
Sesuai rencana Dafa dan kawanannya mulai dengan rencananya..
mereka mengepung markas Fransisko tanpa ada yang terlewat sedikitpun.
sedangkan didalam markas semua bawahan fransisko sudah tepar dalam keadaan tertidur pulas.. gejala obat itu berbeda-beda jika terhirup oleh mangsanya, kalau sistem kekebalan tubuhnya kuat maka mereka hanya akan mengantuk lalu tertidur selama 12 jam lamanya.
berbeda dengan fransisko yang merasakan sakit dikepalanya..
"sialan... kenapa kepalaku sakit sekali...?? " maki isko dengan emosinya..
Berkali-kali isko memanggil bawahannya tapi tak ada yang menyahut walau satu orang pun..
"kemana mereka semua...?? akan aku cincang satu persatu..." desis Isko sempoyongan berjalan keluar pintu ruangannya..
"penglihatanku....!!! " pekik isko menggeleng-geleng kepalanya juga mengucek-ngucek matanya..
karna penglihatannya buram isko jadi tersandung kaki bawahannya yang tidur masal di lantai..
"Anj*ng....kau... brengs*k ... apa yang kau lakukan dijalan gobl*k....!!" maki Isko menendang-nendang kaki bawahannya..
tapi berapa kali fransisko berteriak dan memaki bawahannya tak ada yang menjawab.
"tama.....??? tamaaaa.....??? " teriak isko memanggil orang kepercayaannya..
"sialan... ada yang nggak beres ini... pasti ada penyusup di markas ku..!!"
"siapa itu...?? " teriak isko waspada...
penglihatannya buram saat ini jadi tak bisa melihat siapa yang sedang berdiri di depan pintu..
"siapa kau.....?? " tanya isko masih waspada..
Polan tersenyum miring, dia sudah mengira kalau fransisko memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah jadi efeknya tidak mengantuk melainkan rasa sakit atau pengaruh penglihatan dalam jangka waktu panjang jika tak diberi penawar.
"sialan kau... aku tanya kau siapa....?? " bentak isko menggema.
sekuat apapun suara fransisko tak membangunkan anak buahnya...
polan mengeluarkan pistolnya dengan sebuah suntikan bius polan tak bersuara sedikitpun hanya menembakkan suntik biusnya dan menancap di paha fransisko..
fransisko tak menjerit ataupun berteriak dia hanya meringis kesakitan dan lama kelamaan pandangannya yang buram mulai berkunang-kunang.
"aku akan habisi kau sialan...!! " maki isko lalu jatuh tak sadarkan diri..
padahal dafa ada dibelakang polan dengan wajah dingin dan aura menakutkannya, dia menatap fransisko yang terjatuh dalam keadaan memprihatinkan..
tapi dafa tak kasihan sedikitpun pada pria itu..
"bawa dia ke markasku....!! "
__ADS_1
"baik boss." jawab bawahannya serentak.
"bagus polan.. ayo kita pergi....!! " ajak Bayu..
"Viko bantu aku membawa pria itu. " perintah bara..
Viko tak menjawab tapi dengan sigap membantu temannya yang masuk dalam markas hanya Bayu, bara, Viko dan Dafa, lebihnya anak buah dafa diluar mengepung musuhnya dari luar..
.
.
.
Kini Dafa duduk di kursi santainya didepan Fransisko..
"kapan dia akan terbangun...?? " tanya dafa
"sekitar 30 menit lagi boss.." jawab polan cepat..
"bagus... kau menepati janjimu maka aku akan menepati janjiku... aku sudah membawa keluargamu di Negara paris.. disana tempat yang sangat aman untuk kalian hidup bebas... Rumah yang ditempati mereka atas namamu... hiduplah dengan baik disana...!! "
Polan bersimpuh seketika dengan mata berkaca-kaca harus dia tak menyangka akan bisa hidup bebas dari dunia gelap..
"Bara....?? " panggil Dafa.
"iya boss". sahut bara mengerti memberi kode pada Viko.
Polan menghapus air matanya dengan tangan gemetar mengambil satu amplop panjang, polan membuka isinya, alangkah terkejutnya polan semua passportnya dan segalanya lengkap dibuat oleh dafa..
"terimakasih Boss.. terimakasih banyak....!! " ucap polan dengan isak tangis harunya.
"pergilah.. tugasmu sudah selesai.. sisanya biar kami yang urus...!! " perintah dafa dengan senyum tipisnya..
"terimakasih atas semuanya Boss. " ucap polan lagi memberanikan diri menjabat tangan Dafa..
Dafa mengerti langsung menyambut jabatan tangan polan.
"pergilah.. sebentar lagi dia akan sadar... !!" perintah dafa lagi.
"mari pak polan.. saya antar kebandara...!! " seru bawahan bara yang diberi tugas untuk mengantar polan..
.
.
.
"siram dia....!! " perintah dingin Dafa..
__ADS_1
tanpa memberi perintah kedua kalinya bawahan dafa menyemprot air ke wajah Fransisko hingga si empunya terbangun..
"dimana ini...?? " gumam fransisko melirik situasi dan kaget melihat tangan dan kakinya dirantai tapi dalam keadaan duduk...
"kau sudah bangun...?? " tanya Dafa dengan suara khasnya..
deg....!!!
jantung fransisko berdebar kencang bukan karna suka dengan situasi ini.
"sialan aku tertangkap...!! " batin Fransisko menatap tajam Dafa yang sudah terlihat jelas saat lampu yang tak terlalu terang itu hidup...
"aku sudah pernah bilang kan...,? kalau aku bukan lawanmu yang sesungguhnya.. kau tau kalau kita beradu kekuatan kau akan kalah itu sebabnya kau main trik murahan dengan main kucing-kucingan denganku... kau fikir aku bodoh...?? berulang kali aku mengatakan kalau aku bukan pelakunya.. tapi kau bersikeras mengatakan kalau aku lah penyebab adikmu meninggal.... !" decak kesal dafa..
"kau memang pembunuh adikku sialan...!!! " teriak fransisko meronta-ronta..
"kau suka sekali membenarkan emosi mu itu.. adikmu itu benar.. kau hanya pria bodoh yang keras kepala tak punya pendirian.. selalu menganggap benar emosimu tanpa mencari tau kebenarannya...!! ck.. ck.. ck.. kini aku mengerti kenapa adikmu lebih suka dekat denganku ketimbang abang kandungnya sendiri. "
"jangan berlagak kau mengenalku brengs*k, dasar kau pembunuh memang pembunuh jadi tak usah berkilat lidah.. !!" maki tajam fransisko dengan mata merahnya penuh kebencian.
"maka aku akan pertemukan kau dengan adikmu itu.. minta penjelasan padanya apa yang terjadi diantara kami...!! " seringai dafa mengeluarkan pistol andalannya.
"jangan bermimpi kau... aku tidak akan mati sebelum melihat kau hancur sehancur-hancurnya...!! "
Dafa tak peduli hanya tersenyum misterius..
"bahkan sampai kau mau mati pun tak mau mendengar penjelasanku.. kau tau aku bukan lah penyebabnya tapi kau hanya melampiaskan rasa bersalahmu dengan menyalahkanku atas kegagalanmu menjaga adikmu itu...!! "
"jangan sok tau kau sialan...!! " teriak fransisko meronta-ronta hendak memukul habis dafa, tapi seluruh tubuhnya tak bisa melepaskan diri dari rantai besi itu.
"bunuh saja boss. !!" geram Bayu dengan tatapan nyalangnya bak menerkam mangsanya..
"oh... kau siapa bocah bodoh...?? " tanya fransisko dengan senyum mengejeknya..
"aku adalah suami dari maryam.. kau sudah membuat istriku menderita sekian tahun lamanya... apa salahnya goblok...?? hanya karna kau dibutakan dengan dendam dan rasa bersalah yang gengsi kau akui itu... kau menyakiti Maryam yang tak tau apa-apa masalahmu mengenai Kakaknya...!! " teriak Bayu sambil memukul-mukul wajah fransisko melampiaskan rasa sakit maryam selama ini..
sementara yang lain hanya menonton tanpa berniat ikut campur, Dafa tersenyum tipis dia bisa merasakan bagaimana rasa cintanya Bayu pada adiknya itu..
fransisko mengeluarkan seteguk darah sebenarnya wajahnya sangat sakit karna dipukul penuh dendam oleh bayu tapi image nya lebih penting saat ini..
"lalu apa salah adikku hingga boss sialan kau itu membunuh adikku....??" bentak isko dengan tatapan tajamnya merasa tak bersalah dengan semua yang telah dia lakukan..
"Buuuk..!!!" giliran Bara yang memukul perut isko..
Viko tak tinggal diam juga menendang tulang kering fransisko, sungguh tubuh Fransisko sangat sakit walau tak menjerit tapi dari raut wajahnya sudah memucat karna rasa sakit tubuhnya itu digebukin 3 pria mapan sekaligus.
.
.
__ADS_1
.