Gadis Pemikat Hati

Gadis Pemikat Hati
Ekstra Part - 5


__ADS_3

Kini Zahra dan Dafa tiba di Kamar mereka, Kali ini Abbas terlelap diatas Ranjang mereka setelah digantikan pakaian tidur nya oleh Zahra..


"Habib... aku ingin bekerja ...!! " ujar Zahra tiba-tiba..


Kini Zahra duduk disamping Dafa, mereka sambil makan KFC dan burger nya..


"Kerja. ? apa uang yang aku berikan selama ini kurang sayang....?? " tanya dafa menaikkan alisnya sebelah..


"bukan begitu habib.. hanya saja aku bosan di Mansion terus aku ingin bekerja, biar punya kesibukan... !!" jelas Zahra


"lalu abbas bagaimana...?? " tanya dafa melirik anaknya di ranjang mereka..


"aku akan membawanya bekerja." jawab Zahra mantap..


"bawa anak bekerja nggak semudah itu sayang... aku nggak mau kamu bekerja sama orang lain.. bagaimana kamu buat usaha aja sayang...?? jadi akan selalu ada uang masuk untukmu walaupun kamu di dalam mansion...!! "


"emang aku harus buka usaha apa...?? " tanya Zahra tampak berpikir..


"terserah kamu sayang...!! " Jawab Dafa sambil mengusap saus di bibir Zahra..


"tapi aku nggak tau mau buka usaha apa...?? aku mau bekerja di pesantren yaitu mengajar.. kamu tau sendiri kan kuliah ku apa..?? jadi kalau disuruh buka apa aku nggak tau habib..!! " Zahra menggaruk kepalanya yang tak gatal...


"ngajar...?? " Beo dafa..


Zahra mengangguk pelan..


"aku nggak mau kamu ngajar sayang... nanti banyak ustad di sana yang suka padamu.. aku nggak mau kamu dilirik pria lain,, dan aku nggak suka ada yang mendengar suara merdu mu saat mengaji... !!"


Zahra mengerucutkan bibirnya..


"posesif banget sih.. Udah punya anak 1 juga tetap aja cemburuan." gerutu Zahra pelan..


Dafa menghela nafas panjang..


"Aku nggak mau ada yang melihatmu sayang bukankah kamu sekarang jadi Selebgram..?? aku hanya nggak mau kamu di kenali para wanita yang iri padamu, aku hanya ingin kamu hidup tenang sayang...! ya walaupun intinya aku cemburu membayangkan hal itu juga ! "


Zahra tertegun dengan kata-kata dafa..


"kamu tau sendirikan berapa banyaknya wanita gila di luar sana...?? bahkan mereka dengan beraninya mengaku sebagai dirimu hanya untuk bisa masuk ke Kantor ku... Aku takut kamu dalam bahaya sayang jika kamu diluar Mansion berlama-lama ....!! " jelas Dafa lagi dengan lembut..


Zahra jadi memeluk Dafa dengan erat..


"maaf habib... aku lupa akan hal itu.... maafkan aku yang nggak mengerti kamu... aku nggak akan bekerja...!! aku akan dengarkan apapun kemauanmu.. !!"


"yakin...?? walaupun kamu tetap di dalam mansion ini..?? " tanya Dafa memancing.


Zahra mengangguk pelan..


"aku tau kamu akan melakukan yang terbaik untukku habib.. aku nggak akan bekerja.. aku akan mengajar Abbas mengaji di mansion ini aja....!! "


Dafa mengulas senyum..


"tapi aku nggak mau kamu terkurung sayang...! aku mau kamu ada kesibukan supaya istri kesayanganku nggak bosan... ! " seru dafa dengan seriusnya menangkup mesra pipi Zahra..


Zahra menatap suami nya yang sangat menjaga dirinya melebihi apapun, Dafa adalah cinta keduanya Zahra setelah Abinya, kebanyakan anak perempuan cinta pertamanya adalah Ayah kandungnya.


"jadi aku harus usaha apa...?? " tanya Zahra mengerjab polos..


"bagaimana kalau Rumah makan...?? atau restaurant tingkat menengah..? bisa didatangi oleh berbagai kalangan.. saat hari ulang tahun Abbas kamu akan berikan makanan gratis untuk semua orang memakan masakanmu dan juga sesekali kamu mengirim makanan untuk anak panti langgananmu sayang.? " saran dafa dengan serius..


mata Zahra berbinar bahagia seketika, senyum di bibirnya melengkung Sempurna.


"subhanallah... ide mu sempurna sekali yaa habibie.. aku suka sekali...!! " girang Zahra tertahan dengan membekap mulutnya sendiri supaya Anaknya tidak terbangun..


Dafa mengulum senyum manisnya dan menunjuk bibirnya, seolah minta hadiah karna ide nya membuat Zahra bahagia...


Zahra menyeringai lebar dan menciumi seluruh wajah suaminya, Dafa terkekeh dengan cara zahra menciumnya seperti mencium Abbas anak mereka yang menggemaskan.


.

__ADS_1


.


7 bulan berlalu...


Restaurant yang begitu luas belum lagi ada beberapa 2 tingkat lagi diatasnya milik Zahra sudah berkembang pesat..


Zahra meminta suaminya untuk membangun restaurantnya di depan panti asuhan, banyaknya perusahaan kecil di daerah itu, sekolah, beserta perumnas sampai kebelakang membuat restaurant Zahra laris manis apalagi masakan Zahra sangat enak, Ilmu masakan Umi Aira tetap turun dengan baik padanya.


hari ini Zahra memberikan makanan gratis untuk semua orang...


"umi....?? " panggil Abbas dengan suara khasnya yang menggemaskan.


Zahra berbalik lalu berjongkok dan merentangkan tangannya..


"sayang...?? udah bangun ya...?? gimana masih ngantuk...?? " tanya zahra merapikan wajah mungil Abbas yang terlihat lelah..


"ndakk umi... mbas baik-baik tok...!! " jawab Abbas dengan suara khas nya..


Zahra tersenyum manis, "kalau gitu mau bantu umi?? "


"mau.. mbas mau banthu in... mbas halus ngapain..?? " tanya abbas dengan cadelnya yang belum jelas.


"bantuin umi bagi in makanan sayang... bisa....?? " tanya zahra lembut..


"bica... mbas tan tuat...??? tayak abi....!! " jawab abbas menunjuk lengan mungilnya..


Zahra tertawa lepas..


"uuh... sayang umi....!! " Zahra menciumi wajah anaknya yang sangat ia kasihi...


Abbas tertawa kegelian...


Jessica membantu Zahra membagikan beberapa bungkus makanan untuk siapapun yang datang meminta makan di restaurant ini.


Para pelayan Restaurant juga disibukkan dengan pekerjaan yang sudah menjadi rutinitas mereka..


"semoga selalu dilimpahkan rezeki Nyonya...!! "


semua orang selalu melontarkan doa tulus pada Zahra, semua orang sudah mengenal sosok dermawan Zahra tak heran lagi kalau Zahra sangat dermawan sebab Zahra dari Keluarga maharza yang sangat terkenal dengan kedermawanannya..


"inni bu... matan yang banyak ya...?? " suara menggemaskan Abbas memberikan satu bungkus nasi yang diangkat dengan 2 tangan mungilnya Abbas.


"terimakasih nak... semoga kamu selalu bahagia dan diberikan umur panjang...!! " ucap Wanita paruh baya itu dengan tulus pada Abbas..


Abbas menyeringai lebar saja menanggapinya mana mengerti abbas doa tulus semua orang yang dia beri makanan, yang dia tau hanya suka menolong sesama..


Zahra selalu mengajarkan anaknya untuk berbagi, dia ingin Abbas mengerti kesulitan orang lain, karna banyak orang susah di sekitar mereka..


.


.


"Nyonya.. semua sudah selesai.. Boss sebentar lagi datang....!! " ucap jessica seperti biasa dengan wajah datarnya..


"ah...?? abi datang temput mbas dan umi...?? " tanya Abbas kegirangan...


"bagaimana dengan mobil kami...?? " tanya Zahra melirik mobil nya..


"biar saya yang bawa nyonya...!! " jawab jessica mengulurkan tangannya..


Zahra mengambil kunci dari dalam tasnya dan memberikannya ke Jessica..


.


.


Dafa pun tiba di Restaurant itu dengan kaca mata yang bertengger di hidung mancungnya..


"abbbi....?? " teriak abbas berlari dengan kaki kecilnya ke arah dafa..

__ADS_1


Dafa tertawa segera berlari dengan langkah lebar lalu menggendong tinggi abbas dan memutarnya dengan kekehannya, Abbas tertawa riang..


Zahra hanya tersenyum manis dan berjalan mendekati suaminya...


"udah siap...?? " tanya Dafa mencium kening Zahra dengan mesra..


Zahra menyalami punggung tangan suaminya..


"udah habib...!! "


"ayo tita pulang....!! " ajak abbas semangat..


sudah biasa semua orang melihat kemesraan dan kebahagiaan keluarga fenomenal itu, abbas yang sangat pintar, disaat anak usianya sibuk bermain hp Abbas malah sibuk membantu umi nya sesekali membawa mainan kesayangannya..


.


.


"Umi.. mbas lapal....!! " rengek Abbas merentangkan tangannya


Zahra terkekeh segera menggendong buah hatinya itu yang duduk dibangku belakang.


"abbas kan udah besar sayang... ? kenapa masih nyus*...??" tanya dafa mengusap kepala Abbas..


Zahra pun memberikan asinya ke Abbas..


"Abbas selalu membuatku bahagia Habib.. aku akan membuatnya sehat dengan asi ku... sampai asi ku habis barulah aku akan melepaskannya. "


"bukannya asi mu udah habis sayang...?? " tanya dafa bingung..


"masih ada habib.. walaupun enggak deras lagi... !!" jawab Zahra lagi..


Dafa pun tersenyum manis lalu mengusap sayang kepala Zahra, Zahra selalu berusaha membuat anaknya tumbuh sehat secara fisik dan hatinya..


"aku makin mencintaimu humairahku...!! "


"aku juga mencintaimu habibiee !! " balas Zahra mengusap lengan kokoh dafa ..


mereka saling melempar senyum bahagia..


kebahagiaan mereka selalu bertambah setiap harinya apalagi tingkah menggemaskan si buah hati mereka berdua.


Dafa memanjakan Abbas dengan fasilitasnya, dan Zahra memanjakan Abbas dengan caranya sendiri..


.


.


The End....---------


terimakasih Semuanya... sudah mengikuti Cerita Novel keluarga Maharza dan keluarga Satria yang jauh dari kata sempurna.. apalah daya Author yang masih penulis amatiran..


Apa ada yang mau kisah Abbas di lanjutkan...?? hehehe... kalau ada yang mau kita pending dulu ya...


Author mau buat cerita lain,,, rasanya udah bertumpuk dikepala author.. (Eaaak sok pintar... buahahaaaa.. 😂😂😂.... )...


tapi beneran author bakal buat cerita abbas tapi ada waktunya ntar..


ntar di kabarin deh kemari...


terimakasih semuanya...


I LOve You Readers 😘😘😘


..


sampai jumpa di novel selanjutnya....


😚😚

__ADS_1


.


.


__ADS_2