Gadis Pemikat Hati

Gadis Pemikat Hati
sensitif


__ADS_3

Malam harinya Kiki tiba di jakarta dia diantar langsung oleh salah satu bodyguard kepercayaan bara.


Kiki di perintahkan membawa surat jual beli gelang emasnya berbentuk kelincinya lebihnya terserah asalkan nggak bawa perabot aja.


"Ya Allah.. indah sekali rumah nya...?? " decak kagum kiki baru pertama kali melihat rumah Maharza secara langsung.


"Silahkan masuk kiki.!" perintah bodyguard suruhan bara..


"eeh... iya.'' sahut kiki sempat melongoh sebentar..


.


.


Sementara Zahra sudah menunggu di ruang tamu aira dan riqi dibuat heran akan kegirangan zahra saat ini..


"Assalamualaikum ??" salam Kiki dan bodyguard suruhan bara sopan.


"wa alaikum salam...!! " sahut Zahra semangat..


"jangan lari nak...?? " teriak Aira panik.


"Zahra...!! " suara riqi mulai marah..


"iya Abi.. umi.. Ara nggak lari kok.. serius...!! " cengir zahra tapi jalan dengan cepat.


Kini Zahra memakai baju tidur lengan panjang dan memakai jilbab dalam menutupi tubuhnya.


"haii... Kiki...?? " sapa Zahra tersenyum manis..


Kiki dibuat takjub akan kecantikan alami zahra..


"Ya Allah... jadi begini lah penampilan Zahra nya Maharza.. lalu kenapa gosip beredar putri bungsu maharza jelek dan bodoh.. kalau begini jelek nya


lalu bagaimana wanita cantik ..?? ck.. ck..ck.. gosip emang nggak ada yang benar...!! "


"haiii... Nyonya." sapa kiki canggung.


tangan Zahra langsung menangkap pergelangan tangan Kiki dengan binar senangnya..


"cepat pasangkan...!!?? " pinta Zahra menghentak-hentakkan kakinya tak sabar.


"i.. iya Nyonya". jawab kiki canggung segera melepaskan kopernya dan melepaskan gelang tangannya lalu memakaikannya di tangan kanan Zahra..


"kenapa pakai gelang kiri kanan ara sayang...?? " tanya aira heran juga bingung..


"Ara mau banget umi...!! " girang Zahra dengan senangnya mengguncang tangan kiri-kanannya.


Kiki tersenyum lebar..


"apa yang terjadi nak viko...?? " tanya riqi ke viko bawahan kepercayaan bara setelah bayu..


Bayu bekerja di kantor saat ini atas permintaan Maryam juga, awalnya bayu menolak tapi maryam malah menuduh suaminya tak mencintainya..

__ADS_1


bisa apa Bayu kalau sudah seperti itu kini Bara mempercayai Viko...


"begini Abi...!! " Viko menceritakan permintaan aneh Zahra hingga membuat kiki harus ke jakarta supaya Zahra percaya kalau gelang itu tidak di palsukan oleh suami kayanya itu..


Zahra sangat tau watak suaminya yang sangat tak suka barang bekas orang lain sementara Zahra menginginkan gelang bekas milik Kiki..


"Ya Allah.. Ara.. kamu bawaan bayi ya jangan kayak gitu juga dong.. Astagfirullahal adzim.. hahahaha....!! " tawa lepas aira keceplosan..


Zahra membelalakkan matanya..


"Umiiiii... Ara mau kasih kejutan sama Habib.. kenapa umi beritahu... hiks... hiks... huaaaah... !!" tangis kencang Zahra terduduk dilantai seketika..


sementara Kiki dibuat terkejut pantas saja Zahra minta gelang yang ada ditangannya ternyata ngidam pikirnya..


"astagfirullahal adzim.. Umiii....!! " ucap riqi tak kalah terkejut..


"ya Allah Abi.. umi nggak beritahu dafa abi.. kenapa ara nangis...?? ya Allah sayang.. maafkan umi... !!" ucap Aira bersimpuh di depan zahra yang masih menangis kencang.


"umi bilang ke Viko.. sama aja Viko akan bilang ke Bara.. terus bara akan bilang ke Dafa.. Huaaa... semua gagal nggak jadi kejutan.. Hik.. s. hiksss... Abi... Umi jahat... Umi jahat... hiks.. hiks... huaaaa....!! " tangis Zahra makin kencang saja memeluk Riqi dengan erat..


Aira seketika merasa bersalah dia tidak bermaksud seperti itu..


"tenang sayang.. tenang ya... kamu tetap kasih kejutan sama Dafa.. hadiah ulang tahun dafa tetap bisa kamu siapkan kok...!! tenang ya...!! " bujuk riqi juga merasa bersalah..


Aira menangis jadinya..


"Viko kamu nggak akan kasih tau bara kan...?? " tanya Aira dengan memelasnya..


"tapi nyonya .. tuan Bara sudah mendengarnya karna saya di sadap Nyonya.!! " jawab viko pelan..


Kini kaki Zahra menendang-nendang tidak karuan seperti anak kecil yang ditinggal keluarganya ke luar negri sementara dia tetap dirumah.


"kamu kan bisa beli hadiah lain Ara..?? " usul Riqi semangat..


"Dafa butuh apa Abi...?? dafa nggak mau apa-apa lagi..!! Uang, harta, Benda, Apapun dia bisa miliki tanpa harus ara yang beli.. dia udah punya semua


hik.. hiks.. tinggal tunjuk aja apapun yang dia mau akan datang... dia hanya mau satu... mau anak dari perut Ara.. ara mau kasih hadiah itu... sekarang ara nggak tau mau kasih apa...? hiks.. hiks... huaaa....!!! "


Viko membenarkan perkataan Zahra, Dafa tidak butuh apa-apa lagi semua sudah ada digenggamannya..


"Ara masuk kamar aja...hik.. hiks... ara... ara mau tidur aja...!! " Zahra seketika bangkit mengabaikan semua orang.


Zahra mengusap air matanyasementara Kiki juga ikutan berkaca-kaca padahal dia baru pertama kali melihat zahra.


"Abi... Umi nggak maksud gagalin rencana Ara abi.. Umi nggak sengaja...!! " isak tangis Aira..


"iya umi.. abi ngerti.. jangan ambil hati kata-kata Ara ya.. kamu tau kan dia sangat sensitif..? " bujuk lembut Riqi


"nyonya . tuan Bara tidak akan memberi tau boss saya akan bicarakan dengan tuan bara...!! " seru viko serius..


"iya Viko... lakukan yang terbaik.. rahasiakan dari dafa sampai Ara sendiri yang memberi tau suaminya kalau dia tengah mengandung....!! " pinta riqi serius..


"baik tuan... Izinkan saya menghubungi tuan Bara tuan.. nyonya !! "

__ADS_1


Riqi mengangguk sementara aira masih menangis dipelukan suaminya.


Kiki hanya bingung situasi sekarang...


"tuan Bara...?? " suara viko sopan..


"Aku mengerti... kami semua akan merahasiakannya... katakan pada nyonya kado ulang tahun Nyonya akan kami rahasia kan... !!" jelas Bara yang tau arah pembicaraan Viko..


"baik tuan".


setelah itu Viko mematikan panggilannya dan segera memberi tau Aira dan riqi kalau rahasia Zahra tetap aman.


"terimakasih Viko.. terimakasih semuanya.. kabar kehamilan Ara tidak boleh sampai ke Dafa.. biarkan Ara sendiri yang memberitahu nya.. !!"


sementara Bara dan anak buahnya mendengar ucapan terimakasih riqi tersenyum tulus justru merekalah yang harusnya berterimakasih sudah melahirkan sosok seperti Zahra untuk boss besar mereka.


akan sangat mengejutkan bagi Dafa kalau dapat hadiah seperti itu dari istrinya..


.


.


sementara Zahra menangis di kamarnya sambil buat lengan tangan rajutan.


"aku kasih hadiah rajutan tangan aja.. !! Dafa nggak akan nemuin ini dimanapun...?? " ucap Zahra sambil terisak.


Zahra bisa merajut sebab di masa pesantrennya seperti itu kalau ada jam kosong biasanya para gadis memiliki jam kosong saat lagi dapat tamu bulanan.


mata Zahra sudah bengkak, dia menangis kehabisan akal mau kasih apa untuk suaminya.


tak lama Kemudian kiki masuk di temenin Neneng aira tidak bisa menemui Zahra karna merasa bersalah sudah membuat ara yang sensitif karna hamil menangis.


"nyonya...!! " sapa Kiki ragu-ragu..


"hm...?? " sahut Zahra sibuk dengan rajutan nya.


neneng jadi ikut sedih saat Zahra sesegukan bawaan Bayinya luar biasa cengengnya hanya hal spele sudah nangis sesegukan.


"ini.. apa nyonya mau...?? " Kiki menunjukkan boneka kelincinya yang super imut..


sebenarnya Kiki tadi membelinya di jalan karna Zahra suka gelang kelincinya jadi mau kasih itu sebagai ucapan terimakasih.


mata Zahra yang bengkak berbinar senang melihat boneka menggemaskan itu, dia meletakkan asal rajutannya neneng segera memindahkannya supaya Zahra tidak terkena jarumnya..


"Ya Allah... Cantik sekali... Hahahah...!! " tawa bahagia Zahra mengayun-ngayun boneka kelincinya..


sesekali zahra masih sesegukan..


Kiki tersenyum lega bisa membuat mood ibu hamil ini kembali bahagia..


Ibu hamil emang sangat sensitif terhadap sesuatu..


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2