Gadis Pemikat Hati

Gadis Pemikat Hati
postingan baru


__ADS_3

"maaf sayang... Sekarang kamu mau apa hm....?? aku mau marah bagaimana lagi...?? " dengan sabar dafa berkata..


"marah kenapa...?? apa salah aku habib...?? " tanya Zahra tak tau dimana letak Kesalahannya..


"mereka jadi melihat wajah cantikmu.. ada pria lagi yang melihat rupamu.. mereka sudah tau bagaimana cantiknya istriku ini.. apa yang harus aku katakan pada mereka.. ? astagfirullahal adzim.. sayang..... Aku benar-benar cemburu ....!!"


Zahra menggaruk kepalanya yang tak gatal...


"maaf habib... aku menunjukkan wajahku.. tadinya aku hanya ingin memperlihatkan wajahku sama safira aja.. supaya dia tau untuk kedepannya dia tak terkecoh dengan wanita lain yang mengaku istrimu...!! "


Dafa menghela nafas pasrah bisa apa dia kalau istrinya ini tidak sengaja lagian ini sebagian besar salahnya juga..


"maafkan aku juga ya sayang... karna rasa cemburuku aku mengurungmu hingga tak memperbolehkan wanita ataupun pria lain melihat wajahmu .. apa aku terlalu berlebihan...?? aku takut kamu akan meninggalkanku kalau kamu bertemu dengan pria lain...!! "


"Astagfirullahal adzim... habib,, aku enggak serendah itu hingga mudah terpesona dengan pria lain.. hanya kamu habib... sang pemilik kehormatanku satu untuk selamanya... !!" ujar Zahra dengan lembut mengusap lengan kokoh suaminya sampai kebahu gagahnya..


Dafa mengulum senyumnya, Dafa memang yang pertama melakukan itu pada Zahra otomatis Dafa adalah pemilik kehormatan Zahra.


"Justru aku lebih takut posisiku yang bisa saja bergeser dihatimu... !!" lanjut Zahra dengan nada lirih..


Dafa mengerutkan keningnya..


"kenapa sayang....?? "


"hanya beberapa bulan aku nggak kekantormu karna kamu melarangku sudah ada 138 wanita hamil yang mengaku istrimu... aku mohon kamu harus tegas sama mereka.. kalau perlu acungi Pistol pada mereka sebagai ancaman kalau berani mendekat...! "


Dafa tergelak mendengar usulan Zahra...


"habib... aku serius...!! " rengek Zahra memukul dada bidang Suaminya...


"iya sayang... itu ide bagus.. aku nggak nyangka mendengar sebuah ide cemerlang itu dari bibirmu sayang ... dengan begitu nggak akan ada wanita yang berani mendekatiku...!! "


Zahra menyeringai lebar lalu menyandarkan kepalanya di pangkuan Dafa, Dafa tersenyum lembut dan mengusap perut buncit Zahra. Zahra memegang lengan besar dafa yang sedang asik mengelus perutnya..


"kamu harus lawan trauma mu habib... apa yang terjadi dengan Marissa, Maryam dan gadis remaja itu bukan salahmu... itu takdir mereka dari Allah swt.. kamu hanya kebetulan ada di simpang perjalanan takdir mereka habib... jadi jangan menganggap apa yang terjadi dengan mereka karnamu.. itu nggak baik habib sayang....!! "


kata-kata Zahra menyentuh relung hati terdalam dafa benar-benar menenangkan baru pertama kali baginya beban berat di hatinya terangkat rasa bersalahnya pada ketiga gadis itu kian memudar. kata-kata Zahra memang sederhana tapi Dafa malah menangis mendengarnya...


"habib kenapa...?? sakit....?? " tanya Zahra bangkit seketika dan mengusap rahang dafa lalu menghapus air mata dafa..


Dafa menatap setiap inci wajah Zahra yang terlihat sedih melihatnya menangis..


"aku bahagia sekali memilikimu sayang... kamu adalah anugerah terindah yang diberikan Allah untukku. terimakasih telah menjadi belahan jiwaku sayang...!" ucap Dafa dengan tulus juga kembali berkaca-kaca


Zahra terdiam dan akhirnya menghela nafas lega


"iya habib ku sayang... aku juga wanita yang paling beruntung memiliki Pria idaman nomor 1 di indonesia... !"


Dafa tertawa lalu menghapus air matanya tubuhnya bergetar-getar karna perkataan jujur dan terlampau polos Zahra..


"kamu sangat menggemaskan sayang... terkadang kamu terlihat dewasa dan begitu bijak.. dan terkadang menjadi anak kecil sipolos nan cantik....!! " Dafa menangkup gemas Kedua pipi Zahra..


Zahra tersenyum manis saja menanggapinya..


"habib nggak kerja...?? " tanya Zahra melihat meja kerja dafa yang penuh berkas-berkas penting..


"saat ada kamu didekatku mana sanggup aku bekerja sayang....!! " jawab Dafa dengan santainya.


Zahra menganga lebar, "kalau begitu aku pulang aja!! "


"kenapa...?? " tanya dafa juga ikutan bangkit mengekori istrinya..

__ADS_1


"kamu harus rajin bekerja habib demi anak kita... aku mau kamu sekolahkan anak kita di Arab saudi..!" jawab Zahra dengan antengnya..


Dafa terkekeh..


"aku bisa menyekolahkan anak-anak kita di Arab walau nggak kerja satu hari sayang, aku tidur aja uang masuk terus mengalir di kartu bank ku sayang... !!"


Zahra terdiam, dia lupa suaminya itu seorang milyader..


"apa kamu memakai blackcardmu untuk kepentinganmu sayang....?? " tanya dafa merangkul mesra bahu Zahra..


"hm... aku mencuci harta suamiku dengan menyumbangkannya ke anak yatim piatu yang butuh dana dan pertolongan kita...!! " jawab Zahra dengan jujur..


Dafa mengulum senyum manisnya, Zahra selalu melakukan yang terbaik untuknya. semua pengeluaran Zahra berurusan dengan suaminya..


"apa harus atas namaku sayang...?? " tanya dafa gemas...


"iya.. suka-suka aku habib.. harta mu hartaku juga kan.. jadi aku yang suka-suka menghabiskannya..!! " jawab Zahra lagi..


"iya sayang.. kamu nggak menghabiskannya untukmu sendiri melainkan untukku dan kepentingan banyak orang.. bahkan uang masuk penghasilan JB group begitu derasnya kini...!!! itu pasti karnamu sayang....!! " batin Dafa menatap penuh cinta dan kekaguman pada sosok istrinya itu..


Zahra dan dafa pun keluar dari ruangan kerja nya dafa.


"Jessica bawa berkas-berkas pentingku ke mansion, aku akan pulang cepat setelah itu kau boleh pulang...!!!" perintah dafa ke jessica..


"baik boss...!! " jawab jessica langsung menjalankan tugas dafa


Zahra membiarkan suaminya merangkulnya dan tangan lain dafa sesekali mengelus perut Zahra..


"kenapa kamu makin hari makin sexy sayang..?? " tanya Dafa dengan gemas


Zahra mengerucutkan bibirnya dan menekuk kesal alis tebalnya..


"sexy dari lubang pipet...!! mana ada aku sexy nggak usah menggodaku.. bilang aja aku gendut...!! " cerocos Zahra..


"enggak sayang.. aku sungguh-sungguh.. kan aku yang buat kamu kayak gini.. dengan begitu nggak akan ada pria yang berani melirikmu...!! "


"ya iyalah nggak ada yang deketin aku habib... secara aku buncit begini emang karnamu mereka pasti tau aku udah bersuami... jadi jangan berani macam-macam denganku..!! "


"iya sayang...!! " jawab dafa mengusap puncak kepala Zahra..


sementara Cika dibelakang mereka menahan senyum sedari tadi..


Safira bahkan tak berani menatap Zahra dalam hatinya selalu berdoa semoga Zahra tidak memecatnya diluar dugaannya Dafa mengabaikannya dan Zahra hanya mengomeli Seorang dafa satria bibirnya tentu terbuka lebar..


Dia tak menyangka betapa tunduknya pria terhormat seperti dafa pada wanita yang sempat diusirnya tadi..


.


.


Zahra duduk manis di balkon dan Dafa sedang mengerjakan pekerjaannya yang sangat banyak sesekali Dafa melirik Zahra yang tengah memotretnya..


Zahra cengengesan malu, "ketahuan deh...!! "


Dafa tertawa gemas dan kembali melanjutkan pekerjaannya Zahra pun tersenyum menatap Foto candit suaminya yang super tampan bak model pria ternama..


"waaahhh....!! " pekik Zahra tertahan sambil menekuk jari-jari kakinya..


Dafa hanya menggeleng kepalanya dia sudah tau apa yang dihebohkan istrinya itu..


"jangan terlalu dekat dengan layar ponselmu

__ADS_1


sayang...!! " peringatan tegas Dafa..


Zahra menjauhkan hpnya yang sebelumnya cukup dekat dengannya..


"udah habib...?? " tanya Zahra..


Dafa melirik sekilas dan tersenyum sambil mengangguk pelan..


Zahra menyeringai lebar dan kembali melihat layar hpnya..


postingan foto dafa di akunnya langsung membludak hanya beberapa detik Zahra memposting..


"karna aku udah lama nggak posting foto habib jadi banyak yang minat.. hehehe... !!" batin Zahra sibuk dengan hpnya..


.


.


Anggap aja ini Visual Dafa ya...


hehehe...


Cowok Arab tertampan yang diusir dari negara nya hanya karna ketampanannya...



**Next..


ini visual Zahra menurut author..



**


**



Shezan Maharza


😊😊**



kyara



Maryam sebelum bercadar



Tanisha Maharza



Visual hanya menurut author aja..


kalau tidak suka bisa di imajinasikan aja ya..


terimakasih....

__ADS_1


.


.


__ADS_2