
"aamiiin nak... terimakasih atas kebaikan nak cantik ya.. semoga Allah memberkahi kalian berdua
dengan diberikan anak yang sholeh juga sholeha ...!! " Doa tulus nenek itu...
"aaamiin....!! itu sangat baik nek... hanya mendengar doa nenek saja hati saya bahagia nek....!! " ucap Zahra tersenyum manis dibalik cadarnya..
"ini nek". dengan ragu-ragu pekerja yang menolak mati-matian uang nenek itu.
dia takut menyinggung wanita bercadar yang sedang bersama tuan satria dafa.
"makasih mbak.. makasih nak...!! " ucap nenek dengan senyum bahagia nya..
"tunggu nek.... ini ada rezeky untuk nenek... buat biaya sekolah cucu nenek... semoga berkah....!! "
nenek itu menerima uang ratusan ribu pemberian Zahra, dia memang butuh uang untuk uang buku sekolah cucu nya.
"alhamdulillahirabbil alamiinn.. ya allah... engkau kirimkan hamba malaikat penolong...!! terimakasih nak.. terimakasih banyak.....! "
Zahra tersenyum manis..
"malaikat...? itu terlalu jauh nek...!! "
Dafa mengusap sayang kepala Zahra, dia merasa bangga memiliki istri seperti Zahra.
"bayar pakai ini aja....!! " Dafa berbicara dengan suara khasnya pada pekerja yang masih pucat pasi menatap takut padanya.
"baik tuan. " dengan tangan gemetar pekerja toko sepatu mengambil kartu Dafa..
sementara Zahra masih fokus berbicara dengan nenek itu..
Pria yang tak sengaja menabrak Zahra tadi bertemu lagi dengan Zahra..
"gadis Itu.. sepertinya kita berjodoh cantik...!! " gumam Pria itu hendak mendekati Zahra..
namun terhenti saat tangan seorang pria mengusap kepala Zahra..
"siapa dia...?? " gumam nya penasaran..
"bukankah dia tadi menolak sentuhan tanganku? kenapa malah membiarkan pria itu menyentuhnya....??? apa hubungan mereka...?? "
dengan rasa penasaran yang cukup tinggi Pria itu mendekati Zahra.
"makasih nak....!! " ucap nenek itu mengusap air matanya yang tumpah tanpa persetujuannya..
nenek itu tak pernah menemukan orang dermawan sebaik Zahra..
"nenek hubungi nomor kakak saya ya nek.. nanti cucu nenek pasti dibiayai uang sekolahnya oleh Kakak saya..!!" senyum tulus Zahra memberikan nomor telepon Shezan..
nenek itu melihat hp usangnya dengan seksama mata nya sudah mulai rabun walau pakai kaca mata masih sedikit buram sebab beli nya tidak yang mahal...
"memang siapa nama kakak nak cantik...?? " tanya nenek itu sopan.
"aah.. kakak saya pemilik perusahaan amal Maharza nek...!! " jawab lembut Zahra..
"subhanallah... berarti nak bidadari keluarga Maharza yang sangat dermawan itu...?? "
"hmm.. iya nek...!! " jawab Zahra tak meninggi.
baik Keluarganya maupun zahra memiliki rasa kasihan yang sangat tinggi...
.
.
"nona bercadar..?? "
Zahra yang melambai pada Nenek itu pun menoleh ke asal suara ..
"sialan akan aku patahkan jari pria yang berani memanggil istriku...!! " Dafa pun menoleh ..
__ADS_1
"tuan satria dafa...?? " gumam pria itu pelan dengan nada tak percaya..
"ya... saya dafa... anda siapa...?? " tanya Dafa menggenggam jemari cantik Zahra..
"hm... Habib... aku beli sepatu ya...?? " izin Zahra mengusap lengan Dafa..
Dafa mengangguk mengecup cepat punggung tangan Zahra..
Zahra memasuki toko sepatu itu lagi dia tidak mau ber urusan dengan Pria yang tak dikenalnya itu..
Zahra tak melihat wajah pria yang tak sengaja dia tabrak tadi...
"saya Ali tuan...!! anda lupa pada saya...?? " Ali mengulurkan tangannya..
sungguh dia kagum pada Dafa yang sangat sukses membangun perusahaan hebat JB group seperti sekarang...
Dafa menyambut tangan Ali..
"dimana aku pernah bertemu denganmu ya...?? " tanya Dafa pura-pura tampak berpikir.
"kita bertemu di hotel B tuan.. acara pernikahan kakak saya dulu ...!! " senyum merekah ali memberi tau..
"ooh... iya... tapi kenapa anda memanggil istri saya?? " tanya Dafa to the point..
"ohh.. jadi nona cantik itu nyonya Satria.. maaf tuan.. saya tidak tau....!! "
walau sempat terkejut tapi ali dengan cepat menetralkan raut wajahnya, bagaimanapun dia pria sejati tidak akan merebut wanita yang sudah bersuami.
"kalau begitu saya permisi saja tuan.. sampai ketemu di lain waktu....!! "
Dafa tersenyum tipis dan mengangguk pelan..
"baguslah.. dia langsung menyerah. " senyum miring Dafa..
Dafa mengedarkan pandangannya dia yakin tadi ada yang mengintainya tadi...
"apa dia bersembunyi lagi...?? " batin Dafa dengan tenangnya melihat situasi..
.
.
Dafa tak lagi bawa barang-barang semua belanjaan Zahra sudah dibawa bodyguard Zahra untuk meletakkannya di mobil..
"kita makan aja dulu ya...?? " semangat zahra..
dafa tersenyum dan mengangguk pelan, "tapi nggak disini....!! "
"hah....?? terus dimana...?? " tanya Zahra bingung..
"kita pesan disini kita makan di rumah abi dan umi...?? kamu nggak kangen sama abi dan umi mu sayang....??? "
Zahra tersenyum senang, "tentu saja....!! "
.
.
Zahra sibuk berceloteh sementara Dafa melirik kaca spion mobilnya.
"apa orang suruhannya...?? " batin Dafa..
"habib.... kamu dengar aku nggak sih....?? " tanya Zahra dengan nada kesal..
"eehm.. maaf Sayang... aku dengerin ya... mulai lagi deh....!" bujuk Dafa merasa bersalah tak mendengarkan celotehan Zahra..
"udah ah... aku lapar....!! ayo cepat.... biar cepat sampai di rumah Abi dan umi...!! " desak Zahra tak sabar..
Dafa mengangguk tanpa membantah...
__ADS_1
.
.
Saat mobil yang mengikuti Zahra dan dafa mungkin hendak menyalip mobil (DaRa) Dafa dan Zahra Mobil anak buah Dafa sudah menyalip mobil itu..
Dafa tersenyum tipis melihat mobil dibelakangnya ditahan anak buahnya, Bodyguard jarak jauh zahra..
"kamu kenapa sih Habib...?? " tanya Zahra heran..
"eeh... enggak sayang.... aku hanya tersenyum mengingat kebaikan mu tadi kamu memang pantas disebut Zahra nya Maharza yang sangat dermawan!! " puji Dafa..
"tentu saja.. aku memang Zahranya maharza...!! " nada bangga Zahra dengan menyebut nama keluarganya didepan Dafa.
Dafa tersenyum lalu kembali fokus dengan kemudi nya.
barang belanjaan Zahra sudah ada di dalam mobilnya Dafa yang minta dipindahkan ke mobilnya..
dafa tau akan di kejar oleh orang tak dikenal.
.
.
"Umi.... Abi... ara Pulang.....?? " teriak zahra tersenyum cerah membuka cadarnya..
"Ara.....?? " teriak sahutan Aira dari lantai atas..
"Umi.....??? " teriak heboh Zahra..
"ya Allah.. sayang kamu kemari nak...?? " tanya Aira segera berlari menuruni anak tangga.
tak lama kemudian keluarga Maharza berkumpul tanpa Tanisha dan rivky...
mereka makan bersama dan sholat zuhur berjamaah di ruang khusus sholat dirumah maharza..
"bagaimana keadaanmu Kiya....? " tanya Zahra semangat..
"biasa lah sayang.. morning sickness nya lagi mendominasi...!! " jawab Aira tersenyum manis melihat menantunya..
Kyara hanya tersenyum malu saat Aira lah yang menjawab pertanyaan Zahra..
"perusahaanmu berjalan dengan baik nak Dafa...?? " tanya Riqi
"baik abi... ... oh ya abi.. besok malam Ara boleh tinggal disini...?? Dafa mau ke luar kota menangani suatu hal yang penting, sangat penting hingga tak bisa di ganti kan...!! "
"boleh dong....!! " sahut semua nya kompak..
"ngapain sih habib pakai pergi segala...?? tanya Zahra sempat kaget sebelumnya.
"ada urusan penting sayang, aku udah beberapa hari menundanya.. sekarang tak bisa ditunda lagi...!! "
"kalau aku minta ikut bagaimana...?" tawar Zahra semangat..
"nggak bisa humairahku....!! " tolak dafa lembut
"kenapa nggak bisa...?? " tanya Zahra tak terima..
"yang ada aku nggak bisa fokus bekerja nantinya. " jelas Dafa santai.
keluarga Zahra tertawa lepas akan jawaban Dafa.
"maksudmu aku pemecah konsentrasi mu Habib? " tanya zahra dengan galaknya.
"iya sayang.. bukannya melihat dokumen aku malah menatap wajahmu saja akhirnya pekerjaanku nggak akan selesai...!! "
Zahra mengerucutkan bibirnya saat gelak tawa abi dan uminya terdengar begitu keras, Kyara tertawa lepas dengan nyaringnya Shezan tertawa saja melihat pertengkaran mulut Dafa dan Zahra..
.
__ADS_1
.