
.
.
Ke esokan subuhnya, Dafa terbangun duluan. dia melihat sekitar dan tersenyum melihat Zahra yang terlelap didepannya dengan lengannya menjadi bantal kepala Zahra.
"Humairahku pasti lelah sekali... sampai -sampai adzan subuh nggak dengar. " gumam Dafa mengusap lembut pipi Zahra..
merasa terganggu, Zahra menggaruk pipinya Dafa terkekeh..
"Sayang... sudah waktunya Sholat subuh. .!!" bisik Dafa..
Zahra mengerjabkan matanya mendengar kata sholat subuh ..
"apa udah adzan....??" tanya Zahra dengan suara serak khas bangun tidurnya..
"udah humairahku. Ayo kita mandi...!!" ajak dafa mengusap Kepala Zahra lalu pipinya...
Zahra mengangguk tapi matanya masih terpejam dengan manja Zahra merentangkan tangannya minta digendong Dafa..
Dafa dengan senang hati menggendong Zahra dengan balutan selimut ranjang mereka sebab Zahra tak memakai Baju...
.
.
"ngajimu makin bagus sayang. " puji Dafa mengusap Pipi Zahra..
"ngajiku emang bagus... kan aku anak pesantren....!! " bangga Zahra..
"terus kenapa sebelumnya bersalahan...?? " ejek Dafa..
"itu karna aku gugup." elak Zahra mengalihkan perhatiannya..
Dafa terkekeh...
"kenapa kamu gugup Humairahku...?? aku hanya manusia biasa....!! "
Zahra tersenyum kaku...
"habis kamu tampan banget... kan aku jadi gugup.. aku juga belum percaya kamu suamiku saat itu...!! "
"berarti kamu memang mengakuiku tampan saat bertemu denganku kan...?? " tanya Dafa menaik turunkan alisnya menggoda Zahra..
"iya... aku akui... 8 tahun yang lalu... !! dan yang kedua saat di hutan kamu makin tampan dari saat pertama kali bertemu.. itu sebabnya... hm....?? "
"itu sebabnya kamu tak mengenalku sayang...??" sambung Dafa..
Zahra mengangguk-ngangguk malu, Dafa tersenyum begitu tampannya lalu memeluk Zahra dengan sayangnya.
"aku bahkan tanda dengan matamu... aku mencarimu sejak saat itu....!! "
Zahra mendongakkan kepalanya, "O.....!! "
Dafa mengerutkan keningnya, "aku serius Sayang....!! "
"iya aku tau... kamu fikir aku bercanda...?? "
Dafa hanya diam..
"Kamu mau sarapan sayang...?? kita sarapan di Rooftop...?? " ajak Dafa menyibakkan rambut panjang Zahra kebelakang.
"dingin... tapi kamu nggak kerja habib....?? " tanya Zahra bingung..
"nggak.. aku Off hari ini....!! " jawab Dafa dengan senyum manisnya.
"Oh.. kita sarapan dibawah aja... temenin aku jalan-jalan ntar ya...?? "
"kamu mau kemana humairahku....?? " tanya Dafa..
"Hm... ada deh... ayolah...!! hari ini Habib bukan tuan muda Satria Dafa.. tapi Suami Zahra Cantik."
dafa tertawa saat Zahra mengerjabkan mata indahnya dengan imut.
"kok ketawa...?? emang aku nggak cantik...?? " kesal Zahra mengerucutkan bibirnya..
"cantik Sayang.. sangat cantik....!! aku hanya gemas melihatmu seperti tadi... jangan tunjukkan pada pria lain."
"sama Bara. " semangat Zahra menggoda Dafa..
__ADS_1
"jangan sampai aku mengurungmu sayang...!! " ancam dafa..
Zahra tertawa lepas, giliran Dafa yang kesal saat ini..
Dafa mengapit leher zahra dengan mesra sementara Zahra masih asik dengan tawanya sambil berjalan kearah lift..
.
.
"mansion semegah ini kenapa cuma kita aja...?? kenapa Mama dan Papa nggak diajak...?? terus maryam sama bayu juga boleh tinggal disini kan...?? banyak kok kamarnya...?? "
"itu salahmu sendiri." tuduh Dafa tiba-tiba..
"kesalahan ku...?? mana mungkin...!! " elak Zahra tak terima..
"kamu lama datangnya padaku 7 tahun lamanya baru aku menemukanmu. itu sebabnya mansion ini 7 tingkat. " jelas Dafa sibuk memakan sarapannya..
Zahra mengerjabkan matanya, dia melihat pekerja mansion yang sedang terkejut dengan alasan Dafa membuat mansion 7 tingkat karna dirinya..
artinya Pekerja Mansion tidak tau kenapa Boss mereka membuat mansion 7 tingkat..
"pantas saja setiap tahun Tuan menambah lagi luas mansionnya ke atas.. ternyata karna Umi.. kalau 20 tahun nggak nemu bagaimana...?? apa mansion ini bakal 20 tingkat...?? gila... membayangkan nya saja Aku pusing.. Orang kaya suka-suka aja menghamburkan uang...!! " batin Rika kagum akan rasa cinta dafa pada Zahra.
"jadi karna aku....?? " tanya Zahra tak percaya..
"iya sayang". jawab Dafa lembut mengusap pipi Zahra..
"kalau nggak ketemu aku waktu dihutan bagaimana...?? apa kamu akan menambah lagi Mansion mu menjadi 8 tingkat...?? "
Dafa tampak berpikir dan mengangguk membenarkan.
Para pekerja Mansion malah senyam-senyum akan rasa cinta boss nya pada istrinya sekarang.
Zahra menjatuhkan rahangnya, "kamu emang gila Habib."
"iya Humirahku... aku gila karnamu....!! udah ya.. ayo sarapan... kata Humairahku mau keluar...?? "
Zahra menyeringai lebar dan mengangguk antusias..
.
.
Zahra mengajak suaminya ke Mol...
"aku minta uang....!! " rengek Zahra..
Dafa tersenyum kecut...
"maafkan aku sayang.. aku menafkahimu secara batin tapi tidak secara lahir....!! "
"nggak kok habib... kamu selalu membahagiakanku... bagiku nafkah lahir yang kamu berikan dengan membuatku bahagia... itu udah cukup bagiku...!! "
Dafa tersenyum begitu tampannya dan mengecup sayang kening Zahra.
"kamu segalanya bagiku sayang...!! "
Zahra terkekeh..
"mana uangnya...?? blackcard juga boleh. "
Dafa mengeluarkan dompetnya dan menyerahkannya pada Zahra..
"semua nih...?? " tanya Zahra
"terserah humairahku mau ambil kartu yang mana? " senyum tampan Dafa..
"tebal banget ya...?? ada uang tunainya...?? " tanya zahra dengan nada manja..
"ada sayangku...!! tapi nggak banyak...!! " jawab Dafa sambil memperhatikan banyaknya orang yang hendak menyenggol istrinya.
sementara Zahra membuka dompet Dafa dan mengambil Blackcard suaminya lalu uang tunainya juga...
"nah.. aku kembalikan... hehehe...!! " nyengir Zahra memberikan dompet Dafa
Zahra menyimpan uang 4 Juta itu ditasnya, dafa tersenyum saja akan kelakuan istrinya terbilang menggemaskan.
"ayo jalan....!! " ajak Zahra semangat merangkul lengan Dafa..
__ADS_1
Dafa tersenyum lembut mengecup sayang kening Zahra, "kenapa mereka menatap istriku...?? padahal istriku pakai cadar...!! "
Zahra terlalu bersemangat ingin shoping besar-besaran, jadi tidak terlalu memperhatikan banyaknya pria dan wanita yang menatapnya.
"kita beli baju formal untukmu habib".
Dafa mengangguk setuju tanpa bertanya sebab dia sibuk menatap orang-orang yang menatap istrinya..
.
.
kini mereka berada di toko baju formal..
"warna hitam sangat pas untukmu habib. " sumrigah zahra..
"warna apa aja cocok denganku sayang". narsis Dafa.
Zahra mencibir saja lewat bibirnya Dafa mengusap kepala Zahra..
sementara pekerja itu masih mode beku dan kaku melayani Zahra, mereka tidak menyangka Zahra membawa sosok yang sangat dikagumi banyak wanita.
"pakai ini habib...!! ini juga... ini... wooww... ini boleh deh....!! "
Zahra memilih-milih model baju formal keluaran terbaru untuk suaminya...
"yang mana yang mau aku pakai humairahku...?? apa menurutmu aku akan memakai semuanya..?? "
"heheh... yang hitam aja...!! aku pengen lihat habib pakai warna hitam. "
"Okeh... cuma ini kan...?? " tanya Dafa sekali lagi..
Zahra mengangguk-ngangguk...
.
.
Selesai mendapatkan baju formal untuk suaminya dan membayarnya..
"sini biar aku bawa sayang.! " pinta Dafa..
Zahra menyerahkan barang-barangnya lalu berlari ke toko lainnya.
Dafa main kode mata dengan bodyguard Zahra dengan cepat bawahan Dafa mendekatinya
"bawa ini ke mobil kalian!." perintah dafa.
"siapa yang jaga dari jauh boss...?? "
"salah satu saja dari kalian yang membawa barangnya ke mobil...!! " pinta Dafa lagi..
"baik Boss ".
.
"Astagfirullahal adzim...!! " ucap Zahra melangkah mundur seketika saat tubuhnya menabrak seseorang berbadan besar..
"maaf...?? apa kamu baik-baik aja Nona cantik...?? " tanya pria tampan itu hendak mendekati Zahra..
"stop.....!! " Zahra memberi kode lima jarinya supaya Pria itu tidak mendekat lagi padanya..
Pria itu mematung ditempat.
"jangan bergerak...!! " pinta Zahra
"okeh. "
"diam disitu....!! " titah Zahra dengan galaknya..
"okeh... diam...!" jawab pria itu tersenyum tipis..
Zahra menyipitkan matanya artinya Zahra sedang tersenyum bahagia, dia berlari riang melewati pria yang disuruh diam olehnya..
Pria itu terdiam dalam mode beku wangi tubuh Zahra memenuhi rongga hidungnya.
"siapa Gadis itu...?? menarik sekali.. seumur hidupku baru pertama kalinya diperintahkan oleh perempuan.. gilanya lagi aku malah mematuhinya...!! " gumam Pria itu tersenyum tampan melihat Zahra yang sudah menghilang dari pandangannya.
.
__ADS_1
.
.