Gadis Pemikat Hati

Gadis Pemikat Hati
pecel lele


__ADS_3

"Hubby....!??" Kyara berlari ke arah shezan..


"Kiyaaaa.....!! " Pekik Zahra dan kiki tiba-tiba..


Shezan yang panik segera berlari mendekati Kyara..


"aaakkh....!! " Kyara berteriak sambil memejamkan matanya saat tubuhnya tak bisa menopang berat badannya..


Shezan dengan cepat menangkap tubuh Kyara...


"Alhamdulillah...!! " ucap lega zahra dan kiki bersamaan..


"kok nggak sakit...?? " gumam Kyara bingung..


"aku akan menghukummu Sayang...!!" suara berat Shezan dengan nafas ter engah-engah..


jantung shezan berasa ingin copot dari tempatnya saat Kyara tersandung dengan kakinya sendiri..


Kyara membuka matanya ternyata dirinya sedang menimpa tubuh kekar suaminya..


"apa hubby baik-baik aja...?? " tanya Kyara nyengir kuda..


"sudah berkali-kali aku bilang jangan berlari....!! " desis Shezan..


"ayo kita keluar...!! " ajak Zahra


"huh... . padahal aku mau lihat kemesraan mereka..!! " gerutu kiki..


Zahra menarik pergelangan tangan Kiki dan terkekeh melihat wajah kesal Kiki seolah Kiki sedang enaknya menonton drama tapi di ganggu..


Kiki sangat suka melihat adegan romantis didepan matanya..


"aku ke kamar aja deh..belikan aku pecel lele ya.. !!" pinta Kiki


"iya.. iya. ntar aku belikan makanan yang enak demi kesembuhan punggungmu.. !!" kekeh Zahra.


"punggungku sudah sembuh.. kenapa kalian suka sekali menanyakannya seolah punggungku berlubang karna kejadian itu.. sadarlah Ara.. aku hanya terkena pisau bukan timah panas...!! " rajuk Kiki berjalan cepat meninggalkan Zahra..


Zahra tertawa terpikal-pikal, memang mereka terlalu mengkhawatirkan kiki. bahkan kiki diberi libur kerja 1 bulan tapi gaji tetap jalan, betapa enaknya hidup kiki tapi kiki tetap bersikeras mengerjakan pekerjaan mansion walau sudah ada 20 wanita pekerja khusus mansion untuk bersih-bersih di mansion 7 tingkat itu


"mereka selalu seperti itu.. bisa-bisa aku jadi badak bercula 1 disini.. dikasih makan tapi nggak boleh kerja...!! " gerutu kiki menghentak-hentakan kakinya kesal menuju kamarnya..


Kiki perempuan pekerja keras, jadi sekali menganggur emang tidak enak..


.


.


"habib...?? " panggil Zahra celingak-celinguk mencari sosok suami nya..


"iya sayang... giliran kamu yang mandi sana...!! " sahut Dafa dari ruang ganti..


"iya... !!" Zahra pun masuk ke kamar mandi...


.


.


.


"kok kamu belum pakai jilbab sayang...?? Katanya mau beli cel lele..??" tanya Dafa heran dengan penampilan Zahra yang masih memakai gamisnya saja..


"nanti habis isya...!! " jawab Zahra dengan santainya..

__ADS_1


Dafa menjatuhkan rahangnya..


"terus kenapa aku pakai baju beginian kalau perginya malam sayang...?? "


Zahra terkekeh..


"Habib.. aku mau sholat magrib sama isya bersamamu.. aku nggak mau di tempat lain...!!"


Dafa akhirnya mengerti, dia merentangkan tangannya


Zahra dengan senyum manisnya memeluk Dafa dengan erat.


"kamu jadi wanita patuh yang selalu didalam mansion sayang.. terimakasih sudah menuruti kemauanku...! aku tau kamu pasti bosan selalu dikurung dalam sangkar emas ini ! " Ujar dafa pelan mengelus sayang surai panjang (rambut) Zahra..


Zahra tersenyum lebar..


"tentu saja.. Aku tau kamu juga menderita habib walaupun kamu nggak mau berbagi dengan aku setidaknya aku akan membantumu dengan cara tetap didalam mansion...!! "


"hm... itu sangat membantuku sayang.. maafkan aku belum mendapatkan pengawal perempuan yang pantas untukmu.. mereka sedang di saring oleh bara aku harus mencari yang terbaik untukmu...!! "


"terserah habib aja." pasrah Zahra dengan patuhnya..


"ya Allah.. aku sangat mencintaimu sayang....!! " gemas Dafa..


"aku juga mencintaimu habib...!! " balas Zahra dengan senangnya..


Dafa menciumi pelipis Zahra, dia suka sekali akan kepatuhan Zahra..


"aku tau kamu sedang berusaha melawan musuhmu sendiri habib.. kamu hanya nggak mau melibatkanku juga anakmu.. semoga Allah melindungimu selalu habib... aku tau kamu pria yang hebat...!! " batin Zahra


.


.


dafa hanya tak mau ada kejadian tak terduga nantinya.


"disini tempatnya...?? " tanya Dafa dengan wajah bodohnya..


"iya habib.. " jawab Zahra semangat..


"ini nggak higenis sayang... mana bagus untuk kesehatan anak kita.. makan di restaurant aja ya...!! "


"nggak mau.. aku mau makan itu... kalau kamu malu biar aku sendiri yang makan disitu...!! " tolak Zahra dengan seriusnya..


Dafa memijit pelipisnya...


"buka kunci nya.. aku mau keluar...!! " kesal Zahra saat hendak keluar pintu mobilnya terkunci.


"baiklah.. kita parkirkan dulu mobilnya ya...!! " akhirnya dafa mengalah..


senyum Zahra terbit seketika, "cepatt....!! "


"iya... bahkan tempat parkirnya pun ditepi jalan ini sangat mengganggu jalan makanannya juga nggak higenis.. jorok...!! " gerutu Dafa komat-kamit nggak jelas.


Zahra tak peduli gerutuan dafa yang penting dia bisa makan enak di warung pecel lele itu...



Zahra bertepuk tangan meriah saat makanan yang dia pesan datang..


"kamu mau ngapain sayang...?? " tanya Dafa menangkap tangan zahra yang hendak melepas cadarnya..


"aku mau lepas cadar... biar makannya enak...!! " jawab zahra dengan polosnya..

__ADS_1


"aku nggak ngizininin...!! " tegas dafa..


"tapi nggak ada orang lain". elak Zahra celingak-celinguk kesana-kemari..


"nggak bisa". tolak dafa lagi.


Zahra berkaca-kaca seketika..


"tapi aku mau makan ini...!! masa nggak boleh buka cadar... !! aku udah ngences ini...!! " rengek Zahra


"pak... bisa saya bawa ke mobil semua ini.. istri saya mau makan tanpa cadar tapi saya nggak mengizinkannya.. dia sedang hamil muda pak.. boleh saya bawa piringnya ini ke mobil.. saya akan kembali lagi nanti dan bayar double..!! "


penjual pecel lele hanya tersenyum.


"silahkan atuh den... saya percaya aden akan kembali... !!"


"terimakasih ya Pak...!! " Ucap Dafa tulus..


"iya den." jawab penjual pecel lele..


"aku mau makan sekarang...!! " rengek Zahra..


Dafa dengan cepat menggendong Zahra bak koala sambil membawa pecel lele milik Zahra, Zahra menatap nafsu ke makanannya..


"sabar ya sayang...!! " ucap Dafa mengecup sayang kening Zahra.


tibalah di dalam mobil Zahra langsung duduk manis serta piring makanannya di atas pangkuannya..


"aku ambil milikku ya sayang.. jangan keluar sampai aku kembali...!! " peringatan serius dafa..


Zahra mengangguk-ngangguk, Dafa menutup pintu mobilnya dan menekan remot mobilnya..


Zahra yang di dalam mobil tak peduli dirinya terkunci malah dengan cepat membuka cadarnya dan memakan pecel lele nya dengan penuh nafsu seperti tidak makan berhari-hari.


dafa kembali membawa piring berisi makanan miliknya sekaligus 2 botol air mineral..


"Astagfirullahal Adzim...!! " kaget dafa melihat wajah Zahra sudah belepotan sana-sini..


Zahra tak peduli malah asik mencuel-cuel sambal khas pecel nya..


"minta tempe nya...?? " rengek zahra menunjuk beberapa tempe goreng di piring dafa..


dafa mengusap mulut Zahra yang belepotan lalu menyodorkan miliknya, Zahra mengambil semua tempe goreng itu dan melahapnya dengan semangat..


"pedas...?? " tanya dafa lembut..


Zahra mengangguk-ngangguk, dafa meletakkan piringnya dan membuka tutup botol air mineralnya dan memberikannya pada Zahra


Zahra langsung meminumnya, dafa tersenyum begitu tampannya melihat zahra yang sangat lahap makan dia bahkan lupa mau makan juga saking senangnya melihat zahra yang sedang makan sesekali zahra minum karna kepedasan..


"mau...?? " tanya zahra menyodorkan gigitan tempe nya yang terakhir..


dafa tanpa komentar langsung membuka mulutnya dan terbelalak dengan rasa makanan pinggir jalan itu..


"enak kan...?? " tanya zahra bangga..


"hmmm.. enak juga". sahut dafa..


kini giliran dafa yang makan belepotan zahra memesan versi jumbo jadi ayamnya banyak begitu juga sambalnya sementara dafa memesan versi biasa dafa fikir makanannya tidak enak...


.


.

__ADS_1


__ADS_2