Gadis Pemikat Hati

Gadis Pemikat Hati
USG


__ADS_3

Zahra terbangun dengan kondisi terkejut...


"Sholatku...?? " batin Zahra menjerit.


Zahra melihat suaminya yang sedang mengaji, Zahra segera masuk kamar mandi, membersihkan diri dan sholat subuh dibelakang Dafa.


sementara Dafa masih sibuk mengaji jadi tak sadar istrinya sedang sholat di belakang.


.


.


dafa menutup al-Qur'an nya..


"Habib....??? " panggil Zahra tersenyum manis.


Dafa menoleh dan terkejut melihat Zahra memakai mukenah.


"udah pergi tamu bulanannya...?? " tanya dafa menatap keseluruhan tubuh Zahra yang memakai mukenah..


Zahra memberikan sebuah kotak berbentuk hati pada Dafa.


"barakallahu fii umrik suamiku tersayang....!! " ucap Zahra dengan senyum tercantiknya..


Dafa menatap aneh kado itu..


"nggak perlu memberiku kado sayang... aku nggak butuh yang beginian... kamu ada di hidupku aja udah hadiah yang sangat indah bagiku... !!"


Zahra tersenyum manis..


"aku tau... buka ya Habibiee..!! "


Dafa menghela nafas panjang..


"Eeeitsss.... aku salam dulu ya. ..!!" Zahra menyalami suaminya dengan penuh cinta.


Dafa mengecup kembali punggung tangan Zahra, "Aku mencintaimu Humairahku....!! "


"aku juga sama habib... aku juga mencintaimu. !!" balas Zahra..


Dafa begitu bahagia saat ini..


"aku lebih suka hadiahmu dengan kata-kata tadi..!! "


Zahra terkekeh, "Yakin....?? "


"hhm....?? tentu saja aku suka.. menurut mu aku suka hadiahmu ini.?? " tanya Dafa menunjuk kotak hadiah itu.


"Kamu nggak akan suka kalau nggak dibuka.. aku yakin kamu akan menangis dengan hadiahku...!! " tantang Zahra.


Dafa mengkerutkan keningnya, "aku buka ya...?? "


Zahra mengangguk-ngangguk pelan menunggu suaminya membuka Kado itu Zahra melipat mukenahnya.


Dafa membuka kotak kado itu dan menatap miring isinya sebuah sarung tangan rajutan.


"rajut...?? " gumamnya pelan.


Dafa mengambilnya dan melihat ada kertas dibelakangnya.


Dafa mengira itu sebuah tulisan tangan Zahra


Dafa membuka nya dan terkejut ada kop surat rumah sakit di atasnya.


Dafa membacanya sampai kebawah dan membelalak dengan tulisan yang di blok hitam.


"i... ini apa....?? Zahra...?? tanya dafa tak mengerti tapi jantungnya berdebar kencang.

__ADS_1


lalu melihat sebuah tespek dan tanda garis 2 terpampang jelas disitu.


"kamu suka hadiahku...?? " tanya Zahra


"aku nggak ngerti... maksudnya apa...?? " tanya Dafa dengan ekspresi bodohnya..


"aku hamil....!! aku hamil anak kamu Habib....!! " jawab Zahra dengan senyuman manisnya..


seketika Dafa terdiam dalam keterkejutan yang luar biasa, matanya berkaca-kaca dengan tak percayanya..


"k.. kamu hamil Sayang....?? " tanya Dafa tergagap.


"iya habib.. aku hamil Anak kamu...!! " jawab Zahra lagi terkekeh lucu melihat Dafa yang sangat menggemaskan dimatanya..


"benar ini sayang...?? kamu nggak bohong...?? " tanya Dafa menatap intens alat tes kehamilan itu


Zahra tertawa lepas..


"nggak mungkinlah habib... kamu suka kan sama hadiah aku.. aku tau habib udah memiliki segalanya... jadi humairahmu ini memberi hadiah yang nggak bisa habib beli dengan uang....!! "


Dafa tiba-tiba menarik pinggang Zahra ke pelukannya saking terharunya dafa menangis.


Dafa memang sangat ingin punya anak dari rahim istri tercintanya itu tak disangka Zahra memang sedang hamil betapa bahagia nya Dafa saat ini.


Zahra terkekeh mendengar Dafa yang menangis..


"udah dong.. jangan nangis lagi ya....!! waktu aku mau gelang kelinci ini aku mungkin sedang ngidam.. !!" Zahra melepaskan pelukan dafa dan menunjukkan gemerincing gelang tangannya.


Dafa tersenyum haru...


"aku bisa membelikanmu yang seperti itu sebanyak yang kamu mau sayang.. katakan apa kamu mau perhiasan...?? uang atau apapun...?? "


Zahra menggelengkan kepalanya..


"aku pengen ke Rumah sakit lihat ke adaan kiki


Dafa menjatuhkan rahangnya..


"habib...!! " rengek Zahra dengan manjanya.


Dafa memejamkan matanya, istrinya ini memang berbeda dari kebanyakan wanita diluar sana.


dia tidak suka perhiasan malah suka shoping baju gamis atau sepatu.


"kamu yakin sayang...?? " tanya dafa sekali lagi.


"sangat yakin.. lagian kamu nggak mau USG habib...?? mau lihat bagaimana bentuk anakmu dalam perutku...!! " Zahra mengambil tangan Dafa dan meletakkannya diperutnya.


Dafa terlihat bingung..


"emang bisa dilihat ya...?? "


"bisa dengan alat canggih...!! ya walaupun nggak terlalu jelas tapi bisa melepas rasa penasaran mu "


"kalau gitu ayo kita berangkat...!! " ajak Dafa semangat..


Zahra terkekeh dengan semangat Dafa..


.


.


.


kini Dafa dan Zahra tiba di Rumah sakit dimana kiki di rawat..


"aku mau lihat keadaan kiki...!! " ajak zahra semangat.

__ADS_1


"kita USG dulu...!! " tegas Dafa mengusap perut Zahra..


Zahra mengerucutkan bibirnya suaminya ini banyak sekali maunya..


"berarti firasatku malam tadi nggak salah ya...?? " Ujar Dafa semangat..


"firasat yang mana...?? " tanya Zahra terlihat bingung.


"kalau aku merasa memeluk 2 nyawa... ada sesuatu di perutmu.. aku fikir itu hanya angan-angan ku saja yang memang menginginkan anak darimu.. tak ku sangka itu emang benar...!! "


Zahra tersenyum kecil..


"firasat mu tentu sangat kuat secara ini darah dagingmu sendiri.. malahan tadi malam aku takut rahasia ku terbongkar....!! "


Dafa tersenyum manis merangkul tubuh Zahra dan menciumi kening Zahra dengan sayangnya...


Dafa dan zahra jadi pusat perhatian saat ini, siapa yang tidak kenal dafa. ini pertama kalinya mereka melihat secara langsung penampilan Dafa tanpa baju formalnya..


Dafa sangat tampan tapi juga penasaran siapa gadis bercadar itu sungguh mereka menginginkan diposisi Zahra yang sangat dicintai oleh Dafa..


.


.


"itu anak saya dok...?? " tanya Dafa menatap serius layar monitor Alat USG


"iya tuan... itu anak Tuan.. masih berusia 2 minggu... harap dijaga baik-baik istrinya ya Tuan.. kandungannya masih sangat rawan...!! " kata dokter Viska.


"kenapa nggak ada organ tubuhnya Dok...?tangannya..? kaki, mulut, hidung semua nggak ada dok.. malah bulat seperti telur cicak...!! "


Viska menahan tawa sekuat tenaga.Zahra memejamkan matanya malu dengan pertanyaan bodoh suaminya.


"ini wajar tuan..karna usia kandungan istri tuan masih muda belum berbentuk..!! "


"bagaimana caranya biar bisa cepat berbentuk dokter...?? " tanya Dafa dengan seriusnya.


"dengan memberi nutrisi pada si bayi tuan susu ibu hamil untuk kesehatan ibu dan anak maka setiap minggu perkembangan anak tuan akan terbentuk dengan sendiri nya...!! "


Dafa mengangguk-ngangguk mengerti seolah sedang belajar dengan dosen..


"terus kalau ngidam nya bagaimana dok...?? " tanya dafa


"habib ngapain sih berguru dengan dokter viska...?? kan aku malu.... semua di tanya... Ya Allah.. !!" batin Zahra tak tau lagi mau bersembunyi dimana..


kyara ngidamnya makanan sementara dia ngidam perhiasan milik orang, tentu malu berbeda dari ngidamnya kebanyakan orang..


.


.


"terimakasih dokter viska... saya akan bayar anda 2 kali lipat karna memberi tau saya tentang kehamilan Istri saya...!! " ucap Dafa merangkul mesra bahu Zahra..


Viska mengulum senyumnya..


"itu tugas saya tuan.. suatu kehormatan bagi saya menjadi dokter istri anda tuan...!! "


Zahra masih cengo dengan semua ini, kenapa suaminya sangat berlebihan,kan udah bayar tadi. terus kenapa viska malah digaji hanya memeriksa dan berguru masalah kandungan.


"terimakasih dokter viska atas semuanya...! '' ucap zahra juga


"sama-sama nyonya. " balas viska dengan ramahnya..


viska tak menyangka Dafa yang terkenal tak banyak bicara malah begitu cerewet mengenai kehamilan istri bercadarnya, pantas saja putra tunggal keluarga satria itu begitu mencintai wanita bercadar itu ternyata karna sangat ramah dan sopan pikirnya .


"kalau begitu kami pergi permisi...!! " izin dafa


.

__ADS_1


.


__ADS_2