Gadis Pemikat Hati

Gadis Pemikat Hati
hancur rencana romantis


__ADS_3

Zahra menginjakkan kakinya untuk yang pertama kalinya dalam keadaan sadar...


sebelumnya Zahra dibawa masuk ke Mansion megah ini dalam keadaan tidak sadar..


"selamat datang Tuan Muda, selamat datang Nona Muda Satria....!! " ucap Pelayan berjejer rapi menekuk lututnya anggun menyapa atasan mereka...


"terimakasih sambutannya....!! " ucap Zahra tersenyum menyilaukan mata pekerja Mansion itu..


mereka makin menekuk lututnya sebagai balasan hormat mereka pada atasan nya yang ramah.


Zahra mengedarkan pandangannya


"kenapa Humairahku...?? " tanya lembut Dafa menggenggam tangan Zahra dan mengecupnya sayang..


"sangat indah... apa pemandangan tahun lalu seperti ini..?? kayaknya enggak Kan...?? Aku rasa nggak kayak gini...!! " celoteh Zahra menoleh ke Dafa lalu beralih ke pemandangan indah mansion itu..


"kamu mau pemandangan yang tahun lalu... ?" tanya Dafa serius..


"kenapa...?? " tanya Zahra balik..


"jangan Nona... jangaaaaannn.....!! " jerit Bara dalam hati..


bahkan seluruh penjaga kebun 10 Orang itu pucat pasi, 5 diantaranya pekerja baru.. mereka tidak tau bagaimana bentuk taman 1 tahun yang lalu..


Zahra melirik sekilas Bara yang terlihat memohon padanya...


"apa dia akan berbuat gila...?? aku lupa Suamiku ini pria gila...!! " batin Zahra yang mengerti tatapan permohonan Bara.


"aku bertanya Sayang.... kamu mau model tahun lalu...? aku bisa membuatnya untukmu....!! " tutur bangga Dafa mengusap kepala Zahra dengan sayangnya..


"bukan Boss.. tapi Saya Boss... Nona ku mohon jangan membuat permohonan gila... !! k**alau boss gila.. saya harap Nona waras....!! " batin Bara penuh harap.


Zahra terkekeh....


"Kamu fikir aku bercanda Humairahku tersayang? "


Zahra menggeleng membawa Dafa masuk ke Mansion megah itu...


"ini jauh lebih indah dari tahun lalu...!! " jujur nya


Bara menghela nafas lega..


"benarkah...?? kamu nggak bohong...?? "


Bara melebarkan matanya, Boss nya ini sudah benar-benar gila tingkat akut stadium akhir mungkin..


"aku nggak bohong... sebelumnya hanya ramai rumput hijau tapi bisa dibilang indah karna selalu di bentuk tapi sekarang malah warna-warni penuh bunga.. aku suka....!! "


Dafa tersenyum begitu tampannya..


"ayo kita ke kamar....!! " jak Dafa gantian menarik tangan Zahra..


"tunggu... Dafa jangan lari-lari..!!" pekik Zahra


Dafa menghentikan langkahnya yang berlari..


"ada apa...? "


Zahra memutar tubuhnya dan hendak melepaskan diri dari tangan Dafa, tapi Dafa malah memper erat genggamannnya..


Zahra tak bisa berkutik, dia menoleh ke Luar pintu...


"Heii... siapa yang bisa menolongku...?? " teriak Zahra


para pekerja Mansion berjumlah 15 Orang segera berlari dengan rapi lalu berbaris melintang di hadapan Zahra..


itu untuk mempermudah Zahra memilih mereka..


Zahra menautkan alisnya dengan kelakuan Pekerja Mansion ini yang terbilang lucu, Zahra hanya minta tolong satu orang kenapa semuanya Ikut...?? lucu sekali.


"Silahkan Nona.. kami menunggu tugas dari Nona...!! "


Zahra menoleh ke suaminya dengan menunjukkan tatapan imutnya pada Dafa.


"apa maksudnya Humairahku...?? aku nggak ngerti dengan tampang kucing manismu Ini....?? " gemas Dafa mencubit pipi Zahra yang memakai cadar...


"lepaskan tanganmu yaa Habibi.. aku mau mencari seseorang untuk membuatkanku minuman...!! " rengek Zahra..

__ADS_1


Dafa menghela nafas berat dan melepaskan tangan Zahra.


Zahra segera berlari ke Pekerja yang sedang berbaris melintang...


"Kalian sih jauh sekali.. ku yang jadinya harus datang...!! " sungut Zahra..


"ampuni kami Nona...!! " tekuk lutut mereka semua..


Zahra meloncat kaget dengan reaksi aneh pekerja itu..


Zahra berbalik ke arah Dafa, Dafa menggedikkan bahunya acuh lalu Zahra menoleh ke Bara dan Bara terlihat datar-datar saja.


"Ba.. bangunlah... aku manusia bukan Tuhan... kenapa reaksi kalian berlebihan sekali...!! ??"


Ke 15 Pekerja Mansion itu segera berdiri dengan wajah sedikit menunduk.


"tegakkan pandangan Kalian...!! " titah Zahra tegas..


tanpa diperintahkan kedua kalinya mereka menegakkan kepala sesuai aba-aba Nyonya Muda mereka..


"ingat... aku bukanlah tipe orang yang suka di sanjung dan dipuja, bagiku kehormatan dalam status kekayaan tidak ada artinya uang bisa membeli 2000 Pekerja rumah tanggam tapi belum tentu 2000 orang itu menyerahkan hatinya sepenuhnya pada Tuan baru mereka...!! "


"jadi kesetiaan dan privasi Mansion ini sangat penting apapun yang terjadi didalam Mansion ini tidak boleh bocor keluar...!! kalian mengerti kan maksudku...?? "


"mengerti Nyonya....!! " tekuk lutut anggun 15 Pekerja Mansion dengan wajah mereka tak lagi menunduk..


Dafa terkejut dengan perkataan Zahra bibirnya menyeringai tipis..


"pantas saja Pekerja Rumah Maharza susah di sogok untuk membocorkan apapun yang bersangkutan dengan Keluarga Maharza.. jadi inilah Sosok pemimpinnya...!! " batin Dafa..


Bara tertegun akan ketegasan gadis berbusana muslimah itu..


Zahra tersenyum manis..


"baiklah aku beri kalian tugas... apa kalian bisa mengerjakannya...?? "


"bisa Nyonya...!! "


Jawab mereka semua tanpa ragu..


Zahra pun mulai berjalan ke pekerja yang paling sudut..


.


.


"Ayo Kita masuk...!! " senyum cerah Zahra berlari duluan ke arah tangga..


"sayang... bukan lewat situ...?? " cegah Dafa..


"Hah...?? terus lewat mana...?? " tanya balik Zahra menggaruk keningnya yang tak gatal.


"Kemarilah....!! " Dafa menggerakkan jari telunjuknya menyuruh Zahra mendekatinya..


Zahra hanya menautkan alisnya dan mendekati Dafa..


Dafa merangkul mesra leher Zahra..


"Aah.. Habib.. cadarku...!! "


"Aah.. Iya... maaf humairahku....!! "


Zahra melongoh bodoh..


"iya juga.. mansionmu kan ada Liftnya... Otakku Udah bleng...!! "


Dafa tergelak..


"Satu tahun kamu udah lupa Sayang...!! "


Zahra hanya nyengir mendongakkan wajahnya matanya menyipit, Dafa yang gemas mengecup sayang gadis yang dicintainya itu.


.


.


"Ayo lepaskan semuanya...!! " titah Dafa tak sabar..

__ADS_1


"lepas apanya...?? "


Zahra malah berlagak bodoh..


"jangan memancingku Sayang!! " desak Dafa mulai mendekati Zahra..


"Aaah....!! " pekik Zahra tiba-tiba..


"kenapa sayang...?? " panik Dafa juga ikutan memegang perut datar Zahra..


"sakit....!! " ringisnya.


"kok bisa...? kamu makan apa...?? "


"biasanya kayak gini aku datang bulan....!! " senyum getir Zahra..


Duaaarrr......!!!


Dafa mematung ditempat..


"Aah... sakit... apa di sini ada pembalut Habib...?? " tanya Zahra sambil melepas cadarnya tapi tangannya yang lain masih mengusap-ngusap perutnya.


"nggak ada.. Kan nggak ada perempuan dikamar ini...!! " jawab Dafa lesu.


"Aah... rasanya keluar terus ini... !!"


Zahra segera berlari keluar kamarnya dan mencari seseorang, Zahra mengintip di kamarnya dan senyumnya mengembang menemukan pekerja mansion...


"Aah... jus nya udah siap...?? " Zahra bertanya..


"sudah Nyonya...!! "


"siapa namamu...?? "


tanya Zahra serius mengambil jus bawaan pekerja itu...


"Rika Nyonya...!! "


"boleh aku minta bantuanmu Rika...?? " tanya Zahra memelas sambil mengusap perutnya..


"iya Nyonya.. apa yang bisa saya bantu...?? "


"belikan aku pembalut yang merek CHARM Cooling Fresh ya... udah nggak ada waktu buat ambil uang


bisakah pakai uangmu dulu rika..? nanti aku akan ganti nanti. !! "


"baik Nyonya...!! " Jawab Rika cepat..


"langsung masuk ke kamar mandi ya..?? " teriak Zahra lagi..


"baik Nyonya...!! "


jawab Rika ragu-ragu..


Zahra tersenyum tipis saat Rika berlari tak lagi anggun..


prioritas utama Rika kini adalah membelikan barang yang diinginkan Nyonya nya..


zahra kembali masuk dan meletakkan jusnya dimeja nakas kasur mereka.


"aah... maaf kan aku ya Habibi.. aku belum bisa memberikan hak mu...!! tunggulah satu minggu lagi!! "


setelah mengatakan itu Zahra berlari ke memasuki Kamar mandi nya..


Dafa terdiam melihat nelakang baju Zahra sudah mulai memerah, kebetulan Gamis yang dipakai Zahra warna abu-abu terang .


saat di rumah Maharza dia sudah merasa perutnya berputar tapi sepertinya belum deras. malah di kamar nya Zahra merasakan ada yang keluar dari miliknya itu.. dan Itu tidak nyaman...


"hancur sudah angan-anganku. " gumam Dafa lirih


.


.


bersabarlah Tuan Muda Satria Dafa..?!!


hehehe...

__ADS_1


.


.


__ADS_2