
.
.
"siapa Kikan....?? " tanya Zahra melepas Cadarnya..
Dafa tersenyum tipis, istrinya sedang cemburu....
"mantan sekretaris Aku .. !" Jawab Dafa dengan cepat..
"Apa menurutmu dia cantik....?? " tanya zahra serius..
"Cantik." jawab Dafa sempat berpikir..
"apaa......?? kamu bilang dia cantik....?? " desis Zahra
Dafa bagai membangunkan Serigala bertanduk dalam diri Zahra..
"Iya... karna dia perempuan... ya Cantik nggak mungkin ganteng kan....?? " jelas Dafa
ia merasa tak ada yang salah dengan ucapannya...
"jadi semua perempuan cantik dimatamu...?" tanya Zahra dengan nada mengintimidasi..
"Iya .. cantik, mereka semua cantik tapi nggak menarik menurutku... kamu jauh lebih cantik hanya dengan tatapanmu saja... tidak seperti mereka yang mengumbar wajah pakai Make Up tebal dan sexy untuk mencari perhatianku.. kamu berbeda Humairahku... hanya kamu yang aku mau.!! mereka hanya nyamuk bagiku...!! "
"benarkah....?? " tanya Zahra masih curiga..
jujur Zahra tersentuh mendengar penjelasan Dafa, tapi hatinya ingin mengamuk saat Dafa bilang Wanita menor tadi Cantik....
Dafa mengangguk-ngangguk...
"kamu mau aku pakai baju kayak tadi....?? " tanya Zahra serius..
"hanya untuk didepanku aja.. !" jawab Dafa penuh penekanan...
"kayaknya tunjukin sama bara juga bagus...!! " gumam Zahra memanas-manasi..
Ciiittt......
Dafa mengerem mendadak, mobil dibelakangnya mengklakson kuat memekekak kan gendang telinga..
zahra terhuyung kedepan beruntung dahinya diselamatkan oleh tangan dafa..
Zahra ingin berteriak mengomeli Dafa namun merasakan aura menyeramkan keluar dari Dafa membuat Zahra bergidik ngeri, sekaligus takut...
"Kamu tau aku seorang pembunuh Humairahku...?"
"Kamu mau bunuh aku Habib...?? " tanya Zahra tercekat di tenggorokan.
"bukan kamu yang aku bunuh tapi Pria yang melihat satu helai rambutmu akan aku bunuh dengan tanganku sendiri....!! "
Zahra menelan bersusah payah salivanya sendiri, kenapa tatapan Dafa begitu menyeramkan... ?
"Aku nggak akan biarkan ada Pria yang melihat sehelai rambutku sekalipun.. tapi ku mohon jangan membunuh orang hanya karna cemburu padaku, aku hanya bercanda tadi.. habis.... kamu bilang kikan cantik....!! aku ya nggak suka....!! "
Dafa memejamkan matanya...
"kenapa perkara cantik sayang...?? emang kenapa kalau aku bilang dia cantik.. toh aku nggak tertarik sama dia "
suara Dafa mulai melembut...
" kenapa...?? ya marah lah... bagaimana perasaanmu kalau aku bilang Bara tampan...?? apa kamu nggak marah...?? "
"ya marah lah... !! akan aku coreng wajahnya itu dengan pisauku kalau kamu bilang dia tampan didepannya....!! " suara tegas dafa tak terima..
__ADS_1
"ya.. sama... aku juga.....!! kamu aja marah gimana aku...?? dasar nggak peka....!! " bentak kesal Zahra..
Dafa menarik nafas dalam-dalam, akhirnya mengerti letak kesalahannya..
"maaf sayang... aku janji nggak akan bilang perempuan di luar sana dengan sebutan yang kamu benci...!! " tutur lembut dafa mengusap kepala Zahra..
namun pintu mobil mereka diketuk oleh beberapa pria berbadan besar.
"kenapa mereka...?? " gumam dafa dengan wajah datarnya..
"itu pemilik mobil belakang... kamu ngerem mendadak tadi...!! " jawab zahra menghela nafas kesal..
rasanya emosi zahra belum terlampiaskan...
"nggak bisa apa mereka pergi aja... kenapa cari perkara pula sama aku... ? udah bosan hidup ya...!! '
Zahra menoleh ke Dafa...
"kamu yang cari perkara, ngapain pakai ngerem segala... kan jadi dikepung kita nya... kita harus kabur ... aku nggak terlalu jago berantem...!! "
"ada aku sayang". senyum tampan Dafa..
"kamu bisa berantem...?? " tanya Zahra serius..
"Hmm... aku nggak bermaksud menyombong ... tapi julukanku saat belajar ilmu beladiri dikenal dengan nama : Black King... !! semua orang yang belajar ilmu beladiri mengenal nama itu... !!"
Zahra hanya menganga tak percaya, walaupun dia tidak masuk dalam belajar ilmu beladiri, tapi nama Black King terkenal di masa Pesantrennya terutama zaman atlet nya..
"kamu nggak percaya sayang...?? " tanya Dafa gemas..
Zahra menggeleng pelan kepalanya antara percaya dan tidak..
"akan aku tunjukkan....!! tetap diamlah disini ya...?? " kecupan sayang Dafa di bibir manis Zahra ..
Zahra hanya mengerjabkan matanya...
Dafa mulai menatap tajam pria berbadan besar yang masih menggedor-gedor kuat pintu mobilnya..
"cari batu besar.. kita hancurkan mobil tak tau etika lalu lintas ini...!! "
"nggak ada batu besar ketua...!! "
" ya dicari lah gobl*k .....!! nyari pakai mata jangan pakai mulut...!! cari....!! "
"baik Ketua " serentak 3 bawahannya..
"aku keluar....!! " suara sexy dafa dengan aura dinginnya yang terasa mencekik musuhnya.
"akhirnya keluar juga kau brengsek " maki si ketua..
"ketua... bukannya dia tuan muda Satria ya...?? pemilik JB Group Ketua...!! "
"memang kenapa dia pewaris tahta JB group itu... ? dia harus diajarkan tertib dalam lalu lintas.. mobil boss kita hampir rusak... mana ada uang kita menggantinya...!! pria sok berkuasa ini malah sesuka hatinya ngerem mendadak... emang jalan milik perusahaan nya apa...?? "
Dafa menyeringai menakutkan dengan tatapan bak elang yang siap menerkam mangsa nya...
"ta... tapi ketua...!! "
"nggak ada tapi-tapian... lawan dia cepat....!! " perintah si ketua..
tapi ketiga bawahannya itu malah bergetar hebat melihat tatapan Dafa.
"Saya takut Ketua.. Saya seperti Ikan dimatanya...!! "
"iya Ketua.. kami bagai Ikan mangsanya dan dia
__ADS_1
seekor elang... saya juga takut ketua...!! "
"dasar bodoh....!! " geram si ketua..
"kalau gitu Ketua aja yang melawannya...!! "
"kalian berani memerintahku...?? " tanya tajam si Ketua..
perdebatan mereka malah membuat Dafa menguap lebar sambil memijit kepalanya, bukan pusing hanya saja biar terlihat keren dimata Zahra..
Zahra hanya menonton Dafa tanpa berkedip, tangannya memegang erat Seatbelt nya...
"udah...?? " tanya Dafa mengangkat baju kaosnya kini..
seketika ketiga anak buah si Ketua merinding disko mereka bersembunyi dibelakang Ketuanya..
"serang dia bodoh....!! "
perintah Ketua..
"nggak mau Ketua....!! " jawab ketiga Anak buahnya serentak..
"kau saja yang maju....!! " tunjuk Dafa dengan senyum meremehkannya..
si Ketua mengepalkan tangannya...
"ayo cepat...!! apa kalian fikir aku ada waktu mendengarkan perdebatan kalian...?? " senyum miring Dafa.
"cepat lawann....!! " perintah si ketua mendorong anak buahnya ke arah Dafa...
mereka terkejut dengan mata membola, badan mereka memang besar tapi dihadapkan dengan tatapan Dafa benar-benar menakutkan.
dafa punya aura yang bisa membuat musuhnya bertekuk lutut, apalagi kekuasaan Dafa...
"cepat....!! kenapa diam....?? " perintah siketua.
"bisakah kita melawannya...?? " anak buah 1
"aku nggak tau.. firasatku nggak enak...!! " anak buah 2
"aku takut juga... lihatlah bulu kudukku langsung berdiri.. selama ini bulu kudukku nggak pernah kayak gini.. dia seperti Mafia sekaligus psikopat sinting...!! " bisik Anak buah 3
Dafa hanya menatap mereka bertiga dengan santai...
"membosankan...!! kalian memang pintar nggak mau melawanku.. minggirlah... biar aku lawan ketua kalian yang memaki ku tadi...!!" Kata santai Dafa mengibas-ngibaskan tangannya
dengan patuhnya mereka memberi jalan untuk Dafa sungguh lirikan mata Dafa begitu menakutkan...
"mereka ngaku kalah... kau yang terakhir....!! " senyum remeh Dafa lagi..
Dafa menjentikkan satu jari telunjuknya...
"kurang ajar....!! " geram ketua...
"hm... cepatlah....!! " jawab Dafa kelewat santai...
Zahra membekap mulutnya sendiri..
"ya Allah.. selamatkan suami hamba...!! " doa tulus Zahra menengadahkan tangannya sambil memejamkan matanya...
lalu Zahra membuka matanya dan terbelalak saat Dafa hanya mengelak setiap pukulan ketua preman itu...
"Habib....!! " Lirih Zahra dengan raut wajah khawatirnya
.
__ADS_1
.