
Dafa masuk ke Kamarnya dengan segala kekuatannya menahan kekesalannya pada Keluarga tercintanya..
"Poligami....?? hahahahahaha...!! mereka bahkan tidak mempercayaiku...?? kenapa jadi rumit...? apa aku harus bilang kalau aku memang akan menikahi Zahra yang mereka cintai...?? aku harus apa.? "
Dafa frustasi sendiri dengan masalah keluarganya, seberat apapun kerjaannya tidak pernah frustasi seperti ini.
.
.
.
Ke esokan paginya mereka semua berangkat ke Kota Bandung dengan satu Mobil saja, Dafa lah yang menyetir nantinya.
mereka semua bisa nyetir tapi Maryam tidak lagi bisa bawa mobil karna Kakinya.
"Kakak....!!! gendong.!! " rengek Maryam.
Dafa menghela nafas, dia menatap penampilan Maryam yang memakai cadar, Dafa mengusap kepala Maryam dengan lembut..
"kamu pakai cadar Maryam...?? kenapa bisa begitu indah dimata Kakak "
Maryam tersenyum manis di balik cadarnya, ia sangat mengidolakan Zahra nya Maharza yang menolongnya hari itu.
"karna......?? ah tidak jadi.. cepat Kak...!! " alih Maryam hampir menyebutkan nama Zahra..
Maryam tidak mau kakaknya marah karna menyebut Zahra maharza sebagai pilihan keluarganya
sementara Dafa punya kekasih impiannya sendiri.
"maafkan kami nak, Mama akan menerima pilihanmu...!! " ucap Siti merasa bersalah sudah membuat hati anaknya terluka tadi malam.
"tidak apa Ma.. Pa.. Dafa tidak lagi marah. "
DEG...!!
mereka semua tersentak, berarti tadi malam Dafa memang marah kan.
terdiam
Dafa menggendong Maryam, sementara Kahfi segera melipat kursi roda Maryam dan membawanya ke belakang Mobil.
Maryam hanya melingkarkan tangannya di leher Dafa...
hanya ada keheningan di dalam Mobil, HP Maryam bergetar ada peringatan notifikasi Maryam melihat HP nya dan membelalak tak percaya..
"hhaaah....?? " pekik Maryam.
"Eeehh...!! " maryam segera menutup mulutnya rapat saat semua orang beralih menatapnya..
Dafa dengan wajah datar dan orangtuanya menatap penasaran.
Maryam segera membuka HPnya dan membuka akun Instagramnya..
"Kak Zahra mengikuti ku....?? Hahahaha... senengnya ya Allah....!! " batin Maryam menjerit senang.
Maryam mengFollow Zahra setelah pertemuan mereka, Maryam bersusah payah mencari akun Instagram Zahra.
Dafa mengusap kepala Maryam yang tersenyum bahagia, jujur Dafa melihat sedikit layar HP Maryam dimana ada foto Zahra di Love oleh Maryam..
"Kamu akan senang dengan hadiah Kakak Maryam, teruslah tersenyum seperti ini.. kakak yakin kamu akan mau berobat dan bisa berjalan lagi." batin Dafa tersenyum tipis..
Siti dan Kahfi hanya menatap Dafa dan Maryam secara bergantian..
hening situasi..
tibalah mereka di Rumah baru yang dibeli Dafa di kota Bandung ini...
Dafa membeli rumah di depan Rumah Kyara, rumah Mewah didepan Rumah Kyara tidak ada yang menempati sejak 3 hari yang lalu,, bukan tidak ada yang mau tapi karna bayaran Rumah Itu sangatlah mahal..
Rumah Itu 3 kali lipat mewahnya dari Rumah Kyara saat ini, Dafa sengaja membeli Rumah Itu yang dekat dengan Rumah Kyara sebab Zahra bersahabat baik dengan Kyara, pasti Zahra bahagia dengan rumah pilihan nya.
Rumah itu di jaga oleh mata-mata Dafa untuk mengawasi Zahra...
__ADS_1
"tuan....!! " tunduk hormat pengawal yang diutus Dafa mengawasi Zahra..
"kerja bagus Bayu.... aku akan menambah gajimu. " Ucap Dafa tersenyum tipis..
"terimakasih tuan....!! " ucap Bayu lagi.
sementara Keluarga Dafa sudah ada di dalam Rumah Barunya...
"ayo masuk...!! " ajak Dafa.
Bayu mengangguk patuh.
Rumah Ini hanya 3 tingkat tapi Kamarnya banyak juga
perabotnya juga sudah penuh sudah di bereskan oleh Bayu, Dafa hanya memberikan blackcard nya pada Bayu dan mempercayai Bayu seperti mempercayai bara, Bayu adalah adik kesayangan Bara...
sementara Bara di Jakarta mengurusi perusahaannya, karna Boss nya menganggur.
"kapan Kami bisa bertemu Keluarga calon istrimu nak..?? " tanya Siti pelan..
"di hari Ijab kabul saja Ma...!! " jawab Dafa santai.
"kapan Itu? " tanya Kahfi penasaran.
"3 hari lagi....!! " Jawab Dafa meninggalkan mereka semua dan berjalan ke kamarnya..
Maryam hanya diam menatap semuanya, dia tidak bertanya karna takut kakaknya terluka lagi merasa di pojokkan..
"apa Dafa masih marah pada kita Pa...?? " tanya Siti ke suaminya merasa bersalah..
"Papa nggak tau Ma...!! ayo Kita masuk saja... biarkan Dafa berdiam diri."
.
.
Maryam pun beranjak ke kamarnya yang ada di bawah tidak dilantai atas.
"Nona....?? " sapa Bayu ragu-ragu..
"tidak jadi Nona... apa perlu bantuan saya masuk ke kamar Nona..?? " tanya Bayu hati-hati.
"Hm... kalau itu nggak usah Kak... gimana kalau makanan khas kota ini Kakak tau kan.? " tanya Maryam antusias..
"tau Nona... tapi makanan enak disini sangat banyak...!! " Jawab Bayu menggaruk kepalanya yang tak gatal..
"Ohh... gitu ya.. ya udah belikan aja Kak... palingan kalau nggak habis nanti kakak yang akan bantuin aku makan ya kan Kak...?? "
"i.. iya Nona." Jawab Bayu menunduk sopan..
awalnya Bayu kaget saat bertemu Maryam yang memakai nusana tertutup seperti istri Dafa, tapi tak berani bertanya, dan dia tidak berhak bertanya juga jadi diam saja pura-pura sudah tau.
Maryam pun membalik kursi rodanya dan mengayuh kursi rodanya dengan senyum manisnya, hatinya sedang senang saat ini karna idolanya Zahra menfollow back dirinya...
Bayu pun mengambil kunci Mobilnya segera menjalankan perintah Maryam.
.
.
Dafa menghubungi zahra, mengucap salam dan Zahra menjawabnya dengan nada malas ..l
"Sayang....?? " sapa lembut Dafa..
Zahra diam.
"Yaa Humairah... ada apa denganmu sayang ??Kenapa diam..? bahkan jawab salammu juga tidak enak didengar..? apa aku salah..?? "
"......?"
"sayang....?? " Dafa mengecek HP nya tapi panggilannya masih aktif..
"kenapa nggak ngabarin aku kemarin...?? " tanya Kesal Zahra..
__ADS_1
"Aah... Astagfirullah... maaf Humairahku.. aku lupa sayang... kemarin ada masalah di Kantor.. !!"
"malam nya kan bisa ngabarin aku..!! " geram Zahra lagi.
"tadi Mlmalam ada masalah dengan keluargaku, apa kamu menunggu Ku menelfon Humairahku..? lalu kenapa kamu tidak menghubungiku duluan.? "
Zahra terdiam, iya juga ! kenapa Zahra tidak menelfon Dafa duluan..l
"apa Keluargamu tidak setuju.?? " tanya Zahra mengalihkan pembicaraan.
"setuju sayang... hanya saja mereka sempat kaget
karna semua serba dadakan. "
"lalu bagaimana jika mereka tau kalau ternyata kamu sudah menikahiku...?? kamu nggak akan ngasih tau orangtuaku kan..?? " tanya Zahra mulai cemas.
"aku tidak memberi tau mereka humairahku... apa perlu aku beritau...?? "
"Jangannnn......!! " pekik Zahra cepat.
Dafa tergelak...
"aku kangen kamu humairahku ...!! bahkan kita nggak pernah berpelukan. "
jantung Zahra berdebar kencang.
"tapi bagaimana cara kita bertemu...?? " cicit Zahra
"Aku sudah di Bandung humairahku...!! "
"apaa.....??? " spontan saja Zahra berdiri dari duduknya, Dafa terkekeh.
Zahra segera menutup mulutnya sendiri beruntung hanya dia sendiri di kamar Kyara, Kyara sibuk dengan mencari gaun pengantin bersama Umi nya, supirnya Shezan...l
"cepat sekali". seru Zahra tak percaya.
"jadi kamu mau menemuiku sayang...?? " gemas Dafa.
"dimana....?? " tanya Zahra
"apa perlu di Hotel...?? "
"enggak... aku nggak mau ketemu di hotel ". tolak Zahra..
"lalu dimana...?? " tanya Dafa lagi
"terserah kamu aja, asalkan jangan di Hotel.! ". cicit Zahra lagi.
"aku ada di balkon keluar lah dari kamarmu sayang ". pinta Dafa.
"hah...?? balkon mana....?? " tanya Zahra bingung.
"keluarlah dari kamarmu sekarang.. lihatlah aku dari balkon Kamarmu ".
Zahra menoleh ke arah balkon, Zahra memperbaiki busana nya dan keluar ke arah balkon kamarnya ..
Zahra mengedarkan pandangannya dan terhenti pada sosok yang melambai begitu keren padanya.
Zahra membelalakkan matanya, Dafa tinggal di depan Rumah Kyara..
"sejak kapan kamu tinggal disana...?? lalu kemarin ngapain kita ketemu di hotel...?? " tanya Zahra terduduk lemas di ayunan balkon Kamar Kyara.
"aku baru beli Rumah ini sayang....!! untukmu jikalau ingin bersama Kyara ke Bandung".
Zahra tersenyum lucu sambil menggeleng pelan kepalanya, entah dia harus bangga atau sedih dengan situasi ini..l
"kenapa dia bisa berpikir seperti itu...?? " batin Zahra.
.
.
perbaikan penulisan.
__ADS_1
.
.