
Handoko adalah Pria paruh baya yang diselamatkan Dafa beberapa tahun yang lalu hari dimana Dafa bertemu dengan Zahra pertama kalinya...
ternyata Pria itu adalah tetua perusahaan tua ternama di negara German, hanya saja tak ada yang tau pemiliknya WNI ..
handoko datang ke indonesia menemui langsung dafa di kantornya dan mengajak kerja sama sungguh dafa tidak tau identitas asli Handoko pantas saja tak ditemukan ternyata selama ini tinggal di negara asing..
Setelah melakukan hubungan itu Dafa dan zahra mandi junub dimalam itu juga dan kini tengah berbincang hangat di ranjang saling melepas rindu setelah beberapa hari nggak bertemu..
"sebenarnya dia juga memberimu kalung permata buatan khusus perusahaan nya hanya untukmu sayang.... !!"
Zahra melebarkan matanya..
"apa....?? kok bisa...?? "
"aku berusaha menolaknya tapi dia bersikeras tetap memberikannya padamu kalau enggak dia akan membawa anak kita untuk menjadi cucu pewaris Perusahaannya...!! "
Makin lebar saja mata Zahra..
"pak handoko selalu saja bertindak sesuka hatinya..
kenapa dia terobsesi dengan anak kita...?? "
"dia nggak punya cucu laki-laki sayang... hanya cucu perempuan.. dia bilang Abbas sangat istimewa.. abbas memiliki aura raja yang sesungguhnya.. dia akan merajai dunia bisnis manapun yang dia pimpin....!! "
Zahra menghela nafas..
"tapi aku mau anak kita jadi hafidz Qur'an habib...!! "
"iya sayang... aku tau.. itu sebabnya aku menerima berlian permata nya... bahkan dia bilang anggap aja itu sebuah lamaran untuk cucu perempuannya supaya menjadi bagian dari keluarga satria...!! "
Zahra menganga tak percaya..
"bahkan anakku yang belum bisa berbicara dengan lancar sudah dilamar...?? Ya Allah.. seharusnya Laki-laki yang melamar perempuan kenapa bisa kebalik?? "
Dafa terkekeh...
"kita ikuti aja permainan hidup mereka nantinya sayang... seperti kita dulu.. Jika mereka memang jodoh dari yang maha kuasa maka mereka akan bersatu dengan caranya...!! "
Zahra tersenyum manis..
"sekarang katakan padaku... kenapa habib bisa pulang cepat...?? "
"besok adalah hari annivesarry kita yang ke 3 tahun 4 bulan kita sayang....!! " jawab dafa
"astagfirullah hal adzim.. angka 7 lagi...?? " tebak Zahra yang mengerti sambil menepuk jidatnya sendiri.
Dafa mengangguk-ngangguk..
terkadang Zahra tidak mengerti jalan fikiran suaminya itu.. happy anniversarry di rayakan sesuka hati dafa aja asalkan hasilnya angka 7 pasti dafa selalu merayakannya..
"kali ini dimana...?? " tanya Zahra pasrah..
__ADS_1
"di restaurant ambayang bintang 5 ....!!" jawab dafa semangat..
"apa Abbas ikut...?? " tanya zahra sambil mengerjab kan matanya..
"boleh sayang... lagian abbas nggak pernah rewel kalau dibawa kemana-mana...!! " jawab Dafa mengusap kepala Zahra..
Zahra menyunggingkan senyum manisnya, "aku tau... !!"
"ya sudah kita tidur ya...?? " bujuk Dafa merebahkan tubuhnya dan merentangkan lengannya..
Zahra menyeringai lebar dan memeluk dafa dengan manja..
.
.
ke esokan siangnya Dafa , Zahra dan Abbas pergi ke Restaurant ambayang pesanan Dafa, mereka akan menghabiskan waktu bertiga kalau ada hari penting seperti itu..
saat memasuki Restaurant ambayang manager beserta pelayan restaurant menyambut keluarga dafa..
"selamat datang Tuan,, Nyonya dan Tuan kecil...!! " sapa mereka semua kompak..
"mi.. com...!! " sapa Abbas ramah dengan seringai lebarnya..
semua orang terperangah tapi tak mengerti.
"jawab wa alaikum salam dong.. artinya anakku ini sedang memberi salam dengan kalian...!! " jelas dafa..
"bi.. bi.. bi.. bi...!! " Abbas menggerak-gerakkan tubuhnya minta melepaskan diri dari pelukan sang abi..
"dia minta lepas habib.. artinya dia mau jalan sendiri bantu dia berjalan habib...!! " jelas Zahra sambil bertepuk tangan semangat..
Dafa segera menurunkan Abbas, entah dapat dari mana kejeniusan diotak mungilnya itu, Abbas berjalan pelan melewati pelayan dan manager restaurant yang tengah menunduk padanya..
Zahra terperangah, Dafa malah tak berkedip melihat cara berjalan anaknya itu yang tak normal bagi seorang anak kecil berusia 1 tahun seperti Abbas kini.
"ya Allah... Abbas... anak kita.. dia udah lancar berjalan habib...!! " pekik Zahra memukul-mukul dada Dafa..
Dafa juga mengangguk pelan mulutnya masih terbuka lebar melihat anaknya dari belakang..
"silahkan tuan kecil...!! " pelayan berkata sopan menunjuk tempat duduk istimewa yang sudah di booking dafa...
Abbas menautkan jemari mungilnya melihat kursi tinggi didepannya, dia mencari orangtuanya yang tengah tersenyum bahagia melihatnya..
"bib.. bib.. bibb.. bi....!! " Abbas menyeringai lebar merentangkan tangannya ke Dafa.
Dafa berjongkok langsung mengangkat tubuh mungil anak nya yang sangat menggemaskan itu, Zahra sampai meneteskan air matanya melihat anaknya yang tengah tertawa lepas bersama Dafa..
"anak abi dan umi udah pintar ya.. kelewat pintar malahan.. baru sadar tubuh mu masih mungil my son..?? bahkan kursinya lebih besar dari tubuhmu son..!! " ledek Dafa mengangkat tinggi tubuh Abbas yang tengah tertawa..
para pelayan restaurant malah takjub akan kepintaran Abbas, mereka tidak mengerti kenapa abbas keliatan bingung tadi ternyata karna kursinya ketinggian pikirnya..
__ADS_1
Zahra tertawa melihat tingkah menggemaskan anaknya itu..
"ayo kita makan sayang....!! " ajak dafa merangkul pinggang Zahra
Zahra mengusap pipi Abbas dan tersenyum manis Abbas hanya tertawa membalas senyuman indah umi nya itu..
seperti biasa Abbas hanya minum asi yang sudah siapkan oleh Zahra tadi di mobil lewat dot bayi. sementara Dafa dan Zahra makan pesanan mereka sambil cekikikan melihat lahapnya Abbas meminum dot bayi nya, sesekali Abbas tampak memejamkan mata saking enaknya..
Zahra nggak pernah ngasi Abbas minum susu lain selain ASI nya asi adalah yang terbaik untuk anaknya itu..
"habis ini kita kemana habib...?? " tanya Zahra serius..
"kita ketempat mama sama Papa ya... ?? selama aku digerman mama sama papa minta membawa Abbas ke rumah..!! "
"ohh... padahal papa dan mama sering ke mansion..!! " sahut Zahra lagi..
"iya.. tapi rasanya berbeda di kunjungi dengan berkunjung sendiri sayang... mungkin itu yang dipikirkan mama sama papa..! "
Zahra tampak mengangguk membenarkan..
.
.
sore harinya Dafa dan Zahra disambut hangat oleh Siti dan Kahfi, mereka berlari berebut memeluk Cucu gagah mereka..
maryam dan bayu sudah pindah di samping rumah mereka, bayu bisa membangun Rumah dekat dengan orangtua Maryam..
"maryam nggak main kemari ma...?? " tanya Zahra
"mungkin tengah menyiapkan makan sore untuk Bayu kan sebentar lagi bayu pulang kerja.. pasti lapar....!! " jawab siti tersenyum manis melihat menantu idamannya itu..
"Opa yang gendong ya ma...?? " pinta kahfi semangat..
Dafa hanya tersenyum melihat Abbas yang tak rewel di gendong sana kemari oleh keluarganya..
gemasnya Abbas merentangkan tangannya minta di gendong kahfi, tentu Kahfi dengan senang hati menggendong Abbas...
"ya udah.. Mama buatin minuman buat kalian ya... pasti capek habis jalan-jalan...!! "
kini abbas sudah digendongan Kahfi...
"Ara bantu ma...!! " tunjuk tangan Zahra dengan senyum cerahnya..
"huh.. kamu selalu aja kayak gini sayang.. ya udah ayo...!! " pasrah siti mengusap pipi Zahra..
"Habib aku kedapur ya...?? " izin Zahra berbisik pelan.
Dafa mengangguk mengusap kepala Zahra..
.
__ADS_1
.