Gadis Pemikat Hati

Gadis Pemikat Hati
Ekstra Part-1


__ADS_3

1 tahun kemudian.....


Seorang anak kecil tengah merangkak keluar dari Lift di ikuti oleh Zahra yang tengah tersenyum bahagia melihat kelincahan putra kesayangannya..


"kenapa Abbas sayang....?? apa yang mau anak umi tunjukkan hm...?? " tanya Zahra gemas sambil membungkuk berusaha menyamai anaknya itu.


Nama anak Dafa dan Zahra adalah Abbas DaZaM Satria... DaZa singkatan dari Dafa dan Zahra.. dan M \= maharza


"mm.. mm... m.. mm....!! " oceh Abbas dengan bahasa yang hanya dimengerti olehnya aja..


Sementara para pekerja mansion memberi jalan untuk si Raja mungil yang tengah merangkak itu sambil menekuk kaki mereka..


"nggak sakit sayang...?? sini umi gendong nak...?? " Zahra berjongkok merentangkan tangannya..


Abbas menyeringai lebar dan tetap berjalan keluar pintu...


padahal lutut dan tangan Abbas ada pengaman berbentuk karet supaya tidak sakit kalau abbas merangkak sana-sini..


Zahra memberengut tapi tetap mengekori anaknya yang pekacilan itu, Abbas tidak suka di gendong terlalu lama sejak dirinya bisa merangkak Abbas selalu berusaha melakukannya sendiri padahal abbas masih kecil..


sebenarnya abbas udah bisa jalan tapi belum fasih lebih lancar merangkak...


"sayang... mau kemana nak...?? " tanya Zahra berjaga didepan anaknya supaya tidak jatuh..


"b.. bbi. bbi bbi. bi....!! " oceh Abbas menunjuk gerbang Mansion GPH dengan jari mungilnya..


Zahra melihat arah tunjuk Abbas dan terperangah melihat siapa yang masuk ke pekarangan mansion megah mereka..


"habib....?? " pekik Zahra tak percaya..


Kemudian Zahra kembali menoleh ke Abbas yang menyeringai lebar menunjukkan gigi mungilnya yang sudah tumbuh...


"ya Allah sayang... kamu sangat tau abi mu pulang....!! " Gemas Zahra menggendong abbas dengan sayangnya menciumi wajah Abbas hingga si empunya tertawa kegelian...


"Assalamualaikum.... !!" ucap salam Dafa dengan senyum manisnya..


"wa alaikum salam habib... Ya Allah habib kok bisa pulangnya dadakan...?? katanya mau pulang 2 hari lagi...?? " tanya Zahra sambil menyalami suaminya..


seperti biasa Dafa mencium kening dan pipi Zahra lalu mengambil alih Abbas yang tengah tertawa riang melihatnya..


"Apa Abbas yang tau lagi kedatanganku sayang...?? " tanya dafa memeluk Abbas dan menciumi bahu mungil anaknya itu..


"iya habib.. aku juga nggak ngerti kenapa dia bisa tau saat kamu datang...!!" kekeh Zahra mengusap kepala Abbas sambil tersenyum manis..


"yaaah.... padahal abi mau kasih kejutan untuk putra abi ini.. tapi kenapa kejutan abi selalu gagal nak ...??


hemm....?? " Gemas Dafa mengangkat tinggi tubuh Abbas hingga anaknya itu malah tertawa gembira seolah bangga punya firasat seperti itu..


"habib...?? kamu belikan dia mainan lagi....?? " tebak Zahra tak percaya..


"iya sayang... Aku belikan mobil-mobilan keluaran terbaru yang sangat bagus kualitasnya...!! " jawab dafa dengan bangga..

__ADS_1


"jangan terlalu memanjakan Abbas habib.. mainan yang kamu belikan sebelumnya juga masih banyak seharusnya kamu sumbangin aja sama anak yatim uangnya.. !!" tutur Zahra dengan seriusnya..


"kan ada kamu yang membersihkan hartaku sayang dan abbas aku sangat menyayanginya aku tentu mau yang terbaik untuknya lagian dia suka mendengarkan ayat al-Qur'an, aku sangat suka itu sayang.. !!"


Zahra mendengus kesal lalu melirik anaknya yang terlihat tertawa cekikikan melihat perdebatan mereka..


"kamu senang abimu membelamu sayang...??


hm...?? " tanya Zahra memegang tangan mungil Abbas dengan gemas...


Abbas menyeringai lebar sambil mengoceh tidak jelas hal itu membuat tawa dafa dan Zahra pecah seketika.


.


.


dikamar..


dafa membersihkan diri nya sedangkan Zahra sedang bersama Abbas di balkon..


Abbas mendengarkan ayat suci al-Qur'an sambil memainkan mobil-mobilan yang dibeli abinya pulang dari German.


"Sayang...?? mainan yang lamanya boleh umi kasih ke Anak yatim piatu...?? " tanya Zahra lembut sambil mengusap kepala anaknya yang tengah serius memencet remot mobilannya..


Abbas menoleh ke Zahra dengan tatapan polosnya Zahra tersenyum lembut melihat wajah bingung anaknya itu..


"mainan abbas yang lama kan masih bagus... bagaimana dikasih sama orang susah yang nggak bisa beli mainan karna nggak ada uang... ? lagian abbas banyak mainan baru yang dibelikan abi.. nggak apa kan mainan lama abbas umi kasih ke anak-anak lain... ? dengan begitu abbas akan jadi anak baik... sayang mainan lama anak umi ini masih bagus-bagus... !!"


seperti biasa Zahra mengekori anaknya dan membukakan pintu..


baik tangan dan lutut abbas dipakaikan pengaman karet yang dibeli oleh dafa, dia tau anaknya itu lebih suka merangkak sendiri sepanjang jalan ketimbang digendong oleh mereka kecuali Sedang keluar mansion..


tiba di kamar abbas, Zahra membukakan pintu kamar anaknya itu dimana banyak mainan super mahal dikamar itu..


"boleh nak...?? " tanya Zahra duduk bersimpuh di depan anaknya itu..


Abbas duduk bersila dan mengoceh panjang seperti menceramahi umi tersayangnya itu..


"ya Allah nak.. Umi bangga padamu sayang... !!" teriak Zahra segera memeluk anaknya itu dengan sayangnya..


walaupun Zahra nggak tau apa yang dibahas Abbas tapi intinya Zahra tau kalau anaknya itu mengizinkan mainan lamanya diberikan sama anak lain...


"mam.. mam.. mam... ....!! " oceh Abbas *******-***** jemari mungilnya..


Zahra tertawa renyah ..


"anak umi lapar ya sayang... makan yang banyak ya.... sebagai hadiah dari umi...!! "


Zahra menggendong buah hatinya itu dan membuka resleting depan gamisnya Zahra memberikan asi nya pada Abbas, Abbas dengan lahap menerkam asi uminya..


Zahra mengelus sayang rambut anaknya itu..

__ADS_1


"makan yang banyak ya sayang... biar bisa cepat jalan dengan lancar...!! " gemas Zahra menciumi kening Abbas..


abbas mulai memejamkan matanya tapi mulut mungilnya masih memakan asi uminya..


"sayang...?? kalian disini rupanya...!? " suara lembut Dafa dan terdiam seketika melihat zahra memberi kode untuk diam..


dafa mengulum senyumnya sambil berjalan mendekati Zahra dan abbas, Dafa bisa melihat betapa lahapnya abbas meminum asi umi nya..


"aku juga mau sayang...!! " bisik Dafa menatap nafsu bu*h d*d* Zahra..


Zahra memukul pelan dada bidang suaminya itu lalu menatap Abbas yang tengah memejamkan mata..


setelah meletakkan abbas di tempat tidur uniknya Dafa menggendong Zahra secara tiba-tiba hingga zahra menutup mulutnya sendiri supaya tidak memekik kuat karna takut abbas terbangun dan menangis karna terkejut..


.


.


setelah melakukan malam yang panjang Dafa dan Zahra, kini Zahra sedang memeluk erat dafa begitu juga sebaliknya


"aku membelikanmu sesuatu sayang...!! " bisik dafa di telinga Zahra..


"hem...?? " Zahra mendongak menyandarkan dagu lancipnya di dada bidang nan polos Dafa..


"tunggu sebentar...!! " pinta dafa sambil bangkit dari tidurannya dan membuka laci meja nakasnya..


Zahra juga duduk sambil menutupi tubuh polosnya dengan selimut..


Dafa memberikan sebuah kotak hitam lumayan besar Zahra menerimanya lalu membukanya mata Zahra membola sempurna hal itu membuat Dafa begitu menatap penuh cinta istrinya yang tak suka memakai emas dan berlian .


"habib... ini terlalu berlebihan....!! " rengut Zahra menutup cepat kotak berlian itu..


"sayang... dengar... biarkan aku membelikan apa yang aku mau.. lagian bekerja sama dengan pak handoko sangat memuaskan.. !!"


"tapi habib.....!! "


"ssssttt.... kali ini aja aku mohon... terima hadiah aku ya....!!!?? " pinta Dafa memelas..


Zahra menghela nafas panjang dan mengangguk pasrah..


"terimakasih sayang... !!" ucap dafa menciumi kening dan pipi Zahra lalu bibirnya..


Zahra mengusap rahang suaminya..


"kamu terlalu memanjakanku habib... bahkan aku hanya menghabiskan uangmu saja..!! "


"kamu menghabiskan uangku demi kepentingan orang banyak sayang.. dan berkat itu rezeki kita selalu berlimpah ruah..!! "


Zahra tersenyum manis, Dafa merapikan anak rambut Zahra dan mengelus pipinya Zahra...


.

__ADS_1


.


__ADS_2