Gadis Pemikat Hati

Gadis Pemikat Hati
Makan Malam Romantis


__ADS_3

"maaf sayang ! aku membuatmu menunggu....!! " ucap Dafa mendekati Zahra..


Zahra mendekati dafa lalu tersenyum pada kedua Security itu seolah memberi tau Dafa adalah suaminya.


Dafa tersenyum lembut dia tau maksud Zahra, tentu dengan senang hati Dafa memainkan perannya.


"kami sudah menikah pak, dia istri saya, saya sudah berbicara langsung dengan surya....!"


kedua Security Itu pucat pasi saat Dafa menyebut nama asli atasan mereka.


"maafkan Kami Tuan... nona.. kami bersalah... maafkan Kami....!! "


Zahra mengerjab diam, apa Dafa mengenal pemilik hotel ini, Hotel ini terbilang terkenal tapi tidak ada yang tau bagaimana rupa pemimpin nya.


"tidak masalah, boleh saya bawa istri saya masuk?? " tanya sopan Dafa.


"silahkan tuan... silahkan !"


selama Ini tidak ada tamu yang tau nama atasan mereka, jadi saat Dafa dengan mudahnya menyebut nama atasannya tanpa embel-embel tuan membuat mereka berkeringat dingin.


selama ini tuan mereka dikenal tuan Mont, jadi tidak ada yang tau siapa nama asli tuannya, Dafa tau berarti dekat dengan atasannya itu.


"ayo sayang. ! aku sudah persiapkan makan malam yang romantis untukmu....!! " ajak Dafa menarik tangan Zahra yang masih melamun.


sekali lagi Dafa jatuh cinta pada sosok Zahra yang sangat cantik matanya terkena sorot lampu Hotel ini..


Zahra memilih mengikuti Dafa, beruntung Dafa menikahi nya jadi tidak akan jadi rumor buruk padanya..


"Ya Allah.. apa dia memang jodoh hamba...?? menikah dadakan...? jadi ini alasannya menikahiku demi kebaikan ku dan menghindari dosa... Hmmm tidak buruk juga pacaran setelah menikah... !!'' batin Zahra tersenyum melihat genggaman tangan mereka.


Dafa bahkan mengabaikan tundukan hormat para pekerja Hotel Ini dan menatap tanda tanya pada sosok Gadis bercadar yang di genggam mesra oleh Dafa.


"Kenapa.....?? " tanya pekerja Hotel Mont...


"apa aku ketinggalan berita Ya...?? Kenapa aku tidak tau kalau Tuan Dafa sudah menikah?? "


"Bagaimana kamu bisa berpikir begitu? "


"Tuan Dafa tidak pernah menyentuh lawan Jenis karna kuat agama walaupun tuan Shezan lebih kuat Agama tapi tuan Dafa juga tau Agama dan menjaga sentuhan, tuan Dafa menyentuh tangan wanita bercadar itu berarti ! "


"tuan Dafa sudah menikahi Nona bercadar itu...?? "


"iya ! "


"sudahlah jangan bergosip.. tuan Mont bisa marah besar....!! "


"iya ayo kembali bekerja ! "


para oekerja mulai membubarkan diri dan fokus bekerja, walaupun benak mereka masih penasaran sosok gadis bercadar itu.


Dafa benar-benar memperlakukan Zahra dengan baik sampai Zahra terheran-heran.


"ini kamar kita.. ayo masuk....!! " Dafa membukakan pintu kamar penginapannya.


Zahra masuk ke kamar itu, dia tau Dafa pria baik-baik dari cara Dafa melepaskannya saat Zahra minta pulang padahal mereka sudah menikah.


Zahra terperangah takjub dengan suasana balkon Kamar itu terbilang megah dan penuh makan malam yang enak.


"Waah.... !!" binar takjub Zahra.


dia beralih ke Dafa yang mendekat dan melepaskan cadar yang menutupi wajah cantik pujaan hatinya.


Zahra tidak mengelak hanya tersenyum senang dengan Kejutan Dafa.


"kamu cantik sekali ya Humairahku....!! " puji Dafa mengusap pipi Zahra dengan lembut.

__ADS_1


Zahra tersenyum begitu manisnya, hingga Dafa berdebar tak karuan, ternyata pengorbanannya melepaskan Zahra hari itu berbuah manis Zahra sedikit menerimanya.


"boleh aku kesana.. !!" tunjuk Zahra ke arah balkon...


Dafa mengangguk, Zahra mengeluarkan ponselnya dan meletakkan asal tasnya. dafa menggeleng kepalanya dan memperbaiki letak tas Zahra, lalu mengikuti Zahra ke arah balkon...


Zahra memotret pemandangan balkon dan menu makan malam mereka.


"kamu suka hadiahku sayang....?? " tanya Dafa.


"suka... sangat suka." jawab Zahra tersenyum ceria.


"*jadi ini yang namanya pacaran ya...?? rasanya menyenangkan sekali*....!! " Batin Zahra memotret Dafa yang berdiri dengan kerennya...


"kamu sedang memotretku Sayang... ??" tanya Dafa tersenyum begitu tampannya.


dan Zahra kebetulan memotret nya.


"iya.. kamu keberatan....??" tanya Zahra berkacak pinggang.


"tidak.. aku tidak keberatan sayangku...!! kalau begitu beri aku hadiah. !!"


"hadiah....?? tapi aku tidak bawa apa-apa...?? " polos Zahra.


Dafa tersenyum gemas dan mengambil HP nya juga, Dafa memotret wajah bingung, kaget, malu Zahra, Zahra tentu mengeluarkan banyak ekspresi saat Dafa tiba-tiba memotretnya secara terang-terangan.


"biar aku puas memandangmu di HP ku kalau aku sedang merindukanmu....!! " jelas Dafa.


Zahra hanya berdehem menghilangkan rasa gugupnya, sedangkan Dafa malah senangnya memotret Zahra seperti paparazzi...


"bisa kita makan....??? " tanya Zahra berusaha untuk tak terlihat gugup.


"aaah... Iya... makanan nya bisa dingin ya... ayo kita makan ! "


Dafa meletakkan HPnya di meja makan itu dan mendekati Zahra, Zahra malah gelagapan


"Kenapa sayang....?? " tanya Dafa lembut.


"Aah.. nggak.. cuma selera lihat makanannya... !!" elak Zahra segera duduk di kursinya..


Dafa berjalan ke tempat duduknya dan menarik kursinya hingga berada disamping Zahra bukan didepan Zahra.


Zahra hanya tersenyum kaku,


"Hmm... kemana Pria yang bernama Bara Itu...?? "


"kenapa kamu bertanya dia...?? kamu kangen sama dia...? " tanya Dafa kesal dengan nada cemburu.


"bukan begitu.... gimana ya...?? biasa nya kan dia sama kamu... aku ingin menghukumnya Kenapa dia menyimpan nomor mu di Hp ku dengan nama kontak yang menggelikan...!! "


"apa nama kontakku di HP mu sayang..?? " tanya Dafa penasaran menatap lekat Zahra..


"Itu...?? eeeh.. sudahlah... aku lapar....!! " ketus Zahra hampir menyebutkan nama kontak dafa sebelumnya.


Dafa tidak lagi bertanya.


"Eeiitsss.....!!! "


"apa lagi....?? aku lapar.....!! " rengek Zahra.


Dafa tersenyum manis dan mengusap pipi Zahra.


"berdoa dulu ya....!! " tutur lembut Dafa.


"Astagfirullahal Adzim.. aku lupa...!! " gumam Zahra kelupaan.

__ADS_1


Zahra pun membaca doa lalu mulai makan dengan senyuman menghiasi wajah cantiknya.


Dafa juga berdoa setelah itu makan sambil memperhatikan Zahra yang makan tanpa bersuara lagi, hanya ada suara dentingan sendok dan kunyahan menggemaskan Zahra..


.


.


.


kini Zahra memperhatikan pemandangan balkon dengan binar kesenangannya.


"kenapa...? kamu nggak pernah lihat pemandangan seperti ini sebelumnya sayang....?? " tanya Dafa berdiri disamping Zahra dan menatap sisi wajah Zahra...


"Aku nggak pernah tau kalau Kota Bandung juga sangat indah seperti ini...!! " tutur Zahra dengan seriusnya.


"ayo kita sholat Isya sayang....!! " ajak Dafa lembut mengusap kepala Zahra..


Zahra menoleh ke Dafa dan tersenyum lebar sambil mengangguk patuh.


Dafa menggenggam jemari Zahra membawanya masuk ke kamar nya.


"kamu atau aku yang duluan Wudhu nya sayang...?? " tanya Dafa.


"aku aja." jawab Zahra cepat.


.


.


.


mereka sholat Isya berjamaah, Dafa benar-benar mempersiapkan segalanya hingga Zahra terkagum-kagum...


"kamu mau kita mengaji bersama sayang...?? " tawar Dafa.


"ngaji bersama...?? " tanya Zahra tak percaya.


"iya... kita mengaji saling mengoreksi diri Ok.!! "


Zahra hanya mengikuti kemauan Dafa dan mengaji bersama-sama, hingga tak terasa mereka sudah membaca berbaris-baris bacaan Al-Qur'an..


Zahra tentu suka mendengarkan suara Dafa yang sedang mengaji begitu juga Dafa yang suka mendengar suara halus nan merdu Zahra.


"kenapa bacaanmu sedikit bersalahan ya humairahku...?? " gemas Dafa mencubit pipi Zahra setelah selesai mengaji.


Zahra mengerucutkan bibirnya, "Itu karna aku gugup! "


Dafa terkekeh gemas, "Kenapa harus gugup Sayang....?? "


"udah Ah... aku mau pulang Ke mes.. nanti Kyara panik lagi kalau aku nggak pulang-pulang!! "


"ya sudah aku antar ya..!??" tawar Dafa, dan Zahra mengangguk saja.


Zahra diam saja saat Dafa memasangkan cadarnya layaknya anak kecil yang dipasangkan Jilbab oleh Ibu nya.


.


.


.


.


perbaikan penulisan..

__ADS_1


.


.


__ADS_2