
"Bagaimana bisa sayang...?? " tanya dafa tak mengerti..
"mana aku tau habib....!! " jawab zahra dengan nada kesal..
mereka beralih lagi ke Abbas yang lama kelamaan memejamkan matanya tapi mulut mungilnya masih menyedot asi umi nya..
"kamu nggak ada rencana mau hamil lagi
sayang..?? " tanya Dafa tersenyum mesum menatap d*d* Zahra..
Zahra memutar bola matanya dengan perkataan Dafa..
"aku belum mau habib.. nanti abbas gimana minum asi nya kalau aku hamil dalam waktu dekat ini...?? " tolak Zahra sambil mengusap sayang kepala Abbas..
"kenapa kamu nggak mau ngasih susu formula sama abbas sayang...?? padahal susu mahal yang akan aku beli untuk anak kita ...!! " tanya dafa penasaran..
"habib aku tau kamu kaya raya.. tapi demi daya tahan tubuh anak kita kedepannya ASI ku pemberian Allah swt lebih mujarab dibanding susu formula semahal apapun...!!" jelas Zahra sambil mengusap rahang suaminya supaya mengerti alasan Zahra..
"Kamu sangat menakjubkan sayang... pantas saja anak kita sangat pintar." puji dafa dengan bangga meradu keningnya dengan kening Zahra..
"dia dapat kepintaran dari Abi nya...!! " seru Zahra
"abbas dapat kecantikan dari umi nya." sambung dafa pelan..
"Abbas mendapat tubuh yang kuat dari Allah swt lewat asi ku...!! " sambung Zahra dengan nada pelan tapi dengan bangga menaik turunkan alisnya..
dafa terkekeh pelan mereka lalu menatap Abbas yang mulut mungilnya tak lagi bergerak menyedot asi umi nya..
"kita pulang aja...!! " ajak Dafa bangkit dari duduknya sambil mengambil alih Abbas yang tengah terlelap.
"pesta mu bagaimana habib..?? kan belum selesai...??" tanya Zahra menaikkan resleting gaunnya dan membenarkan pasmina nya.
"boss besar suka-suka sayang... aku dan Abbas tadi sudah menyapa semua tamu ku dari berbagai negara dan kota.. lagian mereka pasti mengerti kok alasan aku pulang.. !!" jawab dafa dengan serius sambil mengecup lama punggung tangan Zahra..
Zahra tersenyum manis lalu melepaskan tangannya dari Dafa karna ingin memakai cadarnya..
Dafa memperhatikan istrinya yang tengah memasang cadar didepannya, kenapa Dafa selalu jatuh cinta menatap mata istrinya itu...
"ayo....!! " ajak Zahra semangat..
"habib...?? Kenapa ..?? kok melamun...?? " tanya Zahra pelan..
"eeh... aku terpesona lagi kecantikanmu humairahku! " jawab Dafa jujur..
Zahra tersenyum saja..
"kamu selalu saja bilang kayak gitu kalau aku sedang pakai cadar...!! sudahlah, ayo kita pulang...!! "
Dafa merentangkan tangannya, Zahra yang mengerti merapat ke sisi Dafa dan Dafa merangkul posesif pinggang Zahra,, Zahra mengelus lembut punggung Abbas di pelukan Dafa..
saat Dafa dan Zahra tiba di aula pesta tiba-tiba semua jadi hening melihat Dafa yang tengah berjalan mesra merangkul istri bercadarnya dan menggendong putranya yang tengah terlelap..
maryam dan bayu hanya menggeleng kepala melihat itu, Kiki malah merapatkan tangannya menatap takjub kemesraan keluarga kecil dafa, Bara hanya tersenyum tipis melihat itu lalu menggeleng kepalanya saat matanya beralih ke Kiki..
"Darling ku nggak berubah.. tetap aja matanya berbintang-bintang melihat adegan mesra orang lain... !!" gumam Bara tak mengerti sikap Kiki sejak pertama bertemu dengan kiki.
__ADS_1
Daniah memakan agar-agar yang disuapin Bara..
Kyara tersenyum manis melihat itu dan shezan menggerutu pelan..
"kalau mereka boleh pulang selaku tuan rumah kenapa kita enggak sayang...?? kasihan Ashraf udah ngantuk...!! "
"oh ya...?? Anak umi udah ngantuk sayang...?? " tanya Kyara segera berpaling ke Ashraf..
Ashraf tampak mengucek-ngucek matanya..
"kita pulang aja ya...!! " bujuk Shezan lembut..
"Iya Hubby.. ayo kita pulang....!! " Kyara langsung membenahi tas nya dan bangkit dari duduknya..
walaupun Dafa selaku boss besar di acara pesta nya kini sudah pulang, pesta tetap berlanjut bahkan lebih meriah karna tak ada rasa canggung lagi..
.
.
Zahra dan dafa kini di dalam mobil..
Abbas diletakkan di belakang, dimana udah ada tempat tidur khusus untuk anaknya supaya tak terganggu kalau mobil nya ngerem mendadak..
"habib.. berhenti di jalanan itu ya...?? aku pengen beli KFC dan hamburger enak...!! " pinta Zahra berbinar penuh harap..
"ya udah... biar aku yang beli.. kamu didalam mobil aja ya...?? "
Dafa mengelus pipi Zahra dengan lembut Zahra tersenyum manis akan sikap pengertian Dafa..
"sama-sama humairahku... !!" jawab dafa mengusap kepala Zahra..
Saat berhenti di depan toko KFC yang bersebelahan dengan penjual hamburger, Zahra tetap diam di dalam mobil sambil melihat sekitar..
selang beberapa menit ada gerombolan pria yang tengah menatap takjub mobil suaminya..
Zahra tersentak kaget dan segera mencari ponselnya menghubungi dafa..
"ada apa sayang..?? apa ada yang ketinggalan...?? " tanya Dafa to the point..
"habib masih lama...??" tanya Zahra pelan
Dafa mengerutkan keningnya saat mendengar suara Zahra seperti sedang cemas..
"ada apa sayang...?? aku baru mesan...!! " tanya dafa khawatir sambil membayar belanjaannya dan meminta aba-aba untuk keluar sebentar..
pekerja KFC tentu mengangguk sopan..
"ada preman yang tengah meraba mobil mu habib.. aku takut saat ini aku nggak bawa pistol karna gaunku...!! " cicit Zahra..
Dafa mengepalkan tangannya..
"aku keluar sayang...!! "
Tut.. tut.. tut..
__ADS_1
"tolong antarkan kedepan kalau udah siap.. !!" pinta dafa serius dengan aura menyeramkan.
tanpa mendengar jawaban di pekerja KFC yang tengah ketakutan melihat tatapan dafa, Dafa sudah menghilang dari pandangannya.
semua yang ada di dalam KFC itu malah berbisik-bisik sepertinya Boss besar JB group itu tengah marah...
"mulus sekali boys mobilnya.. dijual banyak duitnya!! "
"gila.. ini mobil keluaran JB group bodoh.. tentu sangat mahal...!! "
"orang milyader mana yang bisa membeli mobil mewah ini ya...?? "
"apa kau bawa kunci...?? "
"aku bawa...!! " seru kawanannya..
Dafa keluar dari KFC dan menatap satu persatu preman jalanan yang berani meraba mobilnya..
"setitik saja kalian menggores bodi mobilku.. akan aku bunuh kalian semua....!! " ancam dafa dengan dinginnya..
semua preman itu berpaling ke asal suara dan melototkan matanya melihat Dafa satria di depan pintu KFC..
"sial... Kaburrr.....!! " teriak bawahannya yang ketakutan melihat tatapan dafa..
"kalian mau kabur kemana brengs*k.. kembali....!! " teriak ketua diantara mereka..
Dafa berjalan menuruni anak tangga yang tak seberapa di depannya..
para preman yang tersisa hanya 3 orang, mereka tadi berjumlah 15 orang melihat dafa pada lari terbirit-birit seperti habis melihat syetan aja..
"bukankah kalian menyentuh mobilku tadi...?? apa tangan itu sudah bosan melekat di tubuh menjijikkan kalian...?? atau perlu aku bantu memutuskannya...?? " seringai Dafa lalu meraba Jas nya..
"apa ada pisau ya...?? " gumam dafa terdengar menyeramkan oleh para preman itu...
"saya kabur aja ketua.. lepasin saja saya ketua.. saya masih mau bebas....!! "
alhasil mereka semua berhamburan melarikan diri dari dafa yang sangat menyeramkan seperti psikopat handal aja..
Dafa tersenyum miring lalu membalik tubuhnya melihat Pekerja KFC tampak gemetaran melihatnya..
"terimakasih. " ucap dafa terlihat santai mengambil pesanannya dari pekerja itu..
"k. kembalia... annya... tu.. annn....!! " ucap pekerja itu dengan tangan gemetar..
dafa melirik sekilas tangan itu..
"ambil saja.. masuk sana....!! " usir dafa.
"terimakasih tuan...!! " ucap pekerja itu segera berlari memasuki tempat kerjanya..
Zahra didalam mobil menghela nafas lega saat para preman itu sudah pada kabur.
Dafa pun memasuki toko disampingnya membeli pesanan Zahra yang lain..
.
__ADS_1