Gadis Pemikat Hati

Gadis Pemikat Hati
kebahagiaan yang tak ternilai


__ADS_3

"apa itu sayang....?? kenapa basah....?? " tanya Dafa makin panik melihat Baju tidur Zahra sudah basah tapi bukan darah.


Zahra dipakaikan jaket rajutan dan jilbab besar serta cadar yang sudah lengkap..


"huh.. huh... Kayaknya air ketuban aku pecah habib... ce.. pat... habib.....!! " rintih Zahra terengah-engah.


"iya... sayang... iya kali ini aku agak sedikit ngebut.. pegangan ya sayang. ...!!"


Zahra mengangguk lemah...


"aaakh...... !!"


Zahra merasakan kontraksi hebat, semua baru pertama kali baginya dan hal itu sangat menyakitkan..


Dafa makin mempercepat kecepatan mobilnya supaya istrinya cepat ditangani oleh dokter..


setibanya di Rumah sakit, Cika yang sedang bekerja sudah siap membawa brankar rumah sakit bersama rekannya dan Viska juga sudah stnby di dekat brankar.


"Cepat.... !!" perintah Dafa keluar dari mobilnya berlari cepat ke arah pintu lain mobilnya..


Cika dengan cepat mendorong brankar ke arah Dafa yang bisa dia tebak Zahra di situ..


Zahra pun bisa dinaikkan ke brankar, Dafa dengan cepat menyelimuti Zahra dan membantu mendorong brankar rumah sakit..


"Sayang... ku mohon kuatlah....!! " Panik Dafa menggenggam tangan Zahra..


tapi karna kontraksi hebat itu muncul lagi Zahra jadi meremas tangan dafa dengan kukunya yang mulai memancang tidak dipotong sebelumnya..


"iya.. sayang... kuatlah... Aku disini bersamamu.... !!" suara dafa memberi semangat walau dirinya sedang tak tentu saat ini..


saat brankar rumah sakit di dorong semua yang ada di lorong rumah sakit memberi jalan, mereka melihat Dafa yang mendorong brankar itu bisa ditebak oleh semua orang itu adalah istri Dafa yang terkenal di akun instagram berkat postingannya tentang dirinya dan dafa..


tibalah Mereka di ruangan khusus persalinan segala pemeriksaan telah di lakukan..


saat ini belum sampai pembukaan serviks ke 10 jadi dokter viska belum bisa memulai proses melahirkan normal sementara Zahra bersikeras akan melahirkan normal .


"sayang aku mohon bicaralah.... !!" pinta dafa dengan nada sedikit gemetar..


"ha.. bib...!! Aaakhhh.....!! "


Saat viska memasukkan jemarinya demi memeriksa sudah pembukaan berapa ****** Zahra, dafa tak melihatnya karna tak sanggup padahal dia sering melakukannya tapi bukan tangan..


"sudah siap.. sudah pembukaan serviks 10 .. siapkan segalanya...!! " perintah viska..


"baik dok. " jawab seluruhnya serentak..


mereka berbagi tugas ada yang mengambil stok darah kalau Zahra kekurangan darah dan ada yang membawa keperluan viska dan keperluan bayi yang akan lahir nantinya.


"sangat cepat pembukaannya nona Zahra.. anak anda tidak sabar untuk melihat dunia ini..!! " ujar Viska menenangkan..


Zahra hanya tersenyum kecil diwajah pucatnya tapi kontraksi hebat itu muncul lagi mendorong Zahra ingin mengejan..


"aaakkkh....!!"

__ADS_1


"tahan Nona.. jangan mengejan dulu...!!! " perintah viska dengan serius..


Zahra jadi mengatur nafas dan tak sadar tangannya sudah mencakar-cakar lengan dafa. zahra tidak memakai cadar lagi tapi masih memakai jilbab..


jika tau malam ini Zahra akan melahirkan mungkin seharusnya dafa menggunting kuku Zahra tapi semua terjadi diluar dugaan..


"bagi rasa sakitmu padaku sayang... kuatlah.. bertahanlah untukku dan anak kita...!! " ucap Dafa dengan suara seraknya lalu mencium kening Zahra yang sudah bercucur keringat.


hanya menunggu pembukaan serviks ke 10 saja memakan waktu berjam-jam mungkin keluarga Dafa dan zahra sudah ada di depan tapi saat ini dafa hanya memikirkan zahra..


Dafa sangat takut Zahra tidak kuat bertahan dilihat dari rasa sakit Zahra membuat dafa seperti mau mati ketakutan sesekali Dafa menghapus air mata Zahra yang meneteskan membasahi pipinya..


"ok.. kita mulai ya... tarik nafas dalam-dalam nona. ikuti intruksi saya.. jika saya bilang dorong... anda harus mengejan jika saya bilang berhenti... anda harus berhenti mengejan mengerti Nona Ara...?? " tanya Viska dengan tegas dan serius..


Zahra tak menjawab hanya mengangguk-ngangguk lemah..


"tarik.. nafas...... hembuskan..... lakukan sampai tenang....!!"


Viska memberi aba-aba sambil melihat bagian bawah Zahra..


"Dorong....!! "


"aaakkkkhhhhhhh..... !!" pekik Zahra mengejan dengan kekuatannya..


"berhenti...!! " aba-aba viska lagi..


"huh... huh. ..!! Zahra mengambil pasokan udara..


sedangkan Dafa terlalu sibuk berdzikir tanpa tasbih tapi dengan jemari tangan sambil memegangi tangan istrinya yang tengah berjuang melahirkan buah cinta mereka..


"ngggguuuuuhhhh...... !!"


proses melahirkan normal Zahra memakan waktu 3 jam, akhirnya anak yang mereka tunggu lahir juga dan sedang menangis kuat menyapa dunia yang nyata baginya..


Dafa menangis jadinya, antara sedih juga senang tak bisa menggambarkan perasaannya saat ini..


Zahra akhirnya bisa lega, rasa sakitnya yang luar biasa melahirkan anak pertama terlupakan seketika mendengar tangis sang anak.


"terimakasih sayang... sedikit lagi.. bertahanlah sedikit lagi... aku mencintaimu sayang.. terimakasih sudah melahirkan anakku dengan baik.. terimakasih sudah bertahan sayang, aku sangat mencintaimu.....!!"


Dafa menciumi kening istrinya.. Zahra tersenyum sambil mengangkat tangannya yang gemetar dan mengusap rahang Dafa tapi mata Zahra malah beralih ke Kukunya..


"kok ada da.. rah...?? " tanya Zahra melihat kukunya yang sudah mulai memanjang.


"Kamu... habib...?? Ak.. ku melukaimu..?? maafkan.. aku. !!' ucap Zahra melihat lengan dan punggung tangan dafa berdarah karna bekas cakarannya yang mengalami kontraksi hebat sebelumnya..


"tidak sayang... ini tidak ada apa-apanya dibanding dengan rasa sakitmu tadi... !!"


Zahra dan dafa sibuk berbicara, sedangkan Viska menggunakan cara itu untuk mengeluarkan plasenta dari rahim Zahra...


Zahra bahkan tak merasakan rasa sakit dibawahnya lagi karna sudah diberi anestesi hanya saja Zahra merasa bersalah pada suaminya..


"maafkan aku habib.. kamu nggak pernah menyakitiku tapi aku malah melukaimu... seharusnya kamu gunting kuku aku tadi...!! "

__ADS_1


Dafa tersenyum mana ingat dafa akan acara memotong kuku itu malah rasa sakit Zahra lebih ditakutkan Dafa..


"kalau begitu cepatlah pulih sayang.. !" pinta dafa disertai senyuman manisnya..


Zahra tersenyum diwajah pucatnya..


"Semua sudah selesai kita pindahkan ke Ruangan inap nona Zahra...!! " seru Viska


.


.


Zahra keluar dari ruangan persalinan ternyata sudah banyak keluarganya menunggu bahkan sejak tadi malam kini sudah pada selesai sholat subuh...


"sayang...?? " Aira mengusap kepala Zahra sambil menyamai brankar yang didorong para suster dan dafa..


Zahra tersenyum, "iya umi...!? "


Aira menghela nafas lega..


sesampainya di ruangan VVIP yang sudah di sewa dafa berhari-hari sebelumnya, kini Viska membawa anak pertama Zahra dan Dafa yang sudah dibersihkan oleh para suster..


"ini anak nya tuan dafa.. selamat tuan sudah sah menjadi seorang ayah..!! " ucap tulus viska sambil menyerahkan bayi mungil itu ke Dafa..


entah keberanian dari mana dafa menimang anaknya dan mencium kening bayi mungil itu.


"cucu kami perempuan dok...?? " tanya Riqi


"seperti perempuan ya tuan.. tidak tuan... Cucu anda laki-laki....!! " jawab viska sempat terkekeh..


"waah... tapi wajahnya cantik seperti perempuan." puji Siti tak berkedip mata..


dafa menunjukkan anak nya ke orangtuanya..


"ma.. pa... cucu mama sama papa laki-laki.. calon penerus JB Group....!! "


Siti dan kahfi tersenyum haru dan saling mengantri mengecup kening sibayi mungil, Riqi hanya tersenyum lebar melihat kasih sayang dari orang sekitar terhadap bayi mungil itu...


Zahra tersenyum saja melihat pemandangan indah itu..


"kamu hebat Ara sayang... !!" puji Aira menciumi kening Zahra..


"melahirkan itu sangat sulit umi... maafkan ara ya kalau selama ini ara selalu menyusahkan umi...!! "


Aira menggeleng kepalanya..


"Ara selalu melakukan yang terbaik kok.. terkadang orangtua juga bisa melakukan kesalahan karna kami juga manusia biasa....!! "


Zahra memeluk Aira dan aira mengelus kepala Zahra dengan sayangnya..


sementara kyara, Kiki, Maryam beserta suami mereka akan datang nanti agak siangan..


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2