteh kesal Zahra lagi.
Zahra melirik HP Kyara yang dapat pesan masuk dari Abangnya
"Waah... sepertinya Abang emang tertarik sama Kyara." Gumam senang Zahra.
"Kyara... calon Imammu mengirim pesan.. ayo bangun.....!! " Zahra mengguncang bahu Kyara..
Kyara membuka matanya perlahan..
"Imamku...?? aku belum menikah siapa calon imamku...? " tanya Kyara dengan lemah.
"nyawanya belum kumpul semua ya. . !! masih melayang-layang di atap....!! " gerutu Zahra.
"layang-layang...?? kamu main layang-layang Zahra.?nggak malu sama Umur..? " tanya Kyara sambil duduk di ranjangnya..
Zahra menepuk jidatnya lagi sambil berotasi kesal.
"siapa lagi calon imammu... tuan Shezan Maharza yang terhormat.....!! hallo... Calon Nona Maharza.....!! " sapa Zahra dengan suara manja dibuat-buat..
Kyara tampak berpikir dan matanya kian melebar baru ingat siapa calon imamnya.
"benarkah... Kak shezan ngirim pesan....?? " Kyara segera mengambil HP nya secepat kilat.
Zahra membuka mulutnya dengan lebar tak disangka respon Kyara yang terbilang lebay.
alhasil Zahra jadi patung didekat Kyara karna si empunya sedang Chatingan dengan calon imamnya.
Zahra beralih ke ranjangnya dimana ada HP pemberian Dafa bergetar dan berkedap-kedip
__ADS_1
Zahra mengambilnya dan tersenyum tipis, Zahra mengangkat panggilan Vidio Dafa.
"Assalamualaikum Ya Humairah Ku....!!"
DeG...
jantung Zahra berdebar kencang dengan sebutan Itu.
"Wa alaikum salam.....!! " gugup Zahra memerah.
"kenapa pipimu merah sayang.?? aku jadi ingin mencubitnya....!! " goda Dafa dengan senyum manisnya..
"Aah.....?? enggak tau tadi belajar make up sama temen... pakai pemerah itu....!! " elak Zahra terpaksa berbohong demi kebaikannya sendiri.
"benarkah....?? ngapain Kamu dandan Sayang..??
kan pakai Cadar jadi nggak akan terlihat....!! " suara lembut Dafa menenangkan hati Zahra..
"iya juga ya.... tapi cuma coba-coba aja nggak bakal di tunjukkin sama orang lain kok...! " Zahra mengusap pipinya hingga begitu menggemaskan di lihat Dafa.
"Gila... kenapa pipiku terasa panas...? selama ini Aku cuma nonton di drama aja kalau pemeran perempuannya memerah.. jadi begini rasanya....!! " batin Zahra
"Alaku akan kesana Sayang... habis Magrib kita bertemu ya... !!" suara berat Dafa yang terdengar sexy oleh Zahra...
"Kamu mau kemari....?? " tanya Zahra mengerjab tak percaya..
"Iya sayang..bukannya kamu nyuruh aku datang...? jadi aku menuruti kemauanmu."
"tapi aku hanya bercanda.." elak Zahra serius
"kalau begitu anggap saja aku yang datang menemuimu... !!" seru Dafa mengalah.
Zahra tersenyum dan Itu membuat jantung Dafa berdebar kencang...
"baiklah... habis Magrib kita bertemu, hati-hati di jalan... !!"
Zahra melebarkan matanya.
"Aku sayang kamu Humairahku... jagalah kesehatanmu demi masa depan Kita...!! " alih Dafa.
"masa depan Kita...? apa hubungannya...?? " tanya Zahra serius dengan wajah bingungnya.
"demi Zahra junior atau Dafa Junior dalam rahimmu!" bisik Dafa mendekatkan bibirnya ke layar HP nya.
Zahra membelalakkan matanya..
"Kamu.!!! "
"sudah sayang.. Assalamualaikum Ya Humairahku...!! ". alih Dafa segera mematikan panggilannya secara sepihak.
"wa alaikum salam....!! " Zahra masih melebarkan matanya ia melirik perutnya sendiri.
"apa dia melakukan sesuatu padaku....?? " gumam Zahra menebak-nebak..
"nggak mungkin....!! " Elak Zahra menggeleng mustahil.
Zahra mengusap perutnya sendiri...
"tenang Ara dia kan Pria gila yang hanya menggodamu saja...!! tidak mungkin kamu hamil... tidak mungkin kan....?? "
Zahra malah salah faham dengan maksud kata-kata Dafa tadinya.
Zahra melirik Kyara yang cekikikan lucu dengan matanya hanya tertuju pada HPnya saja.
"beruntung dia nggak denger...!! " ucap lega Zahra..
.
__ADS_1
.
.
selesai Magrib Barulah Zahra keluar dari mes nya akan pergi ke Restaurant terbaik Kota ini, Zahra dan Dafa janji bertemu disana...
"Sudah sampai Non....!! "
"masa sih Pak...?? ini bukan Restaurant kan.?" Zahra celingak-celinguk melihat situasi.
"bukan Non.. !" jawab Supir taksi
"terus Ini apa Pak...?? " tanya Zahra lagi sambil mengeluarkan Uang didompetnya.
"seperti penginapan gitu Non....!! tapi Ini penginapan Islam .. mau menyewa penginapan disini sulit Nona!! "
"Penginapan....?? Apa....?? Hotel....??? dia bawa aku ke Hotel....?? " pekik Zahra dalam hati..
"ini Pak.. terimakasih....!! " Zahra membayar biaya Taksinya..
"Terimakasih kembali. "
Zahra pun berjalan pelan memasuki pagar menjulang penginapan Hotel itu, tempat Itu sangat terang karna lmpu...
"ada yang bisa saya bantu Nona...?? " tanya Satpam sopan.
Zahra tidak tau mau berkata apa.
"Saya ada.. janji temu dengan suami saya disini!! " jawab Zahra gugup.
"apa ada buktinya Nona...?? " tanya satpam sopan..
"maaf Nona.. kami hanya menjalankan tugas dari atasan...!! " selah Satpam yang lain..
"iya saya mengerti....!! " Zahra mengeluarkan HPnya dan menghubungi Dafa.
"wa alaikum salam.. suamiku Kamu dimana...??
nenar kamu minta janji bertemu di alamat yang kamu berikan...?? "
jantung Dafa berdegup kencang mendengar Kata Suamiku keluar dari bibir Zahra..
"suamiku.. aku di pagar masuk!! " kesal Zahra.
"aaah iya humairahku Zahra, aku sudah menunggumu di parkiran, tunggulah sebentar aku akan kesana!!"
Zahra sengaja memanggil Dafa dengan sebutan suami dengan begitu tidak akan ada rumor buruk tentangnya.
jadi inilah alasan Dafa menikahinya, demi menjaga Kehormatannya Zahra benar-benar Kagum akan otak jenius Dafa yang tau kejadian seperti ini akan terjadi..
"dia akan datang Pak... tunggu sebentar Ya! "
"Aah..i ya Nona... silahkan duduk.!! "
"tidak usah Pak... hanya sebentar itu dia sudah terlihat....!! " senyum Zahra terbit di balik cadarnya..
Para security malah melebarkan matanya melihat sosok Dafa yang jelas di sorot lampu, lalu beralih ke Zahra publik tidak tau tuan Dafa yang terhormat sudah menikah...
.
.
.
perbaikan penulisan.
.
__ADS_1