
Kyara melirik senang semua orang yang pucat pasi dalam keterkejutan yang berbeda-beda.
Dafa berdiri memberikan seikat mawar merah yang dia beli untuk Zahra...
"selamat Humairahku...!! aku bangga Padamu...!! " suara sexy Dafa memecah kesunyian lagi..
kepala Yayasan pucat pasi, Umar membelalakkan matanya saat Gadis pujaannya bersama Pria lain.
Semua dosen juga tak kalah terkejut, para Mahasiswa terutama Mahasiswi terkulai lemas dengan bibir memucat...
Zahra menerima bunga pemberian Dafa..
"Makasih Yaa Habib.. !!" Ucap Zahra melirik ke arah Mahasiswi yang mengejeknya tadi..
Mahasiswi itu terbelalak dengan raut wajah tak percaya nya..
Dafa menangkup kedua pipi Zahra...
"Kamu sangat berani kalau lagi cemburu Humairahku... aku Suka...!! "
Zahra mengerucutkan bibirnya..
"Kamu nggak kangen Aku...?? " tanya Zahra dengan suara merdunya mengoyak-ngoyak hati Dafa..
mata Dafa mulai berkaca-kaca, jujur dia memang sangat merindukan Zahra..
"Kamu kok sedih Yaa habib.. maafin Aku yang menjadi istri durhaka hanya mementingkan gelar Sarjana ku ketimbang perasaanmu, terimakasih juga karna sudah mau menungguku...!! "
Zahra mengusap rahang Dafa dengan senyumnya yang lembut dibalik cadarnya.
Dafa memeluk Zahra tanpa memikirkan tempat dimana dia berada saat ini..
Cetaaaar......
Bruk....!!
"Kepalaku sakit....!! "
"audah menikah...?? "
"Aakkkh.....!! "
"Tuan... Satria...!! "
"gila...!! "
"Kakiku gemetaran...!! "
Bara dan Rahmat hanya tersenyum tipis dengan ambruknya para wanita berbagai kalangan yang mengidolakan boss mereka.
sekarang Dunia hanya milik mereka saja..
Zahra membalas pelukan Dafa mengusap lembut punggung Kekar suaminya..
"Kamu akan kembali padaku kan...?? kita ke Kota... Iya kan. ??" tanya Dafa dengan suara seraknya terdengar sayu..
"Iya Yaa Habib... aku akan ikut denganmu... maafkan aku Suamiku.. aku bersikap egois...!! aku membuatmu menunggu lama... !"
"tanpa kabar dariku kamu dengan sabar menungguku.. terkadang kamu merindukanku malah datang ke Mes ku hanya untuk melihatku.. Aku mencintaimu Yaa Habiibb...!! "
Dafa meneteskan air matanya, dia benar-benar bahagia saat ini. akhir dari penantiannya sudah selesai..
__ADS_1
"aku bahkan bisa menunggumu selama 7 tahun supaya kita menikah. jadi 1 tahun menunggumu setelah menikah bukan hal yang sulit bagiku..! aku bisa menekan segalanya ! " ucap Dafa dengan tulusnya.
Zahra bisa merasakan berapa berartinya dirinya bagi Dafa..
kini bukan lagi Acara wisuda, banya ada Acara pingsan Massal semua pingsan dengan kebenaran itu.
Umar terkulai lemas, ingin melamar Zahra malah disuguhkan kebenaran yang menyakitkan hatinya.
"sudah menikah...?? aku terlambat...?? ya Allah hamba terlalu meremehkan perempuan yang ada didepan hamba hingga lupa mendoakannya di sepertiga malam...!! "
Umar tak pernah menyangka Zahra sudah menikah, selama satu tahun ini tidak ada berita miring tentang Zahra.
dia bukan tidak mau sholat malam, tapi karna lelah bekerja demi mengumpulkan uang Umar sering kesiangan kalau mau sholat malam.
"tabahkan hati hamba ya Allah.. mungkin dia bukan tulang rusuk hamba...!! " gumamnya lagi lirih..
Pria yang berpakaian Jas dokterpun terhenyak dalam diam melihat Kyara dipeluk oleh Pria idaman wanita di negara ini..
"tuan Muda Maharza...?? bagaimana bisa aku menyainginya...?? ya Allah... bukan niat hamba mau memisahkan mereka tapi hamba benar tidak tau Gadis pujaan hamba sudah memiliki Suami...!! "
Patah Hati..
baik Dr. Molay dan Umar sangat patah hati akan kebenaran ini..
"Tuan.. kita harus pergi, bisa masuk penjara Kalau kita tidak pergi..!! " tutur Bara sopan..
"Hah...?? "
"lihat Tuan.. Nona.. itu semua Korban kemesraan kalian...!! " jelas Bara menunjuk semua Orang yang sudah pingsan..
wajah Zahra sudah pias, ia tak menyangka akan begini konsekuensinya saat semua orang tau hubungannya dengan Dafa, Pria hebat nomor 1 di idamkan kalangan wanita..
"Ayo Kita pergi Humairahku... Kita kembali ke Jakarta...!! " ajak Dafa..
"biar saya yang menyelesaikannya Nona...!! " sahut Bara..
Zahra tak lagi berkutik, ia diam saja saat Dafa merangkul pinggangnya mesra membawanya melintasi manusia yang sedang tidur massal itu..
"ampuni hamba ya Allah.. hamba tidak bermaksud membuat kekacauan seperti ini akan terjadi karna tindakan hamba..!! " gumam Zahra dengan senyum kecutnya..
Dafa terkekeh membawa kepala Zahra ke dalam dada bidang nya..
"dunia akan tau siapa kamu sayang.. ini akan terjadi juga walau bukan kamu yang memulainya.. kamu mau membiarkan wanita melamarku dengan alasan ta'Aruf pada Papa dan Mamaku..? "
"Hah...?? maksudnya apa..? " tanya Zahra tak mengerti..
"Selama 1 tahun Papa dan Mama repot menolak lamaran Ta'Aruf dari berbagai kalangan, kasihan Mama dan Papa Humairahku. mereka juga tidak bisa mengatakan kalau Anaknya sudah menikah.. karna kamu yang minta di rahasiakan...!! "
"apa....?? separah itu...?? apa keputusanku merahasiakan hubungan kita akan jadi bumerang seperti itu...? " pekik Zahra menutup mulutnya sendiri..
"beginilah pesona Suamimu sayang jadi untuk kedepannya berhati-hatilah...!! " peringatan Dafa meradu keningnya dengan pelipis Zahra.
Zahra masih mode tak percaya akan perkataan Dafa, memang benar Dafa sangatlah mempesona. banyak wanita yang menggilainya terutama kalangan perempuan muslimah yang mengidamkan sosok Dafa menjadi imam mereka..
Rahmat dan Bara mengurusi piagam dan segala urusan dengan Nona Muda mereka..
Dosen yang melayani Rahmat dan Bara pucat pasi..
takut, mereka tak menyangka Zahra dan Kyara memiliki suami yang sensasional. Zahra dan Kyara tidak pernah berkoar-koar punya suami seperti Dafa dan Shezan.
tidak percaya juga kalau dibilang, hanya saja mereka masih syok dengan kebenaran tak terduga itu..
__ADS_1
"terimakasih...!! "
.
.
.
Shezan menggenggam tangan Kyara dengan senyuman tampan diwajahnya yang bersinar.
Kyara merapatkan tubuhnya ke sisi tubuh suaminya Shezan mengecup sayang kening Kyara..
"istri manjaku.. bersiaplah malam pertama kita!! "
pipi Kyara bersemu merah, da memeluk Shezan dengan malu-malu Kyara mengangguk di pelukan Shezan.
"Uuh.. sayang... aku benar-benar merindukanmu..!! " gemas Shezan memeluk erat kyara.
hari Itu juga mereka kembali ke Kota, pengawal yang lain menunggu Ketuanya atas perintah Dafa juga. mereka mengosongkan 1 mobil untuk dibawa oleh Bara dan Rahmat bersamaan..
"Barang-barang aku gimana...?? " tanya Zahra kesal..
"apa perlu barang itu Humairahku..? kalau nggak perlu biarkan saja...!! "
"perlu.. .. balik lagi ya Ke Mes... Habibb...!! " rengek Zahra..
"Kita sudah sejauh 1 KM dari kampusmu Humairahku.. kamu fikir dekat kalau balik lagi..?? "
"ya sudah turunkan aku disini.. aku akan naik taksi ke Kampus..!! " pinta Zahra dengan seriusnya.
Dafa menghela nafas panjang, tak ada pilihan lagi dia harus menemani istrinya kembali kekampus .
Zahra tersenyum puas, dia menang...!!
.
.
alhasil Dafa dan Shezan sama-sama menunggu istri mereka di dalam Mes berukuran sedang.
"banyak sekali Ara.. kamu bawa semua barang-barangmu...? "
"tentu Saja.. suamiku itu sangat over protective
entah kapan kita bisa kembali lagi kemari..! "
"iya juga.. bahkan Mama papa aja di suruh ke Kota aja kalau kangen... Umi sama abi juga bilang di Kota aja...!! Aku nggak tau Kota jakarta seperti apa..? "
"Kamu akan tau Kyara.. lihat saja nanti....!! " senyum smirk Zahra.
Kyara hanya menggedikkan bahunya...
"dimana pun suamiku mengajakku aku akan ikut..! "
"walau ke desa pelosok...?? " ejek Zahra.
"ya... walaupun ke pelosok...!! " jawab Kyara serius tanpa ada raut bercanda di wajah cantiknya.
Zahra tersenyum manis, dia bangga memiliki Kyara yang sangat mencintai Kakaknya.
mereka kembali berkemas..
__ADS_1
.
.