
"sialan kau....!! " geram ketua..
Dafa pun menendang Dada si ketua hingga terpelanting beberapa meter darinya...
Ketiga anak buahnya langsung terlonjak kaget, mereka sempat kaget melihat cara kelewat santai Dafa melawan ketua nya..
Dafa berjalan ke arah si Ketua dan mengeluarkan uang tunai dari dompetnya...
"aku minta maaf udah ngerem mendadak, karna ada kejadian tak terduga tadi.. ini ganti rugi.. obati luka mu... lain kali jaga jarak dengan mobil didepanmu..!!" Ucap Dafa dengan wajah datarnya bak triplek mulus..
"**.. terimakasih tuan....!! ". ucap ketua bersusah payah duduk bersimpuh sambil mengambil banyaknya uang tunai yang diserakkan dafa..
"sana urus ketua kalian....!! " pinta dafa dengan tatapan tajamnya..
"baik tuan". ucap ketiganya serentak..
Dafa mengibaskan tangannya dan memasuki mobilnya lalu tancap gas dari tempat itu...
setelah kepergian mobil Dafa barulah mereka bertiga menolong ketua mereka...
"kamu nggak apa-apa Habib...?? " tanya Zahra memegang lengan Dafa dengan khawatirnya...
"nggak apa sayang... mereka hanya kecoa bagiku....!! " senyum tampan Dafa mengusap kepala Zahra..
"apa-apaan sih kamu habib....??? tadi perempuan yang menggodamu seperti nyamuk bagimu, dan sekarang preman tadi kamu bilang kecoa, lalu aku apa?? semua nya kamu umpama kan binatang... Aku apa....?? "
Dafa tersenyum manis..
"Kucing manis peliharaanku...!! " jawab dafa menyeringai..
bukkkk....!!
Zahra dengan beraninya memukul lengan dafa...
"aku manusia.. enak aja disamain sama binatang.. kamu apa emangnya...?? "
"aku....?? suamimu....!! " jawab dafa dengan entengnya.
"Habibbb.....!! " kesal Zahra..
"loooh.. emang aku salah...?? " tanya Dafa pura-pura tak tau.
"nggak nyambung kaliii... jawaban Habib nggak nyambung....!! " jawab zahra berteriak
Dafa tertawa terbahak-bahak...
"ya Allah... Ampuni hamba karna suka sekali menggoda istri hamba ya Allah...!! " gumam Dafa berdoa dengan tulus sambil mengusap kepala Zahra..
Zahra terdiam, kenapa pipi zahra bisa merona...?? zahra juga tidak mengerti...
tibalah mereka di Mansion megah GPH..
"kakak...?? " gumam Zahra senang melihat layar hpnya..
"halo kakak...?? " semangat Zahra menjawab telfon kakaknya Tanisha..
"assalamualaikum Ara....!! "
"hehehe... wa alaikum salam kakak Sha-sha ..!! "
Tanisha menggeleng kepalanya disebrang sana...
"maaf Ara.. Kakak nggak bisa datang di hari wisudamu.. tapi sebagai gantinya kakak udah nyiapin hadiah untukmu.. beritau kakak alamatmu Ara...!! "
__ADS_1
"aaah.. kakak paling ngerti Ara... .. Jalan.. XXX... Kompleks perumahan tunggal.. nanti ada pagar Mansion megah dengan inisial GPH... disitu tempat tinggal ara sama Dafa kakak...!!" jawab Zahra semangat sambil berlari ke dalam mansion.
sementara Dafa menggeleng kepalanya, dia tidak marah Zahra mengabaikannya karna kakak super sibuknya yang menelfon Tanisha..
"Pagar GPH...?? apa itu...?? kok kakak nggak pernah tau...? "
"wajarlah kakak nggak tau... Ara aja baru tau.. lagian rumahnya tunggal kak Sha-Sha.. nggak banyak diketahui orang." Zahra membuka cadarnya saat di dalam kamarnya.
Zahra berjalan ke arah balkon kamarnya...
tak lama kemudian Dafa masuk dan langsung ke arah kamar mandi..
hari ini sungguh melelahkan, karna Dafa harus membawa Zahra keluar rumah. kalau di dalam rumah Dafa takut tidak kuat, Zahra belum juga selesai tamu bulanannya.
sampai Dafa selesai dengan aktifitas mandinya pun Zahra belum juga selesai dengan kegiatan nelfonnya dengan si Kakak (tanisha).
"Sholat ashar aja dulu ". gumam Dafa kembali masuk ke kamar mandinya dan berwudhu lagi...
Dafa pun selesai dengan sholat asharnya..
"udah ya Kak.. Ara mau mandi, badan ara udah gerah " Zahra mengendus-ngendus tubuhnya...
"okeh Sayang kakak Ara... tunggu aja hadiah kakak datang ke rumahmu...!!"
Zahra terperanjat kaget saat Dafa ada dibelakangnya dengan tatapan datarnya..
Zahra mengusap rahang Dafa lalu mengecup pipi Dafa...
"aku mandi dulu ya Habibiee....!! " senyum cerah Zahra lalu berlari sambil melompat senang melewati Dafa..
Wajah Dafa langsung memerah..
"dia sangat tau kelemahanku... bagaimana aku bisa marah padanya...??"
Malam hari sekitar jam 9 ..
"Sayang...?? " panggil Dafa lembut..
"hm....?? " sahut Zahra sibuk dengan chatingannya dengan Kyara..
"kapan kamu selesai dengan tamu bulananmu itu.?? " tanya Dafa memainkan rambut panjang zahra..
"habib... kok dilepas sih sanggulannya?? ikatin lagi!! "
dafa menggeleng kepalanya...
"biarkan aku bermain-main dengan rambutmu humairahku tersayang....!! "
Zahra memutar bola matanya lalu kembali memainkan ponselnya..
"kapan selesainya sayang...?? " tanya Dafa menatap lekat istrinya dengan posisi tangan kirinya menyanggah rahangnya dan tangan kanannya memainkan rambut Zahra...
"hm....?? 2 hari lagi....!!" jawab zahra sempat berpikir sejenak.
Dafa menghela nafas berat lalu memeluk Zahra dengan erat menyandarkan sisi kepalanya dileher Zahra..
kini kebalik bukan zahra yang menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya malah Dafa yang memeluk Zahra..
Zahra meletakkan HP nya di meja nakas lalu mengusap kepala Dafa.
"sangat menyiksa sayang". gumam dafa pelan...
Zahra masih sempat mendengarnya..
__ADS_1
"bersabarlah... semua akan menjadi milikmu....!! "
"kamu jangan membangunkan hal yang seharusnya tertidur selama 2 hari lagi sayang...!! " pinta Dafa dengan suara seraknya..
"hm...?? " zahra menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"tidurlah...!! " usapan lembut Zahra..
"nggak bisa...!! " dafa bangkit seketika dengan wajah mendamba nya.
"kenapa sih...?? " tanya Zahra yang tak mengerti..
"aku mau mandi lagi....!! " seru Dafa berjalan kearah Kamar mandinya meninggalkan Zahra yang masih tak mengerti..
"Habib.. nanti kamu sakit....!! " pekik Zahra juga bangkit dan berlari menyusul dafa..
"aku lebih sakit lagi kalau nggak dituntaskan sayang....!! " lirih Dafa...
"apa nya yang nggak dituntaskan...? sini aku bantuin ? " tanya Zahra dengan intonasi sedikit meninggi
"kamu yakin....?? " tanya Dafa
Zahra mengangguk-ngangguk yakin, Dafa melirik bagian bawahnyaz zahra yang bingung menatap arah mata Dafa..
mata Zahra membola dalam keterkejutan..
"itu sebabnya harus ditidurkan dulu... kamu membangunkannya tadi.. tidurlah duluan...!" Ucap lembut Dafa mengecup lama kening Zahra lalu melewati Zahra memasuki kamar mandinya.
pipi Zahra langsung memerah dengan jalan seperti robot Zahra kembali ke ranjangnya menyelimuti tubuhnya sampai hidungnya hanya matanya saja yang tampak liar kesana kemari.
Zahra kembali chatingan dengan kyara..
"Kyara... Bagaimana malam pertama itu sakit atau enggak...?? " pesan Zahra..
"Astagfirullahal adzim.. itu aib ku.. mana bisa aku memberi taumu....!! " balas pesan Kyara..
"ya sudah.! " pesan Zahra lagi..
Zahra pun mencari di Google Searching....
Zahra membaca artikel pertama dengan serius raut wajah Zahra berbeda-beda saat membaca artikel itu...
"sakit....?? *matilah aku....!!! jadi malam pertama itu sakit...?? tapi Pahalanya besar bagi istri yang melayani suaminya diatas Ranj*ng*....!!"
Zahra mendengar suara Air dan menggerutu dalam hati entah apa yang salah dengan telinganya..
dia meletakkan HPnya dan bersembunyi dibalik selimutnya...
terlalu lama memejamkan mata akhirnya Zahra terlelap dengan nyenyak tanpa bergerak sedikitpun..
Dafa keluar sekitar Setengah jam kemudian dia mengelap rambutnya sendiri...
tubuh dafa yang sangat sexy melemahkan iman lawan jenisnya kini terpampang jelas, hanya handuk putih yang menutupi bagian bawahnya..
"lihatlah dia... setelah membuatku mandi air dingin dimalam hari dia malah tidur dengan enaknya...?? "
Decak kagum dafa, untuk pertama kalinya dafa dipermainkan perempuan sebelumnya tidak pernah..
"hukum Karma itu memang ada...!! " senyum Dafa lagi..
dulu Dafa suka mempermainkan wanita hanya dengan tatapan nya saja wanita manapun akan meleleh melihat tatapan Dafa, tapi dafa tak pernah mau disentuh oleh perempuan...
hanya satu perempuan yang tak terpengaruh dengan tatapannya...
__ADS_1
Anindira Zahra Fauziyah...