
.
.
Zahra kembali masuk ke kamarnya dan mengambil cadarnya, ia segera berlari keluar dari kamarnya..
Dafa juga sama...
"ada apa nak..??" tanya Kahfi Khawatir.
"Dafa ingin bertemu seseorang... !!" Jawab Dafa sambil berlari keluar.
Siti segera mendekat, "ada apa Pa....?? "
"Dafa katanya ingin bertemu seseorang. " Jawab Kahfi..
"siapa ya...? apa calon istrinya...?? " tebak Siti.
"mereka belum sah." sambung Kahfi lagi.
"segitu cintanya Dafa pada calon istrinya itu hingga bisa nekat seperti ini, tidak biasanya Dafa kayak gini Pa...?? "
"apa perlu kita mengikutinya...?? " tawar Kahfi.
"jangan Pa.....!! " sahut Maryam tiba-tiba.
Kahfi dan Siti menoleh kebelakang..
"biarkan Kakak bahagia....!! lagian mereka akan menikah, Maryam yakin Kakak nggak akan bertindak lebih kalau Kak Dafa cinta pasti bakal dijaga calonnya dengan baik sebelum sah ".
Kahfi dan Siti pun tersenyum kecut ke arah pintu keluar Dafa tadi...
"andai saja Zahra lah wanita yang dicintai anakku Dafa...!! " batin Siti berkaca-kaca.
"sudahlah Ma... nggak masalah siapa yang terpilih menjadi ratu di hati kakak... asalkan kakak bahagia
lagian Kakak bilang calonnya adalah orang yang menyelamatkannya dulu....! jodoh tidak bisa dipaksa Ma....!! " kata bijak Maryam.
"benar Ma, masa kalah sama maryam sih..?
ayo senyum... Jodoh itu nggak bisa dipaksa, mungkin Zahra bukan jodohnya anak kita, sekeras apapun mencoba bakal lepas jua. kita nggak bisa melawan jodoh yang sudah ditentukan Allah... ma...!! "
Siti mengusap air matanya yang jatuh dan berjongkok ke Maryam.
"anak Mama bijak sekali.. makasih ya sayang udah menyadarkan mama...!! " ucap Siti mengusap Pipi Maryam..
"iya Ma...sebenarnya Maryam juga sedih
tapi kita bisa apa ma ? manusia hanya bisa berusaha dan Allah lah yang menentukan keputusannya!! "
Siti memeluk Maryam yang sudah bijak kata-katanya.
"apa karna Kakak cantikmu anak kesayangan Papa jadi bijak begini Hm...?? " tanya Kahfi mengusap sayang kepala Maryam..
"Hehehe, Maryam membaca semua buku-buku yang Kak Zahra posting... bagus banget Pa.. Ma... Maryam jadi mengerti banyak hal! "
Siti makin ter iris, bagaimana bisa dia tidak mendapatkan menantu seperti Zahra bukan karna kaya ataupun status keluarganya.
.
.
sedangkan Dafa menunggu didepan pintu gang lumayan besar masuk perumahan mereka.
__ADS_1
Zahra naik ojek ke situ, dia tidak mau jadi perbincangan orang sekitarnya itu sebabnya Zahra minta bertemu di gerbang pintu masuk perumahan mereka saja..
"terimakasih Pak....!! " ucap Zahra memberikan uang besar berwarna biru...
"nggak ada uang kecil Non...?? " tanya ojek sopan
"ambil aja Pak... Assalamualaikum...!! "
"Wa alaikum salam... terimakasih Non....!! " teriak Ojek...
Zahra menangkupkan tangannya dan kembali berjalan ke arh Mobil Dafa..
"lama kah...?? " tanya Zahra sambil memakaikan sealbealt nya..
"nggak Humairahku...!! untukmu aku sanggup menunggu berjam-jam sekalipun.... !!"
Zahra segera menoleh kedafa, ternyata sedang menatapnya dengan intens, tatapan kerinduan seperti tidak bertemu bertahun-tahun lamanya..
Zahra berdehem..
"kita mau kemana...?? " tanya Zahra sedikit gugup.
Dafa segera mendekat ke Zahra, zahra melebarkan matanya..
"a...ap.. apa....?? " gagap Zahra
Dafa melepaskan cadar Zahra dengan tatapan lembutnya, Zahra pun tetap diam dengan mata melebar ia bahkan tidak bergerak sedikitpun.
"aku bahkan tidak tidur selama 2 hari ini karna wajahmu ini selalu muncul dibenakku humairahku." ujar lembut Dafa mengusap pipi Zahra yang sangat mulus.
"apa itu salahku...?? kamu aja yang memikirkanku".
Dafa mengulum senyumnya, Dia memang tidak bisa menghilangkan pemikirannya tentang Zahra.
"kita ke pantai. !!" seru Dafa menekan Pelan Kepala Zahra...
mungkin dafa adalah pria pertama yang menyentuh bagian tubuhnya Zahra biasanya hanya Shezan dan Abinya saja.
.
.
Zahra berdecak kagum dengan pemandangan lantainya kini...
"kamu nggak pernah kesini Sayang...?? " tanya Dafa penasaran.
"enggak.. aku nggak tau ada tempat seindah ini biasanya hanya disana". Zahra menunjuk ujung Jalan yang dekat dengan tepi ombak.
"oh ya....?? disana terlalu ramai jadi nggak terlalu bagus..! " Jawab Dafa menyandarkan punggungnya di pohon besar belakangnya.
Dafa menatap lekat Zahra yang sedang bahagia melihat pemandangan yang dia pilihkan, jujur Dafa tidak pernah kemari hanya saja Dafa pernah melihat di akun instagram seseorang yang suka berpotret di sini, walau tidak dekat tepi ombak tapi pemandangannya sangat indah.
"aku suka sekali... mau kah kamu memotretku yaa Habib.?? " tanya Zahra semangat..
"dengan senang hati humairahku....!! " balas Dafa menengadahkan tangannya
Zahra memberikan HPnya pada Dafa, dan Dafa dengan seriusnya memotret Zahra serta dengan segala situasi..
Zahra menyipitkan matanya, terlihat jelas mata itu menggambarkan kebahagiaannya kini. senyum nya yang memukau dibalik cadarnya.
"aah... anginnya kencang sekali...!! " tawa senang Zahra..
dan Dafa memotretnya, "kalau begitu kita berfoto berdua "
__ADS_1
Zahra tersenyum sambil mengangguk pelan, mereka berfoto di HP Dafa..
"apa perlu aku ambilkan fotomu...?? " tawar Zahra menengadahkan tangannya.
Dafa malah memberikan tangannya, Zahra menatap tangan Dafa yang menggenggamnya..
"aku minta HPmu bukan tanganmu." kesal Zahra.
"boleh aku memelukmu humairahku...?? " tanya Dafa lembut.
Zahra dengan cepat menoleh ke Dafa, mata indahnya mengerjab cantik. Dafa mengusap Pipi Zahra yang tertutup cadar dan turun ke tangan Zahra.
Zahra hanya diam menatap tatapan hangat dan teduhnya mata Dafa, Zahra seolah terhipnotis dengan pemandangan itu..
"aku anggap kamu setuju Sayang....!! " Dafa menarik pelan tangan Zahra dan meletakkannya dipinggangnya..
Dafa memeluk mesra Zahra, menyembunyikan wajahnya di leher Zahra. wangi tubuh Zahra membius Dafa hingga memejamkan matanya..
"aku merindukanmu humairahku...!!" suara berat Dafa yang serak.
Zahra tersenyum, ia pun merangkul bahu Dafa, toh mereka juga sudah menikah walau caranya unik namun Dafa dan Zahra memang sudah terdaftar di catatan negara sebagai sepasang suami istri,
dan juga ternyata pacaran setelah ijab kabul sangatlah indah, tidak lagi berdosa kalau mereka saling merindu.
"sampai jam berapa kita disini...?? " tanya Zahra tersenyum tulus..
"adzan Ashar kita kembali.. sekalian sholat di Mushola dekat pintu masuk kita tadi.. !!"
Zahra pun mengangguk mengerti...
"Hmmm... aku jadi mengantuk hmairahku...!! " bisik Dafa terdengar lelah..
Zahra mengusap punggung Dafa..
"ya sudah... tidurlah di pangkuanku...!! " usul Zahra.
"benarkah...?? apa boleh...?? " tanya Dafa melepaskan pelukannya lalu mengucek matanya yang memerah.
"Hm.. masih ada waktu 2 jam lagi... yaa Habib bisa tidur selama 2 jam itu."
Zahra mengusap alis tebal Dafa yang matanya memerah...
.
.
Zahra bersandar di pohon besar dan tangan kanannya di genggam oleh Dafa yang terlelap, tangan kirinya mengusap kepala Dafa...
"2 hari dia tidak tidur..? apa cukup tidur 2 jam...? " batin Zahra tersenyum lembut.
hanya di pangkuan Zahraz dafa dengan mudah terlelap. selama 2 hari ini tidur malamnya terganggu karna bayangan Zahra selalu menari-nari di kepalanya..
alhasil Dafa hanya mengaji sepanjang malam lalu sholat tahajud, Dzikir, doa sambil menunggu waktu sholat subuh..
"tapi pemandangan ini sangat indah dan menenangkan jiwa ... lain kali aku akan ajak Kyara!! " batin Zahra
ia melihat deburan ombak yang menerpa bebatuan sekitarnya.
.
.
.
__ADS_1
perbaikan penulisan.
.