
Sejak saat itu Dafa tak pernah meninggalkan Zahra selalu membawa Zahra kemanapun pergi...
Kini Dafa dan Zahra ada di Korea selatan..
walaupun di korea selatan mereka tak harus berbahasa korea, pekerja di perusahaan itu rata-rata berkewarganegaraan Islam dan mayoritas Indonesia..
Zahra sedang minum susu dan makan teobokki makanan khas korea di pojok Ruangan sementara Dafa sedang rapat bersama rekan-rekannya..
"atur saja semuanya... anda sangat memuaskan dan
saya suka hasil kerja Anda...!! " senyum tipis dafa menjabat tangan direktur muda kewarganegaraan indonesia..
"terimakasih Boss... suatu kehormatan bagi saya mendapat status ini..!! " jawab putra tersenyum sopan
sesekali tersenyum manis melihat cara makan Zahra yang sangat menggemaskan.
"Istri anda sangat menggemaskan boss...!! " puji semua orang serentak.
Dafa menoleh ke Zahra, Zahra yang merasa makanannya sangat panas memejamkan mata dan menghembus makanannya dengan pipi menggembung padahal ada cadar diwajahnya itu sungguh menggemaskan.
Dafa terkekeh begitu juga bawahan dafa sangat takjub dengan kecantikan mata dan sikap Zahra yang tak anggun tapi sangat unik seolah tak peduli situasi.
"Iya.. itulah sebabnya saya sangat mencintainya". jawab dafa dengan bangga..
mereka semua mengangguk setuju...
"cuaca sangat dingin berhati-hatilah dalam bekerja jangan terlalu dipaksakan...!! " perintah dafa dengan seriusnya.
"baik Boss...". jawab seluruh pekerjanya kompak..
Dafa kembali ke Zahra yang sedang makan ..
"Sayang...?? "
"aa...?? " sahut Zahra mendongak ke Dafa..
Dafa mengusap saus yang belepotan di cadar Zahra..
"udah siap...?? " tanya Zahra
"udah... habisin aja dulu sayang... aku tungguin...!! " seru tampan Dafa duduk didepan Zahra sambil memperhatikan mata cantik istrinya..
Zahra mengangguk saja..
"Panas... ....!!" Zahra kembali menghembus makanannya seolah hal itu bisa mendinginkan makanan itu padahal dia memakai cadar malah cadarnya yang sedikit berkibar, Zahra menyuapi dafa..
dafa tentu membuka mulutnya..
"pedas sayang....!! kamu nggak apa makan pedas...?? "
Zahra cengengesan...
"tentu aja boleh... Aku kan pengen...!!! hehehe....!! "
jurus andalah Zahra itulah kelemahan Dafa mana bisa dafa berkutik kalau udah pakai kata pengen...
"makanlah sayang.... habis ini kita jalan-jalan ke tempat syuting drama korea that winter the wind blows...!! "
"hm....?? kamu penggemar korea habib...?? " tanya Zahra sempat terkejut.
Dafa menggeleng..
__ADS_1
"bukan sayang... hanya saja musim dingin ini semua orang akan tau drama itu.. !!"
"Oh ya. .? kok aku nggak tau ya ?" gumam Zahra pelan sambil memakan mie nya .
bahkan cadar Zahra sudah belepotan saat ini beruntung Dafa menyiapkan cadar cadangan di mobil mana mau dafa membiarkan istrinya membuka cadar bisa-bisa para pria jatuh cinta pada istrinya itu..
"cepat habiskan sayang... apa perlu aku ambilkan air mineral...?? " tanya dafa melihat susu zahra sudah mau habis..
"aku mau yang kayak gini 2 lagi...!! " cengir Zahra menunjuk susu coklat yang dibeli suaminya..
"tunggu ya sayang.. dikulkas kayaknya masih ada... bentar ya... jangan kemana-mana...!! "
Zahra mengangguk, dafa selalu seperti itu padahal dia pergi tidak jauh .
.
.
Kini Zahra dan Dafa tiba di pemandangan indah yang dijadikan tempat syuting drama legendaris itu.
"habib pasti capek ya ? habis gendong aku dan anak kita... ini minum ini dulu...!! " Zahra memberikan susu coklatnya untuk dafa yang masih ngos-ngosan..
dafa menyimpan susu coklat itu disaku jaket tebal istrinya
"nggak sayang... kamu bagaimana sayang...?? kedinginan nggak...?? " tanya dafa memegang tangan Zahra yang memakai sarung tangan tebal dan menghembusnya..
Zahra tersenyum bahagia melihat keindahan itu..
"tempatnya jauh lebih indah dari drama nya..!! "
"ya iyalah sayang.. secara sudah berubah.. Drama itu sudah lama tentu sekarang mereka menambah keindahan tempat ini supaya disukai pengunjungnya! "
Zahra nyengir kuda, dafa mengusap sayang kepala Zahra..
Zahra mengangguk mengusap lengan Dafa yang terkena salju..
"aku suka tempat bulan madu kita. " semangat Zahra dengan nada cerianya..
Dafa terkekeh gemas...
"tapi setelah ini kamu harus istirahat."
Zahra mengerucutkan bibirnya dibalik cadarnya dan mengangguk pelan..
"hei... jangan ngambek sayang.. ini demi kebaikan mu juga anak kita.. !!" gemas Dafa menoel pipi Zahra. .
"iya.. iya... kita foto-foto ya...? banyak yang suka foto mu habib di akun instagram.. aku jadi punya banyak penggemar tau...!! "
"kamu menjadikanku model akun instagram mu sayang supaya dapat banyak pengikut..?? " tanya dafa menggoda
Zahra nyengir kuda..
"lebih tepatnya memberi sebuah pernyataan kalau seorang Satria Dafa sudah menjadi milik Zahranya maharza...!! "
dafa tergelak...
"kamu berdiri disana habib." Kesal Zahra mendorong dada bidang suaminya karna menertawainya.
Dafa mengangguk-ngangguk saja walau perutnya masih sakit karna tertawa..
Foto keren suaminya memakai baju dingin sungguh menakjubkan, para wanita di indonesia pasti menggila dan yang love foto suaminya pasti bakal membludak seperti biasanya..
"ayo habib.. kita foto berdua...!! " ajak Zahra sambil melepas cadarnya..
__ADS_1
"kenapa cadarnya dilepas...?? " tanya Dafa tak suka..
"biar bisa foto sama kamu habib....!! " jawab zahra dengan polosnya..
"tapi nggak harus buka cadar sayang...!! " jelas dafa menghela nafas berat..
"aku kan nggak mempertontonkan aurat... wajah bukan aurat kan.. aku hanya menutupi kecantikanku...!! " jelas zahra dengan seriusnya..
"iya.. justru karna kamu cantik Sayang.. aku nggak mau kecantikanmu dilihat orang lain.. siapapun itu kecuali keluarga kita....!! "
"kamu cemburu habib...?? " tanya Zahra terkekeh..
"ya iyalah sayang... aku nggak mau ada yang lihat pemandangan indah ini.. hanya aku yang boleh melihatnya...!! "
"iya.. kita foto begini dulu ya.. aku nggak bakal posting di medsos.. hanya untuk aku simpan aja.. nanti foto lagi pakai cadar untuk dipamerkan di medsos... ok....!! "
dafa tampak berpikir dan mengangguk setuju...
.
.
.
Kini dafa dan zahra ada di penginapan mereka, Zahra meringkuk dalam pelukan dafa..
"dingin sayang...?? " tanya dafa lembut..
zahra tidak menjawab hanya mengangguk-ngangguk..
"aku tambah pemanas ruangannya ya...!! " seru dafa sambil memencet remot Pemanas ruangan..
kalau di indonesia AC (Pendingin ruangan)
maka di korea pemanas ruangan jikalau cuaca dingin seperti ini..
"bertahanlah sayang... besok kita kembali ke indonesia...!! " bisik Dafa mengusap-ngusap bahu zahra yang memeluknya dengan erat..
"kita harus beli oleh-oleh buat orang dirumah". cicit Zahra..
"iya sayang... aku akan menemanimu.. kalau perlu aku gendong kemana-mana supaya kamu nggak kelelahan...!! "
"terserah habib aja.. asalkan habih nggak pingsan karna gendong aku..!! " cicit Zahra lagi..
"emang kenapa sayang.?"
"berat badan aku udah nambah habib... kamu kan kelelahan tadi gendong aku...!! " jawab zahra pelan..
"Ya iyalah berat badanmu nambah sayang.. kan anak kita juga tumbuh besar....!! " kekeh dafa menciumi puncak kepala Zahra..
"habib aku ngantuk...!! " suara serak zahra seperti memaksakan diri berbicara saat matanya terpejam..
"iya sayang... tidurlah.. aku disini menemanimu....!! "
tak lama kemudian Zahra terlelap, sejak kejadian Zahra pendarahan itu Dafa tak pernah lagi menjauh dari Zahra bahkan kalau bekerja pun membawa zahra kemana-mana..
masalah fransisko sudah selesai dafa tak menanyakannya pada bara dan yang lainnya, bagi dafa kesehatan anak dan istrinya lebih penting saat ini..
.
.
.
__ADS_1