Gadis Pemikat Hati

Gadis Pemikat Hati
kejadian tak terduga


__ADS_3

menjelang siang, Zahra keluar rumah bersama Kyara dan Kiki, Kiki belum bekerja sebab Boss nya masih di luar kota jadi dia bertugas menjaga zahra untuk sementara waktu.


"Kita kemana nona...?? " tanya kiki penasaran..


"kita ke mol... mau cari baju gamis baru.. sekalian cadarnya." jawab kyara sumringah dibalik cadarnya


Kiki juga dipaksa pakai gamis oleh Kyara dan zahra dan dipaksa memakai cadar juga mereka ingin tenang tanpa ditatap pria mata keranjang.


"aku mau cari sapu tangan untuk di ukir anggap aja hadiah ulang tahun aku nanti buat Dafa.!! " seru zahra dengan semangatnya.


"ya ampun... Ara... banyak banget hadiahmu untuk Dafa. !!" ledek kyara terkekeh.


"tentu saja.. walaupun suamiku itu posesif, menyebalkan, nggak peka...!! dia tetap Pria yang sangat mencintai aku.. aku harus ngasih yang spesial dong sama dia..!! biar dia makin cinta sama aku...!! " tutur zahra dengan nada sedikit menyombong..


"ck.. ck.. ck.. !!" decak Kyara..


"emang nona kyara nggak mau kasih hadiah buat Tuan shezan..? bukankah hari ini adalah hari bersejarah perusahaan Maharza yang dibangun tuan shezan


tanpa bantuan keluarga maharza..?? "


Kyara terdiam lalu tersenyum manis..


"aku lupa.. padahal dia udah ngasih tau."


"Kok kamu bisa tau detail perusahaan Abah aku kiki...?? aku aja adiknya nggak ingat. '' tanya Zahra heran..


"saya fans berat perusahaan JB Group dan perusahaan Maharza Nona jadi apapun bersangkutan dengan perusahaan itu saya sangat tau terlebih ingatan saya sangat tajam...!! " jelas Kiki malu mengatakan kelebihannya.


"wooww... hebat dong.. aku akan beli hadiah untuk suamiku.. ayo tancap gas...!! " semangat '45 Kyara..


"aku juga mau kasih hadiah buat abang..!! " timpal zahra juga. .


Kiki yang nyetir hanya tersenyum kaku melirik benda kecil di baju dalamnya alat penyadap dari Bara dan Viko.


"semoga semua tetap baik-baik aja...!! " batinnya takut atasannya mengamuk dan memecatnya..


.


.


sesampainya di mol..


Zahra dan Kyara yang paling heboh padahal mereka sedang hamil.


2 pengawal jauh Zahra memberi tau keberadaan Zahra..


"Astagfirullahal adzim.. Humairahku ini nakal sekali.. lihat saja akan aku hukum dia nanti...!! " gemas dafa mengusap-ngusap wajah zahra.


walau hanya mata yang terlihat tapi dafa bisa tau zahra sedang bahagia di foto itu.


"aku disini meriang (merindukan kasih sayang)


nya.. dia malah enak-enakan shoping dan terlihat bahagia sekali...!! huh... baguslah.. aku akan cepat pulang sayang... tetaplah baik-baik saja. "


sementara Bara di ruangannya menepuk jidatnya sendiri..


"apa Nyonya sudah tidak waras...?? bagaimana bisa dia berlari-lari seperti tadi menuruni tangga padahal sedang hamil muda.. kalau boss tau nyonya bakal di penjarakan dalam sangkar emas...!! kalau pun keluar Akan ada 20 orang pengawal yang mengikuti anda! " batin Bara menggerutu.


Bara tadi dengar omelan kiki saat zahra berlari semangat menuruni tangga..


Bara ingin memberitau Dafa tapi bisa perang dunia ke 3 nanti kalau Zahra mengamuk, Bara bahkan lebih takut Zahra marah ketimbang Dafa marah.

__ADS_1


Zahra kalau marah sangat pendendam selalu menyindirnya dengan terang-terangan menyindirnya hanya di depannya saja tidak masalah tapi didepan Dafa itu lebih mengerikan ssdah tau dafa cemburuan


.


Zahra dan Kyara shoping berdua di ikuti Kiki.


"Nona.. ini sangat banyak... bisakah kita antar dulu ke mobil...?? " tanya Kiki


Zahra dan kyara kompak menoleh ke Kiki dan tertawa lepas.


"oupsss.. im so sorry Kiki.. Heheh... aku lupa. " cengir Zahra menutup mulutnya dengan imutnya


"ya udah antar aja dulu kiki.. maaf ya.. jadi ngeropotin...!! " timpal Kyara juga segan dan tak enak.


"tidak apa Nona ,,nyonya". senyum manis kiki.


Kiki melambai tangannya pada bodyguard jauh Zahra.


"kamu manggil taksi apa Kiki...?? " tanya zahra heran..


"saya panggil pengawal nyonya." jawab kiki..


"hah...?? " zahra menoleh ke pria berbadan besar tengah berlari ke arah mereka.


"aku kok nggak tau ya...?? " gumam Kyara menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"apalagi aku...?? ya ampun.. suamiku ini sangat menjagaku walaupun dia sedang diluar kota...!! " senyum manis zahra..


"nyonya satria . nyonya Maharza .?? " sapa pengawal itu pada zahra dan kyara.


mereka berdua hanya tersenyum canggung dibalik cadar mereka..


"dengan senang hati nyonya berhati-hatilah menjaga kandungan Nyonya Ini karna boss tidak tau kami sudah berjanji tidak akan memberi tau boss kalau boss tau kami bisa di bunuh nyonya...!! "


"aah.. iya juga ya.. ya udah kalian ikuti aku aja nggak apa kok.. tapi jarak aman ya...!? " pinta Zahra serius..


"baik nyonya.. saya antarkan barang-barang ini duluan permisi...!! "


"iya...!! " sahut Zahra


"kok kamu bisa tau Kiki...?? aku aja nggak sadar di ikuti...!! " tanya zahra merangkul lengan kiki..


dan kyara di lengan kiki yang lain dia juga penasaran jawaban Kiki..


"sangat keliatan nyonya...!! " bohong kiki..


dia tentu sudah tau Zahra punya pengawal jauh sebab Bara sudah memberi taunya sebelumnya tugas kiki mengawasi zahra sampai mereka kembali yang melindungi itu pengawal utusan dafa.


"gitu ya.. ayo lanjutkan...!! " seru zahra.


dia percaya apa yang kiki katakan..


saat berbelanja seorang pria misterius berjalan dari arah lain awalnya kiki tidak curiga sama sekali tapi kenapa kiki merasa pria itu seolah sedang menatap Nyonya nya.


"apa hanya perasaanku aja ya...?? " gumam Kiki pelan.


HP kiki bergetar segera kiki mengambilnya dari saku gamisnya..


"Kiki ayo makan bertiga..!! " ajak Kyara


"iya Nona kiya,, nyonya Ara ini ada panggilan saya jawab dulu ya...!! " izin Kiki tak memberi tau siapa yang menelfonnya pada Zahra.

__ADS_1


"ya udah.. kami pesankan ya... cepatlah kembali." pasrah Zahra


"baik nyonya".


Zahra dan kyara berjalan ke arah restaurant khusus di dalam mol ini sekiranya aman Kiki mengangkat panggilan Bara.


"Iya tuan".


"kau mencurigai seseorang...?? " suara bara menyembur seketika.


DEG...!!!


Kiki lupa dirinya disadap..


"i.. iya tuan.. awalnya saya tidak berpikir seperti itu tapi dibalik kaca mata hitamnya saya merasa pria itu menatap nyonya tuan". jelas kiki.


sudah terkena air hujan ya sudah mandi hujan aja sekalian pikir Kiki.


"awasi dia dengan cara pintar ! jangan sampai dia tau kau mengetahui gelagatnya.. " perintah Bara dengan suara khasnya.


setelah itu panggilan terputus..


Kiki hanya mengejek layar HPnya dengan ekspresi wajahnya mana berani kiki mengomel bisa-bisa dipecat dia karna didengar oleh Bara.


"menyebalkan sekali tubuhku disadap aku bahkan tak bisa mengomel... bagaimana caraku melampiaskan rasa kesalku pada Pria ini...?? " geram Kiki dalam hati.


Kiki menarik nafas lalu menghembuskannya perlahan berusaha menenangkan kemarahannya sendiri.


Kiki pun berbalik ke arah zahra dan kyara tadi sementara pengawal jauh Zahra sedang mengawasi Zahra tadi.


.


.


Zahra dan kyara serta kiki sudah selesai makan siang..


saat berjalan di lobi tba-tiba perasaan kiki tidak enak melihat pria berpakaian hitam di arah depan.


Zahra terlihat bahagia dan bergandengan tangan dengan Kyara dan kiki.


Kiki memeluk Zahra tiba-tiba..


"aaakkkh....!! " teriak kyara seketika.


Kiki hanya menggigit bibir bawahnya kenapa dirinya dengan sok pahlawannya menjadi tameng Zahra padahal dia bukan seorang pengawal..


"dia pembunuh... dia pembunuh tangkap dia....!! " teriak Kyara pada semua orang.


seketika orang-orang mengejar Pria tak dikenal itu..


"Kiki....!?? kiki...?? Astagfirullahal Adzim.. Ya allah.. kiki... punggungmu berdarah...!! " teriak Zahra panik.


"tuan.. tadi itu hanya pengalihan... sepertinya nyonya dalam bahaya.. saya mohon segera utus pengawal anda kelobi utama...!! " suara Kiki seolah berbicara pada Bara.


tubuhnya kan disadap..


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2