
Kyara hanya duduk manis di dalam mobil saat shezan membeli jagung bakar keinginannya..
"kenapa Hubby ku tampan sekali...? lihatlah semua wanita ganjen itu melihatnya...!! " Geram Kyara
tadinya kyara masih tenang-tenang saja, tak disangka suaminya itu jadi pusat perhatian.
dia juga tidak bisa berjalan, kan tidak lucu jalannya sedikit aneh..
"terimakasih buk....!! " ucap tulus Shezan
"sama-sama tuan...!! " jawab si ibu penjual ramah.
Shezan segera berbalik dan berlari kearah Mobilnya, di dalam Shezan terkejut melihat wajah garang istrinya yang biasanya sangat manis..
"kenapa sayang...?? kamu buat aku khawatir dan kaget tau...!! "
"lihat.....!! " tunjuk kyara...
shezan mengerutkan keningnya dan melihat ke arah tunjuk kyara, shezan sekuat tenaga menahan senyum nya..
"Hubby......!!!" rengek Kyara.
"Iya sayang... aku bahkan nggak lihat mereka...!! " Jelas Shezan menahan senyumnya..
Kyara yang sedang terbakar api cemburu menarik paksa plastick jagung bakarnya dengan mode marahnya Kyara menggigit jagung bakarnya yang masih panas..
"Aaakkkh....!! "
"Sayang.....??? " pekik Shezan juga dengan cepat mencari tisu..
"panas... kamu nggak apa-apa sayang...?? " tanya Shezan panik..
"pha.. nhass.....!! " ringis Kyara mengipas-ngipasin lidahnya..
"Astagfirullahal adzim....! ya Allah.. sayang... !!"
dengan cepat shezan memberikan botol air minumannya.
"Kita beli sesuatu ya....!! " cemas Shezan..
Kyara dengan cepat mengangguk..
.
.
.
"Bagaimana...? udah mendingan...?? " tanya Shezan khawatir..
"udah....!! " jawabnya merasa malu.
"maafkan aku sayang. " ucap Shezan..
Kyara mendongak, apa kesalahan suaminya hingga meminta maaf.
"jika saja aku tidak beli disana tadi mungkin tak akan lihat wanita-wanita itu, kamu nggak akan cemburu
dan nggak akan seperti ini.. maafkan aku Sayang....!! "
mata Kyara berkaca-kaca, bagaimana dirinya bisa menyalahkan Shezan sementara dirinya lah yang terlalu kanak-kanak.
"seharusnya aku yang minta maaf." Kyara memeluk shezan dengan erat..
keromantisan mereka begitu erat, cemburu hal biasa..
jika selalu seperti ini, hubungan mereka akan terus mengerat seperti lem super saja...
.
..
..
__ADS_1
ke esokan siang nya.....
"kita ngapain disini....? " tanya Zahra heran juga bingung.
"kenapa kamu selalu bertanya humairahku...?? " gemas Dafa..
"ya karna aku penasaran.... habib nggak jawab.. apa habib bisu...?? dari tadi aku tanya diam aja malah senyam-senyum nggak jelas...!! "
Dafa terkekeh...
"belajar nembak....!! "
"apaa??? kenapa aku harus pegang benda haram itu...?" bentak Zahra tak percaya..
"Humairahku... dengar...!!! aku ingin kamu bisa beladiri sayang... bagaimana saat di hutan itu terjadi lagi denganmu...? syukurlah aku yang kamu temui.. bagaimana jika orang lain...!! "
"tapi aku bisa memanah...!! " elak Zahra tak mau memegang benda haram itu..
"Kamu ingat aku bisa menangkap anak panahmu...?? "
Zahra mengangguk tanda ingat..
"Kecepatan anak panah dengan peluru itu berbeda sayang... aku ingin kamu bisa menembak.. karna aku nggak selamanya ada disisimu.. tapi Aku juga nggak bisa memenjarakanmu dalam mansion megah itu.. aku tau kamu akan tersiksa....!! "
"sayang... asal kamu tau musuhku banyak.. aku nggak mau mereka menggunakanmu sebagai kelemahanku.. aku bisa gila sayang kalau sampai kamu terluka...!! "
"tapi nggak harus nyuruh aku megang benda itu juga kan...? " elak Zahra masih tak mau menyentuhnya..
"Sayang... terkadang pistol yang kamu anggap haram ini bisa menyelamatkanmu dalam situasi genting...!! ini bukan untuk membunuh orang sayang tapi untuk menjaga diri.. !!"
Zahra masih bersikeras tak mau menyentuh benda haram itu..
"Aku hanya takut musuhku tau kalau aku punya kelemahan sayang.." gumam Dafa putus asa..
"bagaimana pengawalan ketat...?? " saran Zahra
"kamu nyaman...?? " tanya dafa serius.
"aku tidak bisa menjelaskannya.. yang pasti mereka akan tau kalau kamu adalah perempuan yang sangat aku cintai... aku takut hal tak terduga akan terjadi... !!"
Zahra memejamkan matanya..
"baiklah... jika demi kebaikanku akan aku lakukan...!! " ujar Zahra menarik nafas dalam-dalam.
"benarkah...?? kamu mau belajar sayang....?? " tanya Dafa semangat..
Zahra mengangguk walau hatinya masih gelisah, dia tak berani memegang benda haram itu..
"aku akan mengajarkanmu...!! "bisik Dafa yang mengerti ketakutan Zahra.
"kamu percaya padaku kan Humairahku...?? " tanya Dafa lembut..
Zahra menoleh ke Dafa dan mengusap rahang suaminya..
"aku percaya padamu yaa habib.. !!" ujar pelan Zahra..
Dafa tersenyum manis dan mengecup sayang kening Zahra..
Zahra menoleh ke arah lain Dafa juga melirik bawahannya..
"bawa perlengkapan belajarnya...!! " titah Dafa..
"baik Tuan....!! "
Sedangkan Bara menyerahkan Pistol kecil pada Zahra, Zahra dengan ragu-ragu menyentuhnya, dahinya berkeringat dingin...
"semua akan baik-baik saja nyonya.. silahkan disentuh dulu.. diajak berkenalan biar akrab....!! "
Zahra tersenyum tipis akan gurauan Bara, jujur itu sedikit menghiburnya..
Dan orang yang diperintahkan Dafa pun datang, Dafa menarik tangan Zahra dengan pelan menghadap padanya..
Bara melangkah mundur menjauh dari tuan dan Nyonya mudanya itu...
__ADS_1
"apa ini...?? " tanya Zahra tak mengerti.
"ini alat pengaman...!!" jawab Dafa memasangkan baju Khusus belajar menembak.
Zahra hanya diam melirik sasarannya berbentuk orang hal itu sungguh membuatnya makin takut.
Dafa sibuk memasangkan pengaman di tubuh Zahra dan memakaikan kaca mata nya..
"kita mulai sayang....!! tenanglah semua ini hanya demi kebaikanmu... juga aku...!! "
Zahra mengangguk pelan..
"Habib nggak pakai pengaman....?? " tanya Zahra melirik tubuh Dafa yang tak memakai alat sepertinya..
Dafa tersenyum manis dan mengusap pipi Zahra yang memakai cadar..
"Aku bisa menembak tanpa alat-alat itu sayang...!! "
Zahra melebarkan matanya.. apa yang dia dengar kini..? sudah bisa menembak? artinya Dafa sudah biasa memegang benda haram ini kan.
"maaf sayang... kamu akan tau dengan sendirinya seiring berjalannya waktu.. ceritaku sangat panjang jadi nggak bisa dijelaskan dengan kata-kata...!! "
mata Zahra pun kembali sayu..
"pasti sangat sulit ya..? hingga tak bisa dijabarkan...!! " tebak lembut Zahra..
Dafa mengangguk..
Bara hanya menatap datar tuannya itu selalu saja bermesraan didepan umum bahkan adiknya juga sama Bayu, selalu mengumbarkan kemesraan nya dengan maryam didepan matanya.
membuat jiwa jomblonya menjerit aja...
"baiklah.. aku akan belajar giat....!! " senyum Tulus Zahra..
dafa mengecup kening Zahra, "Kita mulai ya...!! "
Zahra mengangguk..
"Bara.....??"
"iya Boss....!! " Bara segera mendekat dan menyerahkan sopan pistol kecil yang ragu disentuh Zahra tadi.
"ayo ambil sayang....!!" pinta Dafa tersenyum manis.
Zahra berdoa dalam hati dengan tangan bergetar dia memegang benda haram itu.
sumpah Zahra tidak pernah megang alat seperti ini sebelumnya, biasanya cuma lihat di drama korea aja tidak nyangka bakal dipegang zahra di dunia nyata....
"aku takut...!! " rengek Zahra ke Dafa..
"nggak perlu takut sayang.... aku ada disini.. semua hanya untuk menjaga diri... aku melakukannya untukku dan untuk kebaikanmu....!!? "
"lihat aku....!!" pinta Dafa..
Zahra melihat suaminya, Zahra memperhatikan bagaimana posisi suaminya dalam menembak sangat keren dan sexy..
"seperti Oppa Lee jong suk...!! " gumam Zahra berdecak kagum..
Zahra melototkan matanya saat bunyi suara tembak menggema di Hutan buatan ini.
"Apa kamu lihat nomor berapa tembakanku sayang....?? " tanya Dafa tanpa menoleh ke Zahra..
Zahra menoleh ke Bara, Bara menyerahkan benda yang bisa membantu Zahra melihat tempat dafa menembak..
Zahra pun melihat lewat alat itu dan terbelalak kaget tepat ditengah-tengah..
"Kok bisa...?? kan jauh nggak pakai kaca mata lagi..!! " gumam Zahra tak habis fikir..
Bara menahan senyumnya akan kepolosan Zahra seolah Dafa adalah penembak amatiran..
.
.
__ADS_1