Gadis Pemikat Hati

Gadis Pemikat Hati
Keluarga Zahra dan Kyara


__ADS_3

Zahra duduk di belakang...


"duduk didepan Kyara, dibelakang penuh... !!" Zahra segera meluruskan kakinya..


"Zahra....!! " suara Lembut Shezan..


"Abang nau jadi supir ya....?? kalau Ara dan Kyara dibelakang nanti abang bakal kami acuhkan....!! " jelas Zahra dengan antengnya..


"dek.. masuk lah...!! " Shezan pun membuka kan pintu mobil bagian depannya untuk Kyara duduk..


Kyara pun masuk tanpa menatap mata Shezan, dia tidak punya keberanian menatap mata bening Shezan yang menghipnotisnya untuk terus menatapnya.


.


.


Zahra melirik dengan bola matanya ke kiri dan kekanan menatap Kyara dan Shezan yang tampak menggemaskan.


Kyara hanya menatap jalan, dia sungguh tak punya keberanian bersikap seperti biasa didepan Shezan. Kyara juga bisa pekacilan dan heboh seperti Zahra tapi kini bagai Kucing manis kalau didepan Shezan..


"tidak ada musikkah...?? " tanya Zahra memecah kebisuan mereka.


"kenapa diam aja...?? apa perlu aku naik taksi aja ke rumahmu Kyara...?? " tanya Zahra menyandarkan dagunya di sandaran Kyara kini hanya sekedar menggoda saja..


"jangaannn....!! " pekik Kyara menoleh seketika..


Shezan hanya tersenyum akan kepanikan Kyara, ia juga tak bisa memaksa Kyara untuk cepat menerimanya menurutnya wajar saja Kalau Kyara malu..


"kamu mau abangmu di gosip burukkan oleh orang lain Ara...?? " tanya Shezan melirik sekilas Zahra..


"bodo amat.. Abang sama Kyara diam aja sih kayak sama-sama bisu....!! " ejek Zahra.


Kyara hanya tersenyum canggung menatap Shezan, sungguh Kyara takut menatap mata Shezan yang menghipnotisnya, Kyara nanti takut ketagihan menatap Shezan sementara mereka belum halal.


Shezan pun sama, dia selalu beristigfar karna jatuh Cinta sebelum halal, sungguh menakutkan hati nya kini, itu sebabnya Shezan ingin segera menikahi Kyara. biar lebih puas menyentuh pipi, Kepala dan memeluk Kyara nantinya.


"ya udahlah.. Ara main HP aja....!! "


Pasrah Zahra tak bisa mengatasi situasi jangkrik kedua Calon imam dan Makmum didepannya itu.


Zahra pun memainkan game busana muslim di HPnya, HP pemberian Dafa bergetar Zahra segera mengambil HP itu dan meletakkan HP miliknya.


"kamu punya 2 HP Ara...?? " tanya Shezan


"Iya Abang, tapi satunya nukan Ara yang beli kok, dafa yang belikan....!! " Jawab Zahra Fokus membalas pesan Suaminya..


Shezan pun tersenyum saja, dia sudah menerima Dafa sebagai bagian keluarga Maharza walau cara Dafa menikahi adiknya menurutnya aneh tapi alasan Dafa juga tidak bisa di bantah..


"Pria gila ketemu di hutan"


nama Kontak Itu belum diganti oleh Zahra, soalnya pria yang berstatus suami dadakannya itu tetap mengirim mata-mata untuk mengawasinya.


"sayang...?? siapa Pria Yang menyamar itu...?? beraninya dia mencubit pipi Humairahku


tercinta...!! " isi pesan Dafa.


"dia Abang ku... shezan Maharza....!! " Balas Zahra


Zahra tersenyum membaca dan membalas pesan Dafa..


"Oh.. maafkan aku yang tengah meragukanmu Humairahku...!! " balas Dafa lagi.


"nggak masalah, di hari Pernikahan Abangku dengan sahabatku Kamu mau Ijab kabul ulang didepan Abi, umi dan abangku...??? " pesan Zahra..


"*d*engan senang hati Sayang... kapan ijab kabul Abangmu...?? " pesan Dafa lagi.

__ADS_1


"sekitar 5 hari lagi... nawa orangtuamu kalau mau serius denganku ya Habib..!!! " balas pesan Zahra ..


DeG...!!!


Jantung Dafa berdegup kencang saat Zahra menyebutnya Habib..


"kesayanganku..? Zahra menyebutku kesayangannya....?? " gumam Dafa tersenyum bahagia..


"alamat rumah Sahabatku pasti kamu tau kan...?? tanya saja pada mata-mata utusanmu itu... 😒 !!" pesan Zahra.


Dafa tertawa lepas melihat satu emoticon pesan Zahra yang sangat lucu baginya.


"kamu akan terkejut saat tau siapa Keluargaku sayangku Zahra... !!" gumam Dafa mengecup sayang potret Zahra di ponselnya..


"kirimkan 1 foto tercantikmu untuk aku cetak dijadikan bingkai untuk dikamar dan mobilku yaa Humairahku tersayang....!! " pesan Dafa..


Zahra mengirim foto terbaiknya.


"*ha*nya Itu yang terbaik....!! " pesan Zahra.


"cantik sekali... terimakasih sayang....!! " pesan Dafa lagi.


Zahra tak lagi membalas...


"dia pasti sudah sampai....!! "


tebak Dafa menatap potret Zahra.


mata indah Zahra sangat ia kenali, gadis bercadar yang menyelamatkan nya hari itu. tak disangka Gadis itu sangat dekat dengannya tunangan masa Kecilnya (Bayi).


....


.


Aira berdiri dan berjalan ke arah Zahra, mereka pun berpelukan layaknya sudah terpisah selama bertahun-tahun.


"bagaimana keadaan Umi udah baikan...?? " tanya Zahra memegang wajah Uminya yang memakai cadar juga...


"udah Ara.. umi Baik-baik aja...!! " Jawab Aira tersenyum lembut.


Aira beralih ke sosok di belakang Shezan yang menunduk takut melihatnya.


"Aah... Umi...!! " Zahra berjalan ke arah Kyara dan merangkul bahu Kyara dan membawa kyara ke arah Aira..


"ini Kyara sahabat terbaik Ara.. dia orang yang Ara percaya membahagiakan Abang ! umi setuju kan?? " Zahra mempromosikan sahabat baiknya itu dengan bangga .


"Assalamualaikum. Um.. eh... Tante...!! " salam gugup Kyara..


Zahra tertawa lepas, Aira tersenyum manis dan memeluk Kyara yang takut.


"wa alaikum salam.... menantu Umi...!! "


"panggil Umi aja nak, kalau Ara kami begitu mempercayaimu untuk menjadi bagian keluarga kami kenapa kamu harus menolaknya? "


Kia dan Bambang tersenyum haru, mereka tidak menyangka akan menjadi bagian keluarga terhormat Maharza.


Shezan menatap lembut pemandangan itu, hanya kurang Tanisha, Tanisha dan Rivky akan datang di hari pernikahan nya dengan Kyara nantinya..


"Abi....?? " Zahra duduk disamping Riqi dan bergelayut manja nya dilengan Abinya.


"kamu ini nak.. bagaimana bisa kamu bertingkah manja di depan calon besan Abi...!! " gemas Riqi mengusap kepala Zahra..


"Ayah sama Bunda mah sama kayak orangtua Ara Abi..


jadi nggak bakal malu... kan Ara sering manja ke Ayah dan Bunda kalau Ara kangen Umi dan Abi....!! "

__ADS_1


"iya kan bunda... ayah...?? " tanya Zahra mengedipkan matanya sebelah menggoda Kia.


Kia tertawa pelan, ia merentangkan tangannya..


"lihat Abi.. Bunda aja manja minta Ara peluk. " pamer Zahra ke riqi..


Zahra memeluk Kia yang tersenyum sayang mengusap kepalanya.


"maafkan kami sudah merepotkan anda tuan bambang karna kelakuan manja Putri bungsu kami ..!!" ucap Riqi ke Bambang.


"tidak apa tuan, Zahra seperti anak Kandung kami. Kami sangat mengasihinya, tidak disangka bertahun-tahun lamanya kami membesarkannya ternyata menyimpan rahaasia yang sangat besar." tutur Bambang..


Riqi tertawa..


"mau bagaimana lagi tuan Bambang, kami di ancam olehnya tidak akan mengakui kami keluarganya kalau kami berani mendatangi mya secara langsung.! "


Bambang terkekeh dan Riqi tertawa.


.


.


"Ayo duduk Umi...!! " ajak Kyara sopan ke arah Sofa ruang tamu mereka..


"Kyara buatin minuman ya umi...!!? " tawar Kyara sopan..


"sudah nak... biar Ara aja yang mengambilkannya.!! kamu disini aja.!! " pinta Aira menarik tangan Kyara duduk disampingnya..


"Umi....?? Bunda.. !!" rengek Zahra mengadu ke Kia.


Kia tertawa mengusap kepala Zahra, "biar Bunda yang nyiapkan lagi ya. "


"Zahra....!! " suara Shezan dan Riqi kompak artinya sebuah peringatan..


"Iya Abang... Umi... Ara akan buatin...!! " Jawab Zahra mengerucutkan bibirnya.


Kia hanya menatap bingung akan situasi tadi, kenapa mendadak Zahra jadi patuh hanya disebut Zahra oleh shezan dan Riqi.


"Bunda ikut nak."


"ayo Bunda... Weekkkk....!! " ajak Zahra semangat kemudian menjulurkan lidahnya ke Shezan dengan sedikit mengangkat cadarnya...


Shezan hanya menggeleng kepalanya.


.


"kenapa Zahra jadi serius saat Abang dan Abi Zahra memanggil nama Zahra...?? " tanya Kia penasaran.


"Oh.. itu Artinya Abi sama Abang sedang memberi peringatan Bunda." Jawab Zahra mengaduk sirup marjannya yang warna orange..


"bagaimana cara membedakannya...?? " tanya Kia bingung.


"panggilan sayang Keluarga Zahra itu Ara bunda, kalau udah dipanggil Zahra artinya sedang marah, itu bedanya...!! " jawab Zahra lagi.


"kalau gitu Bunda boleh manggil Ara juga...?? " tanya Kia serius dengan wajah memelasnya.


Zahra awalnya bingung lalu menyeringai lebar


dan mengangguk-ngangguk antusias.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2