Gadis Pemikat Hati

Gadis Pemikat Hati
Maryam dan Bayu


__ADS_3

"Mama.....!!! " teriak Maryam melompat memeluk Siti..


Siti menangis kencang, rasa kerinduannya yang tertahan selama 1 tahun ini terbayar sudah dengan kesembuhan Maryam Kini..


"Mama kok nangis...?? Maryam udah sembuh....!! " Maryam mengusap air mata Siti..


Siti tak bisa berbicara bibirnya seolah terkunci ..


Zahra melihat air mata suaminya luruh, dafa jarang menangis tapi kini Suaminya menangis sungguh mengharukan..


"Kenapa menangis..?? adik kita sembuh bukan..? " tanya lembut Zahra melingkarkan tangannya di pinggang Dafa..


Dafa mengecup lama kening Zahra, lalu mendekap erat tubuh Zahra ia menumpahkan tangis bahagianya.


"semua baik-baik aja... jadi jangan menangis ya...?? " bujuk lembut Zahra mengusap punggung Dafa.


Maryam berpelukan haru dengan Siti dan Kahfi, sedangkan Bayu hanya tersenyum melihat keluarga Maryam akhirnya berkumpul lagi..


walaupun Maryam tidak pernah merengek, cengeng dan menangis didepannya. namun Bayu bisa tau kalau Maryam merindukan sosok keluarganya itu...


apalagi Maryam terlihat begitu bekerja keras supaya bisa berjalan seperti ini, dalam jangka 1 tahun Maryam bisa berjalan normal sungguh suatu mukjizat. padahal dulu sempat di vonis maryam tidak akan bisa berjalan seumur hidup.. alias CACAT..


kini Keluarga Satria makan malam bersama..


"kamu keliatan kurus nak...?? apa Bayu tidak memberimu makan...?? " tanya Siti melirik Bayu..


Bayu hanya menundukkan kepalanya..


"bukan kak Bayu ma... maryam aja yang susah makan.. maryam lebih suka berlatih dan terus berlatih supaya bisa ketemu mama, papa dan kakak serta kakak ipar tersayang.....!! "


semua orang menghela nafas berat...


"apa bayu menyentuh kulitmu maryam...?? " tanya dafa sungguh-sungguh..


maryam menundukkan kepalanya..


dafa dan kahfi menoleh ke bayu seolah tatapan minta pertanggung jawaban.


"kalau nona tidak keberatan saya akan bertanggung jawab tuan...!! "


"maryam kan emang nyusahin kakak, maka nya di gendong ke kursi roda.. ke brankar, dan kalau belajar berjalan maryam sering jatuh bangun.. dan kak bayu yang selalu jadi bantalannya.. !!" jelas Maryam mencicit pelan..


lagi-lagi terdengar oleh maryam suara helaan nafas semua orang.. kecuali Zahra..


"sesuai kata-katamu habib.. mereka harus di nikahkan....!! " saran Zahra..


Maryam malah bersemu merah, jujur bagaimana sabar dan kelembutan bayu dalam merawatnya membuatnya luluh.


"kamu mau menikah dengannya maryam...?? " tanya dafa serius..


maryam mendongakkan kepalanya dan menatap siti yang tersenyum, zahra yang mengangguk,, Kahfi yang terlihat serius begitu juga kakaknya Dafa..


lalu beralih ke Bayu, Bayu mengedipkan matanya dengan senyum tulusnya...


"Iya... maryam mau....!! "


jantung Bayu berdegup kencang, dia tak menyangka maryam mau menikah dengan pria sepertinya..


bayu tidak bisa membeli hantaran yang mahal untuk Maryam. dan mahar juga pastinya bukan apa-apanya dibanding uang jajan maryam..


"baiklah.. kita adakan 3 hari lagi....!! " putus dafa..

__ADS_1


"tapi tuan saya belum memiliki uang yang cukup.. saya akan menabung membeli hantaran yang mewah untuk nona...!! "


Maryam tertegun akan kata-kata bayu..


semua orang saling pandang dengan wajah bingungnya..


"maryam nggak minta hantaran yang mahal kak.. maryam hanya minta belikan sepatu jalan-jalan....!! "


kembali beralih ke maryam, bayu tak mengerti..


"Kak.. maryam selama ini selalu di kursi roda.. jadi sepatu hanya satu dan itu nggak akan rusak karna maryam nggak bisa berjalan.. sekarang maryam mau kakak belikan maryam sepatu yang kuat supaya nggak cepat rusak kalau maryam berlari sana-sini...!! "


"kebahagiaan maryam sama kakak yang selalu ada disaat maryam terpuruk.. kita mulai dari nol ya kak... kakak menerima kekurangan maryam maka maryam akan menerima kekurangan kakak...!! "


kata-kata Maryam menembus ulu hati semua orang.


Dafa juga baru menyadarinya, maryam tidak pernah beli sepatu, sejak masa sekolah selalu saja itu.


mereka menangis dalam diam, bayu mengusap air matanya terharu. dia memang tulus mencintai maryam tapi nggak pernah berharap kalau akan mendapatkan sosok maryam dalam hidupnya..


secara Maryam adik dari boss besarnya... kan tidak lucu...?


apalagi maryam udah sembuh dan sangat mempesona, pasti mudah mendapatkan pria berpendidikan di luar sana.


tak disangka ketulusan Bayu begitu di hargai oleh maryam...


"Kakak mau memulai nya dari nol dengan maryam.?? " tanya maryam dengan sorot mata sayunya..


"mau....?? " tanya nya lagi..


"terimakasih Nona....!! saya merasa terhormat....!! "


Maryam tersenyum manis, dia sudah tau artinya...


"setuju kah....?? " tanya Zahra yang tak mengerti arti pembicaraan mereka..


"setuju.....!! " jawab Maryam dan Bayu Kompak...


hanya beda kakak ipar dan nyonya nya saja...


"baiklah... kita adakan 3 hari dari sekarang....!! " putus Kahfi tak lagi mengelak..


hari Ijab kabul Maryam dan bayu pun tiba..


kini mereka sudah menikah...


acara hanya berlangsung sederhana, saksi hanya orang-orang penting di rumah keluarga Satria seperti RT, RW dan beberapa saksi lagi.


sementara di Rumah Maharza, Shezan dan Kyara sudah melakukan malam pertama.


hanya berselang waktu Kyara sudah selesai haid langsung di tid*ri shezan...


kyara tidak tau kalau melakukan malam pertama berhubungan dengan datang bulan nya wanita pantas saja di hari pertama Shezan ingin meminta hak nya.. ternyata Shezan malah ditelan kekecewaan kalau istrinya itu masih dalam kondisi tamu bulanan.


"kamu datang bulan sayang...?? "


"Eeh... Iya...!! kenapa kakak buka itu..? kan aku jadi malu...? "


Shezan menjatuhkan rahangnya, "Jadi kalau tidak dibuka bagaimana melakukannya...? "


"hah....?? "

__ADS_1


dihari itu juga Kyara baru tau malam pertama dilakukan dengan cara bagaimana, Kyara benar-benar polos.. dia tidak mengerti hubungan itu...


"Kamu mau makan apa Sayang....?? " tanya shezan lembut..


"hm......?? " Kyara tampak berpikir...


"apa....?? " tanya Shezan meradu hidungnya dengan hidung mungil Kyara..


"makan jagung bakar....!!" semangat Kyara..


Shezan mengerutkan keningnya...


"jagung bakar...?? " beo Shezan..


"Iya..... aku mau jagung bakar.....!! " jawab kyara antusias..


"Ya udah... aku belikan ya...!! kamu tunggu disini....!! " senyum manis shezan mengecup sayang bibir Kyara...


"aku ikut hubby....!! " rengek kyara..


"kamu yakin sayang...?? " tanya Shezan melirik bagian bawah Kyara..


Kyara menyilang bagian bawahnya..


"gendong aku....!! " Kyara merentangkan tangannya..


Shezan menghela nafas panjang.


"baiklah. mana cadarmu sayang....?? " tanya Shezan melirik situasi...


"cadar untuk apa...?? baju ku duluan Hubby... hubby rela lihat aku keluar kayak gini...?? "


Shezan menepuk jidatnya sendiri..


"aku lupa sayang,, maafkan aku...!! " cengir Shezan sambil menggendong Kyara ke Kamar ganti..


"kalian mau kemana Sayang....?? " tanya Aira


"ini umi cuma mau beli makanan.. Kyara mau beli jagung bakar katanya." jawab Shezan tersenyum manis..


"Ooh... ya udah.. hati-hati ya. . jangan ngebut. !!" ucap Aira mengusap kepala Kyara...


Kyara menyalami Aira


"nanti Kiya belikan jagung bakar untuk umi dan abi ya....!! " ujar Kyara semangat..


"iya Kiya Sayang". balas Aira tersenyum tulus..


Kiya adalah nama sayang keluarga Maharza pada Kyara...


"ya udah umi.. shezan izin bawa menantu umi ya...!! "


Aira terkekeh dan mengangguk-ngangguk semangat...


Shezan pun membawa Kyara keluar rumah maharza...


"kenapa apa masih sakit...?? " tanya Shezan lembut..


"nggak terlalu....!! " jawab Kyara menyembunyikan wajahnya di dada bidang shezan..


Shezan tertawa, kyara sungguh malu mengingat malam pertama mereka tadi setelah sholat isya....

__ADS_1


emang nyeri dan pedih tapi mau bagaimana lagi, Kyara tidak mungkin membuat suaminya merasa bersalah...


__ADS_2