
2 Hari Dafa dan kedua orangtuanya bolak-balik Rumah sakit, menjaga Maryam bergantian..
"Kenapa Kamu memaksakan Kakimu Maryam tanpa ada pemanasan terlebih dahulu... ??" tanya pelan Dafa mengusap kepala Maryam.
Maryam tak dipasangkan Cadar hanya di pakaikan jilbab saja...
"ya Habiib....?? " Sapa Zahra..
Dafa bangkit dan tersenyum pada Zahra, Zahra menyalami Dafa. sementara Dafa mengecup lama kening Zahra.
"Apa Nggak ada perkembangan....?? " tanya Zahra sedikit iba menatap Maryam..
"belum ada Sayang.. jangan menatapnya seperti itu, dia bisa tersinggung Humairahku....!! " Dafa mengusap Kepala Zahra..
Zahra mengangguk mengerti.
"ayo makan.... aku siapkan makan siang untukmu...!! " ajak Zahra menarik tangan Dafa..
Dafa tersenyum manis, perlakuan Zahra selama 2 hari ini sangat manis, Zahra sering mengantarkan makanan untuk dimakan nya kalau Dafa jaga Maryam di malam hari pun Zahra akan ikut menginap menemaninya..
"kamu masak apa Humairahku....?? " tanya Dafa mengusap pipi Zahra yang memakai Cadar...
"lihat aja sendiri ya....!! aku harap kamu suka menu baru aku.. Heheh... aku baru belajar....!! " cengir Zahra.
"Kamu nggak perlu memaksakan diri untuk cepat dewasa Humairahku aku percaya kamu akan dewasa pada waktunya, Jangan di paksa ya..!! sesuatu yang dipaksakan nggak akan baik hasilnya"
Zahra tersenyum dibalik cadarnya Dafa mencubit gemas pipi Zahra.
"qku bawa baju ganti untukmu habib..!! " Zahra memberikan tas kecilnya.
"**********...?? " goda Dafa.
pipi Zahra langsung bersemu merah hal itu membuat Dafa tergelak ia tau apa yang terjadi dibalik cadar Zahra
"kamu bawa kan Sayang...?? aku nggak mungkin pakai yang ini lagi...!! "
makin merahlah wajah Zahra kini, "Aku bawa".
Dafa tertawa lalu mengusap kepala Zahra, "Humairahku yang menggemaskan....!! "
"ma..kanlah....!! " gagap Zahra..
Seperti biasa Dafa makan pasti akan memandang Zahra, sesekali tangannya meraba alis Zahra, bulu mata lentiknya Zahra memejamkan matanya saja saat suaminya menyentuh wajahnya.
"apa kamu udah makan sayang....?? " tanya Dafa lembut.
Zahra menggeleng seperkian detiknya mengangguk lalu menggeleng lagi.
Dafa menghela nafas, "Ayo makan....!! "
Dafa menyuapi Zahra. Zahra pun dengan patuh mengangkat cadarnya dan menerima suapan suaminya yang sangat manis padanya..
"Kalian pacaran di tempat ini..?? "
Suara lemah itu berhasil membuat Zahra dan Dafa berdiri seketika dengan raut wajah senang mereka berlari ke ranjang Maryam..
"mentang-mentang udah Ijab kabul kalian bermesraan di ruangan Maryam..? apa kalian nggak memikirkan maryam yang belum punya jodoh...?? heh...? " gerutu Maryam dengan lemahnya.
Dafa menjitak kening adiknya...
"Aahkk... sakit Kak....!! pasien ini kok di jitak sih bukannya di sayang dibelai-belai gitu!! "
Zahra sampai menutup mulutnya sendiri menahan tawa mendengar perkataan Maryam..
"kamu membuat Kakak Khawatir... bahkan yang lainnya juga khawatir...? lagian ngapain kamu memaksakan kakimu berjalan hah...? kamu fikir bisa dipaksakan tanpa pemanasan terlebih dahulu? "
"cepatlah sembuh... kakak akan mengirimmu ke Amerika.. disana kamu bisa belajar berjalan... maafkan Kakak yang nggak ngerti kamu...!! "
__ADS_1
Maryam berkaca-kaca, Dafa mengusap pipi Maryam.
"Kakak terlalu menyayangimu Maryam maka nya kakak nggak bisa ngirim kamu jauh untuk berobat, kakak yang salah... Kakak hanya memikirkan perasaan kakak sendiri, kakak egois.. nggak mikirin perasaanmu.!! "
"Maryam minta maaf Kak... Maryam sangat takut saat itu... Maryam takut di tinggal... hiks.. hikss... Maryam yang salah.....!! "
"nggak ada yang ninggalin Kamu Maryam... kamu harus bisa sembuh.. dunia sangat kejam Sayangnggak ada waktu buat bersenang-senang kmu harus bisa mengalahkan rasa sakitmu...!" tutur lembut Zahra..
"Kak Ara kan cantik... .emiliki organ tubuh yang utuh.. hiks.. hikss... Maryam nggak bisa jalan...!! "
"huussshhh...
asal kamu tau kak Ara juga punya masa lalu yang sedih...!! kamu mau dengar...?? " tanya Lembut Zahra.
Maryam mengusap air matanya dan mengangguk pelan..
Dafa tersenyum menatap Kedekatan istri dan adiknya..
Zahra bercerita dengan raut wajah yang berbeda-beda, Maryam juga ikut terbawa perasaan..
terkadang dia juga tertawa lepas cerita Zahra bagai hiburan untuknya..
.
.
"Ini minumlah sayang... apa tenggorokanmu tidak kering...?? " Dafa menyerahkan 1 Botol air putih
Zahra mengambil Itu dan meneguknya sampai setengah dan menyerahkannya lagi pada Dafa.
Maryam tertawa saat Zahra kembali melanjutkan ceritanya dengan semangat.
Dafa menggeleng kepalanya dan menatap bekas minuman Zahra, dia pun minum bekas bibir Zahra hingga botol air minum itu habis..
.
.
"Kakak hanya seujung kuku dari ujianmu sayang...!! dan Allah tidak akan menguji hambanya jika Allah sendiri sudah jamin hambanya bisa melaluinya..! Kak Ara yakin kamu terpilih karna Kamu yang terkuat dari yang lainnya...!! Kak Ara bangga padamu...! "
"benarkah...? Maryam lebih kuat dari Kak Ara...?? " tanya Maryam sumringah..
"iya Maryam.. puncak ujianmu adalah rasa sakit kakimu saat mencoba berjalan... ! Kakak ceritain kisah nabi Ayyub ya.!! "
Maryam mengangguk-ngangguk semangat, Maryam tidak terlalu tau cerita nabi dan rasul.
.
.
" ya Allah... segitunya Kak...?? kenapa nabi ayyub a.s setabah itu....?? "
"iya sayang... !" senyum lembut Maryam mengusap pipi tembem Adik nya itu..
"jadi bagaimana Akhirnya Kak...?? " tanya Maryam penasaran..
"Nabi Ayyub A. s.. sembuh dengan baca doa, endingnya iblis menyerah menguji hamba Allah yang satu itu lalu Allah mengembalikan semua yang Nabi Ayyub miliki seperti sedia kala . !!"
"ya Allah mengerikan sekali ujian Nabi Ayyub, Maryam nggak akan sanggup...!! "
"itu sebabnya ujian hamba Allah berbeda-beda sayang...! jadi jangan berpikir Allah tidak sayang padamu berusahalah dan selalu berdoa padanya yakinlah kamu akan bisa melawan rasa sakitmu..! "
"makasih Kak... Maryam akan belajar lebih giat nantinya... !!" Maryam memeluk Zahra sang idola impiannya..
Zahra mengulum senyum dan mengusap kepala Maryam..
Dafa benar-benar kagum akan pesona istrinya itu, dia juga tau kisah nabi Ayyub A. s tapi tidak pernah menceritakannya pada Adiknya.
__ADS_1
"Maryam mau kak di kirim ke Amerika. " tegas Maryam tersenyum ceria..
"hm... jatuh bangun itu biasa Maryam.. kamu harus kuat demi kami yang menunggumu disini....!! " senyum haru Dafa mengusap kepala Maryam...
Maryam mengangguk-ngangguk semangat...
.
.
.
hari Itu juga Maryam di kirim ke Amerika...
"Kenapa cepat sekali Nak...?? papa kan masih kangen...!! " keluh Kahfi.
"Mama minta maaf Sayang, seharusnya kamu beri kami kesempatan untuk memperbaiki semuanya masa ninggalin kami sih...?? " mata Siti sudah berkaca-kaca..
"qpa nggak ada Rumah sakit terbaik di Indonesia Dafa...?? apa harus mengirim Maryam sejauh itu...? " tanya Kahfi ke Dafa.
"hanya Negara itu yang terbaik Pa, sebenarnya Dafa sudah tau selama ini hanya saja Dafa belum kuat melepaskan Maryam ke negri jauh itu... ! itu sebabnya Dafa hanya mengirim Yura untuk mengobati Maryam di Rumah kita ! "
"Maryam akan sembuh Kakak Dafa.. Mama.. Papa.. Kak Ara...!! doain Maryam Ya....!! '
"iya sayangg.....!! " Jawab semuanya Kompak..
Mereka saling peluk-pelukan satu sama lain.
"Bayu kamu sudah datang....! "
"sudah Tuan....!! " jawab Bayu
"Kenapa Kak bayu bawa koper Kak...?? " tanya Maryam bingung..
"Kamu fikir kakak bisa melepasmu sendiri..?? dia akan mengawalmu disana...!! "
"tapiii....!! " bantah Maryam terputus.
"nggak ada tapi-tapian....!! " sambung semuanya kompak.
Maryam pun pasrah dengan keputusan Keluarganya itu.
"setelah sembuh kamu mau menikahi adikku Bayu? " tanya Dafa serius.
DEG!!!
semua orang menatap kaget ke Dafa..
"Kamu pasti menyentuh kulit Adikku, kamu tau artinya Kan...?? "
"tau Tuan..! " jawab Bayu mengerti..
"pergilah ingat...!! jangan melewati batas. " titah Dafa lagi..
Maryam masih mode beku saat Dafa minta Bayu menikahinya..
Zahra mengulum senyumnya, ia juga pernah diposisi itu Dafa menikahinya karna menyentuh kulitnya
.
.
.
revisi penulisan
.
__ADS_1