Gadis Pemikat Hati

Gadis Pemikat Hati
kebaikan hati Zahra


__ADS_3

Zahra pun terpaksa menuruti kemauan suaminya..


"jangan keras-keras ya hukum mereka...!! " pinta zahra mengusap lengan Dafa dengan lembut..


hal itu membuat semua orang sesak nafas, Dafa dikenal sangat menjaga sentuhannya dari wanita. walaupun sudah tau Zahra nya Maharza adalah istri tuan dafa, tetap saja mereka terkejut melihat langsung bagaimana hubungan mereka.


Dafa paling anti disentuh apalagi lengannya, pernah ada yang ketangkap CCTV yang tersebar luas menghebohkan dunia maya..


sekretaris nya wanita bernama Kikan menyentuh lengan Dafa, wanita itu langsung dipecat oleh dafa dan ditendang keluar dari kantornya..


"iya sayang... sana ya...!! " usir lembut Dafa..


Zahra berbalik dan menangkupkan tangannya pada 3 wanita itu..


seolah berkata lewat matanya, "maaf Tante saya tidak bisa membantu kalian dari amarah suami saya...!! "


makin pucat saja mereka, mereka menyesal sudah mencari gara-gara dengan wanita milik tuan dafa..


"kalian... bubar. jika peristiwa ini sampai bocor.. masa depan kalian jadi ancamannya.. saya sudah menandai wajah kalian semua...!! " ancam Dafa menggema..


semua orang berhamburan dengan wajah takut mereka, tak disangka gosip itu memang benar, Dafa dibilang lembut juga punya sisi kejamnya.


berbeda dengan tuan muda Shezan Maharza memang baik dan tak pernah marah...


"kalian sudah bosan hidup... apa nyawa kalian sudah banyak iya...?? beraninya kalian menghina istri saya hah...??" ujar dingin Dafa menyibakkan lengan bajunya..


ketiga wanita menor itu menunduk ketakutan kaki mereka terlihat gemetaran, heels mereka tak bisa menopang tubuh mereka hingga beberapa kali mereka saling pegang satu sama lain.


"maaf tuan.. saya tidak tau...!! " cicit wanita menor 1


"cih... dari penampilan saja kalian udah beda jauh dengan istri ku... berani menyebut istri murni saya seorang pela**r... ? saya yang mengambil kesuciannya.. ?? kalian bagaimana...? aku tidak yakin kalian masih murni...? atau kalian lupa pada siapa menyerahkan kehormatan kalian ? " sinis Dafa mengelilingi 3 wanita itu dengan senyum menakutkannya..


"Boss....!! " selah Bara terengah-engah..


"hukum mereka bertiga...!! " titah Dafa tanpa basa-basi..


"hukuman yang bagaimana boss...?? " tanya bara menatap dingin 3 wanita menor itu..


kini 3 wanita itu sudah terduduk lemas dilantai, Dafa menakutkan tapi Bara lebih menakutkan, dafa tidak pernah menghukum wanita itu sebabnya dia memerintahkan Bara yang terbilang sedikit kejam menghukum wanita..


"ampuni saya tuan...!! "


"ampun tuan.. jangan hukum kami....!! "


"saya akan bersimpuh dan bersujud didepan Nyonya tuan.. akan saya lakukan apa saja."


"tidak bisa.. kalian fikir aku bodoh... kalau hukuman nya semudah itu kalian akan balas dendam lagi pada istriku.. aku harus membuat kalian jerah.. aku nggak mau ada korban lain selain istri ku." tegas dafa..


" hukum mulut pedas mereka bara...!! " perintah dafa ke bara


"baik Boss." balas Bara yang mengerti arti hukuman mulut pedas.


"ohh.. kalian berani menghina istri Boss.. terima saja hukuman saya...!! " seringai Bara.


Bara memberi kode tangannya, dan 6 anak buah bara segera menarik 3 wanita itu..


Dafa mengabaikan jeritan 3 wanita menor itu.


"saya permisi boss...!! " ucap bara menunduk hormat..

__ADS_1


"hm". sahut Dafa singkat..


.


.


Sementara zahra terlihat gelisah saat berbelanja, "semoga mereka nggak dibunuh oleh Dafa...!! "


"tenang saja Nyonya.. tuan satria semarah apapun tidak akan menghukum wanita.. pasti diserahkan pada bawahannya...!! "


"oh... masa sih...?? kalian tau ya isi pikiran saya...?? saya jadi malu...!! " senyum kaku Zahra..


mereka tertawa pelan, tak menyangka istri tuan Dafa akan bersikap sopan dan menggemaskan...


"dunia tau Nyonya.. kalau tuan muda satria sangat benci menghukum wanita... kalau tindakannya sefatal apapun pasti diserahkan pada tuan bara... !!"


"iya.. saya juga sering dengar gosip pekerja di rumah kami...!! " gumam Zahra pelan


"udah belanja nya...? " suara berat dafa menyelah..


Zahra terperanjat., "Habib...? "


Pekerja toko segera menunduk pada Dafa, mereka menjaga jarak dari orang hebat itu..


"kamu apakan mereka...?? " tanya Zahra serius membuka kaca mata Dafa..


terlihatlah oleh pekerja toko dan beberapa pembeli yang melotot sempurna melihat tatapan penuh cinta tuan dingin itu.


"nggak aku apa-apain sayang...!! kan aku udah janji nggak akan membunuh orang tanpa ada kesalahan yang sangat fatal..!! " bisik Dafa.


"benar...?? nggak kekerasan fisik kan...?? " tanya zahra menyelidik..


"itu terlalu kejam Habib.. kenapa kamu melakukan itu...?? " tanya zahra tak suka..


"sayang... aku menyelamatkan orang lain dari mulut mereka.. aku yakin akan ada orang lain yang mereka hina seperti itu... kalau orang itu seperti ku bisa membuat mereka takut.. kalau orang susah bagaimana...?? kamu mau ada korban lain dari mulut pedas mereka hmmm..?? "


Zahra membisu, benar juga kalau ada perempuan lain yang dihina oleh mereka bagaimana...??


"aku benar kan...?? " tanya dafa lembut..


Zahra tersenyum manis dibalik cadarnya dan mengusap rahang Dafa.


"kamu benar habib.. maaf ya aku sempat shuzon sama kamu...!! " ucap zahra dengan nada merasa bersalah..


"iya sayang... aku nggak marah kok asalkan kamu beri aku jatah setiap malam." bisik Dafa tersenyum mesum..


Zahra bergidik ngeri..


"aah.. aku belum beli tas.. !!" elak Zahra canggung.


Zahra berdehem melepas rasa canggung sementara dafa tersenyum puas bisa membuat istrinya tak lagi membahas wanita tadi.


"terkadang ada manusia yang diberi kesempatan malah makin meraja lela sayang.. aku sudah pernah mengalaminya.. aku memberi kesempatan pada pria penghianat itu tapi malah membuat seorang gadis kecil meninggal karna aku selalu memberi l kesempatan pada pria tua brengsek itu....!! "


"rasa bersalah itu masih menghantuiku sayang, itu sebabnya aku nggak akan pernah mentoleransi namanya penghianat lagi...?? "


gumam-gumam Dafa dengan sendunya..


Dafa merasakan ada seseorang yang mengintainya tapi mata dafa hanya melirik kearah depan..

__ADS_1


"apa dia sudah mulai menampakkan diri.?? " batin Dafa..


hati dafa mulai takut tapi tatapan dan wajah Dafa masih tak terbaca masih datar bagai triplek mulus..


"ini lucu ya....!! ambil deh....!! " semangat Zahra.


Zahra benar-benar akan mengurangi uang Dafa tapi sebanyak apapun Zahra berbelanja tak akan membuat Dafa bangkrut...


"buat maryam bagus nih...!! " senyum manis Zahra..


"tapi ngomong-ngomong kapan kak sha-sha ngirim aku hadiah ya...?? " gumam Zahra berceloteh sendiri..


"sudahlah.. palingan mau buat kado spesial heheh...!! "


.


.


"udah belanja nya...? " tanya dafa lembut..


"belum". jawab Zahra semangat..


"kamu mau kemana lagi sayang....?? " tanya Dafa lagi.


mata Zahra menangkap seorang nenek bertengkar mulut dengan pekerja toko.


"sayang....?? " panggil Dafa segera mengikuti langkah cepat istrinya..


"maaf ada yang bisa saya bantu nek.?? " tanya Zahra sopan..


"hm.. ini nak... saya hanya mau beli sepatu ukuran 34 untuk cucu saya... sepatunya udah robek.. cucu saya selalu diejek karna nggak punya sepatu bagus seperti anak sekolahannya, saya hanya punya uang dalam celengan ayam ini untuk membeli sepatu itu tapi mbak ini menolak...!! " isak nenek itu yang sudah terlihat garis keriput diwajahnya.


"oh... biar saya yang belikan nek....!! " senyum tulus Zahra.


"siapkan aja." Zahra melirik sekilas pekerja itu yang sedang pucat pasi melihat pria dibelakang Zahra.


dengan cepat pekerja itu menyiapkan sepatu yang diminta nenek itu.


.


"terimakasih Nak, ini uang nenek nak hanya segini tabungan nenek mungkin tidak sebanyak harga sepatu itu tapi ini uang tabungan nenek selama 1 tahun nak... !!"


Zahra menolaknya dengan senyum tulus dibalik cadarnya, "nenek simpan uang tabungan nenek ya... !"


"tapi nak..! "


"nggak apa nek... saya hanya minta doa nya.. semoga disini....!! " zahra memegang tangan nenek tua itu tanpa rasa jijik sama sekali lalu meletakkannya diperut datarnya.


"semoga saya bisa cepat punya anak... bisa memberi keturunan untuk suami tercinta saya nek. " sambung zahra lagi...


nenek itu berkaca-kaca haru.


Dafa kagum akan kata-kata Zahra, dia memang tergila-gila pada zahra sekarang makin jatuh cinta dengan isi hati zahra yang tulus ...


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2