Gadis Pemikat Hati

Gadis Pemikat Hati
belum terbiasa


__ADS_3

Pengantin baru bermalam di kamar mereka masing-masing..


Zahra di Rumah baru Dafa yang berada didepan Rumah Kyara, Keluarganya juga terpaksa menginap di Rumah Dafa karna segala bujukan maut Siti dan Kahfi.


"buka jilbabmu Humairahku...?? " pinta Dafa menatap intens setiap inci wajah Zahra..


"hanya melihat rambutku aja Kan...?? " tanya Zahra serius.


"iya....!! aku tidak akan bertindak lebih, aku tau kamu masih kuliah Sayang... anggap saja kita pacaran saat ini... hm....?? "


Zahra tersenyum begitu cantiknya hingga Dafa mengusap pipi Zahra....


"habib yang lepas Jilbab aku ? "


"iya, dengan senang hati Sayang.!!"


Dafa segera menegakkan tubuhnya dan duduk didepan Zahra yang mana Zahra memejamkan matanya saat Dafa membaca doa mengecup keningnya lama.


perlahan Dafa melepaskan Jilbab Zahra memperlihatkan anak rambut Zahra yang berserakan, Dafa juga melepas ciput (anak jilbab) yang membungkus rambut Zahra .


Zahra sangat cantik saat rambut hitam Zahra lepas, rambut Zahra hanya di gulung dibalik anak jilbabnya (Ciput), jika dilepas tentu rambut Zahra akan terurai.


"hitam dan indah sekali. " Dafa berdiri dan membangunkan Zahra untuk ikut berdiri.


perlahan Zahra membuka matanya, pipinya mulai merona dengan tatapan Dafa.


Zahra masih malu saat ada pria lain yang melihat bentuk rambutnya


Dafa membalik tubuh Zahra demi melihat semana panjang rambut istrinya.


"panjang sekali. " Gumam Dafa


Dafa menyisir rambut hitam Zahra yang sebenarnya lurus namun karna sering di gulung jadi ikal.


rambut Zahra panjang sampai bawah pinggangnya, tebal, Hitam dan sangat mempesona.


Zahra benar-benar malu saat ini, dia menggigit bibir bawahnya...


"sudahkah....?? aku mau Ke toilet...!! " tanya Zahra


ingin rasanya Zahra kabur saat ini...


Dafa melepaskan rambut panjang Zahra yang dia mainkan.


"silahkan Humairahku...! " bisik Dafa yang tau Zahra sedang malu..


Zahra segera berlari ke depan, dimana kamar mandi sekaligus toiletnya ada didepan..


Dafa berdecak kagum akan keindahan rambut Zahra yang sedang berlari.


"Aku pastikan hanya aku seorang yang melihat keindahan rambutmu Zahra ku Sayang...!! " senyum tampan Dafa


Dafa menghirup tangannya yang memainkan rambut indah Zahra...


"wanginya...!! Kenapa bisa wangi Vanila ya?? " gumam Dafa ..


Zahra di Kamar mandi berkaca, dia membasuh pipinya yang merona rambut panjangnya tergerai bebas..


Zahra sebenarnya tidak suka rambutnya tergerai, karna terlalu panjang Zahra suka menyanggul rambutnya dengan asal, bahkan tidurpun rambutnya tetap disanggul tinggi.


"tenang Ara... tenang... dia suamimu... surgamu... dia tidak meminta haknya hanya ingin melihat rambutmu yang sudah sah menjadi miliknya...!! "


Zahra mengusap-ngusap dadanya yang bergemuruh....


"gugup sekali...!! Nggak mungkin aku akan tidur disini kan..?? "


Zahra celingak-celinguk melihat kondisi Kamar mandi nya yang terbilang luas..


.


.


Dikamar lain Shezan juga melihat betapa cantiknya Kyara...


bahkan Kyara terus menunduk, Dia tidak berani menatap mata Pria yang sudah sah menjadi suaminya itu..


rambut Kyara hanya sebatas pinggang, hitam dan tebal juga..


"tatap aku Sayang....?? " gemas Shezan mengusap pipi Kyara yang sudah merah seperti Kepiting rebus.

__ADS_1


Kyara menggeleng malu malah menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya..


Shezan tergelak...


"baiklah.. aku akan menunggu sampai kamu siap menatapku Sayang.. sekarang Ayo kita tidur...!! "


Kyara mengangguk di dada Shezan..


Shezan memeluk Kyara dengan mesra sambil mencium puncak kepala Kyara yang wangi strawberry..


"kamu pakai shampo Strawbery sayang...?? " tanya Shezan..


"iya... apa suamiku nggak suka...?? aku akan menggantinya jika suamiku nggak suka..! "


Shezan terkekeh..


"enggak Sayang.. aku suka...!! saking suka nya aku ingin memakan nya!! "


Kyara hanya menggeleng-geleng kepalanya


sambil tersenyum malu.


"tidurlah.. besok kamu Kuliah kan....?? " tutur lembut Shezan..


Kyara mengangguk-ngangguk...


Shezan dan Kyara hanya tidur bersama tidak melakukan hal yang lain, shezan ingin menikmati masa pacarannya dengan Kyara sampai dapat gelar Sarjana..


..


.


dikamar Dafa dan Zahra malah rusuh tidak seperti Shezan dan Kyara yang sudah terlelap.


"Humairahku....?? Zahra.... Sayang...?? apa yang kamu lakukan Di kamar mandi...?? Kenapa lama...?? "


"Sayang.... buka Pintunya atau aku dobrak nih, Sayang....??? "


Dafa makin panik saat Zahra tak juga menjawab, dia segera ke meja nakas dan mencari kunci di laci meja itu.


Dafa mendapatkan kunci yang dia cari, tanpa pikir panjang dia membuka pintu kamar mandinya yang terkunci dari dalam.


Ceklekkk..


"Sayang....?? Zahra....??" Dafa mengusap pipi Zahra..


"Kenapa kamu bisa pingsan Sayang Zahra....?? " panik Dafa..


namun diluar dugaan Dafa ia malah mendengar istrinya mendengkur.


Dafa terduduk lemas.


"kamu buat aku khawatir Sayang....!!! " lirih Dafa.


Dafa menggendong Zahra yang terlelap karna kelelahan padahal Zahra tidak melakukan hal berat tadinya.


"kalau kamu mengantuk kenapa tidur di kamar mandi humairahku sayang....?? " gemas Dafa menciumi kening Zahra...


Dafa meletakkan tubuh Zahra di atas ranjangnya


menyelimuti Zahra lalu menciumi kening Zahra..


Dafa mengusap pipi Zahra..


"bahkan saat kamu mendengkur pun aku suka sayang.... cinta ku padamu sudah buta....!! "


Dafa pun berbaring di samping Zahra dan memeluk Zahra tanpa menyakitinya, Zahra membalik tubuhnya


dia merasa hangat dan nyaman Zahra pun mencari kehangatan itu.


Dafa tersenyum mengusap kepala Zahra yang memeluknya...


.


.


Adzan subuh membangunkan Zahra, Zahra mengerjabkan matanya.


"Kenapa bantal gulingku seperti ini...?? " batin Zahra mencubit-cubit punggung Dafa..

__ADS_1


Dafa tentu menggeliat dengan cubitan itu..


"bergerak...?? kok bisa....?? " batinnya mengernyitkan keningnya tak mengerti.


Zahra perlahan membuka matanya, nyawanya belum terkumpul Zahra mendongak melihat siapa yang dia peluk..


"Hhahhh....?? " Zahra spontan memekik namun dengan cepat Zahra menutup mulutnya sendiri.


Dia terduduk karna kehilangan keseimbangan dia terjatuh kebelakang tapi dengan cepat Dafa meraih tangan Zahra namun terlepas sebab Dafa juga baru terbangun.


"Aaakkhhh.... aaw....aduhhh... sakit.... ****** ku....!!


uuuhh...!! " Ringis Zahra mengusap-ngusap bok*ng nya..


"sayang....?? " pekik Dafa dengan suara seraknya matanya masih menyipit..


"Kamu nggak apa-apa sayang...?? " tanya Dafa juga sempoyongan


karna nyawa Dafa belum terkumpul tubuhnya jadi oleng dan jatuh menimpa Zahra.


Dafa jadi menindih Zahra bukannya romantis saling tatap-tatapan tapi Kening mereka yang berbentur.


"Aduuh.... habbiiiibbbb...!!! " teriak Zahra mengusap keningnya..


"maaf sayang... kamu nggak apa-apa...?? " tanya Dafa bangun dari tindihannya sambil memeluk Zahra .


membantu Zahra bangkit...


mata Dafa kini sudah terbuka lebar, bukannya melihat keningnya sendiri tapi malah melihat kening Zahra...


"aku obati ya!!". Dafa.


Zahra menahan lengan Dafa yang hendak bangkit mencari Obat..


"sholat Subuh aja dulu....!" pinta Zahra.


Dafa menghela nafas berat...


.


.


setelah sholat subuh berjamaah, Dafa mengobati Kening Zahra...


"maaf ya habib ... aku Kaget karna belum terbiasa tidur sama Pria..!! " ucap Zahra merasa bersalah melihat kening suaminya juga merah.


Dafa tersenyum...


"aku ngerti Humairahku Sayang....!! " Dafa mengusap Pipi Zahra yang merasa bersalah..


"biar aku obati keningmu Juga Ya Habib.!! "


Dafa mengulum senyumnya, dia pun di obati oleh Zahra...


..


..


setelah sarapan Zahra dan Kyara bersiap-siap berangkat Kuliah..


"kamu yakin bakal tinggal di Mes Kampus Kalian sayang...?" tanya Dafa sekali lagi.


"Yakin Yaa Habib ! ". Jawab Zahra tersenyum manis..


Aira dan Riqi serta Siti dan Kahfi tersenyum melihat kemesraan mereka..


jalan Zahra masih normal berarti tidak terjadi apapun diantara mereka..


Dafa benar-benar mencintai Zahra, hingga rela menunggu Zahra mendapat gelar sarjana..


Maryam jangan ditanya... ? dia masih terlelap dengan mukenah di sekujur tubuhnya. kebiasaan Maryam belum juga hilang...


.


.


.


perbaikan penulisan

__ADS_1


.


.


__ADS_2