Gadis Pemikat Hati

Gadis Pemikat Hati
ngidam kyara


__ADS_3

Setelah selesai dengan makan malamnya, Zahra memeluk neneng..


"terimakasih bi... sekarang ara masuk kamar ya....?? " izin zahra dengan nada manja..


"iya non....!! " jawab neneng masih mode terkejut..


neneng melihat jam dinding tadi jarum panjang nya arah angka 9 sekarang angka 11artinya zahra makan kurang lebih 10 menit, neneng tentu terkejut biasanya zahra makan tidak pernah mau sendiri apalagi makannya aneh, dan cepat habisnya..


"nona kenapa ya....?? " batin Neneng heran..


Zahra melompat-lompat bak kelinci menaiki tangga rumah maharza, tak tau saja bagaimana gemasnya kyara dan aira saat ini.


"Nyonya... maaf nyonya... saya tak sengaja....!! " pekik neneng kaget.


"nggak apa bi... kami lagi lihatin ara... !!" sahut kyara.


"oh.. iya nona Kiya.. bibi bingung non Ara kenapa ya....?? " bingung neneng menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"mungkin bawaan anaknya neng... harap maklum ya.. !!" sumringah aira.


"hah....?? non ara lagi ngandung dedek bayi gitu nyonya..?? " tanya neneng memastikan pendengarannya tak salah..


"iya bi... jadi jangan marah sama tingkah aneh ara ya...?? " sahut kyara senyam-senyum tidak jelas.


"seneng banget kamu kiya sayang...!! " gemas aira mengusap kepala kyara.


"iya dong umi.. artinya Kiya akan punya keponakan yang manggil kiya Aunty...!! " girang kyara.


aira terkekeh, dan neneng hanya tersenyum senang. kyara dan zahra memang orang baik, pantas saja zahra menjodohkan sahabatnya dengan abahnya ternyata kyara memiliki hati yang baik itulah artian neneng melihat sifat kyara..


.


.


sementara setelah sholat isya Zahra terlelap dengan mukenah masih lekat di tubuhnya.


HP nya bergetar pun tak diketahui oleh Zahra..


"Humairahku... kamu kemana sayang...?? apa sibuk...?? " tanya-tanya dafa tak karuan..


Dafa masih bekerja di hotel penginapannya berkasnya menumpuk, tiba-tiba dia sangat ingin melihat wajah cantik istrinya yang kini sedang tak fokus.


Zahra pun menghubungi shezan tapi yang angkat malah kyara sebab shezan sedang keluar membelikan martabak untuknya..


"bisa lihatkan apa yang Zahra kerjakan kyara... ?"tanya dafa ragu-ragu


dafa sebenarnya segan minta tolong sama kyara sebab istri abang iparnya itu sedang mengandung.


"oh... bisa tuan dafa...!! " semangat '45 kyara..


dafa tersenyum lega..


"sebentar tuan.. saya akan lihat ya...!! jangan matikan dulu.. silahkan VC kalau mau mengintip apa yang dilakukan Ara...!! "


"ide bagus.. saya setuju..." sahut Dafa sumringah..


memang itu yang dia inginkan.


Dafa mematikan panggilannya setelah beberapa saat barulah dafa melakukan panggilan Vidio..


kyara mengangkatnya...


"maaf tuan.. saya sedang tidak pakai kerudung...!! jadi kamera belakang nggak apa kan...?? "

__ADS_1


"tidak apa kyara.. saya mengerti.. maaf merepotkan mu...!! " dafa mengangguk mengerti.


Dafa memegang jantungnya sendiri saat kyara sudah tiba di pintu kamar zahra.


"nggak di kunci tuan...!! hihihi...!! " cekikikan lucu kyara..


dafa pun lega, dia penasaran apa yang dilakukan zahra. biasanya zahra selalu mengunci pintu kalau mau tidur sekarang kok tumben pikirnya..


"aah.. dia sedang tidur tuan. " jelas kyara berbisik sambil menahan tawa.


Dafa menatap sendu istrinya yang sedang terlelap di sajadah dengan mukenah yang masih lengkap di tubuhnya.


"sepertinya dia sangat kelelahan tuan." jelas kyara lagi mengusap kepala zahra..


"terimakasih Kyara.. saya tidak bisa menggendongnya...!! bisakah kamu membuat tidurnya nyaman di bawah itu.. selimutkan dia... !!"


Kyara tersenyum lembut, dia tau bagaimana cinta dan perhatiannya dafa pada sahabat baiknya itu.


"baiklah tuan... saya selimutkan ya....!!"


"terimakasih...!! " ucap dafa tulus..


"sama-sama Tuan. " jawab kyara meletakkan kamera hpnya ke arah lain supaya kyara bisa mengambil selimut di ranjang zahra.


dafa hanya bisa menunggu...


.


.


"sudah tuan.. ara sudah nyaman...!! " suara kyara lagi memperlihatkan bagaimana nyamannya zahra tidur..


"terimakasih...!! " ucap dafa lagi lega..


shezan tadi mencari kyara dikamar tapi kyara tidak ada jadi shezan hanya berpikir kyara kekamar adiknya...


"eeh.. hubby.. ini suami Ara.. Ara nggak jawab telfonnya jadi tuan dafa khawatir nelfon hubby deh.


aku angkat juga .. tuan dafa cuma mau tau apa yang dilakukan ara doang kok..!! "


"ya Allah... Ara.. kenapa bisa tidur disajadah sih...?? " tanya shezan tak percaya.


"gendong ara ke ranjangnya hubby...!! " pinta kyara semangat..


"baiklah sayang ".


dafa mendengarnya tersenyum bahagia, akhirnya ada yang bisa memindahkan zahra ketempat yang lebih nyaman.


Shezan menggendong zahra yang masih memakai mukenah dengan balutan selimut pemberian kyara tadi.


kyara membawa bantal yang diletakkan nya dikepala Zahra tadinya.


"kenapa ara bisa cepat ya tidurnya...?? " gumam shezan mengusap kepala Zahra.


"apa jangan-jangan karna... hm....??? " sambung shezan terputus saat kyara membekap mulutnya.


Shezan mengkode lewat matanya ada apa..? Kyara yang mengerti menunjuk hp shezan dengan ekor matanya..


shezan akhirnya mengerti..


"jangan-jangan karna apa abang ipar...?? " suara dafa terdengar serius juga penasaran.


Kyara mengerut kesal pada suaminya itu shezan menjawab dengan serius juga..

__ADS_1


"jangan-jangan karna jauh darimu... jauh dari suaminya...!! maka nya tidurnya cepat.. atau dia kelelahan karna kamu sebelumnya memaksanya semalaman tak tidur.!! " jelas Shezan..


Dafa tersenyum kecut, benar juga Dafa membawa zahra kemana-mana. Walaupun malamnya zahra tidur di rooftop saat itu pasti zahra masih lelah karna jalan-jalan di mansion 7 tingkat nya seharian tadi.


"iya bang... biarkan saja dia istirahat... terimakasih... tolong jaga ara bang... !!assalamualaikum....!! "


"iya... wa alaikum salam". jawab Shezan lega.


tut.. tut...


"kok dafa nggak curiga...?? kamu kok bisa nyari alasan gitu hubby...!! " tanya kyara takjub.


"iya sayang.. dari keposesifan dafa aku ngerti kalau dia akan menghabiskan waktu dengan ara sebelum dia keluar kota. jadi ya begitulah.."


"hubby hebatt". puji kyara bangga.


"tapi kenapa nggak boleh beritau dafa kalau ara mungkin sedang mengandung....?? " tanya shezan penasaran..


"ini lah kesalahan pria... nggak peka....?? kalau ara hamil pasti akan kasih kejutan lah hubby sama suaminya.. kalau hubby kasih tau nggak kejutan lagi namanya...!! " jelas kyara memutar bola matanya


shezan menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"iya juga ya... ?!" gumamnya tersenyum malu tak mengerti hal itu..


"ya iyalah hubby.. masa enggak sih. ..!!" sungut kyara.


"ya udah ayo kita ke kamar ya...?? " bujuk shezan..


"nggak mau...!! " tolak kyara cepat.


"martabaknya dingin entar...!! " jelas shezan lagi..


senyum kyara terbit seketika..


"aku lupa.. heheh... ayo....!! " ajak kyara semangat merentangkan tangannya.


shezan tersenyum lembut dan mengecup bibir kyara lalu menggendongnya ala koala, kyara menyandarkan dagunya di bahu kokoh suaminya..


"cepat hubby... aku pengen makan martabaknya...!! " rengek manja kyara..


"iya.. iya...!! " pasrah shezan


sesampainya dikamar mereka, Kyara bertepuk tangan senang melihat martabak nya..


"nih...!! " shezan memberikan sepotong martabak pada kyara..


"kamu duluan hubby... aku mau lihat kamu makan....!! " pinta kyara mendorong kembali martabak nya ke arah shezan..


"kok aku...?? " tanya balik shezan tak mengerti..


"kalau gitu aku nggak mau makan...!! " ancam kyara hendak bangkit tapi shezan menahannya..


"setelah ini kamu makan juga kan...?? " tanya shezan lembut..


kyara mengangguk-ngangguk semangat..


"ya udah.. duduk lah...!! "


kyara kembali duduk, kyara dengan antusiasnya menunggu suaminya makan.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2