Gadis Pemikat Hati

Gadis Pemikat Hati
Rencana


__ADS_3

Zahra tiba di ruangan VVIP dimana Kiki dirawat..


Kiki yang merasakan ada seseorang melirik kebawah spontan saja dia memaksakan diri untuk duduk tapi Zahra melototinya..


"maaf nyonya...!! " ucap Kiki merasa bersalah sambil menahan rasa sakit dipunggungnya.


"apa sakit...?? apa perlu aku panggilkan dokter supaya menyuntikkan obat bius lagi...?? " tanya Zahra khawatir


Kiki hanya tersenyum...


"tidak perlu nyonya".


"Boss..." sapa Kiki dengan sopan...


"hm... terimakasih sudah menyelamatkan anakku... aku sudah memberi hadiah pada Ayahmu, dia aku angkat menjadi manager di perusahaan cabangku...!! "


"tidak perlu sejauh itu boss.. saya ikhlas menolong nyonya.. itu asli naluri saya saja boss. kalau saya terluka pasti saya akan di rawat tapi kalau Nyonya terluka.. anak di kandungan nyonya bisa dalam bahaya...!! "


Zahra terharu dengan kata-kata Kiki, Dafa tersenyum tipis..


"kau pantas menerima penghargaan ku... terimakasih....!! " ucap dafa kembali dengan wajah datarnya..


Kiki mengangguk pelan, Zahra menangkup pipi kiki..


"jangan panggil aku Nyonya ya Kiki.. panggil Aku Ara...!! " pinta Zahra penuh harap..


"tapi Nyonya itu terlalu berlebihan.. Nyonya adalah istri boss saya.. saya...!! " ujar Kiki mengomel tapi terpotong dengan rengekan Zahra yang mengadu pada suaminya..


"Habiiibbb... Kiki jahatt.... masa aku dipanggil nyonya.. aku masih muda.. bilangin habib....!! " rengek Zahra dengan tatapan bak kucing manisnya ke dafa .


Kiki bersusah payah menelan salivanya sendiri seketika bulu kuduknya terasa berdiri saat ini..


"kau dengar kiki.. turuti permintaannya.. aku nggak mau dia sedih karna panggilanmu yang membuatnya tak nyaman...!! "


"Ba.. baik boss.. saya mengerti.." gagap Kiki dengan patuh..


Zahra tertawa senang lalu menggenggam tangan kiki dengan tawa bahagianya, Dafa hanya tersenyum lebar melihat senyum cantik istrinya yang terlihat sangat bahagia.


Kiki terkesima kembali dengan tatapan mata Zahra yang sangat meneduhkan hati.


"aku bawa buah kiki.. dimakan ya...!! " Zahra meletakkan buah yang dibeli oleh dafa tadi nya.


Zahra ingin beli sendiri tapi dafa tak mengizinkan istrinya yang tengah hamil muda mengantri tidak boleh berdiri terlalu lama, Dafa sangat posesif menjaga anaknya dan juga ibunya..


"terimakasih Nyo... eh... Ara...!! " ucap kiki masih terasa kaku memanggil Zahra dengan seburan ara..


Zahra tersenyum manis..


"apa kata dokter Kiki...?? kapan kamu boleh pulang.. ? kamu nginap dimansion aja ya. ? jadi teman aku aja ya? sahabat baikku dengan Kyara.. Kamu mau kan jadi sahabat baikku..? "


Kiki menggaruk kepalanya yang tak gatal..


"tanya satu-satu sayang.. dia pusing dengan pertanyaanmu apalagi dia baru dioperasi.. mungkin obat biusnya masih menidurkan syaraf otaknya...!! " cetus Dafa dengan gamblangnya..


Kiki tentu terkejut tapi mana berani dia mengomeli seorang dafa.

__ADS_1


Zahra tertawa pelan lalu mengusap-ngusap kepala Kiki.


"sayang.. aku jawab telfon dulu ya...!! " izin Dafa..


Zahra mengangguk-ngangguk..


Dafa keluar dari ruangan Kiki dan mengangkat panggilan dari bara..


"bagaimana bara...?? " tanya dafa to the point nggak pakai salam-salaman..


"fransisko memang sempat menginap di hotel terdekat mol kemarin Boss.. dimana kejadian nyonya di tusuk pria itu sudah tau nyonya sedang mengandung.. jadi berusaha membunuh anak boss. "


seketika Dafa menggeretakkan giginya, dia benci akan gaya pengecut Fransisko yang sangat kekanak-kanakan, main petak umpet kesana-kemari..


"bagaimana dengan tahanan kita...?? " tanya dafa dengan sekuat tenaga menahan segala amarahnya yang ingin meluap begitu saja..


"dia sudah menerima tawaran kita boss.. keluarganya ada ditangan kita dia tak akan berkhianat . kami sudah melepaskannya...!! "


"baguslah.. dia pasti akan mencari pria itu lagi demi menanyakan bagaimana keadaan Zahra".


"kami sudah sepakat mengatakan yang tertusuk adalah nyonya...!! " jelas bara tiba-tiba..


dafa tampak berpikir...


"apa semua sudah direncanakan matang-matang...?? apa saksi di mol itu sudah di bungkam.? "


"semua sudah kami bereskan boss.. kami bahkan menyiarkan di stasiun berita kalau istri tuan Dafa diserang dan mengalami keguguran.. !!"


"kenapa sampai seperti itu...?? " tanya Dafa tak suka..


dihari ulang tahun boss kehilangan anak boss...!! "


Dafa menghela nafas berat sambil memijit pelipisnya..


"Kau yakin bara...?? "


"sangat yakin boss.. saya sudah beritahu seluruh keluarga boss untuk berakting seolah mereka kehilangan cucu...!! "


"baiklah.. aku percaya rencanamu.. persiapkan semua dengan matang... bahkan rumah sakit ini harus tutup mulut mengenai pasiennya yang bukan Zahra...!fransisko sangat licik.. aku akan bicarakan dengan CEO rumah sakit ini supaya menghapus Rekaman CCTV mengenai Kiki.!"


"sudah beres boss. " jawab bara spontan.


'' kerja bagus...!! " puji Dafa tersenyum tipis..


"dengan begitu mereka akan percaya kalau Zahra memanglah dirawat disini". sambung dafa lagi..


.


.


dafa sibuk dengan pembicaraan seriusnya dengan bara, Sementara Zahra dan kiki tertawa cekikikan diruang VVIP itu ..


"saya tadi lihat berita Ara...!! "


"lucu deh manggil saya.. coba Aku dan kamu pasti seru...!! " semangat Zahra..

__ADS_1


"tapi....!! "


Zahra berkaca-kaca..


"baiklah...!! " pasrah kiki..


kembali mata Zahra berbinar senang tanpa sadar Kiki berani mengusap pipi Zahra...


"Kamu sangat menggemaskan...!! " puji Kiki dengan senyum lebarnya.


Zahra terkekeh...


" oh ya.. tadi mau bicara apa...?? "


"begini berita menyebarkan kalau kamu keguguran, semua kejadian di putar balikkan ... seolah yang dirawat disini adalah kamu Ara...!! "


Zahra membelalak tak percaya..


"masa sih...?? kok aku nggak tau.. kenapa beritanya bisa seperti itu...? aku baik-baik aja kok begitu juga anakku...!! "


"sepertinya ini siasat boss Ara...!! " bisik Kiki..


"hah....?? tapi buat apa...?? "


"buat memancing musuhku keluar sayang...!! " Jawab Dafa tiba-tiba..


Seketika Zahra berbalik menatap suaminya dengan tak mengerti.


"Ku harap dengan cara seperti ini.. musuhku dengan cepat keluar.. dia sengaja merencanakan menusuk perutmu sayang.. dia ingin memberi hadiah di hari ulang tahunku dengan kehilangan anakku...!! "


Zahra membekap mulutnya sendiri, Kiki juga menganga tak percaya. dia baru tau ada manusia sekejam itu didunia nyata..


"tapi anak kita nggak salah.. kenapa dia sangat kejam...?? " tanya Zahra dengan intonasi tinggi sebab tak terima.


Dafa segera mendekati Zahra dan memegang lembut bahu Zahra.


"sayang ku mohon.. ikuti lah rencana ini.. hanya ini satu-satunya cara supaya bisa memancing nya keluar dia bukanlah manusia yang bisa diajak bicara dengan cara baik-baik sayang, dia akan tertawa bahagia jika berhasil membuatku menderita".


Zahra meneteskan air matanya, "apa kamu semenderita ini sebelumnya..?? "


"hm... aku cukup terpukul dengan kejadian yang menimpa maryam hingga bertahun-tahun lamanya dia duduk dikursi roda.. aku nggak mau terjadi hal buruk padamu sayang apalagi anak kita.. aku bisa gila...!! "


Zahra mengusap air mata Dafa dan mengusap lengan Kokoh suaminya.


"aku akan mengikuti rencanamu.. selagi itu membuatmu tenang... !!" ucap zahra dengan senyum manis di balik cadarnya.


Dafa mengecup sayang kening Zahra lalu memeluk Zahra dengan erat.


sementara Kiki melongoh dengan mata tak berkedip melihat kisah asmara dafa dengan zahra yang sangat manis dan romantis bagai di film-film


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2