Gadis Pemikat Hati

Gadis Pemikat Hati
Maryam


__ADS_3

"Kami pulang ke Kota ya Besan.. kapan-kapan Kalian boleh ke Kota, pintu Rumah kami terbuka lebar untuk kalian...!! " Ucap Aira pada Kia.


Kia tersenyum malu..


"aku nggak pernah nyangka punya besan sepertimu Aira, kalian terlalu jauh untuk kami angan-angankan!! "


"Hei.... apa nya yang jauh, kamu terlalu merendah Kia..


kita sama-sama manusia, derajat kita sama dimata Allah hanya Iman dan takwanya yang berbeda. jangan menilai kita seperti itu... nggak baik....!! " Aira mengusap-ngusap lengan Kia..


"Pintu kami juga terbuka lebar untuk keluargamu Kia..


datanglah ke Kota, kita akan ajak kamu mengenal Kota Jakarta...!! " sambung Siti tersenyum senang.


Aira tersenyum, Kia menggaruk keningnya mau tapi malu..


"tidak usah malu.. Zahra bahkan memanggilmu Bunda.. menantu kesayangan aku loh...!! " bangga Siti.


Aira tertawa begitu juga Kia..


kebahagiaan 3 Keluarga Itu lengkap sudah, hanya menunggu Anak mereka punya anak hingga mereka punya cucu lucu...


Bambang, Riqi dan Kahfi juga bergosip versi Laki-laki..


sementara Maryam mengomel-ngomel di Kamarnya karna tidak dibangunin, Bayu sampai lari dari Maryam takut kena amukan Maryam..


"iiih... aku belum ketemu Kakak ipar.. kenapa nggak dibangunin.. ?? Mama....?? Papa....??? Kak Bayuu.? "


Senyap...


Rumah sedang Kosong.


"kenapa enggak jawab...?? apa Papa dan Mama tega ninggalin Maryam.. Hiks... hiks... Mama... papa... .kembali lagi napa...?? Maryam mau pulang... !!"


"Kak Bayu....!??" teriak Maryam lagi.


"apa karna aku lumpuh...? hiks.. hiks... aku emang nggak guna...? masa nggak bisa sendiri sih...? pada kemana semua orang... "


"Mama...?? Papa...?? Kak bayu....?? "


Maryam memanggil-manggil sekiranya ada orang


di Rumah, Maryam tau Zahra sudah berangkat Kuliah dan Dafa memeriksa kantor Cabangnya di Kota bandung ini...


Bayu jadi tidak tega mendengar isak tangis Maryam..


"Nona...?? " suara Bayu serak..


Maryam mendongak melihat lantai atas, mata Maryam sudah merah karna menangis dan cadarnya juga sudah basah terkena air mata nya sendiri..


"Hiks.. hiks... kak Bayu....!! Kemana semua Orang..? kenapa Maryam nggak di bangunin...?? " isak tangis Maryam.


Bayu tidak pernah melihat air mata Maryam, kenapa bisa sangat menyedihkan.. ? biasanya Maryam hanya diam dan bersikap acuh, kalau dibangunin Maryam akan marah besar bisa mogok makan...


"bukannya Nona tidak mau dibangunin...?? Nona akan marah kalau dibangunin, itu sebabnya semua orang menunggu Nona bangun, tuan besar dan nyonya besar belum pulang Nona. mereka di Rumah Nona Kyara.! " Jelas Bayu menuruni anak tangga dengan cepat..


Maryam melihat kaki Bayu dan melihat kakinya sendiri..


"Aku juga mau berlari kayak gitu...?? " gumamnya pelan menatap nanar Kakinya.


Bayu mendekati Maryam yang menunduk, Bayu berjongkok didepan Maryam.


"Nona pasti bisa berjalan kalau punya rasa tekat yang kuat mau sembuh...!! saya yakin Nona bisa melewati rasa sakitnya..!! "

__ADS_1


Maryam menatap mata Bayu dengan Sayu..


DeG....!!!


Jantung Bayu berdebar Kuat, ia menatap dadanya yang bergemuruh hebat..


"apa aku bisa...?? " tanya Maryam seperti putus asa..


Bayu kembali menatap Maryam perlahan Maryam tersenyum tulus sambil mengangguk pelan...


"aku tidak berharap banyak Kak...!! " lirih Maryam membalik kursi rodanya dan mengayuhnya ke luar pintu Rumah..


Bayu menatap nanar kepergian Maryam dia meremas dadanya sendiri..


"gila... apa ini... (Melirik Dadanya) ya Allah.. kenapa jantungku sakit sekali..?? apa yang salah denganku..? " Gumam Bayu meringis sakit..


Maryam mendorong kursi rodanya dan menatap halaman Rumah baru Dafa.


"Apa aku bisa...?? " gumamnya Ragu menatap kedua kakinya ..


Maryam mengangkat kakinya dan menuruninya ke tanah..


Maryam memegang sekuat tenaga pegangan di Kursi rodanya, kakinya gemetaran dan keringat bercucuran di pelipisnya..


"bisa Maryam... pasti Bisa.. *ja*ngan jadi beban untuk orang lain.. Ayolah.. kuatlah...!! " batin Maryam..


Maryam menopang Kakinya yang gemetaran sakit sekali, Maryam menggigit bibir bawahnya hingga berdarah air matanya terus bercucur..


Maryam terus menyebut doa dan sholawatan sambil mencoba mengangkat kakinya yang gemetaran..


"Kenapa sakit sekali...? ya Allah.. Sakit sekali....!! " jerit Maryam memegang pahanya sebagai penopang tubuhnya supaya kaki nya tidak gemetaran hebat.


"Aaahhhhkkk....!! !"


Brukkk..


Bayu berlari ke arah Maryam yang sudah pingsan tak sadarkan diri.


"Maryam...?? " teriak Kahfi.


"sayang...??" pekik Siti.


siti dan kahfi segera berlari ke arah Maryam..


"maaf tuan.. Nona.. kita harus bawa ke Rumah sakit.. maafkan saya menyentuh kulitnya... saya kaget Tuan....Nyonya hingga saya lupa batasan Saya....!! "


"jangan turunkan anak saya.. cepat bawa ke mobil...!! "


perintah mutlak kahfi.


Siti menangis berlari mengikuti Maryam, Kahfi dengan cepat melipat kursi rodanya dan berlari menyusul Maryam..


.


.


Zahra dan Kyara sibuk di Jam istirahatnya selesai jam Kuliah malah bergosip..


"Bagaimana Abangku manis kan...?? " tanya Zahra menaik turunkan alisnya...


Kyara hanya tersenyum..


"bagaimana Keadaanmu..?? kenapa keningmu merah sekali...?? " Kyara mengalihkan pembicaraan..

__ADS_1


Zahra terdiam, dia segera mengambil kaca didalam tas Kyara dan mulai berkaca dengan serius memperhatikan Keningnya..


"Aku keliatan ya ? kalau Habib tidak ada Poni pasti bakal diejekin... aku malah nggak bisa nutupin...!! " batin Zahra.


"benjol kan...?? lihatlah membiru tau...!! " tunjuk Kyara di kening merah Zahra..


"sakit....!! " ringis Zahra menepis pelan tangan kyara..


"Abi Umar kenapa sering melihatmu ya Ara.? apa kamu tidak berpikir beda saat Abi Umar dengan beraninya menatapmu...!! "


Zahra mengangkat bahunya sendiri tak peduli bagaimana tatapan dosennya itu.


.


.


sementara di Rumah sakit Siti menangis memeluk Suaminya.


Aira dan Riqi ikutan panik bgitu juga Kia dan Bambang mereka menunggu dokter yang memeriksa keadaan Maryam, Tanisha dan Rivky sudah kembali ke Kota...


"Dokter bagaimana keadaan anak saya Dok..?? " tanya Kahfi Khawatir..


"begini Tuan.. sepertinya Nona terlalu memaksakan kakinya berjalan, karna kelelahan Nona Jatuh pingsan mungkin tidak akan sadar 3 sampai 4 hari... !"


"jadi harap kesehatan nya dijaga Tuan... Nyonya.. sepertinya Nona sedang putus asa hingga berani mengambil resiko seperti itu..!! "


Siti menangis kuat, Aira dan Kia juga ikutan sedih..


"apa yang terjadi Bayu...?? kenapa maryam bisa turun dari Kursi rodanya..?? " tanya Kahfi ke Bayu dengan serius.


Bayu menjelaskan semua yang Maryam tangiskan tak ada yang terlewatkan baginya, ingatan Bayu sangat bagus jadi ingat apapun yang dikatakan maryam..


Siti menangis menjadi-jadi, Kahfi terkulai lemas mereka melakukan kesalahan dengan meninggalkan Maryam sendiri di Rumah..


tak lama Dafa datang, Dafa mengatur nafasnya yang tak beraturan Dafa berlari tadi..


"Bayu apa yang terjadi..?? " tanya Dafa serius..


sekali lagi Bayu menceritakan apa yang dialami Maryam..


"kenapa Maryam di tinggal....??? " tanya Dafa ke Orangtuanya dengan wajah datarnya..


.


.


Dafa memijit pelipisnya yang sakit saat ini...


"tempat itu baru bagi Maryam Ma.. Pa.. seharusnya Mama dan Papa tidak pergi meninggalkan Maryam.. Mama sama Papa tau kan dia tidak suka diremehkan.. !!"


"Mama sama Papa tidak membangunkannya.. bukan salah Mama sama Papa tapi kenapa keluar dari Rumah hm ? dia trauma di tinggalkan Ma.. pa.. apa Mama dan Papa lupa Kecelakaan itu....? kenapa Maryam takut di tinggalkan pasti Mama tau kan ?? "


Siti menangis menjadi-jadi...


Kahfi menatap kosong pintu Ruangan dimana Maryam di periksa..


"Sudahlah.. semua sudah terlambat.. nasi sudah menjadi bubur....!! " ujar Dafa mendudukkan Bok*ng nya di kursi penunggu Pasien...


..


.


tahap perbaikan penulisan.

__ADS_1


.


.


__ADS_2