
Zahra menunggu suaminya di depan Mansion Kini ada tempat khusus yang disediakan oleh Dafa didepan Mansion..
Itu di lakukan dafa untuk Zahra yang akhir-akhir ini suka menunggunya didepan mansion Dafa tak tega saat istri nya yang tengah hamil itu berdiri menunggunya pulang..
"Ini umi Ara saladnya dimakan....!! " Cika memberikan buah salad lagi untuk Zahra..
"Suster Cika.. kok buah lagi sih. " Rengek Zahra memelas manja..
Cika tersenyum lebar..
"maaf umi... saya harus memastikan umi memakannya.. ini untuk kandungan umi setelah itu minum vitamin nya ya...!! "
"Nona....!! " Suara jessica melerai pembicaraan Cika dan Zahra.
Zahra memberengut manyun...
"lama-lama perut aku buncit karna sayuran Jessica bukan karna anak dafa....!! " keluh Zahra dengan ekpresi menggemaskannya berharap Jessica luluh dengan wajah menggemaskannya..
"silahkan dimakan nona.. setelah itu nona harus minum vitamin...!! Bukankah nona ingin melahirkan normal...?? nona harus banyak mengkonsunsi buah demi kebaikan nona sendiri dan juga anak nona
nantinya.. !!" pidato Jessica..
Cika cekikikan gemas..
semenjak dia bekerja sampingan dengan Zahra
ia selalu ada untuk Zahra Cika senang kesehariannya terasa hidup dibanding cika bekerja di rumah sakit terlalu sibuk ini dan itu hingga cika tak sempat untuk makan..
Cika bekerja dibagian UGD jadi cepat tanggap mungkin itu alasan dafa merekrutnya...
"Jessica.. hm... jangan ya... hm.... kasihan perut aku udah gembung nih.. iya kan...?? " bujuk rayu Zahra menunjukkan perut buncitnya..
ana ada yang tau perbedaan nya Zahra buncit karna kenyang makanan atau buncit karna Anaknya, Zahra benar-benar berusaha membodohi Jessica yang sangat berpihak pada suaminya..
Cika tertawa lepas dan jessica hanya tersenyum tipis..
"silahkan dimakan nona.. atau saya laporkan ke Boss..?? Supaya nona dihukum versi boss besar...!! " ancaman jessica..
hal itu membuat bibir Zahra maju seperti terompet tahun baru kalau di mansion Zahra tidak pakai cadar hanya memakai pasmina panjang saja itupun digulung asal..
"iya.. iya.. dasar pengadu...!! " dumel Kesal Zahra..
Jessica tersenyum lagi tak masalah baginya di ejek Zahra asalkan Zahra mau menurutinya kalau tidak,
bisa habis Jessica oleh Kiki dan barakarna mereka berdua lah yang memilih nya menjadi pengawal pribadi Zahra dengan berbagai macam rintangan belum lagi boss besarnya Dafa satria..
Zahra akhirnya tak ada pilihan lain selain makan salad beserta sayur segar nya...
"udah mirip kambing aja aku.. makan daun...!! " gerutu Zahra dalam hati...
"aaahkk... perutku besar sekali....!! " keluh Zahra meluruskan kakinya ke meja..
__ADS_1
Jessica dengan sigap memijit kaki Zahra dan Rika menyerahkan susu coklat ada rasa pisang
ke Zahra, Cika menyerahkan pil vitamin untuk Zahra, mereka bertiga dengan senang hati melayani Zahra..
awalnya Zahra menolaknya habis-habisan tapi ketiga perempuan itu tak ada takutnya dengan emosi Zahra tetap melakukannya kedepannya hingga Zahra lelah mengomel dan akhirnya diam saja kalau mereka bergerak melayaninya..
"kenapa habib lama sekali Jessica...?? " tanya Zahra setelah meneguk habis susunya..
Rika kembali ke dapur membawa nampan susu dan sisa tempat salad buah milik Zahra tadi..
"sepertinya sedang dalam perjalanan nona...!! "jawab jessica melirik jam tangannya..
"atau mungkin antri di jualan martabak mesirnya umi Ara...?? kan Tuan boss sangat tau langganan martabak mesir Umi Ara yang super antri...!! " sambung Cika menggaruk kepalanya sendiri..
"iya juga ya... ya udah deh... aku tungguin aja...!! " riang Zahra menurunkan kakinya supaya Jessica tidak memijitnya lagi..
"sudah lebih baikan nona...?? " tanya Jessica sopan..
"udah jessica kaku... makasih ya...!! " ledek Zahra menusuk pipi Jessica
Jessica tersenyum tipis lagi...
.
.
"Itu akhirnya habib pulang...!! " pekik Zahra berdiri seketika..
Zahra ingin berlari tapi Jessica menghalanginya dengan raut wajah tegasnya...
Zahra melebarkan matanya memang ini bukan pertama kali baginya tapi Jessica bagai suami keduanya Zahra yang tak mengizinkannya ini dan itu..
"Cika...?? " ngadu zahra ke cika meminta bantuan cika untuk membantunya.
"maaf umi Ara.. Cika angkat tangan kalau udah masalah Jessica.. dia dapat tugas langsung dari tuan boss.. kalau umi Ara mau bebas laporkan saja pada Tuan boss...!! " Cika menunjukkan jari telinjuk dan jari tengahnya 2 jari itu membuatnya menyerah dengan permintaan Zahra..
"mana bisa aku minta sama Dafa.. dia nggak jauh beda sama dafa...!! " gerutu Zahra..
Dafa memang jalan ke tempat Zahra, Dafa melihat Zahra yang hendak mengejarnya tapi ditahan oleh jessica dan hal itu membuat wajah Zahra terlihat kesal..
Dafa malah terkekeh melihat wajah kesal Zahra dari kejauhan sebab dirinya tau Jesssica pasti melarang Zahra mengejarnya..
"habib... cepetan kemari....!! " teriak Zahra dengan riang dengan tangan jessica melingkar diperut buncit Zahra..
seolah menjaga Zahra untuk tidak berlari darinya..
"sudah saya bilang nona.. Boss pasti akan kemari...!! " ujar sopan Jessica..
Zahra hanya menjulurkan lidahnya ke Jessica, Jessica tak ambil hati itu malah hanya tersenyum kecil dengan kelakuan konyol Zahra yang sangat menggemaskan..
"sayang....?? apa yang terjadi hm...?? " tanya Dafa lembut menyerahkan plastik martabak mesirnya ke Cika..
Cika dengan sigap menunduk dan berjalan mundur ke belakang dan membawa plastik itu ke dapur menyerahkannya ke Rika..
__ADS_1
"kenapa martabak mesirnya dikasih ke cika..? aku mau makan disini habib...!! " rengek Zahra sambil menyalami suami nya itu..
Dafa mengecup sayang kening dan punggung tangan Zahra..
"biarkan mereka menyiapkannya untukmu.. apa kamu bosan sayang menungguku...?? " tanya dafa dengan lembut sambil mengusap perut Zahra yang sudah membuncit..
Zahra menggeleng pelan kepalanya.
"karna habib udah bawain aku martabak mesir jadi nggak capek kok nunggu habib....!! "
dafa tersenyum lembut dan mengusap pipi Zahra yang tersenyum begitu cantiknya dimata Dafa...
"Kau boleh pulang jessica.. kerja bagus...!! " perintah Dafa ke Jessica tanpa melihat pengawal pribadinya Zahra itu..
"baik boss.. saya permisi nona.. boss....!!" tunduk hormat jessica..
Zahra melambai ke Jessica dengan senyum manisnya hal itu membuat jessica tersenyum tanpa sadar walau jessica begitu menyebalkan bagi Zahra tapi tak bisa dipungkiri Jessica juga teman Zahra sebab kiki sudah pindah ke Rumah bara...
dan Kyara tak boleh keluar oleh shezan dan umi serta abinya nasib Kyara tak berbeda jauh dengannya...
"ayo kita masuk sayang...mandi setelah itu kita makan martabak mesirnya di rooftop ya...?? "
Zahra mengangguk-ngangguk semangat..
"aaakh....!! " pekik kaget Zahra saat tubuhnya tiba-tiba melayang..
"habib kamu kok selalu gendong aku sih...?? emang aku nggak berat ya...?? " tanya Zahra melingkarkan tangannya dileher kokoh suaminya..
Dafa menyeringai lebar..
"aku nggak pernah lelah menggendongmu dan anak kita sayang... !!"
"terserah habib aja deh... nanti bilang aja kalau berat biar aku turun ya...?? " pasrah Zahra di gendongan dafa..
Cika yang melihat kemesraan Zahra dan Dafa langsung tersenyum lebar niatnya mau berpamitan tapi melihat itu lebih baik pergi aja toh dafa pasti tau tugasnya sudah selesai..
Pekerja Mansion yang melihat dafa dan zahra hanya menekuk lutut dengan sopan membiarkan suami istri itu melewati mereka..
sudah biasa bagi mereka melihat kemesraan boss mereka itu...
"udah sana pulang...!! " usir Rika cekikikan sambil memegang nampan berisi martabak mesir Zahra beserta jus buah anggur kesukaan Zahra..
"kejunya mana...?? " tanya cika melihat nampan yang dibawa rika..
"nih....!! " tunjuk Rika dibalik piring martabaknya jadi yang bisa lihat hanya rika sedangkan cika tak nampak..
"ya udah aku pulang ya.. bye...!! " lambai Cika semangat..
"bye". sahut Rika tak kalah semangat..
.
__ADS_1
.