
"Biar kan kami yang menyelesaikannya boss... nanti anak boss bisa psikopat nantinya.. boss pulang saja....!! " tegas bayu dengan santainya seolah dafa adalah rekannya.
"anak.....?? " gumam fransisko tak mengerti..
"iya boss... kalau anak boss kuat itu karna harus di ajari nantinya... psikopat nggak ada obatnya boss....!! " timpal viko..
"pergi saja boss.. saya juga akan melampiaskan dendam kiki....!! " sambung bara dengan seriusnya..
semua orang menatap Bara...
"kau menyukai kiki....?? " tanya dafa menyeringai..
"jangan banyak tanya boss... pergi saja.. sedari tadi nyonya menghubungi saya.... dia khawatir dan pingsan kata kiki....!! " ketus bara..
"apa....?? pingsan bagaimana maksudmu bara...??? " pekik Dafa berdiri seketika..
"pulang saja Boss.. atau kalau perlu telfon sekarang juga....!! " saran Bayu..
Dafa segera mengambil HP nya dan menghubungi Zahra, panggilan tak terjawab dari zahra sampai puluhan banyaknya.
"Assalamualaikum... Humairahku...?? " ucap dafa..
"wa alaikum salam habib. " jawab Zahra dengan suara serak seperti habis menangis.
"sayang...?? kamu nangis...?? " tanya Dafa panik..
"hiks.. hikss... aku kira kamu mau kabur habib.. kamu nggak mau bertanggung jawab... pulang habib... anakmu merindukanmu... hiks... hiks....!! " isak tangis Zahra pecah seketika..
Dafa makin kelimpungan malah mondar-mandir tak jelas saat ini.
Fransisko berusaha mencerna itu semua, anak...??
apa yang terjadi..? bukankah istri dafa sudah keguguran.. ? lalu siapa Kiki...?? ada apa ini semua? apa yang sebenarnya terjadi...?? ingin rasanya fransisko mencari Tama dan menanyakan apa yang terjadi sebenarnya. .
"kenapa aku nggak bertanggung jawab sayang...?? aku tadi hanya pergi sebentar...!! " jelas dafa masih mondar-mandir..
"kenapa nggak memberi tahuku...?? hiks.. hikss.. aku seperti wanit* mal*m mu.. setelah kamu tidur* kamu pergi meninggalkanku tanpa sepatah katapun.. apa namanya kalau nggak tanggung jawab... hiks... hikss... habib jahat... aku nggak mau makan.....!! " tangis Zahra lagi..
"ya Allah.. " ucap dafa memijit pelipisnya sendiri..
"sebaiknya anda pergi saja boss.. biar saya yang urus.. istri anda sangat sensitif karna hamil itu...!! " sahut bara dengan wajah datarnya..
Dafa jadi dilema, disisi lain dia ingin membunuh fransisko dengan tangannya sendiri tapi disisi lain dafa tak bisa berkata-kata saat Zahra menangis..
"sepertinya anak dikandungan nyonya tau anda hendak membunuh orang Boss.." cekikikan Viko pelan..
bayu dan bara menatap datar viko..
"maaf.....!! " cengir viko mengusap tengkuknya yang tak gatal..
"sayang... humairahku... jangan nangis ya.... !!" bujuk dafa
"maaf Boss... saya sudah berusaha membujuknya tapi tidak bisa boss.. saya sudah jelaskan alasan boss pergi sejak tadi tapi Ara tidak terima Boss... bahkan sempat pingsan tadi.. disini ada dokter viska yang juga menenangi Ara.. !!" suara kiki terdengar panik saat Zahra menangis kuat..
"tuan Boss.. tadi saya sudah berusaha membujuk umi ara makan.. tapi nggak mau makan Boss.. apa yang harus saya lakukan boss...?? " suara Rika menyambar terdengar pelan tapi Dafa bisa mendengarnya..
__ADS_1
"tuan... maafkan saya.. nyonya sempat pendarahan tadi Tuan itu bahaya untuk janinnya yang masih muda.. saya harap tuan bisa kembali secepatnya...!! " sahut Viska juga terdengar serius...
"jaga istriku.. aku akan pulang....!! " suara berat dafa tak punya pilihan lagi..
bara dan yang lainnya hanya tersenyum tipis...
"baiklah.. aku pulang saja.. kalian urus dia.... !!" pasrah dafa ke bawahannya itu..
"siap boss." suara kompak Bara, bayu dan viko..
"apa yang terjadi hah...?? bukannya istri kau itu keguguran...?? " teriak isko
Dafa ingin menjawab tapi panggilan Zahra membuatnya makin panik, tanpa aba-aba lagi
dafa berlari keluar dari markasnya yang ada di kantornya.
"sialan kau... kembali kau....!! " teriak fransisko meronta-ronta dengan mata merahnya yang geram tak terima semua ini..
"yang kau tusuk saat itu Kiki...!! " jelas Bara dengan senyum miringnya..
fransisko menganga tak percaya penjelasan bara..
"kita apakan dia Kak. .??" tanya bayu menyeringai..
"kau mutilasi saja kakinya karna membuat maryam lumpuh beberapa tahun." jawab bara dengan santainya.
"hm... kalian emang terbaik... hahaha...!! " puji viko dengan tawa menyebalkannya..
bara dan bayu kompak menonyor kepala Viko hingga Viko cengengesan..
fransisko saat ini benar-benar emosi, dia tak menyangka selama ini telah tertipu..
"siapa....?? dia sudah kami bunuh....!! " bohong bara.
fransisko yang emosi berusaha memukul bara tapi tak kena malah bara memukul balik fransisko..
"kita mulai....!! " seru bayu menyeringai...
fransisko masih berusaha melawan, emosinya lebih menguasai dirinya ketimbang rasa sakitnya kini.
.
.
Dafa tiba di mansion dan berlari tergesa-gesa ke dalam mansion bahkan mobilnya diparkir asal aja...
"Tuan....!!!" sapa 19 pekerja mansion dikamar Zahra..
mereka semua berkumpul karna khawatir dengan istri boss mereka..
"tunggu diluar...!!" perintah dafa..
mereka semua menekuk lutut dan berjalan rapi keluar dari kamar Zahra...
"Boss." sapa Kiki.
__ADS_1
"tuan boss...!! " sapa Rika..
"kalian minggirlah...!! usir Dafa.
Dafa bisa melihat istrinya dengan mata membengkak
"sayang....?? " panggil dafa lembut..
Zahra melihat arah lain seolah sedang ngambek sesekali zahra masih sesegukan .
"bagaimana ke adaannya Dokter viska...?? " tanya Dafa khawatir sambil mengusap tangan Zahra dan menciuminya..
"saya sudah menghentikan pendarahannya Tuan.. beruntung Kiki segera menghubungi saya kalau tidak... mungkin anak Tuan tidak akan selamat...!! " jelas Viska dengan seriusnya
Dafa menghela nafas berat, kenapa semuanya jadi kacau.. ? sungguh dafa tak tau dampaknya akan seperti ini..
"maafkan aku sayang.... heii... sayang...?? " bujuk lembut Dafa memegang pipi Zahra menghadap padanya. .
sementara Viska hanya melongoh takjub dengan kasih sayang dafa yang sangat menggemaskan..
"habib jahat... kenapa nggak bilang-bilang kalau mau pergi...? hiks... hiks.. biasanya kan izin pakai dicium kening aku... terus kenapa main pergi aja nggak bilang-bilang...!!" mata Zahra kembali berkaca-kaca..
"maafkan aku sayang... aku menangkap boss pria yang hampir melukai anak kita saat kejadian kiki tertusuk.. aku menangkapnya sayang.. maafkan aku... saat itu aku hanya nggak tega membangunkanmu karna kamu terlihat sangat lelah sayang...!! maafkan aku ya...?? "
Zahra menangis kuat lalu memeluk Dafa dengan erat..
"kamu nggak bunuh orang itu kan...?? " tanya zahra terisak..
"nggak sayang.. aku masih ingat kata-kata mama." jawab dafa menciumi sisi kepala Zahra..
"hati-hati tuan selang infus nyonya." cicit viska pelan.
Dafa segera melepaskan pelukannya dan mengecup sayang kening Zahra.
Kiki malah berbinar senang melihat adegan mesra itu entah mengapa mata nya sangat suka hal berbaur romantis..
Rika tersenyum melihat itu, dia senang Zahra sudah baik-baik saja..
"lalu anak saya baik-baik aja kan Dokter...?? " tanya dafa mengusap perut datar Zahra..
"iya Tuan..lain kali jangan buat nyonya stress lagi ya Tuan.. sebab itu sangat mempengaruhi bayi nya." jawab Viska dengan senyum ramahnya..
"baiklah Dok.. terimakasih atas kedatangan anda ke mansion saya. !'' ucap Dafa dengan tulusnya menangkup tangan ke Viska.
Viska menganga tak percaya seorang satria dafa bisa bersikap seperti itu.
"Habib aku lapar...!!" rengek Zahra..
"iya sayang." sahut Dafa mengusap lembut pipi Zahra.
"Rika tolong siapkan makanan yang baru dan hangat..
yang itu sudah dingin...!! " pinta dafa menaruh sedikit hormat pada orang-orang yang telah menjaga istrinya itu..
"baik Tuan boss. " jawab Rika segera mengambil piring makan zahra yang sudah dingin dan berlari pelan ke luar pintu..
__ADS_1
.
.