
"Kak sha-sha?" sapa Zahra tersenyum cerah..
"oh.. hai Ara... Eeh.... Yura...?? kamu dokter Yura kan...?? " tanya Tanisha memastikan matanya tak salah..
"hai... dokter marsha...!! " sapa Yura tersenyum manis..
"aah.. kamu emang dokter yura.. hanya Yura yang memanggilku marsha...!! " senyum manis Tanisha lalu memeluk Yura dengan erat..
"bagaimana keadaanmu sha...?? " tanya Yura
"baik Ra.. kamu gimana...?? " tanya tanisha juga..
"baik dong.. oh ya... dimana mempelai wanita nya...?? " tanya Yura semangat..
"ini kak...!! " tunjuk Zahra ke Kiki yang terlihat gugup padahal dia tak mencintai bara tapi pernikahan ini kan emang baru baginya...
kiki harus terlihat bahagia didepan ayahnya yang sangat suka dengan calon suaminya yang kuat juga memiliki pekerjaan tetap, Kiki tak akan menderita terus-terusan karna bekerja pikir ayahnya.
"kok pengantinnya terlihat gugup...?? " tanya Yura gemas..
"Ijab kabulnya sebentar lagi... jangan gugup ya kiki? " penyemangat dari Aira umi nya Zahra dan tanisha..
"Umi nya tanisha ya buk...?? " tebak Yura dengan senyum merekah..
"iya nak... panggil umi juga ya...!! "
Yura berdecak kagum..
"Yura nggak nyangka bakal ketemu sama seluruh keluarga idola Yura.. keluarga yang sangat dermawan idola semua pasien dan orang tak mampu dinegara ini...!! "
Umi aira terkekeh, Tanisha hanya menggeleng kepalanya sementara Kiki masih gugup dan Zahra menenangkannya..
"udah ijab kabul kah umi...?? " tanya Yura
"kayaknya udah mulai dibawah...!! " jawab aira menebak..
"kalau gitu Yura kebawah ya.. ? mau lihat ijab kabul Versi ala korea gitu...!! " seru Yura cekikikan..
"kamu nggak berubah Yura." senyum cantik Tanisha..
Yura cengengesan lalu izin pada semua orang dan pergi dari Ruangan itu..
"sangat ceria dokter yura itu ya Sha... !!" puji Aira menatap pintu dimana Yura sudah pergi..
"iya Umi.. itulah pesona nya.. disaat pasien tegang mau masuk ruang operasi dialah yang menghibur pasien hingga pasien nggak naik tensi... bahaya umi kalau pasien udah naik tensi bisa nggak jadi operasi loh... dia dokter hebat umi...!! "
Aira mengangguk setuju, Zahra tersenyum saja, dia tak lagi cemburu pada Yura..
Yura punya kepribadian yang ceria hanya saja lebih blak-blakan dari Zahra kalau zahra masih mikir sopan santun Yura tidak terlalu memikirkannya malah Dafa aja dipanggil bocah pongah atau bocah edan.
Yura hanya menghormati Orangtua saja dan para pendonor pasien saja yang sangat dermawan dimatanya..
tok... tok.. tok....
Tanisha membuka pintu kamar..
"udah sah kak.. kak kiki disuruh turun....!! " cengir maryam..
"Ok. " jawab semua orang kecuali kiki yang terlihat canggung..
hanbook pengantin Kiki
__ADS_1
"jangan gugup Kiki. .. kalian sudah sah loh...!! " goda Zahra..
Kiki hanya tersenyum canggung..
"percayalah nak.. nak bara akan membahagiakanmu.. wajahnya mungkin datar-datar aja.. tapi tatapan matanya ada rasa cinta yang terpendam...!! " Jelas Aira..
"Bara kan kaki tangan Dafa pasti nya nggak pernah main wanita.. bisa di gundulin sama Habib Ara umi." kekeh Zahra.
Kiki yang gugup sedikit terhibur oleh Kata-kata konyol Zahra..
"hushsss... kamu ngomong apa sih Ara...?? " tegur Tanisha tapi tersenyum lebar..
"zaman sekarang rambut pria itu sama kayak wanita. pasti dijaga,, nggak mau botak...!! " timpal aira..
zahra mengangguk-ngangguk setuju
"udah sampai.. ayo jalan...!! " ajak Tanisha melihat pintu lift sudah terbuka..
Hanbook Ratu joseon Ala Zahra, anggap pakai jilbab besar dan cadar ya...
hanbook Kyara dan maryam ala modern
Walau Hanbook Zahra tradisional tapi sangat menawan, Zahra seperti memiliki pesona ratu itu sendiri walau memakai jilbab dan cadar..
Bara tertegun melihat kecantikan Kiki...
"setelah ini aku akan menyuruhmu memakai gamis dan bercadar seperti nyonya istriku....!! "
"silahkan mempelai wanita menyalami imamnya dan mempelai pria mencium kening sang makmum." pinta pak penghulu..
"ayo sayang...!! " pinta aira semangat..
Kiki merasa keluarga Zahra adalah keluarganya, baik siti(mamanya Dafa dan maryam)
Aira (umi nya sha-sha, shezan dan Ara)
Kia (mama nya Kyara), mereka seperti ibu yang dikirim Allah untuknya sekaligus.
tak kenal tapi langsung melimpahkan kasih sayang mereka pada kiki hingga Kiki tak kuasa menolak lamaran ini
Kiki mendekat ke Bara tapi masih jarak aman, Bara menghela nafas pelan, dia yang lebih dekat ke kiki..
Kiki merasa jantungnya ingin copot saat ini juga..
"ngapain dia dekat-dekat coba...?? awas aja dia minta hak nya... akan aku banting dia ke dinding... tak peduli dia atasan ku sekalipun."
jiwa bar-bar kiki mulai meronta..
"ayo disalam.. kok pada melamun...?? " goda Kahfi ditengah-tengah mereka..
hal itu membuyarkan pikiran mereka berdua yang berkelana entah kemana..
"eeh.. i..iya Pa...!! " sahut Kiki gagap..
Kiki menerima pernikahan ini tapi dengan syarat kiki tetap bekerja di perusahaan dafa dan menjadi sekretaris Bara... tentu bara menyukai karakter kiki yang tangguh tak mau bergantung...
__ADS_1
kiki menyalami Bara dengan tangan gemetar..
"kenapa tangannya dingin sekali...?? apa dia juga gugup sepertiku...?? "
"matilah aku... dia pasti tau.!! "
batin Bara keringat mulai muncul di kening polosnya..
"ayo kecup keningnya...!! " teriak yura kegirangan..
entah kemana mata senang Kiki melihat kemesraan orang lain, sementara dia diposisi wanita malah gagu tak tau mau berkata apa, bola matanya berputar-putar kekiri dan kekanan..
Dafa hanya memijit pelipisnya mendengar teriakan tak tau malu Yura..
Zahra malah mendukung Yura dengan bertepuk tangan lalu bersiul senang disambut Maryam dan kyara...
"kenapa lagi istriku ini...?? " batin dafa menjatuhkan rahangnya dengan kelakuan Zahra seperti wanita bar-bar aja.
Bara mencium kening Kiki dengan perlahan..
entah kehangatan dari mana Kiki memejamkan matanya..
"padahal tangannya dingin kenapa bibirnya hangat sekali...?? "
"silahkan ditanda tangani buku nikahnya tuan... dan nona...!! " pinta pak penghulu.
Kiki mau berbalik ke kanan menghadap meja penghulu tapi kakinya tak sengaja menginjak tile hanbooknya dan hampir terjatuh ke samping.
Bara dengan sigap menarik pinggang Kiki dan masuk dalam dekapannya, Kiki melebarkan matanya didada bidang Bara..
"detak jantungnya gila kencang banget...?? apa dia normal...?? " batin Kiki mencoba memastikan pendengarannya tak salah.
tapi Keluarga dafa,Zahra dan Keluarga Kyara malah salah faham menganggap adegan intim itu begitu terlihat romantis..
"dikamar aja dong.. mentang-mentang udah sah." semprot Bayu cekikikan.
Kiki yang tersadar segera berdiri tegap..
"terimakasih." ucap Kiki mencicit pelan.
Bara tak menjawab dalam hatinya menggerutu dan mengomeli jantungnya sendiri.
"sialan kau jantung. kau tak bisa diajak kompromi.. kalau begini terus ya dia bisa kege'Eran Kiki karna kau suka padanya bodoh. "
tapi wajah bara datar-datar aja...
Kiki dan Bara menandatangani buku nikah mereka lalu bertukar cincin...
"alhamdulillahirabbil alamin...!! " ucap semua orang serentak karna acara berjalan lancar tanpa hambatan..
"silahkan duduk dikursi raja dan ratu ". pinta Kyara semangat..
Kia dan bambang tersenyum haru, Kyara terlihat bertambah gemuk saat ini, artinya kyara sangat bahagia dengan suaminya itu. mereka menatap penuh cinta pada Zahra yang memberikan Pria yang baik untuk putri kesayangan mereka.
"mereka putri kesayangan mama pa...!! " ucap Kia manja ke Bambang..
"iya Ma.. Zahra adalah anak bunda dan Ayah...!! " sahut bambang menyebut dirinya dan kia dengan panggilan Zahra kepada kedua orangtua Kyara itu..
.
.
__ADS_1
.