
Dafa yang kesal segera keluar dari kamar itu dan berjalan cepat ke kamar lain..
"Aku menunggu 1 tahun lamanya.. tapi apa hasilnya..?kenapa bulannya datang hari ini...? kenapa nggak besok aja...? dasar nggak pengertian...!! "
Entah siapa yang disalahkan oleh Dafa atas kegagalan nya ini...
.
.
"kenapa Rika lama sekali...?? ngalir terus lagi...!! "
Zahra melirik bagian bawahnya yang terasa tidak nyaman.
"Nyonya...?? " teriak Rika
"aakh... Rika...?? masuklah....!! "
Rika menoleh kiri kanan dimana sekiranya Boss nya berada..
"boss kemana...?? " gumam Rika pelan...
namun Rika tak ambil pusing dia segera berlari ke arah kamar mandi, dia tau Nyonya nya disitu...
"masuklah Rika...!! " teriak Zahra tak bisa bergerak dari tempatnya.
"aaah... terimakasih Rika.. aku lupa bawa ********** lagi.. ??"
"biar saya ambilkan Nyonya...!! " saran Rika..
"Tapi.....?? "
"saya tau Nyonya sebelumnya saya sudah pernah mengganti pakaian Nyonya.. !!" jelas Rika lagi..
Zahra tersenyum malu tak lagi mengelak..
.
.
Setelah berpakaian baju tidur panjang lengan bermotif ukiran Batik Khas milik indonesia, Zahra meminum Jus pemberian Rika..
"makanannya gimana...?? " tanya Zahra menyerahkan gelas yang sudah kosong di teguknya pada Rika..
"mereka semua sedang membeli perlengkapannya Nyonya....!! "
"owh.. apa kamu melihat suam...?? Eeh.. tuan Dafa...?? " tanya Zahra memerah malu karna keceplosan.
"saya tidak tau Nyonya.. mungkin dikamar sebelah...!! " jawab Rika sopan
Zahra pun mengangguk-ngangguk..
"tapi nggak ada Laki-laki lain kan selain Dafa di mansion ini...?? "
"tidak ada Nyonya.. tuan Bara tinggal di Apartemen jadi sudah kembali sebab tidak ada tugas lagi dari boss...!? "
Zahra mengangguk-ngangguk mengerti jawaban Rika..
"aku boleh minta nomor HP mu Rika..? kalau aku butuh sesuatu di kamar ini aku boleh minta bantuanmu...?? " tanya Zahra sopan hingga hati Rika tersentuh dengan perkataan sopan Zahra..
Zahra kan Nyonya Muda Satria..? kenapa bisa baik..? beruntung sekali Boss nya..
"boleh Nyonya dengan senang hati...!! "
mereka pun bertukar Nomor...
"kalau begitu lihatlah situasi teman-temanmu ya..? hubungi aku tanpa ragu kalau udah siap, setelah itu baru antar ke Kamar. hanya untuk jaga-jaga...!! " nyengir Zahra..
__ADS_1
"mengerti Nyonya". jawab Rika tersenyum manis..
"kenapa Nyonya sih...?? " tanya Zahra tak suka..
"maaf Nyon.. Eh.. Nona... saya tidak tau mau memanggil apa...?? " gugup Rika.
"aaah.. panggil aku Umi Ara...!!! " titah Zahra dengan senyum cerahnya..
Rika menahan tawa, Zahra menautkan alisnya dengan bibir mengerucut kesal.
"aku serius...!! " rengek Zahra..
"maaf.. Non.. Eh... Umi Ara...!! " senyum tertahan Rika sekuat tenaga..
"katakan pada yang lainnya memanggilku Umi Ara ya Rika...!! " pinta Zahra lagi..
"baik Umi Ara." jawab Rika sekuat tenaga menahan tawa gemasnya..
"kamu kenapa...?? " tanya Zahra dengan nada kesal..
"maafkan kelancangan saya Umi Ara.. saya pantas dihukum karna ketidak sopanan saya berani menertawai anda.."
Zahra menggaruk-garuk kepalanya yang tak memakai Jilbab..
"pergilah... kalian tidak waras...!! " gerutu Zahra dengan muka nya yang cantik ditekuk masam..
Rika menunduk sopan lalu berlari menutup mulutnya di dalam Lift Rika menutup mulutnya menahan tawa dia segera berlari ke Kamarnya di Lantai 4, di dalam Kamarnya Rika melampiaskan tawanya yang tertahan sejak tadi.
"aahahahaaahhhaa... ya Tuhan sakit sekali.. kenapa nyonya sangat menggemaskan...?? "
.
.
Zahra malah keluar dari Kamarnya mengintip situasi sekiranya aman tidak ada Pria..
Zahra mengedarkan pandangannya dan melihat Kamar yang sedikit terbuka.
"apa dia disini...?? "
Zahra masuk ke Kamar itu..
"Habibii..?? Habib...? Hubby...?? sayang ku Dafa...??
hello...??? suamiku...!??"
"nggak ada...?? " gumamnya pelan.
tak lama Zahra menghentikan langkahnya melihat ukiran Gadis bercadar di depannya..
"kapan dia melukis ini...?? indah sekali...!! "
binar mata Zahra tak percaya melihat keindahan lukisannya yang terasa hidup dan nyata..
"dimana sang pelaku...?? " senyum tercantik Zahra..
"ya Allah.. hamba jadi pengen melukis lagi...!! apa suami hamba mengizinkannya...?? " gumam Senang Zahra..
Zahra memiliki hobby melukis, namun saat Kuliah dia tidak diperbolehkan ambil jurusan seni oleh abi nya..
mau tak mau Zahra harus mengambil jurusan yang tak pernah terlintas dibenaknya.
Zahra makin penasaran Kamar ini, matanya mulai memeriksa setiap keadaan Kamar itu dengan senyuman tak luntur dari wajah cantiknya..
"apa ini...?? " bingung Zahra
Zahra memegang ukiran Arab di depannya dan terkejut bukan main saat dirinya menemukan sebuah tombol di atas huruf hamzah di tulisan arab itu.
__ADS_1
Sreeeaaat.....!!
Zahra memutar tubuhnya dengan sikap waspada dan termenung melihat tembok dibelakangnya tadi terbuka..
Zahra memasuki ruang rahasia itu dan tembok berputar kembali seperti sedia kala..
"apa ini ruangan senjata nya...?? " gumam Zahra menebak-nebak..
Zahra terpaku melihat Dafa yang berdiri gagah dengan tangannya dimasukkan kekantong celananya dan menatap ke arah baju pengantin dengan bahu terbuka terpasang cantik di patung kini.
"Indah sekali...?? " puji Zahra tanpa sadar..
"kemarilah Humairahku...!! " suara berat Dafa tanpa menoleh
DEG...!!!
kenapa Dafa bisa tau..? apa dia peramal..??
"maaf aku nggak sengaja masuk kemari.. aku mencarimu sejak tadi ...!!" tunduk takut Zahra segera mendekati Dafa..
"aku tau kamu akan menemukan ruangan ini Sayang lebih dekat lagi...!! "
Zahra mendekat lagi ke Dafa walau tidak mepet tapi menurut Dafa sangat jauh..
"kenapa kamu menjauh dariku Sayang...?? " tanya Dafa tersenyum tipis.
Zahra merasa bersalah tak bisa memberikan hak suaminya itu atas tubuhnya..
Zahra kan tidak bisa milih kapan dia datang bulan... bukan salahnya? tapi mengapa Zahra merasa bersalah.
"mau kah kamu memakai Gaun pernikahan ini untukku sayang...?? " tanya Lembut Dafa dengan tatapan memohonnya..
Zahra mulai mendekati Dafa dan mengusap rahang Dafa...
"jika itu permintaan suamiku aku akan menurutinya apapun itu habib... maaf aku belum bisa menyerahkan tubuhku padamu.. tunggulah 1 minggu lagi.. saat itu aku sendiri yang akan menawarkannya padamu...!! "
Dafa tersenyum lebar ia tak bisa marah pada Zahra..
.
.
"pakai didepanku Sayang. !!" pinta Dafa serius..
Zahra menghela nafasnya dia perlahan melepas kancing baju tidurnya membelakangi Dafa..
Dafa meneguk salivanya bersusah payah melihat punggung Zahra yang indah...
Zahra sebenarnya malu seperti ini, namun karna rasa bersalahnya Zahra jadi mendengarkan permintaan suaminya walau tak kuat menanggung malu.
tubuh Zahra menegang dengan kaku saat tangan Dafa menyentuh punggungnya yang molek..
"ha.. habiib.. .?? ak.. aku lagi datang bulan...!! " gugup Zahra lagi..
Dafa tak mendengarkan perkataan Zahra malah menyibakkan rambut panjang Zahra ke sisi kirinya, biar Dafa bisa puas melihat punggung indah Zahra.
Zahra memejamkan matanya saat Dafa mulai meraba punggungnya dengan jari-jari nakalnya..
"Da.. Dafa... suamiku.. aku belum pakai gaunnya....,!! " gagap Zahra..
"akan aku pakaikan...!! " suara berat Dafa..
Zahra berdiri kaku saat Dafa melepas resleting gaun pengantin di Patung itu, pikirannya malah melayang patung itu adalah Zahra... sungguh malu...
.
.
__ADS_1
.