
Zahra kini ada di kamarnya dengan pikiran terbang entah kemana ingatan dimana ada pria asing yang mencoba membunuh anaknya terngiang-ngiang di kepalanya..
"tapi tunggu..... kemana pria itu...?? apa di kantor polisi....?? " gumamnya tersadar dari lamunannya.
"tapi kenapa aku atau kyara nggak di panggil ya untuk dimintai keterangan...?? jelas aku lihat tadi pria itu tertangkap... !!"
Zahra mengoceh-ngoceh sendiri...
sementara Dafa dan Bara sudah tiba di markas tersembunyi di kantornya, dia langsung menuju tempat itu..
"bagaimana...?? apa dia mau buka mulut...?? " tanya dafa dengan dinginnya..
"tidak mau boss.. kami sudah memukulnya supaya buka mulut.. ! tapi tetap keras kepala boss....!! "
"Bara beri dia ramuan kita..... !!" perintah Dafa.
"baik boss. " jawab Bara langsung masuk duluan ke dalam markas dan membuka brankas tersembunyi di ruangan itu.
Dafa masuk dengan aura menakutkannya tibalah dafa di hadapan Pria yang diikat oleh rantai besi kiri kanannya begitu juga kakinya wajahnya sudah penuh dengan darah warna kulitnya pun tak terlihat lagi warna apa saking banyaknya darah di wajah pria itu..
"berani sekali kau melukai istriku.. apa fransisko itu yang menyuruhmu...?? " tanya Dafa menendang perut pria itu..
masih bungkam, pria itu masih tetap bertahan.
"apa anak buah kita sudah menemukannya...?? " tanya Dafa pada bawahannya
"belum boss.. keluarganya sangat dijaga ketat.. tapi mereka sedang berusaha boss...!! "
"hm... aku percaya kalian jangan buat aku kecewa....!! " ujar dafa penuh pengancaman.
"mengerti boss". jawab bawahan dafa serentak
pria yang sudah di borgol rantai besar itu terkekeh Dafa menatap datar pria itu..
"kau masih punya nyali untuk tertawa....?? " tatapan nyalang Dafa..
kraaakkk....
'''aaaakkkhhhh.... " teriak pria itu terjingkat-jingkat mengangkat kakinya yang dirantai..
dafa menendang tulang kering pria itu hingga meneteskan air mata tendangan dafa bukan main kuatnya..
"dimana fransisko bersembunyi....?? " tanya dafa lagi dengan dinginnya..
"boss....?? " selah bara tiba-tiba..
"minumkan padanya.. tanganku terlalu bersih menyentuh wajah menjijikkannya itu....!! '' perintah dafa
"baik Boss". jawab bara
Dafa memasukkan kedua tangannya di kantong celananya dan tatapan membunuhnya nyalang tertuju pada Pria itu..
"minuman apa yang akan kau berikan padaku...?? " teriak pria itu histeris seketika.
Dafa menyeringai menakutkan..
"minumkan cepat... pastikan dia nggak akan menumpahkan satu tetes pun....!! "
"baik boss."
Bara menatap beberapa anak buahnya dan memberi kode mata untuk membantunyadengan sigap mereka menahan pria itu memaksanya untuk mendongak apalah daya seorang diri dipegang oleh 5 orang.
"tahan dia sampai obat ini masuk semuanya ke tubuhnya... !!!" titah bara..
"baik tuan. "
Bara akhirnya bisa meminumkan obat itu pada pria yang menusuk Kiki awalnya akan menusuk Zahra.
__ADS_1
"Jangan sampai dia memuntahkannya...!! " suara berat dafa..
"siap boss....!! "
.
.
Pria itu mulai berkunang-kunang kepalanya terasa berat...
"sepertinya obatnya sudah mulai bekerja Boss... silahkan di sidang.. !!" tutur bara.
Dafa pun mendekati pria itu....
"siapa nama kau ....?? " tanya dafa dengan suara nya berat dan nada dingin setiap katanya.
saat ini tidak ada dafa yang hangat hanya ada dafa yang dingin kharisma mematikannya menyeruak begitu saja dafa ingin membunuh pria itu tapi tau dia bukan pelaku sesungguhnya..
"Polan... " jawab polan dengan suara seraknya seperti sedang mabuk.
"kenapa kau mencoba membunuh istriku...?? " tanya dafa lagi..
"disuruh... !!" jawab polan lagi.
"siapa yang menyuruh kau ...?? " tanya dafa
"pria berpakaian hitam." jawab polan
"siapa pria berpakaian hitam itu...?? "
"pak fransisko....!! " jawab polan.
"dimana dia sekarang...?? "
"saya tidak tau". jawab polan jujur.
"dimana terakhir kali kau bertemu dengannya..?? "
"cari tempat itu cepat...!! " perintah Dafa menggema.
"baik boss. " jawab 5 pengawal di dekat dafa yang terlonjak kaget akan suara dafa yang kuat.
"kenapa kau bertindak bodoh menyerang istriku di tengah keramaian...?? " tanya dafa
"terpaksa...!! " jawab polan. .
dafa mengkerutkan keningnya..
"apa maksud yang kau katakan tadi...?? " tanya bara baru mengeluarkan suaranya sejak tadi diam..
"jika saya bisa menusuk perut wanita bercadar memakai gamis berwarna biru langit saya akan diberi imbalan.. !!"
"kenapa kau berani melawan seorang Satria Dafa...?? " geram dafa..
"apa kau yakin karna uang...?? " timpal Bara lagi.
Polan menggeleng..
"apa alasannya keluarga kau...?? " tanya bara lagi.
polan mengangguk..
"cepat dapatkan keluarganya..aku akan membuat pria ini bekerja untukku....!! " perintah dafa dengan seriusnya.
"siap boss, mereka pasti sedang berusaha...!! "
"Fransisko.... akan aku cincang kau dengan tanganku sendiri.. beraninya kau mencoba menyakiti istriku pengecut.....!!! " geram Dafa mengepalkan tangannya dengan kuat hingga kuku-kuku nya memutih.
__ADS_1
"urus semua nya.. aku akan menemui istriku...!! " perintah boss besar yang tak bisa diganggu gugat.
"hm.... !!" jawab bara dengan beraninya..
Dafa hanya melirik sekilas bara namun dia acuhkan karna dia memang sangat merindukan Zahra,Wanita yang berhasil memporak-poranda kan hatinya, makan tak enak, tidur tak nyenyak, kerja tak fokus, semua hanya Zahra...zahra... dan zahra...
.
.
Dafa pun tiba di Rumah Maharza gerbang masuk maharza tentu selalu terbuka untuk dafa..
.
.
.
Dafa masuk ke kamar Zahra setelah berbicara dengan keluarganya Zahra.
dan matanya mencari sosok yang sangat dia rindukan namun tak menemukannya.
"humairahku....?? " panggil Dafa..
Dafa memasuki lebih dalam kamar Zahra dan mencari Zahra pintu arah balkon berkibar-kibar dan dafa akhirnya menemukan Zahra sedang melamun di balkon.
"Kenapa dia malah dibalkon..?? apa nggak dingin...?? " gerutu dafa dengan cepat menarik selimut di ranjang Zahra dan menggeretnya ke arah balkon.
Zahra terlonjak kaget saat tubuhnya dibalut selimut yang menghangatkan tubuhnya oleh seseorang..
"habib...?? " tebak Zahra mencium aroma tubuh Dafa yang sangat ia rindukan..
"kamu ngapain di tempat ini sayang...?? apa menungguku...?? " suara berat dafa memeluk Zahra dari belakang..
Zahra memutar tubuhnya dan menghadap Dafa tangan zahra mengusap rahang dafa dengan lembut.
"aku nggak bisa tidur saat kiki masih di rumah sakit... aku .aku... ak....!!! " jawab zahra terputus..
"ssssttttt....!! " Dafa meletakkan jari telunjuknya di bibir Zahra..
"Aku yakin dia baik-baik saja.. orang kepercayaanku akan menjaganya.. siapapun orang yang menyelamatkan seorang Nyonya Satria Dafa.. akan aku beri dia fasilitas yang sangat istimewa ...!! aku akan menyelamatkannya sayang walau harus menghabiskan uangku sekalipun...!! "
Zahra tersenyum haru, dia memeluk Dafa dengan eratnya..
"aku merindukanmu....!! " ucap Zahra dengan nada manja.
"aku juga sangat merindukanmu sayang... Aku bahkan tidak bisa shoping sepertimu... aku kurang percaya kamu benar merindukanku...!! "
Zahra tertawa pelan.
"aku memang merindukanmu suamiku maafkan aku nggak bisa jaga diri...!! "
"apa kamu nggak bawa pistolmu sayang...?? " tanya Dafa serius..
"lain kali aku akan bawa selalu."
Dafa hanya menghela nafas panjang..
"hm... lain kali bawa senjata... aku harus memberimu pengawal wanita yang bisa menyamar menjadi temanmu...!! "
"terserah kamu aja...!! aku ngikut aja...!! " pasrah Zahra..
Zahra trauma kejadian tadi, Dafa tersenyum nakal..
"jangan....!! " tolak Zahra serius..
"bisa bahaya kalau melakukan hubungan itu...!! " batin Zahra
__ADS_1
.
.