Gadis Pemikat Hati

Gadis Pemikat Hati
teror _HBD


__ADS_3

"kenapa....?? " tanya dafa tak suka..


"a.. aku lagi datang tamu bulanan...!! " jawab Zahra memejamkan matanya.


"ampuni hamba yang berbohong ya Allah...!! " batin Zahra menjerit..


Dafa menghela nafas kecewa..


"padahal aku sangat menginginkanmu....!! " lirih Dafa..


"kamu sih... pakai lama segala pulangnya...!! " tuding zahra seolah suaminya itu yang bersalah.


"iya sayang... iya maafkan aku ya...!! kalau gitu cium aja ya...!!?? " seringai dafa..


Zahra mengangguk malu-malu Dafa yang gemas mencubit pipi Zahra.


Akhirnya Dafa dan zahra saling melepas rindu dengan saling berciuman mesra aja tidak lebih dari itu...


.


.


.


Kini Zahra memeluk dafa dengan eratnya mengusap-ngusap kepalanya di dada bidang dafa, mencari rasa nyaman dipelukan Dafa..


"Habib...?? "


"iya humairahku... "


"Apa habib nggak akan cerita ada apa dengan pria yang dendam padamu itu... apa nggak ada suatu kejadian yang membuat dia sangat membencimu.? "


"kamu yakin mau mendengar ceritaku sayang...?? " tanya dafa serius.


"tentu saja.. jika saja tadi aku tertusuk bagian perutku


apa yang akan terjadi kedepannya...?? beruntung ada Kiki yang menyelamatkanku... "


"emang apa yang akan terjadi...?? tentu aku akan menyelamatkanmu lah dengan cara apapun....!! " tutur dafa dengan seriusnya..


Zahra memejamkan matanya..


"iya... Aku tau itu habib.. tapi anakku belum tentu selamat....!! " batin Zahra dengan kesalnya.


"kalau aku nggak bisa mengandung bagaimana...?? aku nggak mau di madu karna nggak bisa hamil..!!" ketus Zahra


Dafa tampak berpikir, dia mengangkat tangannya dan mengusap perut datar Zahra..


"kenapa aku merasa ada nyawa di perutmu sayang? " gumam Dafa dengan lirih.


Deg...!!


jantung Zahra berdebar kencang..


"Ya Allah... firasat suamiku sangat kuat dengan darah dagingnya sendiri, semoga aku bisa bertahan menjaga rahasia ini sampai Besok. Iya Ara.. bertahanlah sampai esok... !!"


"Ooh.. Ya...?? Kenapa kamu bisa berpikir seperti itu Habib...?? " tanya Zahra yang sudah mulai bisa berakting..

__ADS_1


"entahlah... Aku merasa seperti itu aja... apalagi saat aku memelukmu tadi.. aku merasakan sedang memeluk 2 nyawa...!! "


"Ya Allah...!! " ucap Zahra pelan dengan nada tak percaya..


"aku tau kamu nggak akan percaya... !!" lirih Dafa bangkit dari tidurannya dan meletakkan telinganya di perut datar Zahra.


Zahra sampai membekap mulutnya sendiri, dia tak menyangka Dafa bisa merasakan anaknya..


"Aku merasa ada sesuatu disini yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata...!! " senyum tampan Dafa masih asik dengan kesenangannya mendengarkan sesuatu dari perut Zahra.


"tapi aku lagi datang bulan habib. " jelas Zahra mengusap kepala Dafa dengan lembut.


Dafa mendongak menatap Zahra dengan tatapan cintanya.


"Iya juga Ya...?? apa kamu minum pil penunda kehamilan sayang..?? " tanya Dafa pelan..


"astagfirullahal adzim.. ya enggak lah habib... aku tau kamu pengen punya anak dariku... lagian aku datang bulan tuh.. Kalau lagi minum pil KB pasti nggak akan dapat tamu bulanan...!! "


Zahra kembali tidur dengan raut wajahnya ditekuk masam.


"iya maaf sayang.. kamu ngambek...?? " goda Dafa mengelus bahu istrinya yang memunggunginya..


Zahra menepisnya dengan kesal..


"apa dia bilang minum pil penunda kehamilan..?? aku aja nggak kepikiran kesitu. aku sudah hamil Habib..


kamu membuatku hamil... Iiissshh... kesel banget deh.. ingin aku katakan sama dia tapi mengingat besok hari ulang tahunnya aku harus kuat...!! " batin Zahra..


"Sayang... maaf....!! jangan marah dong... berbalik ya...?? " bujuk dafa mengetuk-ngetuk punggung Zahra..


Dafa menghela nafas panjang, dia tak lagi memaksa Zahra. Dafa memeluk Zahra dari belakang..


"jangan peluk aku...!! " kesal Zahra berusaha menepis tangan Dafa diperutnya.


"nggak mau... aku masih kangen...!! " rengek Dafa lagi..


Zahra melirik kesal ke arah samping, Dafa mengecup pelipis Zahra dengan sayangnya, dafa terkekeh mendengar gerutuan Zahra yang tak terima dicium sebab dia sedang marah dafa bukannya marah malah makin memeluk erat pujaan hatinya.


perempuan yang berhasil memporak-poranda kan hatinya membuat pikirannya kacau.


lama kelamaan Zahra tertidur setelah mengomel-ngomel panjang X tinggi X lebar..


"humairahku... kamu menggemaskan sekali.. beruntung aku bisa mengalihkan pembicaraan mu tadi... maafkan aku sayang... Aku belum sanggup menceritakan masa lalu ku dengan fransisko...!! " lirih dafa pelan ..


sebenarnya banyak penyesalan di dalam hidup Dafa, karna masa lalunya dengan fransisko.


.


.


Tepat jam 2 Pagi, Zahra terbangun dan mengucek matanya..


"Habib ulang tahun....!! " batin Zahra berusaha mengumpulkan nyawanya yang masih beterbangan.


Zahra mengernyitkan dahinya saat ada sinar berwarna merah berputar-putar di Jendela balkonnya..


"ada apa ya...?? apa itu..?? apa semacam kamera..?? " Zahra mengoceh penasaran sendiri.

__ADS_1


lama kelamaan Zahra membelalakkan matanya, dia merasa laser berwarna merah itu berulang kali berputar-putar seolah menulis sesuatu..


" HBD !" itulah tulisan singkatnya.


"Dafa... Habib... habib.. bangun habib.. aku takut.. habib...!! " Zahra mengguncang-guncang bahu dafa dengan kuat.


Dafa terbangun dalam keadaan terkejut.


"ada apa sayang...?? " tanya Dafa dengan suara khas bangun tidurnya sambil mengucek matanya ..


"lihat... tanda merah itu..berulang kali berputar-putar seolah menulis kata HBD... !! Habib aku takut...!! " Zahra menunjuk dengan tangan gemetar ke arah jendela balkon.


Dafa terkejut dengan arah tunjuk Zahra.


"itu peluru sayang." dafa segera memeluk Zahra dan menenangkan Zahra..


"apa itu musuhmu...?? " tanya Zahra dengan nada suara gemetar..


Zahra tak pernah di teror seperti ini sebelumnya..


"maafkan aku sayang.. aku akan menangkap peneror itu.. nggak... nggak.. aku harus dapatkan boss besar mereka.. dialah lawanku sebenarnya...!! "


"Aku nggak takut habib.. tapi tangan aku gemeteran sendiri.. aku nggak tau kenapa...,?? "


Dafa mengecup sayang kening zahra, tangannya sebelah terkepal kuat di punggung Zahra menatap dingin laser berwarna merah itu.


niat Zahra mau memberi kejutan untuk Dafa kenapa semua jadi seperti ini..


"cukup fransisko.. jangan bermain-main denganku.. aku akan cari kau pengecut.... beraninya kau meneror ku didepan istriku.. apa kau mau membuatnya takut berada disisiku..??" geram Dafa dalam hati.


sebenarnya Dafa sudah lama mendapatkan hal seperti ini sebelumnya, hanya saja fransisko itu akan menyakiti orang tersayangnya dafa. dendam fransisko sebab orang yang disayanginya meninggal bunuh diri karna Dafa.


jadi fransisko berusaha balas dendam dengan cara menyakiti orang yang sangat dicintai Dafa supaya Dafa merasakan rasanya kehilangan..


itu sebabnya Dafa langsung memeluk Zahra melihat laser berwarna merah itu.


"tidur sayang... tidurlah...!!" pinta halus nan lembut Dafa.


Dafa mengusap-ngusap kepala Zahra dengan sayangnya.


.


.


.


Dafa bahkan tidak tidur dia masih asik mengelus kepala Zahra yang terlelap di dadanya.


Mata Dafa hanya menatap arah laser itu saja..


"Bara cepat selesaikan semua ini... aku nggak akan memberi waktu lagi untuk fransisko.. dia sudah berani menunjukkan batang hidungnya...!! akan ku buat kau menyesal Ko.. berulang kali aku bilang itu semua bukan salahku.. tapi kau masih bersikeras bilang aku pelaku nya..!"


Sampai adzan subuh berkumandang, Dafa sholat subuh sendiri, dia tak membangunkan Zahra karna berpikir Zahra memang datang bulan.


.


.

__ADS_1


__ADS_2