Gadis Pemikat Hati

Gadis Pemikat Hati
kedatangan Maryam


__ADS_3

.


.


"kamu cantik sekali Humairahku....!!! " puji dafa berdecak kagum melihat keindahan didepan matanya itu...


Zahra yang malu hanya menutupi belahan dadanya yang terlihat..


Dafa melepaskan tangan zahra yang sedang menutupi belahan dada zahra..


"habib......!! "


"aku tidak boleh melihatnya.....? " tanya dafa serius..


zahra pun tak lagi menutupi belahan dadanya, wajahnya merah padam. malu sekali lekuk tubuh zahra tercetak jelas karna gaun itu.


"sayangnya aku belum bisa menyentuhmu...!! " lirih dafa begitu terpana akan bentuk tubuh istrinya itu.


zahra tidak pernah memperlihatkan bentuk tubuhnya pada siapapun, gamisnya yang dalam tak membentuk tubuhnya namun saat ini dia memakai gaun yang sangat pas disetiap lekukan tubuhnya..


zahra hanya diam sambil menahan malu saat dafa mulai menyentuh setiap inci tubuhnya.


"apa kamu tidak bosan mengelilingiku terus...? " cicit zahra pelan..


"nggak sayangku....!! " jawab dafa cepat..


Dafa pun tiba di hadapan Zahra kini menarik pelan pinggang ramping Zahra hingga menempel ketat dengan tubuh kekar dafa.


zahra yang belum terbiasa meletakkan tangannya didada bidang dafa, supaya dadanya tidak menempel disana..


"lepaskan ini....!! " titah dafa memelas...


zahra melirik tangannya secara perlahan pun menurunkan tangannya..


"letakkan disini saja....!! " dafa mengajari zahra meletakkan tangannya di pinggangnya..


"kalau aku belum bisa mendapatkan milikku, hak ku..


biarkan aku mendapatkan first kiss mu...!! "


gugup juga bercampur malu Zahra saat ini..


"pejamkan matamu humairahku....!! "


perlahan zahra memejamkan matanya dia tidak punya pilihan lain, harus melayani dafa dengan cara yang dimau dafa.


dafa terpana melihat mata zahra yang terpejam sangat cantik...


cup.....!!


zahra meremas baju dafa yang dipegangnya, dia tidak bisa membalas ciuman suaminya hanya bisa diam..


"manis sekali...!! " batin dafa..


dafa mulai menguasai bib*r manis itu melahapnya dengan penuh cinta dan perasaan, seakan menggambarkan bagai mana perasaan dafa selama ini terhadap pemilik bibir ini.


"masih belum berpengalaman...?? " gemas dafa dalam hati..


"bagaimana caranya...?? aaah... apa aku praktekkan tontonanku...?? " batin zahra..


zahra pun membuka mulutnya, dafa terperanjat kaget sejenak saat zahra mulai membalas ciumannya.


"cepat sekali belajarnya...?? " batin dafa takjub...


getaran HP membuyarkan adegan ciuman mereka..


"siapa itu..? akan aku hukum dia!!" geram dafa..


"jangannn.. pasti Rika yang menyiapkan makanan ku....!! " jelas zahra serius...


zahra mengangkat panggilan itu, "okehhh....!! "


setelah mengatakan itu zahra mematikan panggilannya..


"tuh kan... makanannya udah siap...!! ayo makan sore...!! hehehe. " cengir Zahra mengusap rahang dafa yang terlihat kesal...


"buka kan resleting gaunku...!! " pinta Zahra membelakangi dafa..


tak tau saja apa yang zahra lakukan malah memancing birahi dafa..

__ADS_1


"cepatlah Habib... aku udah lapar....!! " rengek Zahra memelas...


Dafa merutuki segalanya dan menurunku resleting gaun zahra..


Dafa mendumel tak karuan saat zahra dengan mudahnya melepaskan gaun itu dari tubuhnya dan memungut baju tidurnya.


"aku kembali.. ayo cepatlah ke bawah.. aku menunggumu makan bersama...!! oh ya...? nanti wantunya sholat tiba.."


Zahra tertawa riang setelah mengatakan itu, dia berlari keluar dari ruangan rahasia dafa..


"mudah sekali meninggalkanku... dia sudah membangunkan sesuatu yang seharusnya tertidur....!! " gerutu dafa melihat bagian bawahnya.


"aku harus menidurkannya dengan cara apa??" geram dafa putus asa.


dafa kehabisan akal, dia tidak pernah seperti ini sebelumnya...


"Searching....!! "


Dafa pun mengambil HP nya dan mencari cara menidurkan miliknya..


"menggelikan sekali....!! mandi air dingin saja... semoga bisa....!! '" keluh dafa penuh harap..


.


.


sedangkan Zahra langsung tiba dilantai bawah, dia melihat menu makan sorenya yang sangat enak...


"kalian mengerjakannya dengan baik....!! terimakasih semuanya...!! " ucap zahra tulus tersenyum cerah..


"sama-sama.. Nyon... eh... Umi Ara....!! " jawab semua nya kompak..


"waah... Rika udah beritahu kalian ya..?? bagus-bagus...!! biasakan panggil umi ara ya...?? "


"baik Nyon.. eh... Umi Ara....!!"


Zahra tertawa mendengar kegugupan mereka yang belum terbiasa memanggil umi..


"kemana Dafa ya...?? " gumam zahra melihat arah lift..


"mungkin membersihkan diri umi ara...!! " jawab Rika


"iya Umi... tuan suka mandi di jam-jam seperti ini...!! " jawab yang lain serius namun masih sopan..


Zahra mengangguk-ngangguk jadinya..


"lama dong... makanannya bisa dingin...!! " gumam nya pelan...


"umi bisa makan duluan... !!"


"nggak bisa...!! aku harus menunggunya...! " tolak zahra lesu..


"Rika...!! " panggil Zahra


"iya Umi...!! " jawab Rika cepat..


"apa ada kerupuk...?? " tanya Zahra pelan.


"ada umi tapi milik saya. !!" jawab Rika menggaruk kepalanya yang tak gatal...


"kalau gitu ambil... ayo kita kekamarmu...!! " ajak zahra semangat menarik tangan Rika..


Rika yang gelagapan hanya saling pandang dengan teman-teman kerjanya..


"Ayo....!! " rengek Zahra lagi..


"baik Umi....!! "


.


.


.


Dafa sedang sholat Magrib ..


Zahra memperhatikan seluruh gerakan suaminya dengan senyuman ia sedang tidak sholat saat ini.


"suamiku mengaji...?? " tepuk tangan Zahra pelan..

__ADS_1


Zahra begitu senangnya mendengarkan Dafa mengaji sampai Adzan Isya pun tiba Zahra hanya fokus melihat kegiatan suaminya dengan senyuman menghiasi wajah cantiknya..


setelah selesai sholat isya...


"aaah... Habibiie...!! " girang Zahra bangkit dari tidurannya dan berlari lalu melompat di punggung Dafa.


Dafa kaget namun senyumnya melebar sempurna..


"ada apa Humairahku...?? " tanya Dafa lembut..


"aku sangat mengidolakan suamiku....!! kamu sangat sexy Habib... aku suka... sangat suka... muaah.. muah... muahhh....!! "


Dafa tergelak saat Zahra menciumi sisi wajahnya dengan gemas...


Dafa melipat sajadahnya dan melepaskan sarungnya sementara di punggungnya masih ada Zahra yang tak mau turun dari tubuh kekar suaminya.


"sayangnya aku belum mendapatkan dirimu seutuhnya sayangku." suara serak dafa melangkahkan kakinya ke arah ranjang


"maafkan aku.. tunggulah 6 hari lagi deh.. mudah-mudahan hari ke 7 udah selesai...!! "


Dafa menurunkan zahra di ranjangnya..


"Hm.. m mudah-mudahan aku kuat sampai hari itu...!! "


zahra menautkan alisnya tak mengerti maksudnya dafa..


"ayo tidur...!! " Dafa menepuk lengannya..


Zahra dengan senang hati tidur memeluk Dafa, dafa mengusap kepala zahra...


"kapan Maryam pulang...?? " tanya zahra mendongak


"besok mungkin...!!" jawab dafa


"apa kata bayu...? apa maryam sudah bisa berjalan..? "


"udah...bahkan udah bisa berlari....!" jawab dafa tersenyum lebar..


"alhamdulillah.. Allah meridhoi nya....!! "


"tidurlah....!! "


Zahra pun mengangguk, dia pun memejamkan matanya...


.


.


Ke esokan subuhnya Dafa sholat sendiri, Zahra masih terlelap...


setiap doa dafa selalu membahas dan mengharapkan kesembuhan maryam, kini hati zahra sudah dafa dapatkan bagaimanapun dia hanya manusia biasa yang tak bisa apa-apa tanpa sang pencipta.


Dafa mungkin terlihat memiliki segalanya, tapi dia masih suka meminta pada sang pencipta, tak pernah menyerah. selalu dan selalu dia berdoa..


"Terimakasih atas segalanya ya Allah.. Adik hamba sudah bisa berjalan... terimakasih ya Allah.. engkau menjabah setiap doa-doa hambamu yang lemah ini....!! dan tuntunlah hamba menjadi imam yang lebih baik ya Allah untuk keluarg kecil hamba....


.......!!"


.


.


siang harinya seluruh keluarga Dafa menunggu di bandara...


Mama Dafa (siti) memeluk zahra dengan erat...


"Itu dia Ma...!! " tunjuk Zahra semangat..


"Maryam...? anakku...!! " haru Kahfi berkaca-kaca..


Dafa tak bisa menyembunyikan air mata bahagianya melihat wajah cerah Maryam yang sedang berlari riang ke arah nya...


Bayu membawa 2 koper miliknya dan milik Maryam..


"hati-hati Nona...!! " teriak Bayu..


.


.

__ADS_1


__ADS_2