Gadis Pemikat Hati

Gadis Pemikat Hati
pengawal baru


__ADS_3

.


.


Sejak Saat itu tak ada lagi rahasia diantara Dafa dan Zahra mereka semakin dekat satu sama lain...


tak terasa kini kandungan Zahra sudah menginjak trisemester kedua perut buncitnya sudah terlihat jelas


Zahra sudah punya pengawal dan suster yang mengikutinya kemana-mana...


"kenapa kalian mengikutiku....?? " tanya Zahra dengan nada kesal..


"maaf Umi... ini sudah perintah tuan boss... kami bisa dihukum umi.....!! " jawab suster Cika jujur..


"saya hanya melindungi anda nona....!! " sahut jessica dengan wajah datarnya melihat situasi..


Zahra memijit pelipisnya sendiri...


"aku kan cuma ke dapur... nggak kemana-mana.... lagian kalian kok bisa tau sih aku keluar kamar..?? "


"kami sudah punya pendeteksi terkini nya nona." Jawab jessica menunjukkan hpnya..


Zahra menjatuhkan rahangnya suaminya benar-benar overprotectif bahkan membuat satu aplikasi hp yang gunanya benar-benar diluar nalar manusia..


"sudahlah... minggir kalian....!! " keluh Zahra pergi ke meja dapur dan duduk manis di situ...


Zahra menekuk wajah cantiknya dengan alis menyatu bibirnya mengunyah kue ringan didalam toples sekaligus menggerutu tingkah suaminya..


"Cika buatin aku susu ibu hamil....!! " pinta Zahra ke susternya..


"baik umi. " jawab cika segera membuatkan susu untuk Zahra..


Cika punya takarnya sendiri hingga susu itu tidak terasa amis oleh Zahra itu sebabnya Zahra meminta Cika membuatkannya.


"jessica... ini didalam mansion ngapain waspada sih...?? kita nggak diluar kali...!! " sungut Zahra melirik kesal Jessica


jessica yang melihat kiri kanan depan dan belakang seolah Zahra takut di intai seseorang.


"saya hanya melakukan tugas saya nona." jawab Jessica sopan..


"kenapa sih kamu terlalu kaku Jessica.. ? santai aja.. aku bukan anak kecil yang tukang ngadu...!! " kesal Zahra lagi..


"maaf Nona saya disadap oleh Tuan Bara dan Tuan Boss.. !!" jawab jessica berterus terang dengan wajah datarnya.


"apaa....??? " pekik Zahra tak percaya.


"maaf nona.. itulah kebenarannya." jelas Jessica lagi..


"Dafa..... kamu suka sekali membuatku kesal....!! " gumam Zahra dengan tatapan tajam ke arah depan..


Zahra melihat HP nya dan terlihat ogah menjawabnya tak lama kemudian HP Jessica yang berdering dan secepat kilat Jessica mengangkat panggilan itu..


"iya boss.. ??"


Zahra melebarkan matanya dan menatap tajam Jessica..


"Nona baik-baik saja boss HP nya ada disamping Nona tapi nona terlihat kesal dan tidak mau menjawab panggilan Boss...!! " ujar Jessica dengan melaporkan apa yang di lihatnya tadi..


Zahra menganga tak percaya...


"ini sebabnya banyak seleksi untuk mendapatkan pengawal untukku...?? supaya nggak bisa berpihak padaku...?? Astagfirullahal Adzim... Habib nyebelin banget sih.....!!! " batin Zahra memberengut kesal..


"ini sudah siap Umi." Cika menyerahkan gelas susu ibu hamil untuk Zahra..


"Nona sedang minum susu ibu hamil Boss...!! " lapor Jessica lagi..

__ADS_1


Zahra mendumel lagi...


"apa yang diucapkan istri ku itu....?? " tanya dafa terkekeh gemas..


"sepertinya nona sedang kesal boss... nona terdengar mengumpati boss...!! " lapor Jessica lagi..


Zahra menganga lagi ..


"habiiibbbb......!!! "


Gelak tawa Dafa terdengar begitu bahagia..


"serahkan padanya...!! "titah dafa..


"baik Boss.... silahkan Nona. "Jessica dengan sopan memberikan HPnya pada Zahra...


Zahra mengambilnya..


"habib.... kenapa jessica seperti ini.. ?dan juga kenapa Cika membuntuti ku kemana-mana....?? lagian aku cuma kedapur.. aku nggak bebas kalau kayak gini terus habib...?! "


"maaf sayang..itu demi kebaikanmu dan anak kita.. Aku janji pengawasanku akan melonggar saat kamu sudah melahirkan sayang. jaga kesehatanmu untuk bisa melahirkan anak kita sayang.. aku hanya ingin melakukan apa yang membuatku tenang... !!"jelas dafa .


Zahra komat-kamit tidak jelas..


"ya nggak harus gini juga...aku keluar kamar satu langkah aja mereka tau.. alarm apaan itu di HP mereka...?? "


"itu terhubung dengan segalanya tentangmu sayang itu teknologi terbaru ku aku buatkan untuk menjaga orang terkasihku...!! " jawab dafa.


"tapi aku nggak suka di kekang habib... !!" desis Zahra lagi.


Dafa tersenyum manis..


"maaf humairahku sayang..biarkan aku melakukan apa yang menurutku baik.. kamu harus menerima nya sayang... atau aku akan menambah pengawal seperti jessica untukmu....!! " ancam dafa menyeringai..


"Habiib... jangan.... satu aja udah kewalahan menghadapinya gimana 2 ? bisa gila aku habib...!! "


"habib kapan pulang...?? " tanya Zahra sambil menghembus susu panas di tangan kanannya kini..


"sebentar lagi sayang. " jawab Dafa lagi..


"hm... belikan aku martabak mesir ya...?? " pinta Zahra berbinar penuh harap..


Dafa terkekeh..


"siap humairahku tersayang. " jawab tegas Dafa..


Zahra tertawa cekikikan..


"berikan pada Cika sayang HP nya....?? " pinta dafa


Zahra menyerahkannya pada Cika, Cika mengambilnya sopan


"iya tuan Boss....!! " sahut Cika yang tau Dafa ingin bicara padanya..


"apa kamu sudah menyiapkan buah-buahan untuk Zahra ku cika...?? " tanya Dafa..


"maaf tuan boss..Kami menunggu Rika pulang dari pasar... stok buah di kulkas sudah habis tuan boss !" jawab Cika sopan..


"pasar....?? kenapa nggak di mall buah...?? " tanya Dafa heran..


"justru di pasar buahnya lebih terjamin tuan boss.. kami sangat merekomendasikan memakan buah dari pasar yang tidak disuntikkan pengawet apapun.... jadi saya meminta Rika membelinya dipasar...!! "


Dafa menghela nafas...


"Ya sudah... kalau itu terbaik untuk istri saya jaga dia baik-baik sebentar lagi saya pulang... baru kalian boleh pulang....!! "

__ADS_1


"baik Tuan Boss." jawab Cika sopan


dan Cika menyerahkan hp itu pada pemiliknya..


"sedang apa istriku...?? " tanya dafa..


"Nona sedang minum susunya boss...!! " jawab Jessica


Zahra melirik kesal hp jessica seolah itu tertuju pada suaminya itu..


"hm... sebentar lagi aku akan pulang.. jaga dia baik-baik...!! "


"baik boss." jawab Jessica tanpa banyak bicara..


Jessica pun menyimpan hpnya dafa yang mematikannya duluan..


tak lama kemudian rika kembali dengan membawa 2 kantong besar berisi segala buah-buahan segar dari pasar..


"ini Cika... buahnya aku pilihkan yang bagus-bagus ".


l seru Rika dengan semangat..


sebenarnya Rika suka belanja dipasar tapi karna Dafa adalah atasannya jadi sering belanja di mal atau supermarket sekarang malah ahli gizi Zahra yang menyuruhnya makan buah segar dari pasar tentu Rika akan belanja dengan senang hati..


"aku mau ini....!! " tunjuk Zahra ke buah Anggur yang terlihat segar dimatanya..


"baik Umi... Rika cucikan dulu ya umi. "


"biarkan aku makan langsung aja....!! " kesal Zahra hendak menggapai buah itu tapi jessica menahannya..


"demi kesehatan nona.. buah ini harus dicuci cepat cuci rika...!! " seru Jessica dengan seriusnya..


"ok...!! " sahut Rika semangat..


Zahra mengerucutkan bibirnya hal itu membuat Cika tersenyum lebar..


.


.


"Sudah uminya Rika tersayang... " rika menyerahkan sepiring anggur yang sudah dibersihkan..


Zahra ingin menggapainya tapi ditahan oleh jessica lagi..


"apa lagi...?? " tanya Zahra dengan wajah cemberut..


Jessica mengeluarkan tisu basahnya dan mengelap sopan tangan Zahra, Zahra menghela nafas panjang..


"ini demi kesehatan umi....!! " ujar Cika dengan senyum lebarnya..


"kalian terlalu berlebihan.. lagian tangan aku baik-baik aja...!! " kesal Zahra ..


"Kalau baik-baik saja.. kenapa bisa sehitam ini Nona...?? " Jessica menunjukkan tisu basah nya yang sudah menghitam..


Zahra melihat arah lain enggan menjawab pertanyaan jessica lebih tepatnya tidak bisa jawab juga.


Rika terkekeh saat Zahra langsung merampas buah itu dan memejamkan mata membaca basmalah dan melahap buah itu dengan girang..


"buah Pasar emang terbaik...!! " puji Zahra dengan ceria..


Membuat yang lainnya tersenyum manis hanya jessica yang tersenyum tipis..


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2