
bonus buat Taurus dan para readers semuanya...!!! Happy Reading......
😊😊
"hmm.. bagus dong.... aku juga nggak mau di madu..."
Zahra tersenyum saja mendengar celotehan semangat Kyara.
"Maaf umi Ara saya menyelah.....!! " ucap salah satu pekerja mansion dari lantai bawah..
"iya...!! ada apa....?? " tanya Zahra sambil berdiri dengan senyum manisnya .
"ada tuan Shezan Maharza di bawah umi.....!! " jawab pekerja itu sopan
Zahra tertawa pelan Kyara terdiam tapi nyengir kuda.
"ayo turun.... nanti aku kena marah abang lagi....!" ajak Zahra mengulurkan tangannya...
Kyara menyambutnya, Zahra membantu Kyara menuruni tangga. Kyara adalah sahabat baik Zahra,, apalagi sekarang kyara adalah kakak iparnya. wanita yang sangat berarti bagi abang nya... jadi harus dijaga...
Rika dan pekerja mansion lainnya membersihkan makanan di Rooftop.
"gila megah banget Ara....!! " decak kagum Kyara lagi..
"iya... bukan aku yang punya.. tapi suamiku.... !! udah berapa kali kamu mengoceh hal yang sama hah....?? " gemas Zahra mencubit pipi Kyara..
mereka sedang dalam lift kini menuju lantai bawah..
Kyara senyam-senyum saja saat zahra mencubit pipinya....
.
.
"Sayang.... ?? kenapa kamu kemari....?? apa kamu bosan di rumah bersama keluargaku...?? apa ada yang salah.. ?? kamu buat aku panik....!! kamu kan tau sendiri kalau kamu sedang hamil sayang....!! " cecar Shezan memeluk Kyara dengan sayangnya...
Zahra hanya melangkah mundur sambil senyam-senyum tidak karuan.
"maaf suamiku... aku hanya ingin memberi tau Ara kalau aku sedang hamil....!! " jawab kyara tersenyum manis..
"kan bisa dikabarin lewat telfon.. ngapain harus keluar rumah hm...?? " ujar shezan lembut menangkup wajah cantik kyara yang tidak memakai Cadar.
"maaf suamiku... aku hanya ingin bertemu Ara.... !!" jelas Kyara lagi...
Shezan menghela nafas berat, dia memeluk kyara lagi..
"lain kali jangan keluar sendiri....!!" pinta Shezan serius. .
"kan aku keluar nggak sendiri suamiku, sama supir!! " jawab Kyara lagi mengusap punggung suaminya yang sangat posesif itu..
"maksud aku.. kalau keluar harus sama aku sayang... kamu ingat kata dokter.. kandungan mu masih muda
rawan keguguran... jadi jangan banyak beraktifitas!! " jelas Shezan lagi..
"eh.. ehkem.....!!! " Zahra menyelah..
Shezan akhirnya tersadar dan melepaskan Kyara...
"bagaimana keadaanmu Ara...?? " tanya shezan lembut memeluk Zahra dengan rindu...
Kyara hanya tersenyum cerah melihat itu, Zahra kan adik suaminya jadi tidak akan cemburu..
"baik abang... abang juga jangan kerja terlalu capek ya... ingat ada dedek diperut Kyara yang harus dijaga...!! " tutur Zahra mengusap punggung Shezan.
"hm... makasih ya tadi udah pegangin Kiya... abang lihat tadi kamu pegangin Kiya biar jangan jatuh... !!" ucap Shezan dengan senyum tampannya.
Zahra hanya terkekeh..
"tentu abang.. Kiya adalah wanita yang abah Ara cintai sekaligus sahabat baik Ara.! "
__ADS_1
Shezan tersenyum mengusap kepala Zahra, "kalau gitu Abah bawa dia pulang ya...?? "
Zahra mengangguk, Kyara pun memeluk Zahra dengan gemas..
"maafin suamiku yang terlalu berlebihan ya...?? " bisik kyara..
Zahra tersenyum..
"Wajarlah. . kan kamu emang ratu nya Maharza". goda Zahra..
"baiklah... Nyonya Satria...!! " ledek Kyara juga.
mereka tertawa bersama-sama..
.
.
Zahra melambai pada Kyara dan Shezan, Shezan dan kyara mengucapkan salam, zahra pun menjawabnya dengan semangat.
hanya beberapa langkah Zahra mau memasuki Mansion..
bunyi klakson mobil Dafa menyapa mobil Shezan dan mobil Shezan membalas klakson mobil Dafa membuat Zahra menghentikan langkah kakinya.
"kok tumben habib pulangnya cepat...?? " gumam Zahra heran..
Zahra pun berjalan menuruni anak tangga demi menyambut suaminya.
"humairahku....?? " senyum tampan Dafa merentangkan tangannya.
Zahra tersenyum lembut bukannya memeluk Dafa malah menyalami suaminya itu, Dafa mengecup sayang kening lalu punggung tangan Zahra.
"uh... makin bersinar aja wajah istriku tersayang ini...!! " gemas dafa menciumi wajah Zahra..
Zahra tertawa kegelian,,
"kok tumben pulangnya cepat habib...?? " tanya Zahra lembut..
"yaa habibiee... kamu pasti lelah,, ayo masuk aku akan siapkan air untukmu mandi dan memasakkanmu sesuatu yang enak....?! " Zahra memegang tangan Dafa dengan kedua tangannya.
Dafa tersenyum, dia tidak tersinggung sama sekali, sebab Zahra hanya tidak mau membuatnya kelelahan.
padahal Zahra lah pelepas lelahnya bekerja seharian secapek apapun dafa pasti akan hilang setelah melihat wajah humairahnya tersayang itu.
.
.
"nah... ayo duduk... aku siapin masakan spesial ku loh... memang nasi goreng spesial udah biasa tapi aku buat dengan penuh cinta.!! "
Dafa dengan patuh duduk sambil menatap intens wajah Zahra.
"lepasin dulu dong jilbabnya...!! " pinta Dafa..
Zahra tak menolak, dia membuka jilbabnya...
"ciputnya...?? "
Zahra melepaskan ciputnya dan rambut panjang Zahra tergerai bebas.
"udah kan...?? ayo makan....!! " pinta Zahra.
Dafa benar-benar terpana akan kecantikan Zahra, walaupun sudah sering melihat zahra tanpa jilbab tapi tetap saja Dafa jatuh cinta setiap kali melihat wajah istri tersayangnya itu.
Zahra dengan telaten menyuapi Dafa, kalau belepotan di bersihkan pakai tangannya saja, Zahra bahkan tidak jijik.
"kamu udah makan humairahku...?? " tanya Dafa mengusap pipi Zahra yang sangat halus..
"belum... aku akan makan setelah suamiku makan lagian udah banyak makan jajanan dirooftop sama Kyara tadi....!! "
__ADS_1
"makan". titah Dafa mulai mengintimidasi.
Zahra pun memakan nasi goreng suaminya,
"puas....?? "
Dafa mengangguk sambil mencium kening Zahra, Zahra masih sempat-sempatnya menyuapi Dafa saat suaminya itu meradukan keningnya dengan kening Zahra .
Dafa tentu dengan semangat memakannya lalu mengecup puncak hidung Zahra.
"enak kan...?? " tanya zahra dengan nada bangga.
Dafa mengangguk...
"aku takut terjadi sesuatu padamu sayang... semoga Allah selalu melindungimu....!! " batin Dafa dengan tatapan sendu nya..
Selesai makan sepiring berdua nya, Zahra hendak keluar tapi Dafa menahannya.
"apalagi...?? " tanya Zahra kembali mendudukkan bokongnya di Sofa kamar mereka.
"aku mau makan....!!" seringai Dafa..
"iya... kan udah makan... mau makan apalagi? " tanya Zahra tak peka..
"makan kamu.." jawab Dafa..
Zahra membelalakkan matanya, "Kok makan aku....?? kamu emang nggak lelah apa...?? "
"ya enggak lah sayang... jangan bilang kamu mau nolak aku.. dosa sayang....!! "
"bukan begitu.. tapi kan kamu pulang bekerja... emang nggak capek...!?? nanti kamu pingsan lagi...!! " Jelas Zahra mengusap rahang Dafa..
"aku nggak pernah lelah kalau berhubungan denganmu sayang... kan bisa kamu yang mimpin....!! "
"aku nggak pandai kayak begituan...!! " elak Zahra dengan pipi merona nya.
"humairahku tersayang... bukannya nggak pandai.. tapi kamu belum belajar aku ajari ya....?? "
"nggak patut dipelajari....!! " tukas Zahra dengan senyum menyebalkannya..
Dafa bukannya marah malah terkekeh..
"ayo....!! disini aja atau di ranjang...?? " tanya Dafa tersenyum aneh..
"emang disini bisa...?? " tanya balik Zahra heran melihat sofa...
"di dalam mobil pun bisa sayang...!! "
"apa....??? " pekik Zahra membekap mulutnya sendiri..
"ayolah sayang, zaman sudah berubah. bahkan di balik semakpun masih ada yang bisa berhubungan badan....!! "
Zahra menggeleng tak percaya..
"masa iya...?? apa mereka nggak malu...?? " tanya Zahra tak percaya.
"mana ada malunya kalau udah setan yang udah menghasut mereka...!! iya kan...?? "
Zahra mengangguk membenarkan..
"ya udah Ayo". semangat Dafa membuka resleting gamis Zahra..
Zahra membuka kancing kemeja lengan pendek suaminya, pipinya memerah setiap melihat tubuh gagah suaminya itu.
.
.
perbaikan penulisan.
__ADS_1
.