
"kenapa tidurnya sangat nyenyak.?? Kalau begini aku nggak akan tega membangunkannya....!! " batin Zahra menggaruk kepalanya yang tak gatal..
Hampir 2 jam Dafa terlelap, Zahra dengan sabar menunggu Dafa bangun.
"Bagaimana cara membangunkannya...?? " gumam Zahra kebingungan.
Zahra melirik kiri kanan sekiranya ada benda yang bisa membantunya membangunkan Dafa.
"Habib..... Bangun... udah jam setengah 5.....!!" Zahra mengguncang tangan nya yang digenggam erat oleh Dafa..
Dafa perlahan membuka matanya, dengan segala kekuatannya Dafa bangun memijit pelipisnya.
"Sakit...?? " tanya Zahra memegang lengan Dafa..
"berat sekali " Jawab Dafa mengucek matanya..
"ya sudah.. tidurlah setelah sholat Ashar.. aku yang akan bawa mobilnya". Zahra membantu memijit kepala Dafa..
Zahra jadi kasihan jam tidur dafa hanya 2 jam padahal 2 hari Dafa tidak tidur, mata merah Dafa menjelaskan bagaimana lelahnya Dafa kini...
"kamu bisa bawa mobil sayang...?? " tanya Dafa menarik tangan Zahra dan mengecupnya berkali-kali.
"bisa....!! " Jawab Zahra tersenyum manis dengan perlakuan Dafa yang romantis.
"nanti di rumah saja aku paksakan tidur. " Jawab Dafa tersenyum lembut dengan wajah nya yang kurang tidur..
"nggak baik tidur di jam pertengahan ashar dan magrib." Jelas Zahra
"baiklah aku akan tidur setelah Isya...!! " ujar Dafa lagi tau maksud Zahra.
Zahra tersenyum..
.
.
mereka sholat ashar bersama di mushola setelah itu barulah mereka pulang.
"kamu yakin tidak mau aku antar pulang
sayang...?? " tanya Dafa mengusap kepala Zahra..
"emmm.. ya udah deh antarin aku sampai pagar rumah aja.. semoga tidak ada orang....!! " pasrah Zahra melihat kondisi tempatnya menunggu sepi membuatnya sedikit takut.
"baiklah... berdoa saja."
Dafa mengecup sayang punggung tangan Zahra, Zahra hanya terkekeh dengan perlakuan Dafa
walau jantungnya tak bisa dikondisikan.
Dafa menurunkan Zahra tepat didepan gerbang. Zahra segera keluar dan melambai lalu berlari ke pagar Rumah Kyara..
Dafa mengulum senyum nya akan kelakuan menggemaskan Istri dadakannya itu.
.
.
.
hari lernikahan Shezan dan Kyara pun tiba, Kyara saat ini di dandani dengan cantik oleh MUA.
baju pernikahan nya yang bewarna putih tulang dengan acesoris pelengkapnya....
"Bagaimana para saksi Sah....?? "
"Saahh...!!!"
Doa pun di panjatkan...
__ADS_1
sedangkan Zahra menemani Kyara yang gugup dikamar pengantinnya..
"Kenapa...?? gugup ya Kakak Ipar....?? " goda Zahra..
"jangan mengejek Ara.... emang salah kalau aku gugup..? kan ini pertama kalinya bagiku." gerutu Kyara mengusap-ngusap debaran jantungnya....
Zahra tertawa melihat kegelisahan sahabatnya itu..
"Sudahlah Kyara.. kamu kayak cacing kepanasan.. geliat-geliat menggelikan.. Ahahahahhh.....!! "
"Zahra....!! " kesal Kyara tapi duduknya tetap tidak tenang.
Zahra masih tertawa lepas.
"tapi tunggu... kenapa kamu berdandan Ara...?? " tanya Kyara bingung dengan nata Zahra yang sangat indah didandani.
Zahra tersenyum dan menggeleng pelan kepalanya.
"beritahu.. biasanya Kalau kamu kayak gini pasti nyimpan rahasia." tanya Kyara mulai serius
"dia akan datang bersama keluarganya...!! " jawab Zahra tersenyum manis..
"hah...?? siapa Tuan.. Daff... hhhmmmm.. m.?? " pekik Kyara terputus
zahra tadi menutup mulut Kyara yang sangat berisik baginya..
mata Kyara masih melebar, dia Kaget saat Zahra bilang suaminya akan datang bersama keluarganya, bukankah artinya Keluarga Satria akan menginjakkan kaki di Rumah nya kini.
"Ssstt..... jangan berisik....!! " bisik Zahra.
Kyara mengangguk-ngangguk mengerti
"hei.. pengantin wanita silahkan keluar.. kalian sudah sah menjadi suami istri...!!" Ucap Tanisha tiba-tiba..
"ada apa...??" tanya Tanisha heran melihat tangan Zahra menutup mulut Kyara..
"hehehe... nggak ada apa-apa Kak". nyengir Kuda Zahra melepaskan tangannya dari bibir Kyara.
"Iya Kakak.. maafin Ara.. maaf ya Kakak Ipar....!! " Ucap Zahra tersenyum kecil.
Kyara hanya tersenyum kaku, lucu didengarnya saat Zahra sahabat baiknya memanggilnya Kakak ipar.
"Tanisha.. kenapa lama sekali...?? tamu undangan sudah menunggu....!! " sahut Aira tak sabar..
"Eeh... Iya Umi.. cepatlah.. mana cadarnya...?? " tanya Tanisha celingak-celinguk sekitar Kyara..
"cadarnya disitu...!! " tunjuk Zahra.
"cepat ambil Ara...!! " titah tanisha tak habis fikir..
Zahra nyengir kuda dan mengambil cadar Kyara.
Zahra memakai gamis berwarna putih tulang, ia sengaja memakai Gamis warna itu karna sesuai janji nya dengan Dafa yang akan ijab kabul ulang didepan Keluarganya.
"sudah.. Ayo Sayang....!! " Ajak Tanisha merangkul bahu Kyara..
Zahra berjalan disisi lain Kyara, Kyara menggenggam tangan Zahra, yang mana Zahra bisa merasakan kegugupan Kyara.
"itu suamimu sayang.. dialah Surgamu...! " bisik lembut Tanisha..
Zahra mendo'a kan kebahagiaan Kyara, Kyara tersenyum pada 2 perempuan cantik disisi kiri dan kanannya.
Shezan mendekat dan mengulurkan tangannya.
"terimakasih sudah memilihku untuk menjadi imammu Istriku... aku akan membahagiakanmu dengan seluruh kekuatanku..!! "ujar manis Shezan..
tanisha tersenyum manis, dan Zahra cengar-cengir senang akan tatapan bahagia Abang nya.
"bukan Hubby yang berterimakasih... seharusnya aku yang berterimakasih Suamiku.. bimbinglah aku suamiku.. tuntun aku untuk lebih dekat dengan bau surga indah sang pencipta. "
__ADS_1
Shezan tersenyum haru akan kata malu-malu Kyara yang sangat manis, dia mengecup lama kening Kyara.
acara berlangsung meriah setelah tukar cincin, bunga-bunga di lemparkan pada pengantin baru itu yang sedang tersenyum bahagia..
namun kebahagiaan semua orang terdiam seketika saat tiba-tiba ada Dafa yang masuk ke dalam Rumah Keluarga Kyara dengan pakaian putih tulangnya senada dengan Zahra..
"Kahfi...?? Siti..?? kenapa mereka bisa tau kami disini..?? " gumam Aira gelisah.
Aira segera mencari suaminya dan menemukan Suaminya sedang bercanda ria dengan Bambang di Ruang tamu.
"ada apa Umi....?? " tanya Riqi heran.
.
.
"kenapa Kakak nggak bilang kalau calon pengantin Kakak ada didepan Rumah Kita...?? " tanya Maryam tak percaya.
Kahfi melihat situasi, dia menoleh ke Siti.
"Apa anak kita akan merebut pengantin Rumah ini Pa...?? " bisik siti
"Mama juga memikirkan hal yang sama....?? " tanya balik Kahfi dibalas anggukan oleh siti .
"bukan poligami Kak dafa ..? tapi mau merebut pengantin Orang.." gumam Maryam berkedap-kedip tak percaya..
hanya Bayu yang terlihat tenang mendorong kursi roda Maryam..
semua tamu undangan bergosip-gosip tak percaya akan melihat 2 Pria tampan yang di perebutkan banyak wanita dari kalangan bawah, menengah sampai kalangan atas..
Kia juga jantungan semoga pernikahan anaknya tidak ada kendala..
"Kenapa tuan muda Dafa juga ada sini..?? Aku rasa kami tidak pernah mengundangnya..?? " batin Kia berkeringat dingin..
Shezan dan Kyara yang tadinya menatap Dafa kompak menoleh ke Zahra, Tanisha masih mode beku.
"apa adikku Shezan di kutuk...?? kenapa ada tamu tak di undang datang kemari..? " batin tanisha tak mengerti..
Dafa mengedarkan pandangannya dan terhenti pada sosok Zahra, Zahra berdiri disamping Kyara dan para tamu undangan malah salah faham mereka mengira Dafa menatap Kyara..
"mampus kita...!! " gumam Maryam segera menutup matanya
Zahra tersenyum dengan kedatangan Dafa, ia tidak menyadari Orangtua Dafa..
diluar dugaan Zahra berjalan ke arah Dafa begitu juga Dafa..
"kamu menepati janjimu...!! " suara lembut Zahra menyapa kesunyian
semua orang menatap warna baju Dafa dan Zahra yang sama-sama warna putih tulang...
"Boleh aku memelukmu...?? " tanya Dafa..
Zahra menunjukkan jari telunjuknya dan menggoyangnya ke kiri dan ke kanan.
"Loh... bukan pengantinnya.?? "
mendengar bisik-bisik tamu undangan, siti dan Kahfi pun memberanikan diri menatap situasi dan menghela nafas lega ternyata bukan pengantinnya yang ada didepan Dafa.
namun mata Siti bertemu pandang dengan Aira, begitu juga Kahfi menatap tak percaya pada Riqi..l
mereka ber empat kompak menoleh ke Dafa dan Zahra..
.
.
Apa yang terjadi...???
.
__ADS_1
.