
Shezan dan Kyara baru pulang dari luar melihat aira menangis membuat mereka berdua khawatir..
"ada apa Abi...?? umi kenapa...?? " tanya shezan khawatir
"umi... umi kenapa...?? kok nangis...?? " tanya kyara juga ikut berkaca-kaca.
"umi kalian nggak sengaja memberi tau Viko kalau Ara sedang hamil... jadi bara tau .. kalian taulah gimana sensitifnya Ara.. dia menangis bilang nggak tau lagi mau kasih kado apa ke dafa...?? abi juga bingung.. !!" jelas riqi mengusap kepalanya sendiri.
Kyara pun jadi tau alasannya shezan menarik nafas dalam-dalam.
"Kan umi nggak sengaja..? kenapa Ara nangis..?? banyak kado diluar sana untuk Dafa kan...?? " shezan berkata dengan seriusnya..
"Kok kamu ngomongnya gitu sih....?? " tanya kyara tak suka.
shezan menoleh ke Kyara..
"Umi.abi. Kiya masuk kamar ya...? assalamualaikum.....!! "
"wa alaikum salam."
Kyara pergi dari tempat itu dengan tergesa-gesa sementara teriakan Shezan diabaikan oleh kyara..
"kenapa kiya marah abi...? " tanya shezan bingung .
"mendingan kamu kejar....!! " perintah riqi yang enggan memberi tau Shezan karna ada Aira nanti istrinya itu tambah histeris..
Shezan mengangguk mengusap tangan Aira lalu pergi tergesa-gesa mengejar kyara..
.
"Kiya sayang..?? ada apa lagi...?? " tanya shezan lembut yang tak mengerti letak kesalahannya..
"pake nanya lagi..?? katanya banyak kado diluar sana untuk tuan Dafa.. cari sana kalau bisa...?? " kesal Kyara dengan ketusnya..
"emang banyak kan...?? tinggal di cari apa yang sangat di sukai Dafa.. kok kamu belain Dafa sih sayang..?? " tanya balik shezan
"aku nggak belain Dafa aku mengerti posisi Zahra..!! " cetus Kyara.
"Dafa itu kaya raya.. dia aja bisa bikin Mansion 7 tingkat karna nggak menemukan Zahra selama 7 tahun...!! kamu ngerti nggak maksudnya...?? " geram kyara.
"dia gila." umpat shezan tak percaya..
"Iya.. dia gila... menurutmu dia nggak bisa mendapatkan apa yang dia mau...? ini Kado ulang tahun Dafa biar spesial Ara harus ngasih kejutan yang sangat spesial dong.. hadiah yang nggak bisa dibeli dengan uang.. hadiah yang orang lain nggak bisa ngasih itu ke Dafa... kalau diluar sana udah banyak.. Dafa tinggal tunjuk mau yang mana...?? kamu nggak ngerti banget sih pikiran Zahra...!! "
"Dafa itu hanya punya satu ke inginan.. kamu tau apa...?? "
"a.. apa...?? " tanya shezan mulai merasa bersalah sudah membuat istrinya berkaca-kaca..
"dia mau anak dari Zahra.. !! menurutmu apa yang terjadi dengan dafa saat hadiah ulang tahunnya diberi kado itu...?? seperti kamu yang bahagia tau saat aku hamil..? bagaimana perasaanmu hah...?? " kesal Kyara meneteskan air matanya..
"sayang.. maafkan aku.. maafkan aku yang nggak ngerti perasaan wanita...!! maaf sayang...!! " ucap shezan dengan tulusnya..
"baiklah.. lain kali kalau kamu ulang tahun aku kasih jam tangan, HP, sepatu, baju formal, atau parfum...!? " sindir Kyara dengan ketusnya..
"sayang.. aku bisa beli itu semua...!!" ujar shezan pelan.
__ADS_1
Shezan tau Kyara sedang menyindirnya..
"kamu kan suka hadiah yang mengeluarkan uang Aku ngerti kok...!! " Ketus Kyara berjalan ke arah ranjang.
shezan makin merasa tidak karuanbenar juga apa yang kyara katakan dafa pasti tidak akan perlu hadiah yang mengeluarkan uang dirinya saja yang memiliki setengah dari kekayaan Dafa tidak mau dibelikan seperti itu apalagi Dafa yang seorang milyader .
"sayang.. aku minta maaf ya...!! " bujuk shezan juga mengekori istrinya.
Kyara mengusap air matanya bumil yang satu ini juga sensitif masalah perasaan.
.
.
sementara yang diperdebatkan mereka sedang terlelap di pangkuan Kiki..
Kiki mengusap kepala Zahra dengan senyum manisnya.
"Nyonya cantik sekali... bagaimana bisa perempuan secantik ini dikatakan jelek...? ya Allah.. beri hamba kecantikan setengah dari ciptaanmu yang ada dalam pangkuan hamba ini..!! " batin Kiki tersenyum tulusnya..
Padahal kiki baru bertemu Zahra tapi kenapa Zahra langsung percaya padanya malah minta di nina bobokkan, apa anaknya suka pada kiki..??
.
.
ke esokan paginya..
Kiki selesai sholat subuh keluar dari kamar Zahra sementara Zahra juga keluar beberapa saat kemudian membawa boneka Kelinci nya..
"Sayang... ??" sapa Aira berkaca-kaca..
"umi minta maaf nak... Bara bilang akan merahasiakan nya dari Dafa.. kamu tetap bisa melanjutkan hadiahmu.. Bara dan yang lainnya janji nggak akan beritahu Dafa .. kabar kehamilanmu hanya kamu yang akan memberitau nya...!! "
"benarkah...?? Bara janji nggak akan beritau dafa...?? " tanya Zahra berbinar senang
"iya sayang.. maafkan umi ya...?? " ucap Aira lagi..
Zahra memeluk aira.
"Ara minta maaf umi udah buat umi sedih... Ara nggak tau kenapa ara sangat putus asa tadi malam.. !!"
"Iya sayang.. umi mengerti.. ara maafkan umi kan..?? "
"iya Umi.. Ara akan maafkan.. sekarang ara mau umi buatin ara omelat keju ya..?? " sumringah Zahra.
Aira terkekeh sambil mengusap air matanya..
"iya sayang.. ayo nak.. Umi buatin...!! " ajak aira yang mengerti..
sementara riqi tersenyum senang melihat aira yang sudah kembali tersenyum berulang kali riqi memberitau aira kalau ara sedang hamil jadi wajar sangat sensitif jadi sangat mudah merubah mood nya..
"Kiki...?? kamu ngapain...?? " tanya Aira bingung.
"ini nyonya.. saya mau buat sarapan...!! ' jawab kiki canggung.
__ADS_1
"ooh.. ya sudah letakkan disana aja.. makasih ya... saya mau buat sarapan untuk Ara...!! "
"baik nyonya."
kiki pun menyusun sarapan yang dibuat olehnya sementara Aira sibuk menyiapkan perlengkapan memasaknya..
"umi ara kesana ya...!! " tunjuk Zahra ke meja makan...
"iya sayang...!! " sahut aira mengusap pipi Zahra.
Zahra masih memeluk boneka kelincinya dan berjalan ke arah meja makan.
"makasih ya kiki.. berkatmu aku tidurnya nyenyak sekali...!! " ucap Zahra dengan senangnya..
"iya Nyonya... sama-sama...!! " balas kiki tersenyum bahagia bisa mengenal zahra.
.
.
.
"Kiya.....?? " sapa Zahra dengan cerianya..
"iya Ara... Haiii.... apa kabar keponakan aunty....?? " tanya Kyara heboh mengelus perut datar Zahra..
sementara kiki di buat terkejut, dia tidak tau Kyara tadi malam dia tidak lihat kyara..
"Abang kenapa...?? kamu apain Kiya...?? " tanya Zahra heran..
"nggak apa kok.. biasa... tadi malam nggak dikasih jatah jadi ngambek...!! " bisik Kyara.
Zahra tertawa lepas shezan hanya mengulum senyum saja.
dia tidak akan banyak bicara lah mengenai Zahra bisa bahaya kalau kyara marah istrinya itu sangat memikirkan perasaan orang lain terutama orang tersayangnya.
"Kiki kenalkan ini kakak iparku.. Kyara...!! " ujar Zahra memperkenalkan Kyara..
"Nyonya....!! " sapa Kiki tersenyum lebar.
"loh... siapa Ara...?? " tanya kyara baru melihat kiki.
"dia sekretaris baru Bara....!! " jawab zahra semangat..
"ooo....!! "
"ayo sarapan sayang... ini umi telur kejunya udah siap...!! " selah aira meletakkan omelat keju untuk zahra.
"iii... enak apa Ara...?? " tanya Kyara bergidik tak suka..
Zahra malah mengangguk-angguk semangat.
Kyara malah menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya shezan tentu bahagia Kyara seperti sudah melupakan kejadian tadi malam.
"nggak enak...!! " umpat kyara tak suka.
__ADS_1
.
.