
.
.
Malam harinya pesta besar keluarga Maharza, keluarga Satria bahkan orangtua Kyara dari bandung juga datang ke Kota demi menyelenggarakan pernikahan Bara dan Kiki, Ayah Kiki datang ke Jakarta dan berdecak kagum akan indahnya mansion GPH..
kalau Dafa mengizinkan reporter menunjukkan mansion megahnya itu mungkin sudah banyak yang memuja Mansion megah itu.. tapi dafa tak suka itu...
kini Acara pernikahan Bara dan Kiki yang sederhana ala Korea benar-benar di wujudkan dafa demi keinginan aneh sang istri. bahkan pak penghulu nya juga memakai hanbook pria dan memakai peci, bayangkan saja betapa gilanya Dafa demi menuruti permintaan sang kekasih hati.
"sungguh pernikahan yang akan menjadi pemecah rekor di indonesia... Pernikahan ala korea.. sungguh menakjubkan...!! " decak kagum Dr. Yura sahabat baik Dafa sekaligus dokter pribadi Maryam dulunya..
"kakak yuraa....?? " sapa maryam tertawa girang berlari kearah Yura..
Yura terharu melihat lari lincah maryam, dulu dia sempat putus asa mencoba menyembuhkan Maryam. sebab kakinya lumpuh total akibat kecelakaan itu..
sekarang sudah sembuh, Kebahagiaan terpancar dimata Maryam yang dulunya hanya ada terbesit luka yang terpendam..
"hai... Barbie mini ku....?? cantik banget sih sayang... pakai cadar kenapa aura kecantikanmu makin bersinar ya...?? " puji Bangga Yura mengusap-ngusap punggung Maryam..
Maryam terkekeh...
"kakak juga makin cantik.. "
Yura tersenyum lalu menciumi wajah Maryam, mereka memang sangat dekat . berbeda dengan Dafa, Yura malah selalu perang dengan dafa. mereka memang seperti air dan minyak tak akan menyatu kalau dipaksakan dalam satu ember pun..
"mana si cerewet bocah pongah bin lebay itu...??" tanya yura terkikik geli..
Maryam cekikikan..
"kenapa sih kakak sama kakak dafa nggak pernah akur...?? padahal kak Dafa ganteng loh... !!"
"jangan mengompori kakak barbie mini.. kakak nggak suka sama bocah edan itu.. lebih baik kakak menikah dengan berondong ketimbang sama dia...!! " cetus yura berkacak pinggang.
"udahlah.. kakak jangan ngambek dong... barbie mu ini hanya just kidding..." cengiran khas maryam
Yura gemas sendiri hingga mencubit kedua pipi Maryam
"maaf ya barbie mini ku.. kakak nggak bisa datang dihari pernikahanmu..!! " Ucap Yura merangkul bahu Maryam..
"nggak apa kak.. maryam suka sama hadiah kakak.. heheheh...!! " jawab Maryam dengan senyuman tulusnya..
walau yura tak melihat wajah maryam tapi mata maryam menjelaskan segalanya..
"uuhh.. gemesin banget sih barbie miniku ini... oh... iya kok rame ya...?? " yura bertanya dengan senyam-senyum tak jelas..
"iya Kak.. hanya keluarga kami aja.. kak kiki udah seperti keluarga baik kami...!! " jawab maryam
"oh.. gadis yang kamu bilang menyelamatkan bidadari itu ya..?? "
__ADS_1
maryam terkekeh, Yura suka memanggil Zahra dengan sebutan bidadari karna yura sudah melihat wajah cantik Zahra.
"ayo kak.. maryam temui kakak sama Bidadari nya
Kak Dafa."
yura terkikik lucu mendengar dafa yang bocah edan punya bidadari seperti Zahra..
"Kakak ipar...!?? " panggil maryam..
"iya Maryam." sahut Zahra menoleh..
Yura tersenyum manis..
"haii... bidadari...!! " sapa Yura dengan tangan melambai genit..
Zahra tersenyum dengan sapaan Yura, dia tak mengenal Yura tapi datang bersama maryam pasti kerabat dekat Maryam pikirnya..
"kenalin kakak ipar ini kak Yura.. Dokter pribadi maryam saat maryam belum bisa jalan !!". seru Maryam semangat..
"oh.. Assalamulaikum bidadari tak bersayap Maryam! " salam sopan Zahra ke yura.
Yura menjatuhkan rahangnya setelah menjawab salam zahra tapi matanya menatap Maryam.. maryam hanya nyengir malu..
"maaf bidadari ku.. Jangan dengarkan kata-kata Maryam.. dia hanya bercanda.. !! Zahra cantik...!! "
Zahra terperanjat kaget sebentar..
Yura terkekeh..
"tentu saja aku kenal Zahra.. aku adalah dokter yang memeriksa keadaanmu hari dimana kamu pingsan habis dari hutan belantara.. bocah pongah itu membawamu dari hutan... !!"
"bocah pongah...?? " gumam Zahra tak mengerti siapa yang dimaksud yura..
"suamimu cantik". gemas yura mengusap dagu Zahra yang bingung..
"kak Yura dan Kak Dafa sahabat baik sejak masa kuliah Kakak ipar.. dimana Kak dafa dikejar wanita lain maka Kak dafa akan minta bantuan kak yura yang galak untuk mengusir wanita itu, Kak dafa punya trauma berkata kasar sama wanita jadi nggak pernah berkata kasar pada wanita.. !!" jelas maryam..
Zahra tertegun, dia memaksakan diri untuk tersenyum ke Yura..
"jangan insecure cantik... aku bukan sainganmu.. aku nggak suka sama bocah pongah itu.. asli kami musuh bebuyutan. " Jelas Yura yang tau pemikiran Zahra..
"apa yang kau katakan pada istriku siput...?? " tanya Dafa dengan tajam sambil memeluk posesif Zahra..
Yura berotasi kesal lalu tertawa lepas melihat hanbook pria yang dipakai Dafa..
"tertawalah..kalau kau tak berhenti dalam waktu 5 detik maka akan aku retakkan gigi mu itu siput...!! " geram Dafa menggeretakkan giginya..
Maryam melangkah mundur mencari aman dia berlari mencari suaminya.
__ADS_1
Zahra hanya menatap kedekatan suaminya dengan Yura, Yura memiliki tinggi yang sangat ideal apalagi dia seorang dokter...
"maaf bidadariku.. apa kamu yang menyuruh si pongah ini memakai baju itu...?? " tanya Yura menunjuk hanbook yang dipakai Dafa..
"i.. iya Kak...!! " jawab Zahra gugup...
"Sayang.. jangan dengarkan dokter siput ini.. aku mohon jangan cemburu pada gadis tua sepertinya.. dia tak pantas kamu cemburu kan sayang... hanya perempuan menyebalkan yang selalu melawanku...!! " jelas dafa lembut mengusap kepala Zahra..
"tuh kan.. Zahra kamu lihat.. suamimu menganiaya ku... ayo Zahra temani aku.. bagaimanapun aku tamu disini.. abaikan saja suami tua cerewetmu itu...!! " ajak Yura menarik pelan tangan Zahra dan membawa Zahra pergi dari Dafa.
mereka berdua tidak tua tapi Dafa mengejek yura tua karna belum menikah, dan yura hanya membalas ejekan dafa karna mereka seumuran kalau yura dipanggil tua maka dafa juga tua.
"oii.. siput... akan aku buat kau pindah ke pelosok desa.. kembalikan istriku...!! " teriak Dafa hendak mengejar Zahra tapi Kahfi dan Riqi menahannya..
"ayo kita temui mempelai pria...!! " pinta kahfi serius..
"Ara pasti aman dengan dokter Yura." timpal riqi..
"abi kenal sama dokter siput itu...?? " tanya Dafa ke Riqi..
"iya.. dia satu profesi dengan Sha-sha.. tentu saja abi tau.. ayolah.. Rivky sudah bersama mempelai pria padahal mereka tak kenal... !!" jawab riqi terlihat biasa saja..
"masa kalah sama atasannya tunjukkan belas kasihmu pada Bara nak..!! lagian pertanyaan mu lucu.. kakaknya Zahra kan dokter sama dong dengan Yura.. Ayo masuk...!! " timpal kahfi juga..
kini Zahra cepat akrab dengan Yura yang secara blak-blakannya menceritakan betapa menyebalkannya suami Zahra itu, awalnya Zahra merasa cemburu namun Yura mengatakan kalau Yura dan Dafa tak cocok. mereka berdua sama-sama keras kepala dan tak mau mengalah..
"kamu pasti sangat sabar menghadapi bocah edan itu...!! kakak bangga padamu Zahra cantik...! " puji Yura mencubit pipi Zahra..
"kakak selalu bilang aku cantik.. emang kakak tau wajah aku kak...?? " tanya Zahra mengusap pipinya sendiri..
"tentu saja.. maaf ya Zahra.. saat itu kakak udah minta izin padamu untuk melihat wajahmu... kamunya tidur pasti nggak sadar iyakan..?? " jawab yura lama kelamaan suaranya mengecil..
Zahra menautkan alisnya lalu tertawa lebar..
"maaf kak.. aku nggak tau...!! "
"kamu cantik banget tau. " puji Yura dengan senangnya..
"kakak kok bisa sama ya kayak kakak aku.. kak Tanisha.. !!"
"Tanisha..?? dokter maharza kan..?? kata Maryam kamu Zahranya maharza.. otomatis kakakmu Tanisha maharza kan..?? "
Zahra mengangguk-ngangguk..
"kakak kenal...?? itu kakak sha-sha udah ada di kamar pengantin sama Umi...!!! "
"tentu saja baby secara kami satu profesi... !!" kekeh Yura
Zahra jadi nyengir malu karna lupa yura tadi bilang kalau dia seorang dokter.
__ADS_1
.
.