
.
.
suara ambulance memenuhi jalan seketika Zahra dan kyara sedang panik tak karuan melihat Kiki yang pingsan makin memucat.
"ya Allah.. Ara.. inikah alasan suamimu sangat menjagamu..?? ini sangat menakutkan Ara...!! " isak Kyara membayangkan kejadian tadi kalau terkena pada Zahra.
"iya Kiya.. suami aku udah berulang kali beritau aku
dirinya ada musuh yang sangat dendam padanya... aku nggak nyangka orang itu nekat hendak menusuk perutku... Ya Allah selamatkan penyelamat anak hamba ya Allah...!! " tangis Zahra..
"semoga Kiki baik-baik aja Ya...?? punggungnya... ya Allah.. semoga nggak di titik fatal...!! " lirih kyara.
saat mobil ambulance sudah tiba di rumah sakit 20 pria berbadan besar menunduk hormat pada Zahra..
Zahra tentu kaget..
"apa kalian utusan suamiku...?? " tanya zahra
"iya nyonya.. !!"
"cepat kerjakan secepatnya Bayar administrasi, bantu dorong brankar kiki. kita jaga nyonya satria dan nyonya maharza!!" perintah ketua dari banyaknya pengawal itu.
"baik ketua".
semua langsung berlari mengerjakan tugas mereka
sementara 2 kursi roda tiba dihadapan zahra dan kyara.
Zahra memijit pelipisnya sedangkan kyara masih bengong tak percaya semua ini.
"silahkan duduk nyonya, kita periksa kandungan nyonya...!! "
"hei aku nggak terluka.. yang luka itu kiki... sudahlah.. minggir kalian aku mau menemani kiki...!! " kesal Zahra.
"maaf nyonya.. kandungan anda harus diperiksa...!! "
"kandungan aku baik-baik aja.. menyingkirlah.. aku harus menemani kiki yang sudah menyelamatkan anakku.. minggir...!! " geram Zahra lagi..
"naaf kan kami nyonya.. Kiki sudah dijaga 6 pengawal kita.. dia akan baik-baik saja... !! kandungan nona harus diperiksa...!! "
Zahra menggeram kesal kenapa anak buah Dafa sama saja seperti suaminya yang sangat menyebalkan serta terlalu posesif.
"ayo silahkan duduk nyonya..! kami tidak akan membiarkan nyonya bertemu Kiki sebelum diperiksa kandungan nyonya...!! "
"aku baik-baik saja om. " geram Zahra..
"kita periksa nyonya.. silahkan duduk...!! "
Kyara masih melongoh dengan semua ini.
"nyonya Maharza silahkan duduk.. kita periksa kandungan nyonya juga...!! "
"kenapa aku juga terlibat...?? bukankah kalian anak buah tuan dafa..? aku apa hubungannya...?? " cecar kyara tak mengerti dan tak terima.
"nyonya bagian dari nyonya muda kami."
__ADS_1
alhasil Kyara dan Zahra didorong di kursi roda mereka berdua saling memejamkan mata sambil menutup mata mereka padahal sudah bercadar..
semua yang melihat zahra dan kyara mengira mereka berdua terluka sebab tangan dua gadis di kursi roda itu berdarah.
"kenapa jadi seperti ini...?? " gumam Zahra menggerutu pelan...
dia masih belum tenang belum melihat Kiki yang telah menyelamatkan anaknya.
" ya Allah selamatkan Kiki.. dia sudah menyelamatkan anak hamba ya Allah izinkan hamba membalasnya!! " batin Zahra dengan khusu'nya berdoa.
setelah berbagai pemeriksaan kandungan Zahra dan Kyara baik-baik saja.
kini mereka diantar ke Ruangan tunggu Kiki keluarga Satria sudah menunggu mereka sedangkan keluarga maharza sedang dalam perjalanan kemari.
"sayang... kamu baik-baik aja nak...?? " tanya Siti khawatir menunduk sebab Zahra di kursi roda
entah hantu belau dari mana Zahra terlalu berat menurunkan kaki nya dilantai malas nya kambuh.
siti mengusap tangan Zahra dengan khawatir Kahfi juga mengusap kepala Zahra dengan paniknya.
"Papa dan mama tau...?? " tanya Zahra lirih..
"iya Sayang.. Mama dan papa akan merahasiakannya.. Bara memberi tau Mama tadi sebab dia dan dafa belum menyelesaikan pekerjaan mereka.. !!"
"iya nak.. Dafa dan Bara sedang dalam perjalanan kemari.. kami nggak beri tau dafa kalau kamu sedang hamil nak.. jangan marah pada Bara ya...?? dia hanya khawatir calon bayi mu...!! " timpal kahfi.
mereka saling mewawancarai satu sama lain..
"Kyaraa....!!! " teriak shezan menggema.
Kyara terlonjak kaget dengan pelan Kyara memutar kepalanya dan bulu kuduknya meremang melihat tatapan shezan yang tak biasanya.
"Ara baik-baik aja abang.. jangan marahin Kiya ya...? dia sedang mengandung.. sakit loh di marahin oleh Ayah dari anak yang sedang dikandungnya...!! " bujuk Zahra yang tau abang nya sedang marah.
Shezan tak menjawab dia berjalan ke Arah Kyara..
"s. suami ku... !!" gagap Kyara..
Kyara menggeleng kepalanya..
"Eeh.. maksudnya hubby...!! " ralatnya ketakutan..
Kyara spontan memejamkan matanya kyara merasa dia akan dipukul oleh Shezan namun bukannya sakit karna dipukul tapi kyara malah merasa sesak.
"h... hubby ka.. kamu mau membunuhku ya..?? sesak nafas tunggu... ini anak kita kejepit...!! " rengek Kyara.
Shezan melonggarkan pelukannya, "kalian membuatku gila karna khawatir...!! "
sementara Kahfi dan Siti bercerita dengan Zahra dengan kejadian tadi Bara hanya menyuruh mereka tunggu di ruangan ini tapi tak bilang siapa yang ada didalam Ruangan itu..
.
.
"Dokter... bagaimana keadaan teman saya dok...?? " tanya Zahra khawatir mendorong kursi rodanya ke arah dokter yang keluar dari Ruang operasi.
"operasi berhasil Nyonya.. walau tadi sempat drop karna tusukannya lumayan dalam.. tapi berkat teman-teman nyonya kami bisa menyelamatkannya dengan cepat...!! "
__ADS_1
"teman-teman saya..? emang mereka menolong apa dok..?? " tanya Zahra penasaran..
"tadi nona kiki kehabisan darah.. stok golongan darah nona kiki sedang kosong dan juga sangat langka beruntung ada yang cocok dan teman-teman nona mendonorkan darah mereka dengan sukarela..!! " jelas dokter itu ramah..
"Alhamdulillahirrabbil alamiinnn...?! " ucap semua orang lega.
"ya Allah.. terimakasih...!! " ucap Zahra dan Kyara bersamaan.
"terimakasih dok." ucap Shezan hormat.
sebenarnya Zahra ingin membawa kiki ke Rumah sakit amal milik keluarganya tapi karna disana banyak orang tidak mampu Zahra takut Akan terlambat penanganannya jadi inilah tempat mereka pada akhirnya.
"sama-sama tuan ". balas dokter itu..
mereka semua kompak mengucapkan terimakasih saat Dokter mengatakan kiki akan dipindahkan ke Ruangan yang sudah dipesan anak buah Bara..
..
.
"apa yang terjadi nak...?? " tanya Aira menangis..
"umi.. Ara baik-baik aja.. kiki menyelamatkan anak Ara umi.. kita harus balas budi padanya.. doa kan Ya Umi semoga kiki cepat pulih dan bangun dari tidur panjangnya.. !!"
"aamiin.. ya Allah... aamiinn.! " jabah tangan Aira
.
" Astagfirullahal Adzim... !!" Ucap riqi memijit kepalanya..
tak lama kemudian maryam dan bayu tiba di tempat itu juga.
"kakak ipar...?? " Maryam segera memeluk Zahra berusaha memberi ketenangan pada wanita yang tengah hamil muda itu.
"kenapa semua seperti ini...?? padahal kami baru berkenalan.. kenapa dia nekat membahayakan nyawanya..??" tanya Zahra berkaca-kaca seketika..
Zahra berusaha untuk terlihat tegar didepan keluarganya tapi saat maryam memeluknya buyar sudah sikap tegarnya tadi.
mereka semua mengelilingi Zahra dan memberi semangat untuk Zahra..
Semua orang terkasih dafa dan Zahra sudah tau kehamilan Zahra kecuali Dafa hanya dafa yang tak tau..
.
.
.
Zahra memaksa dirinya untuk tetap di rumah sakit ini menemani Kiki.
"maaf Nyonya Boss bisa membunuh kami... Kiki akan baik-baik saja Nyonya.. kami akan menjaganya tanpa tertidur sedikitpun.. saya mohon jagalah kandungan nyonya...!! "
Zahra terlonjak kaget saat pengawal Dafa bersujud padanya, "bangun...! "
mereka kompak menggeleng Zahra tak habis fikir lagi akhirnya dia menuruti kemauan pengawal Dafa yang sangat menyebalkan itu.
Zahra sangat tak suka melihat orang bersimpuh dan juga berkata dengan putus asa hatinya akan luluh seketika..
__ADS_1
.
.