Gadis Pemikat Hati

Gadis Pemikat Hati
Preman jalanan


__ADS_3

"pegang yang erat sayang.....!! " perintah Dafa dengan nada sedikit tinggi..


Zahra tak menjawab tapi tangannya dengan cepat berpindah lalu mencengkram erat handle hand grip


(pegangan tangan dalam mobil).


"aku mau ngerem sayang... bersiaplah....!! " ujar dafa menggoda...


para pria berbadan besar itu dengan cepat menyingkir bisa tewas mereka kalau tidak menghindar...


Ciiittttttt....


mobil Dafa berhenti agak jauh dari jangkauan preman tak jelas itu.


"Udah. ..?? nggak ada yang mati kan...?? " tanya zahra sedikit mengintip arah depan..


Zahra menghela nafas lega dan melirik tajam sang pelaku yang hampir membuatnya mati duduk didalam mobil mewah ini.


"ayo kita pulang habibie ku yang gila ...! " geram Zahra..


Dafa tertawa pelan...


"mereka mendekati kita sayang". nyengir Dafa .


Zahra melebarkan matanya lalu beralih ke arah belakang..


"kenapa diam...?? ayo jalan ! kita sudah melewati mereka.. tinggal tancap gas aja kan.. ?? ayo cepat...!! " cerocos Zahra dengan panik nya memukul-mukul lengan dafa.


"aku pria sejati sayang." senyum manis dafa merasa tak takut..


"kamu gila....?? mereka bawa benda tajam habib.. nggak usah jadi pria sejati deh hari ini.. ayo kabur....!! " omel Zahra lagi


"kamu mau aku jadi pria pengecut sayang...?? " masih sempatnya Dafa menggoda zahra di situasi menegangkan ini.


"pria jadi-jadian pun nggak apalah.. asalkan kita kabur sekarang.. ayo tancap gas...!! " pekik Zahra dengan paniknya. .


Dafa tertawa lepas, sementara zahra gelagapan melihat semua pria yang mereka lewati tadi sudah ada didepan matanya.


"aakkh....!! " Zahra terlonjak kaget saat ada yang menggedor-gedor pintu mobil dafa..


"tenang sayang... kamu bawa pistol kan.. ?" tanya Dafa menenangkan.


"nggak tau... kayaknya belum.... !" jawab Zahra nggak nyambung.


Zahra sedang ketakutan kini jadi tak bisa mendengar suara dafa yang lembut.


Dafa mengerutkan keningnya lalu tersenyum manis sambil menggeleng-geleng kepalanya.


"kalau diatas ranjang mungkin udah aku tid**i kamu sayang. " gemas Dafa mengusap kepala Zahra yang sedang panik nggak karuan..


Zahra tidak dengar ucapan Dafa...


" ya Allah... bagaimana ini....? lindungi kami ya Allah ? " batin Zahra menjerit takut.


Zahra bahkan lupa dirinya bisa menembak, dia tidak bisa berpikir jernih saat melihat banyaknya Pria berbadan besar mengepung mobil suaminya kini...


"cepat keluar brengsek....!! "


Dafa berubah dingin dan melirik bagai pedang yang sangat tajam siap mencabik-cabik lawannya. .


"habib kamu mau kemana...?? " tanya zahra menahan lengan dafa..


"mau memberi mereka peringatan jangan merampok seperti ini lagi...!! " jawab Dafa tenang.


"jangan... kita pergi....!! " ajak Zahra serius..

__ADS_1


"sayang. kamu nggak lihat mereka mengepung kita... bagaimana kita mau kabur hmm...?? " tanya Dafa lembut dan dengan sikap tenangnya.


"kita tabrak aja...!! " giliran Zahra yang berkata serius saat ini..


"loh...?? kok kamu nyuruh aku nabrak mereka..? apa kamu lupa omonganmu beberapa menit yang lalu sayang....!! " Dafa mengusap pipi Zahra yang memakai cadar..


"mereka bawa senjata tajam habib... aku nggak mau kamu terluka...!!? " jelas zahra dengan memelasnya..


Dafa menghela nafas panjang....


.


.


"sialan ini orang mau main-main dengan kita, ayo kita pecahkan saja kacanya....!! "


"kau bodoh... lalu bagaimana ganti rugi nya nanti.. makin berkurang harga jual mobil ini nanti...!! "


"ini mobil JB group keluaran terbaru orang ini sangat kaya hingga punya mobil semahal ini...!! "


"kita bisa pesta nanti....!! "


"kita ancam saja biar orang ini keluar...!! '


para preman sibuk dengan siasatnya dan Dara (Dafa dan Zahra) sibuk dengan perdebatan nya...


Zahra tak sengaja melihat kesamping dan membelalak sempurna melihat kapak besar seperti akan mengenai kepalanya...


"aaaakkkh.....!! " teriak zahra seketika.


Dafa dengan cepat membuka kaca mobil dan menembak tangan pria yang hendak memecahkan kaca mobil nya dengan kapak besar...


"Aaaakkkkhhhh sakit... darah.... ..!! "


kapak yang dipegang pria itu terjatuh hampir saja memutuskan jari kakinya jika tidak ditarik cepat oleh rekannya...


"dia bawa senjata api... serang mereka bagaimanapun caranya.. cepat... !!" teriak boss diantara mereka.


"tunggu disini sayang... ku mohon... jangan keluar... !!" pinta dafa serius mengecup cepat kening Zahra yang masih sedikit syok dengan kejadian barusan..


Dafa segera keluar dari mobilnya sambil memainkan senjata api di tangannya senjata itu malah di simpan di saku jaketnya..


para preman seketika waspada, melihat dafa menyimpan senjata apinya mereka juga menjatuhkan benda tajam mereka karna terkejut dengan sosok dafa .


"tuan Dafa.. dia tuan Dafa pemilik perusahaan JB Group...!! "


"mati lah kita. kita malah berusaha menangkap raja hutan...!! "


Dafa hanya tersenyum miring mengunci otomatis mobilnya supaya Zahra tidak bisa keluar..


"hajar dia cepat...!! " perintah boss mereka..


"ayo cepat....!! " tantang dafa dengan santainya menaikkan alisnya sebelah.


merasa terhina, mereka berkumpul bersamaan hendak mengeroyok Dafa..


Dafa dengan mudah menendang lutut, perut, dada, dan berbalik cepat menendang pipi semua preman yang mengelilinginya..


hanya beberapa detik saja semua preman itu jatuh terkapar tak bertenaga lagi..


"aku hanya memukul titik kelemahan kalian saja dan setelah itu beberapa jam kemudian tubuh kalian akan normal..!! " jelas dafa dengan santainya.


"apa yang kalian lakukan... cepat bangun....!! " teriak boss preman itu..


Dafa berjalan tenang ke arah boss preman itu yang memasang kuda-kuda siap menyerang Dafa..

__ADS_1


Dafa memasukkan tangannya ke kantong celananya dan kaki panjangnya hanya mendorong dada pria itu hingga terjerembab kebelakang.


gerakan dafa yang tenang dan tak tertebak membuat boss preman itu mengumpat kesal karna kecolongan..


"hanya segitu tenagamu, aku hanya mendorong saja kau sudah jatuh.. bagaimana jika aku meninjumu!?? " ledek Dafa menunjukkan kepalan tinju nya melirik sekilas boss preman itu yang tak berkutik..


Dadanya terasa sesak entah bagaimana dafa bisa menekan titik kelemahannya.


Dafa bisa memukul sedikit tapi lawannya langsung jatuh tak bisa bergerak..


"sakit... ??" tanya Dafa dengan nada mengejek.


"dasar pecundang...! bahkan pengemis pun lebih baik dari kalian... hanya karna kalian punya sedikit kekuatan sudah berani berbuat jahat..!! apa perlu aku lapor polisi ??"


"jangan tuan... jangan... saya mohon jangan...!! " sembah sujud boss preman yang galak tadi dengan sebisanya.


"ooh... sepertinya kalian buronan !!" tebak dafa mengusap-ngusap dagu nya.


tak lama polisi pun datang ke tempat mereka kini dan dengan cepat menangkap preman-preman yang selalu meresahkan warga itu...


"owwh.. bukan aku pelakunya....!! " dafa angkat tangan seolah dirinya membela diri bukan dafa yang menelfon polisi..


"sepertinya istriku." gumam dafa lagi..


"pak....!!! " hormat polisi yang berpangkat pada Dafa..


dafa mengibaskan tangannya, "jebloskan saja mereka dalam penjara.!! "


"baik pak... terimakasih atas bantuannya sudah mendapatkan buronan kami selama ini....!! "


Dafa mengangguk sekali dan hanya memandang datar banyaknya preman-preman yang diamankan polisi..


.


.


.


Zahra akhirnya lega polisi yang dia hubungi datang tepat waktu.


"udah habib.. ayo masuk...!! " gumam zahra berharap dafa mendengarnya.


Dafa pun berbalik dan masuk kembali ke mobilnya.


Zahra langsung memeriksa Dafa dengan khawatirnya.


"habib baik-baik aja kan... . ??" tanya Zahra khawatir


"iya humairahku." Jawab dafa mengusap pipi zahra


"kamu benar-benar gila habib, jantungku hampir lepas tadi....!! " bentak zahra dengan kesal.


dafa tergelak...


"akan aku ganti dengan jantungku sayang...!! "


"masih sempat bercanda hah...?? cepat pulang...!! " ketus Zahra..


sebenarnya zahra khawatir pada suaminya namun amarahnya lebih mendominasi saat ini.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2