Gadis Pemikat Hati

Gadis Pemikat Hati
detik-detik


__ADS_3

.


.


Tak terasa waktu terus berlalu.. kebahagiaan maharza kembali datang saat Tanisha tengah mengandung setelah sekian lama menunggu buah hati..


Rumah sakit Maharza sudah banyak dokter baru yang rela bekerja di rumah sakit ternama dengan milik orang tak mampu tapi yang menyumbang di Rumah sakit itu juga banyak jadi para dokter muda tetap bergaji..


dan yang lebih penting Tanisha bisa libur demi menjaga kesehatan anak pertama nya hanya Rivky sang suami bekerja dengan semangat demi sibuah hati yang sekian lama ditunggu oleh nya dan Tanisha..


.


"sayang... anak kita terus menendang-nendang...!! " gemas Dafa mengusap-ngusap telinganya di perut Zahra..


Zahra tertawa renyah melihat kesenangan dafa itu sesekali senyumnya kian melebar saat dafa menciumi perutnya..


"anak Abi yang sehat ya... sebentar lagi akan melihat dunia dan kita bisa main bersama... abi menunggumu sayang...!! " Ujar dafa dengan lembut menatap perut Istrinya seolah menatap anaknya sendiri..


Zahra hanya menggeleng kepalanya akan pembicaraan suami dan anaknya itu, anaknya bahkan selalu merespon kata-kata Dafa malah makin kuat menendang-nendang telinga Dafa..


Dafa bahkan tertawa lepas dengan kelakuan nakal anaknya itu..


"baru didalam perut umi mu udah berani menendang-nendang abi ya... ini kepala abi sayang... abi juga akan masuk ke situ...!! "


senyum Zahra memudar seketika, dia tau arti kata-kata suaminya itu..


"humairahku sayang...!! " nada manja dafa


Zahra menggeleng kepalanya..


lama kelamaan Zahra hanya pasrah saat Dafa menceramahinya panjang X lebar X tinggi, jurus andalan Dafa hanya perkataan Dokter viska mengenai hubungan itu yang sangat dianjurkan di detik-detik kelahirannya supaya lancar melahirkan normal.


.


.


"udah habib... aku harus keramas lagi nih karnamu...!! " kesal Zahra menepis pelan tangan nakal dafa yang bermain di dad* nya yang sint*l dan pad*t sangat menggiurkan untuk di rem*s oleh dafa si suami mesumnya..


Dafa terkekeh..


"kalau gitu aku bantu mandikan kamu ya sayang...!! "


Zahra melotot horror ke suaminya itu..


"nggak mau.. nanti terjadi hal lain kalau mandi sama kamu habib.. aku mandi sendiri aja...!! "


Dafa tergelak tapi tetap membantu istrinya itu memasuki Kamar mandi..


"apa punggungmu sakit sayang...?? " tanya dafa lembut.


"iya... karna di g*y*ng olehmu habib makin kroak pinggang aku...!! " cetus Zahra dengan kesalnya..


Dafa tertawa terbahak-bahak..


"bahasa apaan itu kroak sayang...?? "

__ADS_1


"nggak tau... pikir aja sendiri...!! " jawab Zahra dengan nada dongkol..


dafa memandikan Zahra dengan telaten sesekali merem*s pay*d*ra Zahra ..


"habib udah dong... sakit tau... seluruh tubuh aku udah remuk nih jangan ditambah lagi.. belum lagi merah-merahnya banyak banget lagi.. cepetan aku mau ke rooftop...!! " rengek Zahra lagi sambil menepis kesal tangan nakal suaminya..


Dafa menyeringai lebar., "itu kesenanganku sayang...!! "


Zahra hanya mendengus saja menanggapi penuturan dafa.


.


.


di rooftop Zahra melakukan VC sambung 4 dengan Kiki, tanisha dan Kyara, mereka sama-sama sudah menikah dan hamil bedanya Tanisha hamil muda dan kyara sudah melahirkan beberapa hari yang lalu, Zahra menunggu waktu saja, Kiki hamil 5 bulan jadi masih menunggu 4 bulan 10 hari lagi atau lebih sekiranya segitu..


maryam mungkin lagi sibuk dengan keluarganya hingga tak menjawab panggilan Zahra...


"mana keponakan aunty...?? " tanya zahra heboh..


Kyara tertawa dan menunjukkan anaknya di samping ranjang nya berupa ayunan modern yang dibuat khusus oleh Shezan untuk anak pertama mereka..


"ini aunty...!! " suara bak anak kecil Kyara..


Kiki gemas sendiri melihatnya sementara tanisha tertawa senang melihatnya..


"padahal mami tanisha bisa aja datang kemari tapi mami Sha-sha sangat malas karna mengandung dedek baru.. bahkan ngangkat sendok aja malas...!! " suara bak anak kecil Kyara lagi..


Tanisha tertawa cekikikan..


"eeh... iya.. nama si ganteng siapa kiya...?? " timpal kiki yang baru sadar nggak tau nama anak kyara..


"namanya adalah........ !" Suara Kyara dengan memanjangkan pembicaraannya layaknya MC..


"Pratama Ashraf Maharza ....!!" jawab kyara riang begitu bangga memperkenalkan anaknya..


"yeeeee......!! " tepuk tangan heboh ketiga wanita cantik itu mendengar nama Bayi tampan yang tengah terlelap itu..


"ya Allah.. Kyara.. kamu ngidam apa sih waktu hamil...?? kok bisa ashraf mirip Abinya...!??! " gemas Zahra


"nggak tau.. aku hanya memikirkan suamiku aja.. hehehe...!! " cengir Kyara..


Kiki tertawa cekikikan..


"aku akan memikirkan diriku aja deh.. biar anakku mirip sama aku...!! "


Zahra tertawa begitu juga tanisha hanya Kyara yang nyengir canggung...


"sayang....?? ini diminum ya...?? " suara aira dengan lembut memberikan susu untuk Tanisha...


"iya Umi.. makasih ya Umi.. Sha-sha malas banget buat jalan....!! " cengir khas Tanisha..


aira tersenyum lebar dan mengangguk pelan, "sedang apa sha...?? "


"sedang VC sama Kiya, Kiki sama Ara umi...!! " jawab Tanisha..

__ADS_1


"ya Allah.. Kyara ada diatap yang sama denganmu sha... penyakit malasmu sangat aneh...!! " gelengan kepala Aira tak percaya..


tawa Zahra pecah seketika, alhasil Aira juga ikutan masuk dalam obrolan manis mereka semua..


.


.


"udah siap sayang...?? " tanya Dafa mengambil ponsel Zahra dan meletakkannya agak jauh dari mereka..


"kenapa jauh sekali...?? " tanya Zahra memberengut..


"radiasi nya nggak baik untuk anak kita sayang, sekarang diminum ya juss nya.. habis itu minum vitamin dari viska...!! "


Zahra hanya bisa patuh dengan perkataan Dafa, dia tau hp itu beradiasi tapi zaman sekarang hp jadi ketergantungan bagi yang memakainya bahkan mengaji pun pada menggunakan hp tanpa harus membawa al-Qur'an kesana-kemari..


.


.


malam harinya Zahra terbangun seketika, Dafa yang sedang bekerja disofa pun kaget..


semenjak usia kehamilan Zahra menginjak 9 bulan Dafa tak lagi bekerja dikantor melainkan dimansion menemani istri tercinta nya yang butuh dirinya di saat-saat mau melahirkan..


"sayang... kenapa...?? apa tanda-tanda...?? " tanya Dafa panik segera berlari mendekati Zahra


"habib sakit.... !! kayak mau Pup....!! " ringis Zahra dengan nafas naik turun..


"iya sayang..artinya kamu mau melahirkan.. ayo kita ke rumah sakit...!! "


Dafa segera menggendong Zahra dengan hati-hati masalah baju ganti Dafa sudah menyiapkan di ruangan VVIP khusus di rumah sakit Viska bekerja, dafa udah menyewa Langsung ruangan untuk istirahat istrinya setelah melahirkan nantinya..


"habib sakit....!! " rintih Zahra


"iya sayang.. aku turunin ya..? jangan bergerak aku bantu kamu jalan ya sayang...!! "


Zahra mengangguk lemah, Dafa menurunkan Zahra didalam Lift semua sudah disiapkan oleh dafa,dia mendengar diberbagai berita kelahiran anak tidak bisa ditebak kapan harinya itu sebabnya Dafa sudah menyiapkan persiapan lengkap jikalau Zahra langsung merasakan sakit di saat tak tentu itu juga.


"Rika....?? Rika....?? " panggil Dafa menggema..


"Iya Tuan Boss....!!! " Sahut Rika cepat..


Sekarang masih jam 9 malam, zahra tidur cepat setelah sholat isya tapi malah terbangun beberapa menit dia tertidur pulas Zahra sangat sulit tidur saat perutnya sudah mendekati hari-hari akan melahirkan...


"telfon Cika untuk menyiapkan segalanya dengan Viska dan beritahu keluargaku dan Zahra kalau Zahra mau melahirkan...!! " perintah dafa sambil membawa Zahra keluar mansion..


sementara Rika kocar-kacir mengejar Dafa dan panik dengan keadaaan Zahra..


"baik tuan boss...!! " Rika dengan cepat kembali ke dalam mansion dan mengerjakan perintah Dafa..


"ayo sayang... sebentar lagi sampai di mobil... yang kuat ya...!! " bujuk Dafa mengelus kepala Zahra dan masih setia membantu Zahra berjalan pelan .


Zahra tidak bisa digendong karna perutnya makin terasa sakit saat digendong...


.

__ADS_1


.


__ADS_2