
ayahnya kiki bernama Hari mendatangi anak bungsunya...
"Papa...??" Kiki berkaca-kaca dan memeluk hari
"entah mengapa papa melihatmu dengan nak bara membuat hati papa tenang nak... semoga kalian bahagia selalu....!! " ujar Hari dengan sayangnya mengelus kepala Kiki..
"papa... ?" sapa bara juga menyalami Hari sebagai orangtua..
Bara tidak punya keluarga kandung tapi bersama Dafa dia tak pernah kekurangan kasih sayang keluarga jadi tak masalah baginya tak ada keluarga kandung...
"nak bara... jaga anak papa ya... papa merasa dia sangat aman didekatmu...!! " tutur hari memeluk bara seperti anak sendiri..
"iya pa... itu tugas Bara....!! "
Kiki hanya berusaha untuk tersenyum didepan ayahnya...
Hari tau Bara atasan kiki, sebelumnya hari menghormati Bara dan sekarang tak disangka menjadi menantunya, bara sering ke luar kota menyelesaikan masalah perusahaannya di tempat hari bekerja secara Bara orang kepercayaan boss besar...
..
.
sementara Zahra terlihat bahagia dengan Kyara bersama orangtua Kyara..
"Ayah... bunda nggak mau makan...?? " tanya Zahra manja..
"iya Sayang... Bunda sama Ayah udah makan.. tadi disiapin Kyara...!! " jawab Kia dengan lembut sambil mengelus kepala Zahra..
"maafin Ara ya Bunda.. ara sangat sibuk jadi nggak bisa bersama bunda tadi.... hehehe....!! " cengiran khas Zahra..
Kia tersenyum lembut...
"iya sayang... Bunda ngerti kok....!! "
"Ayah kok diam aja...?? " goda Zahra..
Bambang tersenyum aja..
"Ayah senang melihat kalian berdua...!! "
Zahra mengerutkan keningnya..
"Ara sama Kiya atau Ara sama Bunda...?? "
"kalau dipikir-pikir ketiganya. " Bambang menyahut lagi..
Zahra pun tertawa jadinya..
"Ayah nggak berubah ya... tetap gemesin. "
"Papa... Mama... ini Kiya bawain jus buah.. diminum ya...!! " Kyara membawa 2 gelas juss pada Papa dan mamanya..
"makasih ya Kiya sayang....!! " ucap Kia dan Bambang kompak..
"hei... itu Mama ku." Kyara tak terima Zahra yang menempel pada Kia dan ikut menempel disisi lain Mama nya..
__ADS_1
bambang tergelak dengan kecemburuan Kyara biasanya tidak pernah mungkin efek bawaan bayinya yang tak terima di bagi kasih...
Zahra mencibir saja tapi tetap dipelukan Kia..
Sedangkan Kia tertawa lucu dengan 2 putri kesayangannya memperebutkannya..
"hati-hati gendut" ejek Zahra..
"aku gendut karna hamil Ara.. kamu juga gendut...!! " kesal Kyara tak terima..
"gendutan kamu.. wwweeekkk.....!! " ledek Zahra menjulurkan lidahnya..
Kyara memberengut dan menusuk-nusuk kesal pipi Zahra.
"apa-apaan kamu gendut." ejek Zahra lagi menepis jari telunjuk Kyara..
"diam kamu gendut... dasar gendut...!! " ejek balik Kyara..
"heiii... kalian berdua emang gendut... kenapa gendut saling mengejek gendut hm....?? " lerai Kia ditengah-tengah mereka..
"bunda...!!! " rengek Zahra.
bersamaan Kyara juga merengek, "Mamaaa....!! "
Bambang tertawa lepas saat ini tak biasanya Kyara mau mengalah kalau Zahra mengejeknya sekarang Kyara berani membalas ejekan Zahra dengan membalas kata-katanya juga..
"maaf sayang.. habis kalian bertengkar sih... kan jadi gemes...!! " cengir Kia menciumi kening Zahra dan Kyara bergantian..
"hei... kenapa 2 bumil ini menempel pada mu kia...?? " tanya Aira terkekeh..
"bunda Ara nggak mau disamain sama cicak kiya noh dia cicak yang nyata....!! amit-amit cabang bayi ya nak....!! " cerocos Zahra sambil mengusap-ngusap perutnya yang sudah sedikit membuncit...
"nggak mau... kiya nggak mau juga disamain sama cicak... Ara yang cocok.... dia nempelin suaminya kemana-mana.. !!" ejek Balik Kyara..
"hei... aku nggak seperti itu Dafa yang khawatir padaku hingga membawaku kemana-mana... lagian dengan begitu nggak ada wanita yang mendekatinya... karna ada aku... kamu nggak dibawa oleh abang nanti Abang pasti dideketin oleh wanita lain dengan cara menggoda... wekkk....!! " sindir balik Zahra..
"Ya Allah... kenapa mereka jadi perang mulut sih...?? " gerutu Aira tak faham..
"aku juga nggak ngerti aira.. mereka nggak pernah berdebat seperti ini...?? apa anak mereka akan akur ya nanti....?? " sahut Kia juga..
"itu hal biasa.. biarkan saja mereka melepas unek-uneknya istri cemburu pada suami itu hal wajar." sambung Bambang juga..
"tunggu ya... biar aku panggilin suami mereka...!! " seru aira dapat secercah jawaban untuk melerai 2 wanita bumil itu untuk berhenti beradu mulut..
kia dan bambang mengangguk setuju Aira pun pergi dari situ mencari menantu dan anaknya..
Zahra dan Kyara masih sibuk beradu mulut sesekali mereka saling berucap amit-amit cabang bayi.
"tapi Hubby nggak mungkin mau disentuh kulitnya oleh wanita lain." bela kyara merasa percaya pada suaminya itu..
"heei... Kiya.. Suamimu itu abangku.. aku sangat mengenalnya dia sangat baik... para wanita pasti menggunakan cara pura-pura jatuh didepannya dan Abang pasti nggak punya pilihan lain selain menyentuhnya... !! setelah itu memelukmu dan menciummu.. suamiku bahkan tak membiarkan lengannya disentuh kalau disentuh pasti udah langsung di pecat aja... punya suami itu harus tegas dong...abanh diposisi itu pasti beristigfar dan nggak akan tega memecat bawahannya.. !!"
perkataan Zahra sangat menohok Kyara suaminya memang sangat baik saking baiknya mungkin akan menolong perempuan yang pura-pura jatuh didepannya...
Zahra tersenyum penuh kemenangan..
__ADS_1
"apa yang Ara katakan pada Kyara Ara... ??" tanya Shezan dengan seriusnya..
Shezan mendengar semuanya dirinya juga tertohok sendiri Kyara melihat Shezan dengan memberengut dan pergi dari tempat itu shezan segera mengejar Kyara...
Kia menepuk jidatnya sendiri...
"kenapa kamu sangat jahil sayang....?? " tegur kia
"habis nyebelin sama Abang bunda... ara pernah lihat Abang menolong wanita sexy yang pura-pura jatuh didepannya... Abang terlalu baik Bunda.. biarin aja Kiya menegurnya biar tegas dikit... abang pasti takut kalau Kiya udah marah bunda..! " kesal Zahra mengingat hari itu..
Kia terkekeh dia tau Zahra tak akan berkata pedas kalau tidak menyangkut kebaikan Kyara nantinya..
Bambang hanya menggeleng pelan kepalanya..
"tapi ayah percaya nak shezan nggak akan bisa berpaling kalau udah punya 1 istri...!! "
"iya Ayah... tapi abang itu udah punya istri
dan yang lain itu bukan muhrim.. walau nggak balas perasaan wanita lain tapi sudah bisa membuat para wanita yang disentuh abang bahagianya nggak ketulungan.. nggak boleh itu Ayah..!! " tutur zahra dengan seriusnya..
Dafa dibelakang Zahra tersenyum lebar dia senang kalau Zahra sedang cemburu...
Zahra merasa mencium aroma tubuh Dafa
"habib...?? " gumam Zahra mengendus-ngendus aroma tubuh Dafa.
Zahra berbalik dan tersenyum manis..
"habib wangi sekali....!! Gini kan aku suka kalau habib nggak pakai parfum...!! "
Zahra memeluk Dafa dan mengendus-ngendus riang aroma tubuh Dafa.
hal itu mengundang tawa semua orang yang melihatnya..
"bawa istrimu kekamar nak Dafa....!! " titah bambang terkekeh..
"Iya Pa... Dafa permisi. " jawab dafa menggendong mesra istrinya..
Zahra mengusap-ngusap dada bidang Dafa dan mengendusnya senang..
"wangiii....!!! " girang Zahra
Dafa hanya terkekeh gemas dengan kelakuan istrinya itu, siti dan aira yang melihat mereka tertawa cekikikan...
Dafa membawa zahra masuk lift menuju lantai 7 mansionnya..
"Habib kok bisa wangi banget sih...?? pakai sabun apa...?? " tanya zahra dengan nada manja..
"hm... nanti kita lihat ya sayang. " senyum manis dafa mengecup kening Zahra
.
.
.
__ADS_1