Gadis Pemikat Hati

Gadis Pemikat Hati
Poligami..?


__ADS_3

HP Zahra bergetar hal itu di tatap semua Keluarga Kyara dan Keluarganya.


"heheheh... Ara angkat panggilan dulu ya.!! ' cengir Zahra


mereka semua hanya menatap heran kepergian Zahra, janya Shezan yang tampak tenang dengan Keadaan Zahra seolah sudah tau pelakunya, Kyara hanya menahan senyum dibalik Cadarnya...


Riqi dan Aira saling pandang penuh tanya soalnya Zahra tidak ada alasan dapat panggilan apa Kakaknya Tanisha tebak-tebak mereka berdua, tapi tidak bisa bertanya...


"Assalamualaikum.... ya Humairahku...!! " ucap Dafa lembut


"Wa alaikum salam... kan aku udah bilang Keluargaku sedang ada pertemuan kenapa menghubungiku....?? " bisik Zahra menangkup HPnya takut kedengaran oleh Keluarga tercintanya.


"Aku hanya ingin memberi tau kalau aku akan kembali ke Jakarta....!! " Jawab Dafa lembut..


"Hm....?? ngapain....?? " tanya Zahra berbisik


Dafa tersenyum, "aku akan bawa keluargaku Humairahku.... bukankah kamu mau kita Ijab kabul ulang ? dengan begitu aku harus menyiapkan segalanya termasuk keluargaku....!! "


"aah... bukankah mahar nya masih ada di Mansion mewahmu....?? itu aja bawa lagi... kalau hantaran biarkan saja di situ tidak perlu dibawa." bisik Zahra lagi...


"baiklah Sayang, kamu suka maharku Itu.....?? " tanya Dafa Lagi...


"Hm......!!!" senyum manis Zahra..


"kamu mau uang tunai berapa....?? " tanya Dafa lagi.


"aku mau Blackcard bebas....!! " Jawab Zahra bercanda sambil tertawa pelan..


"baiklah." Jawab Dafa malah menganggap serius..


"Eeeh... aku hanya bercanda! " kesal Zahra berbisik kuat...


"lalu kamu mau apa yaa Humairahku tersayang...!! " suara lembut Dafa Lagi..


"Aku nggak minta apa-apa kok mahar mu itu saja sudah cukup bagiku, aku percaya kamu akan menafkahiku dengan baik nantinya." bisik Zahra lagi tersenyum tulus..


"kamu sangat mengerti aku sayang....!! " gemas Dafa


"iya... sudah hati-hati dijalan yaa Habib... kabarin aku kalau sudah tiba disana lewat chat aja nggak apa!" bisik Zahra cepat saat Uminya berjalan mendekatinya.


"ada apa sayang...?? " tanya balik Dafa tersenyum manis saat Zahra terdengar buru-buru.


"Umi Ku.. Assalamualaikum ya Habib." ucap Zahra berbisik kuat..


"Wa alaikum salam Yaa Humairahku... Habibti tersayang (Cintaku) .!!"


Tut.... tut... tut....


panggilan terputus..


"siapa Ara....?? " tanya Aira penasaran..


"heheh... ada deh Umi....!! " nyengir Zahra memeluk manja Aira..


Aira hanya bisa tersenyum kecut, Zahra emang suka nyimpan rahasia semoga tidak ada yang serius. Aira tidak bisa menebak apa dipikirkan Zahra yang suka menyimpan masalahnya sendiri.


.

__ADS_1


.


sementara Dafa segera berkemas dengan apa adanya hanya membawa koper saja, Dafa belum sempat datang ke Perusahaan cabangnya di kota ini.


.


Dafa tiba di Jakarta, .alam hari sedang makan malam bersama Keluarganya.


"Papa... Mama.... Maryam... 5 hari Lagi Kita akan kebandung.... !!" Ucap Dafa tiba-tiba...


"Hah.....?? " cengo ketiganya kompak...


"ngapain nak.. ??" tanya Siti bingung..


"Dafa akan menikah." jawab Dafa santai


perkataan Dafa membuat ketiganya tersedak makan malamnya, buru-buru mereka meneguk air minumnya sampai tandas


sedangkan Dafa terlihat tenang tak ada rasa bersalahnya sudah membuat kaget keluarganya.


"menikah.....?? " beo ketiganya kompak


"kakak... Maryam hanya mau Kakak menikah dengan satu orang yaitu Kakak Zahra nya Maryam....!! " ketus Maryam tak terima.


"Mama juga maunya Zahra maharza, siapa gadis yang kamu pilih nak...?? apa lebih baik dari Zahranya Mama....?? " tanya Siti serius.


"Mama...?? Zahranya Maharza siapa Ma....?? " tanya Maryam malah kaget juga penasaran.


"bukannya kamu mau menikah dengan Zahranya Maharza....?? kenapa malah tiba-tiba menikah dengan gadis lain....?? apa kamu sudah menyerah...?? " timpal Kahfi Penasaran...


ketiganya tidak ada selera makan lagi, hnya Dafa yang terlihat tenang dengan makan malamnya..


"Mama... Papa....?? siapa Zahranya Maharza....?? Maryam mau nya Kakak Zahra cantik pilihan Maryam....!! " kesal Maryam merajuk..


Siti dan Kahfi beralih ke Maryam..


"sama Maryam." jawab Dafa santai.


semua menoleh lagi ke Dafa yang sangat santai makan tanpa merasa bersalah.


"maksud kakak apa...?? " tanya Maryam tidak mengerti...


"Zahra yang kamu maksud Zahranya Maharza...!! " jawabnya lagi


Kahfi memijit pelipisnya akan perkataan Dafa, apa gunanya memberi tau segalanya kalau pada akhirnya Dafa akan menikah dengan gadis asing.


Siti membelalakkan matanya, Maryam juga terkejut dengan kebenaran itu...


"Kakak cantik itu keluarga terhormat Maharza...?? jadi jodoh masa kecil Kakak adalah Kakak Cantik dari Keluarga Maharza Ma...?? kenapa tidak bilang....?? " tanya Maryam tak percaya kebenaran yang begitu mendebarkan hatinya..


"jadi Zahra yang Maryam maksud kan Zahranya Maharza Pilihan Mama...?? " tebak Siti tersenyum manis.


"dunia sudah sempit....!!! bagaimana bisa Kak Zahra terikat erat dengan kita Ma, Maryam senang sekali.!! " girang Maryam tertawa senang..


namun tawa Itu membuatnya terdiam mengingat kata-kata Dafa yang bilang akan menikah.


"Kakak harus menikah dengan Kakak cantik Kami ya....!! harus ya.!! " pinta Maryam penuh penekanan..

__ADS_1


"apa gunanya kamu memberi tau Kami nak..?? bukankah kamu mau menikah...? siapa Gadis itu...?? " tanya Kahfi yang diam sejak tadi..


"dia Gadis yang Dafa cintai Pa... Ma....!! Dafa sudah menemukannya, gadis uang menolong Dafa 7 tahun yang lalu..!! " jawab Dafa serius makannya.


Diam.....!!! semua terdiam...


"kamu sudah menemukannya...? " tanya Siti tak percaya dengan nada kecewa..


"iya Ma... Dafa mencintainya sejak saat itu, Dafa harap Mama, papa dan Maryam menerima pilihan Dafa!!" jawab Dafa lagi..


"lalu katamu akan membawa Zahranya Maharza demi Mama dan Maryam bagaimana...?? kamu akan mengingkari janji...?? " tanya Kahfi tak suka


"kakak mau poligami...?? " tanya Maryam dengan serius.


hal itu membuat Dafa tersedak ia terbatuk-batuk sebab sedang minum, hidungnya pedih sekali.


"husss... kamu ngomong apa nak....?? " bentak Siti tak suka..


"benar kamu mau poligami...?? dalam islam diperbolehkan...! tapi apa menurutmu Keluarga Maharza akan terima...?? mereka keluarga terpandang nak...!! tidak akan mau jadi istri kedua....!! " timpal Kahfi.


"astagfirullahal Adzim.. Dafa kamu mau poligami nak...?? apa menurutmu Istri pertamamu akan menerima nya....?? " tanya Siti tak percaya.


giliran Dafa yang cengo saat ini ingin memberi kejutan dengan Keluarganya kenapa malah dia terpojok akan poligami..? Poligami emang diperbolehkan tapi tidak ada terlintas dibenaknya ingin poligami.


"benar kakak mau poligami...?? apa Istri pertama kakak akan terima...? kalau pun terima pasti sulit mendapatkan kakak cantik (Zahra), ya anggap kakak bisa mendapatkan 2 wanita itu. apa tidak akan rumit rumah tangga kakak nantinya....??? Maryam aja nggak mau di madu kak.. gimana perempuan lain.? "


"pagian kami sangat mengasihi Zahra nya Maharza, nanti akan terlihat jelas sikap tidak adil kami...? apa menurutmu tidak akan rumit..? Papa saja tidak bisa membayangkannya..?? "


"wudahlah Pa, Zahra nya Maharza relakan saja, Mama tidak mau menantu impian Mama jadi madu, mama tidak tega. "


Dafa memijit pelipisnya diam karna terasa pening saat ini..


"kenapa jadi kacau begini....?? " batin Dafa frustasi..


"inikah ujian ketiga hamba ya Allah...?? kuatkan hamba....!!" batinnya lagi


"Iya Ma, Maryam juga nggak mau Kakak Cantik Maryam jadi madu, nanti Kayak di novel-novel yang Maryam baca. dimana istri pertama terlihat baik tapi hatinya sakit dan diam-diam merencanakan pembunuhan. nanti Istri pertama Kakak bakal menyakiti Kakak Cantik kita karna iri Kita lebih menyukainya ketimbang istri pertama Kak Dafa..!! "


"Istri pertama di cintai suami dan istri kedua di Cintai Keluarga Suami itu sangat sulit, papa pusing memikirkannya...! " keluh Kahfi mendengar perkataan Maryam..


"mengerikan sekali.. apa itu nyata nak...?? " tanya Siti malah menganggap serius cerita Novel Maryam..


"kata Penulisnya nyata Ma." jawab Maryam lagi


Dafa menjatuhkan rahangnya melihat mereka semua..


"Dafa masuk Kamar... kalian lanjutkan cerita fantasi nya...!! " desis Dafa lalu beranjak dari meja makan itu


mereka semua saling pandang.


.


.


perbaikan penulisan.


.

__ADS_1


__ADS_2