
Dafa kembali memasuki Kamarnya dan kembali terkekeh melihat Zahra yang memegang pisang crispy disemua tangannya, mulut Zahra penuh dengan coklat dan keju. apalagi mata indah Zahra berputar-putar antara makanan dan minuman.
"sayang....?? pelan-pelan makannya... nanti nggak bisa dicerna oleh organ pencernaanmu....!! " goda dafa berjalan mendekati Zahra dan duduk disamping Zahra..
Dafa begitu mencintai Zahra membayangkan terjadi sesuatu saja pada zahra membuatnya sakit kepala dan jantungnya terasa di tusuk-tusuk jikalau membayangkan terjadi sesuatu dengan Zahra..
kejadian Kiki tertusuk pisau karna menyelamatkan istrinya saja membuat dafa kocar-kacir meninggalkan pekerjaannya diluar kota...
"beberapa hari lagi aku akan ke Korea selatan sayang... ada kerjaan yang harus aku urus disana. !!" ucap dafa tiba-tiba sambil mengusap kepala Zahra sesekali mengecup sayang pelipis Zahra. .
"ooh. boleh habib asalkan kamu jaga kesehatan ya.!!" racau Zahra dengan mulut penuhnya. .
Dafa mengerutkan keningnya dengan alis menyatu tapi menatap gemas istrinya itu..
"aku malah mau bawa kamu sayang....!! " seru dafa.
Zahra berhenti mengunyah dan menoleh ke dafa dengan pipi gembungnya matanya mengerjab tak percaya..
"habiskan yang di mulutmu... lihat tuh pisangnya tinggal sedikit lagi....!! " goda dafa mengusap pipi Zahra..
Zahra dengan cepat mengunyah dan meminum gelas berisi air minumnya lalu kembali menatap Dafa..
"aku kan lagi hamil muda.. emang boleh naik pesawat...?? " tanya Zahra dengan polosnya
Dafa terkekeh...
"hal yang tak bisa dilakukan orang lain bisa dilakukan oleh seorang dafa satria.. suamimu ini sangat berkuasa sayang... disana sedang musim salju kamu nggak mau ikut...?? "
"salju....?? aku mau ikut....!! " manja Zahra memegang tangan Dafa.
Dafa tersenyum begitu tampannya..
"baiklah... bara akan urus semuanya.. sekalian kita bulan madu ya...!! maafkan aku tidak membawamu bulan madu sebelumnya...!! "
Zahra tersenyum lembut..
"aku nggak apa kok habib... lagian sama saja kan kalau bulan madu akan mendesah juga.. jadi nggak usah jauh-jauh disini aja bisa...!! "
Dafa mengulum senyumnya..
"sayangnya aku belum bisa melakukan hubungan itu.....!! "
"kata siapa nggak bisa.?? " tanya zahra balik..
"loh bukannya kata viska kandunganmu masih rawan berarti nggak boleh melakukan hubungan itu dong..!! " jelas dafa mengusap perut Zahra dengan lembut..
"Kata mama boleh kok.. tapi nggak boleh terlalu sering atau begitu cepat-cepat.. harus pelan dan lembut gitu kata mama...!! "
"masa sih...?? mama bilang gitu...??" tanya Dafa bingung.
Zahra mengangguk-ngangguk cepat..
"bahkan kata mama saat hamil kamu dia selalu ingin melakukan hubungan itu dengan Papa... itu ngidamnya katanya...!! "
Dafa menggaruk kepalanya yang tak gatal..
__ADS_1
"jadi boleh ya...?? "
"iya habib.. awalnya aku takut melakukan hubungan itu.. malam kamu pulang dari luar kota aku bohong bilang aku sedang datang bulan... itu karna aku takut habib."
"iya juga sayang... padahal aku sangat merindukanmu saat itu...!! " kata dafa sambil menatap arah lain..
Zahra tersenyum manis, tangannya mengusap rahang dafa dengan lembut.
"bukankah kamu yang buat aku hamil jadi kamu harus sabar jika kamu ingin menjam*hku demi anak kita... ok....!! " tutur lembut Zahra.
Dafa menatap penuh cinta pada Zahra, tatapan memujanya..
"muka aku belepotan ya...?? " tanya zahra malu
Dafa terkekeh, "aku bisa membersihkannya...!! "
"tangan aku juga kotor cuci tangan dulu terus kita lakukan hubungan yang kamu rindukan itu.... aku nggak mau dosa nolak suami...!! "
Dafa tersenyum manis..
"aku menunggu mu sayang....!! " bisik Dafa dengan nada sensual. .
Zahra bergidik ngeri dan memaksakan diri untuk tersenyum pada Dafa..
.
.
.
.
"aku mencintaimu sayang... tunggulah sebentar lagi.. aku akan menyelesaikan masalah ku dengan fransisko...!! " gumam dafa pelan.
dafa melihat jam tangan dan langsung beranjak ke kamar mandi untuk mandi junub setelah itu Dafa sholat ashar
"Ya Allah bantulah hambamu yang lemah ini untuk menyelesaikan masalah hamba dengan pria masalalu hamba ya Allah.. segala sesuatunya adalah milik engkau.. ridhoi hamba dalam perjalanan hamba menuju markas musuh hamba ya Allah..
...... ... ... .. !!"
setelah mengadu pada sang pencipta Dafa kembali ke Zahra dan mencium lama kening Zahra.
"aku pergi sayang.. doakan aku semoga berhasil sayang....! " ucap Dafa dengan lembut..
Zahra tak bergeming, Dafa tak tega membangunkan zahra karna istrinya itu sangat kelelahan melayani nafsunya sebenarnya dafa tak tega melakukan hubungan itu tapi Zahra bersikeras melayani suaminya, alhasil terjadilah hubungan int*m itu dengan pelan sebab takut menyakiti anak diantara mereka...
Dafa pergi dari kamar Zahra saat tiba dilantai pertama dia tak sengaja bertemu kiki..
"Kiki....!! "
"iya Boss. " sahut Kiki segera mendekati Dafa tapi jarak aman..
Kiki tak berani menatap mata dafa, dia merasakan aura menakutkan dari dafa..
"jaga istriku.. aku pulang mungkin larut malam...!! " perintah dafa dengan seriusnya. .
__ADS_1
"baik boss.." jawab kiki patuh tanpa berani bertanya pada dafa..
"bagaimana jika nyonya bertanya boss kemana..? saya harus jawab apa boss. .?? " batin Kiki bertanya-tanya saat dafa berlalu darinya..
"oh... ya... katakan saja aku menyelesaikan masalah dengan bara...!! " seru dafa tanpa menoleh kebelakang..
"iya boss.. saya mengerti....!! " jawab kiki lagi
suara mobil dafa mulai menjauh artinya Dafa sudah pergi dari lingkungan mansion.
"huh leganya.. Kenapa boss punya aura menakutkan tadi..? serem banget kayak psikopat gitu...!! " gidik ngeri Kiki
Dafa menelusuri jalan dengan kecepatan sedang...
.
.
tibalah dafa di cafe yang tak jauh dari markas fransisko, dia bertemu dengan bara serta bayu dan Viko...
"apa semua sudah dijalankan...?? " tanya dafa to the point..
"Polan sudah membakar obat nyamuk khusus kita boss...!! " jawab bara serius.
"mereka akan melemah setelah menghirup obat nyamuk itu boss.. saat itu juga kita kepung mereka !" timpal bayu..
"mereka tidak akan bisa melarikan diri boss...!! " timpal Viko juga..
"hm... bagus...!! aku nggak mungkin bunuh orang.....!!" gumam dafa pelan. .
"biar saya yang melakukannya boss.. !!" sahut Bara serius. .
"tetap saja Fransisko biar aku yang bunuh dengan tanganku sendiri...!! " geram Dafa mengepalkan tangannya mengingat penderitaan maryam.
"tapi .. istri boss kan sedang hamil...! " sergah bayu..
"emang pria itu bisa mengutuk...?? lagian yang teraniya adalah aku.. adikku menderita karna nya.. soal anakku aku akan mendoakannya agar tidak lemah... dia pasti akan membunuh orang jika orang itu pantas dibunuh....!! " ujar datar dafa
"benar boss... ini demi kebaikan nyonya.. kita hanya mencegah sesuatu yang besar akan terjadi nantinya.!! " sahut Viko juga..
dafa mengangguk pelan..
"sepakat. " seru bara dan bayu bersamaan..
bara dan bayu saling pandang, bara mengusap kepala Bayu dengan senyum tipisnya..
"kapan kita datangi markasnya...?? " tanya dafa memecah kemesraan adik kakak bayu dan bara..
"malam hari saja boss setelah sholat isya, mereka akan sangat lemah saat itu...!! " jawab viko..
"baiklah".
.
.
__ADS_1